Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 19.



"Beri jalan untuk Raja dan Ratu!," seru peri Bin membuka jalan untuk mendekati gerbang pohon suci.


Pasal nya sejak kejadian pembantaian habis ras peri murni.


Ras peri campuran belum bisa masuk melewati gerbang, apalagi mendekat ke arah pohon suci.


Hanya keluarga peri Hill dan peri Priya lah yang bisa masuk ke sana, tanpa ada satu orang pun yang tahu akan hal itu.


Seketika semua orang memberi hormat pada Raja dan Ratu mereka.


Saat mereka berjalan mendekat.


Ratu Faya seakan mau pingsan saat melihat keadaan mayat dari dayang setia nya.


"Prajurit Bin!, siapa yang bisa membunuh orang sekeji ini?," tanya Ratu Faya memalingkan tatapan nya dari mayat sang dayang.


Bahkan Raja Zio hampir muntah dan lemas di buat nya.


Tubuh yang sudah terkoyak dan tak beraturan itu, hanya menyisakan baju seorang dayang yang bisa membuat mayat nya di kenali.


Bahkan mayat nya seperti telah di cabik cabik binatang buas saat di temukan.


"Mungkin dia di bunuh binatang buas?," seru Raja Zio mencoba menjauh dari tempat kejadian.


"Sejak dulu hutan kita tidak ada yang nama nya binatang buas Raja, aku pastikan itu," ucap Ratu Faya membuat Raja Zio semakin heran.


Benar juga, tapi jika bukan binatang buas, lalu apa?, batin Raja Zio khawatir.


Ia merasa mulai mencium kembali nya bangsa Troll ke dalam hutan Maxim.


Ia memang kagum dengan sosok Troll Rot di masa lalu, kekuatan dan keberanian nya begitu ia kagumi.


Tapi ia tetap tak mau hidup berdampingan dengan ras Troll yang kumuh dan kotor serta brutal.


"Sudah benar keputusan mereka untuk pergi, jangan sampai mereka berubah pikiran," ucap lirih Raja Zio meluapkan kegelisahan nya yang tak sengaja di dengar samar oleh Ratu Faya.


"Siapa yang kau maksud Raja?, siapa yang telah pergi dan jangan berniat untuk datang?," tanya Ratu Faya penasaran.


Namun dalam hati nya, ia sudah menebak kalau maksud dari suami nya ialah Ras Troll.


"Aku hanya khawatir ras Troll diam diam menyerang kita dan mencoba kembali menguasai tempat ini," ucap Raja Zio mengutarakan apa yang tengah ia pikirkan.


"Jadi Raja sekarang tahu kan rasa nya berada di posisi ras peri murni yang dengan keji nya telah kau bantai," seru Ratu Faya membuat Raja Zio merasa di hina.


"Jaga ucapan mu Ratu!, kau memang Ratu kerajaan ini, tapi jangan melewati batasan mu!," sahut Raja Zio dengan wajah merah padam.


Membuat peri Bin takut perdebatan antara mereka di dengar oleh para peri lain.


"Raja, mohon beri perintah selanjut nya tentang nasib mayat itu," ucap peri Bin seketika mendapat sebuah tatapan tajam dari Raja Zio.


"Kau bisa buang dia ke danau, atau lempar dia ke kawanan gagak di ujung hutan sana!, aku tak peduli!," sentak Raja Zio membuat semua pandangan langsung tertuju pada nya.


"Cukup Raja!, jangan pernah lampiaskan amarah mu pada orang lain!," seru Ratu Faya dengan kesal nya.


"Jika para Troll itu benar benar datang ke sini, aku akan berikan istri tak berguna seperti mu untuk menenangkan mereka!," sentak Raja Zio membuat hati Ratu Faya remuk redam.


Begitu dia tak pernah menghormati dan menghargai ku, batin Ratu Faya menangis sembari memerintahkan para prajurit untuk membawa nya kembali ke istana.


Sementara para peri yang melihat nya langsung ketakutan dan gelisah mendengar semua itu.


Mereka begitu takut begitu mendengar kata ras Troll di ucapkan.


Terlebih saat mendengar Raja Zio menyinggung akan kemungkinan kedatangan ras Troll ke hutan mereka.


Mereka berlari berhamburan tak karuan pergi dari sana.


Meninggalkan Raja Zio serta peri Bin yang masih terdiam di tempat nya.


Sementara pangeran Rot tersenyum dengan senang nya melihat semua itu.


"Maaf pangeran, kalau boleh tahu..," ucap peri Max di hentikan oleh sang pangeran.


"Benar!, akulah yang membunuh nya," sahut pangeran Rot menyela ucapan peri Max.


Seketika wajah peri Max begitu nampak pucat pasi mengingat bagaimana rupa mayat itu setelah di bunuh oleh sang pangeran.


"Begitulah cara ku membunuh mangsa ku di masa lalu Max, luar biasa bukan," seru pangeran Rot begitu bangga akan kemampuan diri nya.


Yang semakin membuat peri Max begitu merinding saat di dekat sang pangeran.


"Kau dengar ucapan Raja mu barusan?," ucap pangeran Rot sembari memerintahkan kuda nya untuk kembali ke istana.


"Ucapan Raja?," tanya balik peri Max bingung.


"Dia akan menyerahkan Ratu nya secara suka rela kepada ras Troll, itu terdengar menarik untuk ku, Ratu lumayan cantik dan masih muda," ucap pangeran Rot membuat peri Max terkejut di buat nya.


"T- tapi, dia itu ibu kandung pangeran sendiri," seru peri Max tak percaya.


"Itu memang benar, tapi jiwa ku bukan lah jiwa sebenar nya dari anak mereka," ucap pangeran Rot membuat peri Max hanya terdiam mendengar nya.


Ia tak mau keingintahuan nya yang besar membuat amarah pangeran Rot terpancing nanti nya.


Aku tak akan menyianyiakan wujud ku yang sekarang, batin pangeran Rot mulai tertarik akan sosok Ratu Faya.