Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 4.



Crass!!.


Serangan peri Max yang kesekian kali nya berhasil mengenai lengan peri Gigo.


"Ini lah akibat jika kamu berani menentang ku!," seru Peri Max tersenyum dengan licik nya saat melihat peri Gigo yang perlahan lahan mulai lunglai tak berdaya.


"Ke, kenapa dengan diri ku?, bukankah ini termasuk luka ringan bagi seorang pejuang?," ucap peri Gigo perlahan mulai tak berdaya dan merasa kalau tubuh nya mulai digerogoti dari dalam.


"Max?," seru sebuah suara dari kejauhan.


"Bin!, kemarilah sahabat setia ku," sahut Max saat melihat siapa yang tengah mendatangi mereka.


"Tolong Bin!," ucap lirih Gigo perlahan mulai ambruk ke tanah.


Bin yang masih tercengang dengan apa yang ia lihat.


Masih berdiri diam di kejauhan sembari menatap peri Gigo yang amat terlihat kesakitan sembari mencoba sekuat tenaga mengobati luka nya dengan kekuatan sihir.


"Bisa kamu jelaskan ini Max?," tanya peri Bin menatap tajam ke arah peri Max.


"Anggap lah ini sebagai jawaban dari permintaan mu yang meminta ku mengikut sertakan Gigo dalam rencana besar kita," seru peri Max membuat peri Gigo terbelalak tak percaya.


"Bin!, kamu juga bagian dari pengkhianatan ini?," tanya Peri Gigo mencoba bertahan dengan sisa tenaga nya.


"Tapi, kenapa kamu lakukan ini pada sahabat kita?, aku tak pernah meminta ini pada mu!," seru peri Bin masih bingung dengan semua sikap peri Max yang ia anggap berlebihan.


"Gigo menentang semua rencana ku, saat ia sudah tahu semua nya, tentang Troll, tentang mantra hitam ku, lalu aku harus biarkan dia hidup dan membongkar semua nya Bin?," seru peri Max tak habis pikir dengan peri Bin yang masih mencoba membela peri Gigo.


"Kenapa kamu tak setuju saja dan bergabung dengan kita Gigo?, kenapa kamu harus melawan kami?," seru peri Bin menatap binar peri Gigo yang hampir kehilangan kesadaran nya.


"Aku tak mau mengkhianati kaum ku sendiri," ucap peri Gigo sebelum ia benar benar menutup mata nya.


"Gigo!," seru peri Bin mencoba mendekat ke arah peri Gigo.


Namun langkah nya dihentikan oleh peri Max saat itu.


"Sudahlah Bin, jika bukan dia yang binasa, kitalah yang akan binasa," ucap peri Max meyakinkan peri Bin agar tetap melanjutkan rencana awal mereka.


"Tapi dia juga sahabat kita Max!," sahut peri Bin menatap sayu ke arah tubuh peri Gigo yang kini tak bergerak.


"Percuma juga jika kita menolong nya, pedang ku sudah ku beri racun saat menyerang nya," ucap peri Max mengambil buku mantra nya yang tergeletak di tanah.


"Ku harap kamu akan memberiku jabatan yang ku inginkan saat kamu benar benar menjadi Raja tertinggi di kerajaan peri nanti nya," ucap peri Bin masih menyayangkan kepergian salah satu sahabat nya.


"Tenang saja, pegang lah janjiku!, sekarang kita sebaiknya bergegas," seru peri Max berjalan beriringan dengan peri Bin meninggalkan tubuh peri Gigo yang tergelatak di tanah.


--------


"Inikah kediaman Troll yang sering kamu bicarakan itu?," ucap peri Bin saat menatap sebuah wilayah yang penuh akan Troll di dalam nya.


Bahkan itu kali pertama nya ia melihat ras Troll dengan mata nya sendiri.


Sejak ibu Shenna dan bapa Shein meninggal 500 tahun yang lalu.


Ras Troll memutuskan pergi dari wilayah hutan Maxim.


