Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 74( The End).



"Melihat wajah nya saja aku sudah muak!," keluh ibu Shenna sembari memalingkan wajah nya dari peri Max.


"Tapi kita juga harus menyelesaikan ini semua sebelum pergi Shenna," ucap bapa Shein mengingatkan.


"Ku serahkan dia pada mu, aku tak mau berurusan dengan nya lagi," ucap ibu Shenna kesal.


"Bagaimana ini?, apa kau bisa memberikan hukuman yang adil bagi nya nak?," tanya peri Hill merasa hanya ibu Shenna dan bapa Shenna lah yang pantas menghukum peri Max atas perbuatan nya.


Sembari menghela nafas panjang, bapa Shein perlahan membuat raga peri Max yang masih tak sadarkan diri perlahan melayang mendekati pohon suci.


"Jauhkan dia dari pohon suci Shein!," keluh ibu Shenna begitu keberatan akan tindakan bapa Shein saat itu.


"Ku putuskan inilah hukuman yang pantas untuk nya Shenna," seru bapa Shein membuat sebuah tanda tanya besar muncul di benak semua nya, terutama di benak ibu Shenna.


"A- apa maksud mu?," tanya ibu Shenna begitu di buat kebingungan saat itu.


"Dia akan hidup hanya untuk mengurus pohon suci di sepanjang sisa hidup nya Shenna," seru bapa Shein sembari meletakkan raga peri Max yang masih tak sadarkan diri di samping pohon suci.


"Itu belum cukup Shein!, sisa umur nya tidak akan cukup untuk membayar dosa nya itu," keluh ibu Shenna keberatan dengan hukuman yang seakan masih ringan untuk di terima oleh peri Max atas semua kesalahan nya.


"Apa lagi yang lebih menyedihkan selain hidup tanpa bisa mati Shenna," ucap bapa Shein semakin membuat ibu Shenna lebih penasaran lagi.


"Jangan berbelit belit Shein!, sebelum aku marah," ucap ibu Shenna namun malah membuat bapa Shein tersenyum saat itu juga.


Aku begitu suka saat kau merajuk dan marah seperti itu Shenna, batin bapa Shein sembari menciptakan sebuah rantai cahaya yang mengikat kaki peri Max dengan akar pohon suci.


Perlahan peri Max mulai tersadar dari pingsan nya.


Ia langsung tersentak dan syok saat mendapati di mana ia sekarang berada.


Ia bahkan lebih syok lagi saat melihat sosok ibu Shenna dan Bapa Shein melayang layang di hadapan nya.


"Jangan ganggu aku!," seru peri Max berusaha pergi dari sana tanpa memperdulikan kedua kaki nya yang tengah terluka parah akibat tembusan sebuah busur panah.


Namun saat ia masih beberapa langkah dari pohon suci, rantai cahaya yang mengikat nya mulai nampak dan menarik kaki nya hingga menyeret badan nya kembali ke samping pohon suci.


Dan rantai itu akan kembali hilang saat peri Max sudah benar benar kembali ke tempat nya semula.


"A- pa yang kalian lakukan pada ku!," sentak peri Max mencoba melarikan diri dari sana namun hal yang sama akan terus terjadi pada nya.


Rantai itu akan terus muncul dan menarik kaki nya kembali ke samping pohon suci.


"Shein, bisa jelaskan ini semua nak?," seru peri Gee begitu penasaran di buat nya.


"Seperti yang aku katakan sebelum nya ibu, dia akan hidup dengan melayani pohon suci setiap waktu nya, dan rantai itu akan terus menarik nya setiap ia ingin berusaha lari dari sini," ucap bapa Shein seketika membuat peri Max syok.


"Lalu apa maksud nya dengan hidup tanpa bisa mati?," tanya ibu Shenna sembari terus memperhatikan peri Max yang masih terus mencari cara pergi dari sana walaupun dia telah mendengar sendiri fungsi akan rantai cahaya itu dengan telinga nya.


"Saat ia telah putus asa dan memilih untuk mati, dia tak akan bisa mati dengan mudah. Meskipun ia sengaja tidak makan dan minum ia tak akan mati sampai kapan pun juga, ia akan tetap hidup menyaksikan generasi generasi selanjut nya terlahir dan tumbuh dewasa di sini," seru bapa Shein menjelaskan.


