
"Oh dewa dewi !, leluhur kami !, junjungan kami !, tolong selamatkan anak ku !", seru seorang peri wanita dengan badan yang penuh luka dan kondisi tubuh yang sudah nampak lemah.
Ia meringkuh di depan pohon suci sembari menggendong sang anak yang masih bayi.
Tangisan dan rintihan nya membuat se isi hutan nampak sunyi, seakan hutan pun ikut bersedih atas kemalangan yang telah menimpa sang peri.
"Aku mohon dewa !, selamatkan ras terakhir dari kaum peri murni, ibu peri Shenna !, tolong selamatkan lah anak ku !", rintih nya sembari menatap ke sekeliling nya dengan tatapan yang begitu ketakutan.
"Aku mohon dewa !, selamatkan anak ku seperti kau membantu bapa Shein 500 tahun yang lalu", rintih peri itu terus tanpa henti sembari meletakkan sang bayi di akar pohon suci.
Ia tak henti henti nya bersujud dan menyembah ke pada pohon suci leluhur mereka.
Bersamaan dengan itu.
Nampak terdengar suara hentak kaki kuda mulai mendekat ke arah nya.
Ia segera melepas penutup jubah nya dan melemparkan nya tepat di atas sang bayi.
"Itu dia !", teriak seorang peri lelaki sembari terus menunggang kuda nya dengan membawa senjata runcing di tangan nya.
Segera peri wanita itu bergegas pergi dari sana secepat yang ia bisa.
Saat ia berusaha berlari sejauh mungkin dengan tubuh yang sudah penuh luka itu.
Seorang peri penunggang kuda segera membidik nya dengan busur.
Anak panah segera melesat cepat dan tepat mengenai sasaran nya.
Tepat di punggung sang peri wanita, anak panah itu berhenti dan berhasil menembus sampai ke dada nya.
"Arrgggg !", teriak peri wanita langsung tersungkur ke tanah.
Dengan sisa kesadaran nya, ia menatap pohon suci tempat diri nya meninggalkan sang bayi.
"Aku titip anak ku dewa, aku percaya di tempat persemayaman terakhir ibu Shenna dan Bapa Shein, anak ku akan selamat dan ras peri murni tak akan pernah punah", ucap nya lirih sebelum akhir nya menutup mata untuk selama nya.
Bersamaan dengan itu, akar pohon suci mulai bergerak seperti dahulu saat jasad Troll Shein di serahkan pada nya.
Akar itu terus bergerak menutup tubuh sang bayi dengan ajaib nya.
"Dia sudah mati", seru seorang peri penunggang kuda dengan senyum licik nya saat ia telah sampai di samping tubuh peri wanita yang kini sudah terbaring tanpa nyawa.
"Akhir nya", sahut peri lain nya.
Perawakan mereka seakan tak berbeda dengan peri wanita yang tewas saat itu.
Namun ada yang berbeda dari mereka.
Rambut mereka nampak terlihat hijau mengkilap, berbeda jauh dari peri wanita yang tewas di hadapan mereka.
Peri wanita itu memiliki warna rambut pirang mengkilap seperti rambut yang di miliki oleh Shenna dan para kaum nya di jaman kehidupan nya 500 tahun lalu.
Sedangkan warna rambut ketiga penunggang kuda itu lebih mirip rambut raga peri Shein di 500 tahun silam.
"Bukan nya dia membawa bayi ?", seru salah satu peri penunggang kuda segera bergegas mencari keberadaan sang bayi.
Namun betapa keras nya mereka mencari, bayi itu tak bisa mereka temukan.
"Kemana wanita itu menyembunyikan bayi nya ", keluh seorang peri bernama Max.
"Mungkin dia membunuh bayi nya sendiri, dari pada mati di tangan kita", sahut peri Gigo.
"Sudahlah !, kita katakan saja pada kawanan kita kalau kita telah menang, dan ras peri murni telah benar benar musnah", seru peri Bin bergegas memacu kuda nya kembali ke kerajaan peri mereka.
------
Saat mereka bertiga telah sampai ke kerajaan mereka.
"Hidup pejuang kita !, hidup ras peri campuran !", teriak salah satu peri menyambut kedatangan mereka di gerbang kerajaan.
