
Di sisi lain Portal, ternyata sudah ada tetua goblin yang sengaja menunggu kemunculan Shein dan Shenna.
Melihat kaum nya kalah dari Rot dan Ken membuat tetua goblin tak mau melepaskan Shein dan Shenna.
"Mereka harus membayar atas hancurnya kelompok ku !", seru tetua Goblin.
Saat Shein dan Shenna keluar dari portal, mereka langsung dikejutkan dengan tetua goblin yang sudah nampak bersikap bersahabat kepada mereka.
Ia menawarkan perlindungan kepada Shein dan Shenna atas keserakahan kaum nya dan perlindungan dari kejaran Rot yang mungkin akan mengikuti mereka lagi.
"Mari ikut aku !, maafkan atas tingkah laku kelompok ku, mereka masih muda untuk mengendalikan keserakahan mereka, hingga mereka mudah terlena dengan gemerlap satu perhiasan saja", ucap seorang tetua goblin mencoba menawarkan perlindungan nya dan mengajak mereka ke sebuah gubuk demi membalaskan kehancuran kelompok nya.
"Aku juga minta maaf", ucap Shenna merasa bersalah, karna memunculkan sifat serakah para goblin adalah ide nya yang ia sengaja lakukan untuk kabur dari Rot dan Ken.
"Bisakah kita percaya dengan mereka ?", ucap Shein tak ingin lagi dikhianati seperti yang Zee lakukan pada nya.
"Aku juga tak tahu Shein", timpal Shenna singkat.
Shenna mencoba memakai sihir nya lagi, meskipun ia tahu itu akan berefek buruk pada diri nya.
Namun dengan cara itu membuat Shenna bisa mengetahui dan membaca rencana licik tetua Goblin.
Dengan ilmu sihir nya, ia menerawang arti dari sifat baik Goblin yang biasa nya tidak terbuka untuk orang asing.
Melihat hasil terawangan nya, Shenna tersentak dan segera menghentikan langkah kaki Shein.
"Dia juga berniat jahat pada kita Shein", bisik Shenna yang saat itu tengah berada di bahu Shein.
Hingga Shein memutuskan melarikan diri dari tetua Goblin sebelum terlambat, dengan langkah yang hati hati ia perlahan pergi agar tidak di sadari oleh tetua goblin.
Setelah sampai di depan gubuk.
Tetua segera membuka pintu dan tersenyum pada beberapa manusia yang ternyata sudah menunggu di dalam gubuk.
"Lihatlah yang ku bawa untuk kalian !, budak yang siap melayani kalian !", seru tetua tak mengetahui bahwa Shein dan Shenna telah pergi meninggalkan nya.
"Apa yang harus ku lihat ?, yang mata ku lihat hanya seorang goblin tua yang berani menantang kerja sama dengan kami", seru seorang manusia sembari meneguk arak di tangan nya.
Mendengar ucapan manusia di hadapan nya.
Tetua goblin segera berbalik badan dan mengusap mata nya berkali kali.
Ia tak menyangka bahwa Shein dan Shenna sudah tak ada lagi di belakang nya.
"Ta, tapi, tadi aku membawa seorang Troll dan peri di belakang ku !", seru tetua goblin amat ketakutan.
"Benarkah ?, lalu mana mereka ?", sentak manusia itu.
Sebelum ia sempat melangkah, badan nya sudah di angkat ke udara oleh salah seorang dari manusia itu.
"Enak saja !, aku tau kau mau kemana ?, jangan kau kira aku bodoh !, kesepakatan tetaplah kesepakatan !", sentak manusia itu.
"Tapi budak untuk kalian sudah kabur, jadi semua kesepakatan nya batal", ucap tetua goblin dengan gemetar ketakutan.
"Tidak, kesepakatan tetaplah kesepakatan !, aku masih melihat ada goblin di hadapan ku yang mungkin masih berguna walaupun sudah bau tanah !", seru manusia itu tersenyum licik.
Sontak tetua goblin semakin ketakutan.
"Tapi aku sudah tua, tenaga ku sudah tak mampu lagi !", timpal tetua goblin memohon untuk di lepaskan.
"Cih !, kau itu cuma malas !, mau tak mau kau harus menjadi ganti nya", sentak manusia itu memakaikan sebuah baju bekas kepada tetua goblin itu dan melemparkan nya ke arah dalam gubuk.
"Kini kamu resmi menjadi budak kami !, kau tau sendiri kan peraturan nya jika seorang goblin sudah menjadi budak seorang manusia", seru manusia itu tertawa kencang bersama teman teman nya.
"Ka, ka, kami akan mengabdi sampai kami di merdekakan", ucap tetua goblin sembari menyeka air mata penyesalan nya.
"Bagus !, sekarang kau bereskan barang barang kami !, kita akan segera pulang ke desa", titah manusia itu sembari melempar beberapa barang ke arah budak baru nya.
Dengan tertatih tatih, tetua goblin mengerjakan semua tugas nya satu persatu.
Karna usia nya yang juga sudah ratusan tahun, ia terbilang sudah tak memiliki tenaga yang kuat lagi.
"Kelompok ku mungkin sudah di bantai habis oleh dua Troll itu, dan nasib ku juga tak lebih buruk dari mereka", keluh tetua goblin berusaha keras menarik kuda yang bersiap membawa tuan nya kembali ke desa asal nya.
"Kau berjalan di belakang rombongan, mengerti !", sentak manusia itu.
"Baik tuan", timpal tetua goblin sembari mengusap peluh di kening nya.
Kini tetua goblin hanya bisa menerima nasib nya.
Bekerja dan bekerja untuk melayani seorang manusia.
Sementara Rot dan Ken, meskipun dengan badan yang penuh luka dan goresan.
Ia berhasil ******* habis semua goblin yang mencoba menyerang nya.
Dan kini ia juga sudah berhasil merapal mantra goblin untuk keluar dari portal wilayah goblin.
"Karna perhiasan ini kita harus meladeni para goblin itu dan harus kehilangan Shein !", seru Rot melempar kalung dan anting anting milik Shenna yang menjadi sumber penyerangan para goblin ke arah nya.
"Lalu apa rencana kita kali ini ?", tanya Ken.
"Kita buru terus Shein sialan itu hidup atau mati ", seru Rot semakin dendam terhadap Shein.