Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 26.



Namun tak berselang lama.


Peri Priya terlihat berjalan keluar dari pondok seorang diri.


Membuat peri Max mendengus pelan.


"Akhir nya kau keluar juga," seru Raja Zio menatap tajam ke arah peri Priya.


Dalam hati nya masih ada sedikit keraguan karna ucapan peri Max beberapa saat lalu.


Namun ia juga tak mau kerajaan nya hancur dan kemungkinan besar ia akan di turunkan dari tahta nya.


"Ada apa gerangan Raja datang ke pondok kecil ku ini?," ucap peri Priya membuat semua tercengang mendengar nya.


Pasal nya tanpa memberi hormat ataupun mengucap salam, peri Priya bertingkah seolah sedang berhadapan dengan peri dari kalangan biasa seperti nya.


"Bisa kah kau tundukkan kepala mu itu!, apa kau mau aku penggal saat ini juga!," sentak peri Max sembari menghunuskan pedang nya ke arah peri Priya.


Membuat para peri lain ikut berdatangan menyaksikan momen langkah itu.


Sementara di tempat lain.


Shenna masih menunggu sang ayah berani keluar dan menampakkan diri nya.


Jadilah berani ayah, aku mohon, batin Shenna sembari meremas tangan Shein yang sedang asyik mengamati banyak pedang yang akan mereka gunakan berlatih esok hari.


"Shenna, ada apa?," tanya Shein menghentikan langkah kaki nya dan mencoba membaca raut wajah kegelisahan yang di tunjukkan Shenna saat itu.


"Apa menurut mu ayah ku akan keluar dan membuka identitas asli nya?," tanya Shenna begitu penuh dengan keraguan.


"Aku sangat percaya pada paman, dan kau pun juga harus mempercayai nya" ucap Shein mencoba menenangkan Shenna.


"Untuk itu aku menghadang jalan seseorang yang akan membuat semua itu mustahil terjadi Shenna, percayalah!, ini hanya tinggal waktu, kita harus menunggu ayah mu siap dengan sendiri nya untuk muncul lagi di mata dunia," ucap Shein sembari memeluk Shenna seketika.


"A- apa yang kau lakukan?," ucap Shenna mencoba melepaskan dekapan Shein dari tubuh nya.


"Tenanglah sejenak, kita sudahi dulu obrolan ini, Ratu belum saat nya tahu akan identitas kita," bisik Shein saat merasakan ada kehadiran Ratu Faya di sekitar mereka.


Anggukan seketika dari Shenna menandakan ia mengerti akan maksud dari perkataan Shein saat itu.


"Ratu?," ucap seorang dayang saat melihat Shein dan Shenna mulai berjalan meninggalkan ruangan pedang.


"Apa kau dengar pembicaraan mereka tadi?," ucap lirih Ratu Faya tak ingin Shein dan Shenna memergoki nya di sana.


"Maksud Ratu?," sahut sang dayang kebingungan.


"Ah sudahlah!, kau memang tak bisa fokus ke segala hal," ucap Ratu Faya berjalan pergi meninggalkan ruang senjata.


-----


"Tenanglah Max, biarkan aku menyelesaikan urusan ini dengan cepat," seru Raja Zio sembari mencoba menahan amarah nya yang sebenar nya sudah sampai di ubun ubun.


"Tapi dia hanya peri ramuan rendahan Raja, dia tak pantas jika kepala nya itu tidak menunduk saat Raja datang," seru peri Max masih menatap geram ke arah peri Priya yang tak gemetar sedikitpun meskipun tengah berhadapan dengan Raja serta prajurit unggulan nya itu.


"Peri yang kau anggap rendahan ini adalah istri ku Max!, jadi jaga ucapan mu!," seru sebuah suara dari arah pintu pondok membuat prajurit Max segera turun dari kuda nya dengan begitu bringas nya.


Saat melihat siapa pemilik suara itu, peri Max langsung syok hingga kehilangan keseimbangan tubuh nya.


Sementara pangeran Rot terlihat tengah pingsan di tengah hutan dengan penuh luka goresan di lengan dan wajah nya.