Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 21.



"Apa kau yakin dengan ucapan mu!," sentak Troll Sean dengan marah nya.


Ia tak menyangka akan mendengar itu semua dari mulut Troll Foz.


"Hamba sudah mengatakan semua yang hamba lihat Tetua," ucap Troll Foz dengan gemetar nya.


Pasal nya, ia sudah bisa menebak reaksi selanjut nya dari sang tetua akan laporan nya kala itu.


"Kurang aj*r!, berani nya ayah mencoba mengkhianati cinta ibu!," teriak Troll Sean segera bangkit dari duduk nya dan menyerang apa saja yang berada di samping nya.


Membuat gubuk nya bergetar hebat dan hampir roboh di buat nya.


Bahkan semua Troll segera bergegas memeriksa apa yang sebenar nya tengah terjadi.


"Ini tidak bisa di biarkan!, aku membangkitkan ayah untuk membalaskan kematian ibu ku dan untuk menuntaskan tujuan nya yang belum selesai, tapi semua ini malah membuat ku begitu murka!," teriak Troll Sean semakin menjadi jadi.


Walaupun mata nya sudah tak bisa melihat dengan jelas karna umur nya yang sudah terlampau tua, ia tetap mencoba mencari jalan ke luar dari gubuk tanpa mau di bantu oleh siapapun, termasuk Troll Foz.


"Ada apa ini Foz?, kenapa tetua begitu marah?," tanya seorang Troll lain begitu heran dengan apa yang tengah terjadi.


"Kenapa dia tak sadar kalau jati diri nya ialah seorang Troll!, bisa bisa nya ia mencoba mencintai dan mendekati seorang kaum peri!, di mana otak nya!," keluh Troll Sean berjalan sempoyongan sembari mengamuk di area tempat tinggal kaum nya.


Hingga banyak gubuk dan pepohonan yang rusak karna amukan nya.


Para Troll yang mendengar itu segera menghela nafas panjang dan tak bisa berucap apapun lagi.


Inilah yang terjadi jika kalian menyulut api peperangan itu lagi, batin seorang Troll menyayangkan ambisi sang tetua akan kebangkitan Troll Rot.


Kami memang kaum Troll, tapi melihat sikap mu ini, sungguh kami sangat bersedih akan semua itu, seharusnya kini kita bisa hidup rukun dengan ras peri seperti masa hidup bapa Shein dulu, keluh seorang Troll lain dalam hati begitu menyayangkan dengan apa yang telah terjadi.


Entah bencana apa lagi yang akan terjadi kini, batin Troll Foz begitu gusar saat menatap sang Tetua yang terus mengamuk tanpa henti.


"Mau kemana kalian?," seru Troll Foz saat melihat para Troll kaum nya memilih berjalan menjauh dari ia dan sang tetua yang sedang marah dan tak terkendali.


"Kalian mau meninggalkan tetua di kondisi seperti ini?," keluh Troll Foz tak habis pikir.


"Kami menghormati nya karna ia jauh lebih tua dari kami, tapi ini sudah kelewatan!, harus nya kami mengatakan keberatan kami dulu saat tetua mengutarakan rencana kebangkitan itu," seru seorang Troll bernama Yun mengambil alih pimpinan atas nasib kaum nya.


"Semua sudah terlambat!, dan mau tak mau kalian harus ikut membantu kami membantai habis ras peri itu!," sentak Troll Foz seketika mengangkat gada nya.


Hingga membuat para Troll sontak ikut mengangkat senjata mereka satu sama lain nya.


"Hentikan!, kalian hanya membuatku semakin marah!," teriak Troll Sean mencoba meredam amarah nya.


Tak bisa di pungkiri, ia masih membutuhkan semua kaum nya untuk menang dalam pertarungan nya di masa depan.


Ia harus mencoba mengambil hati mereka lagi seperti saat ia pertama kali datang dan masuk ke kelompok Troll di dalam hutan Maxim.


"Hentikan ini semua Tetua, biarkan Troll Rot yang memang sudah berhasil bangkit dan menikmati kehidupan baru nya, dan kita juga akan hidup tentram di tempat kita ini," seru Troll Yun mencoba membujuk Troll Sean agar melupakan ambisi nya.


"Tidak!, aku tak akan pernah melakukan itu!, ayah ku harus sadar dengan tujuan awal nya, dan ia tak boleh sekalipun bersama wanita lain selain ibu ku!," seru Troll Sean tetap pada pendirian nya namun dengan sikap yang jauh lebih tenang.


" Baiklah kalau itu mau mu, kami akan pergi dari sini dan tak mau lagi ikut campur dengan urusan mu," ucap Troll Yun mencoba mengajak kaum nya pergi mencari wilayah baru untuk mereka tinggali.


"Tunggu!, sekali saja kalian melangkah aku pastikan aku akan buru keturunan kalian hingga habis tak tersisa," ancam Troll Sean.


Seruan dari nya seketika membuat semua nya menjadi takut bercampur marah.


"Apa kau tega melakukan itu pada kaum mu sendiri?," seru seorang Troll lain begitu tak percaya dengan ancaman itu.


"Coba saja jika kalian meragukan ucapan ku ini," sahut Troll Sean dengan tegas nya.


"Biadab!, kau mau menghancurkan ras mu sendiri?," keluh Troll Yun mulai lepas kendali sembari mengangkat senjata nya ke arah Troll Sean.


"Aku tak peduli!, kalian harus tunduk pada perintah ku atau rasakan akibat nya," seru Troll Sean berjalan dengan perlahan masuk kembali ke gubuk nya yang sudah hampir roboh karna amukan nya.