Di sepanjang perjalanan menuju istana, mereka di hormati dan di arak oleh semua peri menuju ke istana.
"Di mana Raja ?", tanya peri Max kepada para penjaga sembari menghentikan laju kuda nya saat telah sampai di halaman istana.
"Kalian mencari ku ?", seru sebuah suara berjalan ke arah mereka.
"Salam untuk Raja Zio", seru ketiga penunggang kuda itu secara bersamaan.
"Luar biasa !, kalian berhasil melaksanakan tugas yang sudah beratus ratus tahun lama nya tak bisa di lakukan siapa pun", seru Raja Zio menyanjung ketiga kaki tangan nya yang begitu kuat tak terkalah kan.
"Raja terlalu berlebihan", sahut peri Max merendah di hadapan Raja.
"Kalian akan ku hadiah kan wilayah wilayah bekas ras peri murni manapun yang kalian inginkan !", seru sang Raja Zio membuat ketiga nya amat bahagia.
"Terima kasih atas kemurahan Raja ku", seru ketiga nya kembali memberi salam hormat kepada Raja tertinggi mereka.
"Kini, kita adalah ras peri satu satu nya di di hutan Maxim !, ras peri campuran telah menang !", seru Raja Zio membuat gemuruh bahagia dari kelompok peri nya menggema di seluruh istana.
"Selamat atas kemenangan nya Raja ku", seru sebuah suara terdengar mulai mendekati nya.
Raja nampak terkejut serta bahagia dengan kedatangan tabib istana itu kehadapan nya.
Bagaimana tidak, tabib itu datang tidak dengan tangan kosong.
Ia membawa seorang bayi peri yang masih merah dalam dekapan nya.
"Anak ku telah lahir tabib ?", seru Raja Zio segera meraih sang anak dari dekapan sang tabib.
"Selamat Raja ku !, anak Raja ku sehat dan sempurna, Ratu peri juga dalam kondisi sehat , dan kini masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan", ucap sang tabib membuat Raja Zio merasa amat bahagia.
"Lelaki atau perempuan ?", tanya Raja Zio mencium anak nya tuk yang pertama kali.
"Lelaki Raja ku ", seru tabib seketika membuat Raja Zio semakin bahagia.
"Selamat Raja, hari ini mungkin memang hari keberuntungan Raja ku", seru peri Gigo membuat semua kawanan peri kembali bersorak sorai bahagia atas keberuntungan yang telah di terima oleh Raja Zio.
"Siapa gerangan nama pangeran tampan ini Raja ku ?", tanya sang tabib.
"Kali ini aku umum kan !, di depan semua kawanan ku !, putra ku, pangeran kalian !, aku namai dia Rot !, seperti nama Troll panutan kita dari masa silam !, Troll pemberani dan kuat di sepanjang sejarah", seru Raja Zio membuat semua peri ikut bersorak bahagia dengan nama sang pangeran baru mereka.
"Hidup Raja Zio !", teriak peri Max.
"Hidup pangeran Rot !", teriak Gigo.
--------
Sudah berhari hari lama nya semenjak peperangan antara ras peri murni dan campuran terjadi.
Namun, ras peri campuran masih belum bisa mendekati pohon suci leluhur mereka.
"Pohon sial !, kenapa kita sulit sekali mendekati nya ?", keluh Gigo bergegas pergi dari wilayah itu.
Beberapa saat kemudian, Pohon suci nampak kembali bersinar terang seperti di masa silam.
Terlihat sebuah bayangan mirip Shein dan Shenna muncul dari pusat pohon suci.
Mereka terbang mengelilingi pohon suci berkali kali, hingga membuat akar pohon suci terbuka dan mengeluarkan sang bayi lelaki malang itu.
"Dengan restu kami, satukan lah kembali ras peri anak ku", ucap bayangan Shenna membuat rambut sang bayi berubah warna menjadi hijau mirip seperti ras peri campuran.
"Sesungguh nya kalian adalah satu ras, kalian terlahir dari cinta kami, maka bersatulah kembali, dan selamatkan kaum ras peri dari kehancuran", ucap bayangan Shein lalu menghilang bersama dengan bayangan Shenna.