Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 25. Mencoba menjadi berani.



Mendapat teriakan dari Shein, Rot segera meninggalkan incaran nya.


Ia tersenyum licik sembari terus berjalan ke arah Shein berada.


"Kau berani meneriaki Rot yang perkasa ?", seru Rot membuat para peri dan kawanan nya yang berusaha menyerang Shein seketika mundur dari medan panas antara Shein dan Rot.


"Jangan diam saja !, serang troll yang lain nya !, jangan lengah !", titah Raja Fozt membuat para peri pasukan nya kini berfokus mengalahkan kawanan Rot.


"Ayah !, dengarkan aku !", seru Shenna berusaha meluruskan kesalahpahaman yang ada.


"Tenang lah anak ku !, kau aman bersama ayah sekarang", sahut Raja Fozt sembari memeluk sang anak, ia bahkan tak memberi kesempatan untuk Shenna berbicara sedikitpun.


Melihat tatapan Rot yang tajam dan penuh amarah pada nya.


Shein mencoba untuk lebih berani menatap nya tanpa menundukkan pandangan seperti ia yang dulu saat ia selalu menunduk bila bertemu dengan Rot.


Kaki nya juga ia coba tetap berdiri di tempat nya tanpa mundur ataupun meringkuh ketakutan di hadapan Rot.


"Lumayan juga, kau tak mau menunduk atau meringkuh di depan ku sekarang Shein ?", ucap Rot mengeluarkan gada nya.


"Tolong akhiri ini Rot, kau bisa melukai kaum kita", seru Shein mencoba membangun komunikasi dengan Rot yang tak pernah ia lakukan sebelum nya.


Rot sedikit terkejut dengan perubahan perubahan yang di tunjukkan Shein saat itu.


Sebelum ia meninggalkan hutan Maxim berbulan bulan lalu, Shein masih terlihat seperti serangga tak berdaya di depan nya.


Tapi kini, ia sudah mulai berani bersuara di depan Rot secara langsung.


Aku harus berhati hati dengan nya, aku tak tahu sebatas apa keberanian nya sekarang, sial !, gumam Rot dalam hati.


"Rot tidak pernah mundur dari tujuan nya Shein, bukan seperti mu yang gagal dalam segala hal", ucap Rot membuat Shein sedikit berkecil hati kembali.


Melihat lawan nya mulai melemah, ia terus mencoba menekan titik lemah Shein semakin dalam, agar Shein yang pecundang bisa muncul lagi ke permukaan.


"Oh ya, aku beritahu kau, kini orang tua mu yang tak pernah menginginkan mu itu malah lebih membencimu sekarang", seru Rot membuat Shein tercengang dan menatap Rot dengan penuh tanda tanya.


"Biar ku jelaskan untuk mu, orang tua mu kini sangat malu dengan kelakuan mu itu, dan ras kita sangat membenci orang tua mu sekarang, bahkan mereka tak di anggap lagi keberadaan nya di dalam kelompok, karna apa ?, karna kau yang telah melanggar keseimbangan ras kita dengan ras peri !", sentak Rot malah membuat Shein tak terima dengan semua yang Rot katakan tentang diri nya.


"Tidak !, itu tidaklah benar !, kau terlalu licik untuk hidup Rot !", sentak Shein mengelak semua tuduhan Rot pada nya.


"Cih !, dia mengelak dari perbuatan kotor nya itu !", seru Raja Fozt geram.


"Tidak ayah !, dia itu berucap benar !", timpal Shenna mencoba menjelaskan apa yang ingin ia sampaikan pada ayah nya sejak ia menginjakkan kaki nya di hutan Maxim itu lagi.


"Kau ini kenapa sayang !, sadarlah !, tidak ada yang menekan mu lagi di sini !", seru Raja Fozt mengguncang kedua bahu putri nya yang menurut nya masih dalam tekanan dari Troll biadab Shein.