"Tidak!, aku tak mau!, aku tak sudi menjadi pelayan sebuah pohon!," sentak peri Max tak terima, dengan segera ia langsung meraih sebuah batu di samping nya dan tanpa ragu langsung memukul kepala nya sendiri saat itu juga.


"Sudah ku bilang, kau tidak akan mati dengan mudah," ucap bapa Shein membuat ibu Shenna begitu puas dengan hukuman dunia yang di berikan pasangan nya itu pada peri seperti peri Max.


Pasti ada satu cara untuk dia bebas bukan?, jangan sampai ia tahu hal itu," batin ibu Shenna mencoba berkomunikasi dengan bapa Shein lewat ikatan batin mereka.


Tenanglah Shenna, ia hanya akan bebas jika ia telah menyadari semua kesalahan nya dan ia telah mau mengabdikan hidup nya pada pohon suci dengan penuh keikhlasan, pada saat itu dia akan terbebas dari dunia ini saat itu juga, batin bapa Shein membuat ibu Shenna mengangguk pelan seakan telah menyetujui akan semua hal itu.


"Lepaskan aku!, aku adalah prajurit terhebat di sini!," teriak peri Max tak henti henti nya memberontak di tempat nya berada.


"Diam!, semua sudah berakhir Max!, kau sudah tak lebih dari sebuah sampah sekarang," seru ibu Shenna sembari mengibaskan tangan nya hingga membuat peri Max terpental dan pingsan tuk kedua kali nya.


"Sudahlah nak, biarkan dia, dia sudah mendapatkan yang pantas dia dapatkan, dia akan menjadi contoh nyata bagi generasi selanjut nya, kini pergilah dengan tenang," ucap peri Priya dengan lapang melepaskan kedua anak nya itu.


"Kalian tenanglah, kami akan bantu mengasuh pangeran seperti kami mengasuh Shein dan Shenna kecil kami ini," ucap peri Gee membuat hati ibu Shenna dan bapa Shein begitu lega, hati mereka pun seakan telah kehilangan semua beban nya seketika itu juga.


"Kami titipkan semua nya kepada kalian sekarang, bawalah nasib baik ke hutan Maxim ini, kami mohon pamit, jaga diri kalian baik baik," ucap ibu Shenna tak kuasa membendung tangis nya lagi dan lagi.


"Ayo Shenna, ini sudah waktu nya," ucap bapa Shein sembari berjalan mengiring ibu Shenna masuk kembali ke inti pohon suci mereka.


Seketika sebuah cahaya menyilaukan mata muncul dan hilang dalam sekejap.


Cahaya itu hilang bersamaan dengan menghilang nya sosok ibu Shenna dan bapa Shein dari pandangan peri Priya dan yang lain nya.


"Pelajari ini semua anak anak ku, termasuk kau pangeran, ini adalah pelajaran pertama untuk mu. Hidup tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, masa lalu dan masa depan akan selalu terikat satu sama lain, akan ada akibat akan setiap tindakan yang akan kita buat, jadi bijaklah dalam menjalani hidup, kita hidup selalu berdampingan dengan makhluk lain yang kehadiran nya juga patut kita hargai," ucap peri Priya membuat ketiga anak muda itu mengangguk dengan perlahan, seakan mereka mengerti apa yang tengah menjadi pelajaran pertama untuk mereka dalam kehidupan yang keras ini.


Perlahan mereka semua mulai berjalan pergi meninggalkan area pohon suci.


Sesaat peri Priya kembali menoleh kembali kebelakang saat diri nya telah sampai di pintu gerbang pohon suci.


Dengan tersenyum ia mencoba melambai kepada sosok roh peri Gigo yang kini tengah tersenyum pada nya dan menghilang setelah nya.


...The End...


...***...


Alhamdulillah, hari ini novel Shein dan Shenna resmi tamat ya🤲.


Semoga amanat yang othor coba sampaikan bisa sampai ke kalian semua.


Terima kasih sudah setia membaca novel aku😊.


Semoga kesehatan dan umur panjang selalu bersama dengan kita semua, amin....


Wassalammualaikum, next kita ketemu lagi di novel selanjut nya.


Eitss, jangan lupa dukungan nya ya👍.


😘😘😘😘