Bapa Shein lah alasan mereka di hormati di kalangan peri murni maupun campuran.


Namun setelah Bapa Shein tiada.


"Selamat datang di masa depan kita Bin," ucap peri Max mulai berjalan memasuki wilayah ras Troll.


Bersamaan dengan itu, semua mata kini menatap ke arah mereka.


Terutama ke arah peri Bin, yang belum pernah mereka lihat sebelum nya.


"Salam semua nya, bisa aku bertemu dengan Troll Sean tetua kalian?," seru peri Max memberi hormat kepada para Troll dihadapan nya.


"Tetua kita ada di dalam sana," sahut seorang Troll dengan pandangan yang masih menatap tajam ke arah peri Bin.


"Aku dan teman ku ini datang dengan damai, percayalah!," seru peri Max membuat semua Troll mendengus pelan dan kembali ke aktivitas mereka masing masing.


"Aku tak percaya saat kamu bilang telah menemukan tempat tinggal mereka yang baru, dan kali ini aku percaya itu semua," ucap peri Bin menatap kesekeliling nya.


"Kita bicarakan itu nanti," seru peri Max mengajak peri Bin berjalan memasuki sebuah gubuk besar di hadapan mereka.


Saat Peri Bin benar benar masuk ke dalam gubuk.


Ia kembali di kejutkan dengan seorang Troll di dalam nya.


Tubuh nya nampak tinggi besar melebihi Troll yang ada di luar.


Namun tubuh nya nampak sudah tua di bandingkan Troll lain nya.


"Setidak nya berilah hormat dulu pada Troll Sean Bin," ucap lirih peri Max menarik tangan Bin hingga membuat nya membungkuk hormat seketika.


"Apakah itu Max ku?," tanya Troll Sean yang memang saat itu kondisi mata nya sudah buram untuk melihat sesuatu.


"Benar Tetua, hormat kami pada mu, semoga kamu panjang umur selalu," seru peri Max.


"Kami?, dengan siapa kamu datang?," tanya Troll Sean heran.


"Ini rekan baru kita tetua, dia akan membantu kita dalam menggoyahkan kubu peri dari dalam," seru peri Max dengan senyum licik nya.


"Hebat!, hebat!, sungguh luar biasa kamu Max, aku beruntung bisa mengenal mu," seru Troll Sean merasa begitu bahagia dengan keikut sertaan peri Bin dalam rencana mereka.


Apa keputusan ku ini benar?, batin peri Bin bimbang.


"Sudah beratus ratus tahun aku diam, dan sekarang aku akan membalaskan kematian ayah ku dan meneruskan cita cita nya untuk membuat ras Troll berada di puncak tertinggi," seru Troll Sean dengan penuh semangat.


"Ayah mu?," tanya peri Bin penasaran.


"Ya!, ayah ku adalah Troll Rot yang perkasa," seru Troll Sean membuat peri Bin lagi lagi terkejut.


"Bagaimana mungkin?," seru peri Bin tak percaya.


"Kamu pasti tak percaya, kenapa aku masih hidup di jaman ini bukan?," ucap Troll Sean.


"Itu sudah takdir dewa Bin," sahut peri Max.


"Saat aku datang ke hutan Maxim 500 tahun yang lalu dengan harapan bertemu ayah ku, namun ibu ku dan aku hanya bisa melihat jasad nya.


Ibu ku sangat terpukul saat itu, hingga ia merenung dalam gua hingga ia juga meninggal di samping jasad ayah ku dan akhirnya menyusul nya ke alam baka.


Hingga setelah nya, aku membulatkan tekad, aku tak akan mati sebelum ku balaskan dendam ku ini, tangis ibu ku dan nyawa mereka harus di bayar lunas," seru Troll Sean dengan penuh dendam di dalam hati nya.


Jadi itu alasan kenapa jasad Troll Rot tak pernah di temukan, menghilang secara misterius saat itu, batin peri Bin perlahan mencoba mencerna semua nya.