"Aku benar benar sadar ayah !, ayah membenci Troll yang berusaha membawa ku pulang ?", seru Shenna membuat Raja Fozt semakin bingung.


"Apa maksud mu ?, kau membela Troll yang jelas jelas telah menculik mu dan membuat mu terlihat buruk seperti ini ?, dan yang berani berniat menyentuh dan memiliki putri peri hutan Maxim ayah ini ! , dia membawa mu pulang karna ingin memeras ayah mu ini !", seru Raja Fozt tak habis pikir dengan pemikiran sang putri yang malah membela penculik nya.


Seketika ucapan sang ayah membuat Shenna tercengang.


Sementara Rot segera menyerang Shein dengan brutal saat ia melihat Shein nampak terpengaruh dengan semua ucapan nya.


"Hentikan Rot !, kita itu satu ras dan satu kelompok !", seru Shein terus menghindar dari serangan serangan Rot.


"Itu menurut mu !, bagi ku kau hanya benalu !, gara gara kau semua impian dan keinginan ku gagal !", teriak Rot terus menghujam Shein dengan gada nya, beruntung bagi Shein bisa cepat menghindar dari serangan serangan brutal Rot.


"Dari mana ayah tahu itu semua ?", tanya Shenna dengan menatap tajam sang ayah.


"Entah ayah mendengar nya dari mana, tapi semua itu sangat membuat ayah ingin sekali mematahkan leher nya itu, dia terlalu lancang untuk seorang Troll !", seru Raja Fozt mencoba bangkit dari duduk nya dan mencoba membalut luka di tangan nya dan bersiap kembali memasuki medan peperangan antara ras peri dengan ras Troll.


"Pasti ayah mendengar nya dari mulut Rot bukan !, ayah sudah terpengaruh ucapan dan tipuan nya ayah !", seru Shenna membuat ayah nya mulai mendengarkan maksud dari ucapan Shenna yang selama ini tak pernah sama sekali berbohong pada nya.


"Bisa kau jelaskan apa maksud nya ?, karna dari apa yang ayah lihat, Troll itu memang bersalah, itulah yang mata ayah lihat, dia yang telah membawa mu pergi berbulan bulan lama nya tepat di depan ayah !, apa ayah salah lihat menurut mu ?", seru Raja Fozt kembali mengeluarkan pedang nya.


"Sudah Shenna katakan ayah !, Shein itu baik !, Rot lah dalang dari semua ini !", sentak Shenna merasa kesal saat ada yang menjelek jelek kan Shein di hadapan nya, termasuk ayah nya sendiri.


Membuat ayah nya lagi lagi tercengang dan segera menatap kedua Troll yang kini sedang bergulat tak jauh dari tempat nya berada.


"Jadi sebenar nya apa yang terjadi ?", seru Raja Fozt bingung, entah cerita mana yang harus ia benar kan.


"Rot berencana menculik ku ayah, tapi Shein mencoba menolong ku, saat aku di antar kembali ke wilayah kita, ia terpaksa membawa ku pergi karna ia tahu Rot tidak akan melepaskan ku begitu saja", seru Shenna menjelaskan akar permasalahan yang terjadi.


"Tapi apa motif Rot ?", tanya sang ayah heran.


"Ia ingin mengangkat derajat ras Troll ayah, dengan menaklukkan ayah lewat diri ku", ucap Shenna membuat Raja Fozt menatap Rot dengan geram nya.


"Kurang aj*r !, berani nya ras bawah ingin naik ke tingkat atas !", sentak Raja Fozt kesal.


"Jadi tolong ayah, Shein tidak bersalah !", seru Shenna dengan nada memohon.


"Tenanglah putri ku, ayah tak akan melukai orang yang menolong mu", sahut sang ayah menenangkan sang putri.


"Ayolah Shein !, apa kau hanya bisa menghindar saja seperti itu ?", seru Rot terus menyerang Shein kemana pun Shein berlari, sementara Shein masih tak ingin menyerang bagian dari ras nya sendiri.