
Sejak peri Gigo mendapatkan kesempatan hidup tuk kedua kali nya.
Ia berniat mengubur masa lalu nya serta memutuskan ingin menjadi seseorang yang baru.
"Apa kamu yakin dengan keputusan mu?," tanya peri Priya menatap lekat lekat peri Gigo yang pernah ia tolong dari ambang kematian.
"Aku benar benar yakin untuk semua itu," sahut peri Gigo dengan tegas.
"Baiklah, aku hanya bisa mendukung mu," ucap peri Priya membuat peri Gigo tersenyum bahagia.
"Jadi kamu setuju?," tanya peri Gigo memastikan.
"Itu hanya permintaan kecil, jadi aku tak keberatan untuk itu, terlebih, putri ku butuh sosok seorang ayah dalam masa pertumbuhan nya," seru peri Priya.
"Terima kasih!, aku janji, itu hanya sebatas identitas, dan tak lebih dari itu, dan aku juga berjanji akan membantu mu membesarkan Shenna," seru peri Gigo dengan begitu bahagia nya.
"Baiklah Gigo, aku akan membantu mu bersembunyi dari mereka," ucap peri Priya membalas senyuman peri Gigo.
"Terima kasih sekali lagi, tapi mulai sekarang, panggil aku Vis," ucap peri Gigo mengenalkan nama baru nya kepada peri Priya.
"Baiklah Vis, mulai sekarang dunia hanya akan mengenal mu sebagai Vis suami ku," sahut peri Priya setuju dengan rencana peri Gigo.
Sejak saat itu, Vis mencoba semaksimal mungkin untuk tidak berinteraksi dengan peri lain, terlebih dengan para peri dalam lingkup istana Raja Zio.
Ia harus tetap mempertahankan kepercayaan semua orang jika ia benar benar telah meninggal, terlebih kepada peri Max dan peri Bin.
Pondok peri Priya yang cukup jauh dari keramaian dan sangat jarang di lalui peri lain membuat diri nya lebih aman dari semua ancaman dari luar.
------
"Aku tak menyangka Gigo telah tiada," keluh Raja Zio terduduk lesu di singgasana nya.
"Kami sangat menyesal Raja, jasad nya tak bisa kami bawa kembali, banyak binatang buas yang menyerang kita saat itu," ucap peri Max memulai tipuan baru nya.
"Sungguh tak bisa ku percaya!, dia salah satu prajurit terkuat di kerajaan ini," ucap Raja Zio menyayangkan kematian peri Gigo.
"Tenanglah Raja, masih ada kami berdua yang akan melindungi kerajaan ini," seru peri Max mencari muka di hadapan Raja Zio.
Sementara Peri Bin memilih untuk tetap diam selama pembicaraan antara sahabatan nya dengan sang Raja.
"Aku heran, kenapa kalian bisa sampai ke hutan itu?," tanya Raja Zio merasa ada yang di sembunyikan oleh kedua prajurit tangguh nya.
"Ka, kami," ucap peri Bin terbata bata.
"Raja tidak akan percaya saat kami mengatakan nya," seru peri Max dengan menunjukkan raut wajah sedih nya.
"Apa maksud mu?," tanya Raja Zio merasa penasaran.
"Peri Gigo Raja, dia telah berkhianat," seru peri Max membuat peri Bin langsung memalingkan muka nya.
Ia tak tega dengan nasib naas peri Gigo, bahkan fitnah fitnah yang mungkin akan di sebarkan oleh peri Max terhadap sahabat nya itu.
Maafkan aku Gigo, batin peri Bin tertunduk tak berdaya.
"Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan itu Max?," seru Raja Zio sembari berdiri dari singgasana nya.
"Benar Raja ku, awal nya aku tak mau memberitahukan semua ini, tapi aku tak tega melihat Raja ku di tipu oleh nya," seru peri Max terus melancarkan hasutan nya.
"Sudah Max!, itu tak penting lagi!, Gigo sudah tewas bukan!," seru peri Bin mencoba menghentikan sahabat nya itu.
"Berani nya Gigo pada ku!, pada Raja yang telah membesarkan nama nya itu," sentak Raja Zio menghunuskan pedang nya hingga merobek beberapa tirai singgasana nya.
Sementara peri Max tersenyum licik menatap ke arah peri Bin yang tak bisa berbuat apa apa.
Bin terlalu lemah, dia tak akan menjadi ancaman bagi ku, aku akan memanfaatkan nya, jika dia sudah tak berguna lagi bagi ku, aku akan binasakan dia juga, batin peri Max.
Dalam beberapa saat setelah kabar itu di sampaikan oleh peri Max, dan berhasil membuat amarah Raja Zio memuncak.
Kini kabar itu sudah tersebar luas di seluruh wilayah hutan Maxim.
Hingga terdengar sampai ke kediaman peri Hill serta terdengar jauh sampai ke pondok peri Priya.
Kabar itu sontak membuat bayi Shenna dan Shein menangis dengan kencang nya.
Seakan mereka telah mengetahui, musuh utama di dalam kerajaan mereka telah mulai menggerogoti tubuh kerajaan peri.
"Jangan nangis ya sayang," ucap peri Gee mencoba menenangkan bayi Shein yang terus saja menangis.
"Kenapa dengan Shein istri ku?, biasa nya dia selalu tenang dan jarang sekali menangis," keluh peri Hill merasa khawatir dengan kondisi bayi Shein.
"Entahlah!, sejak kabar kematian peri Gigo dan kabar pengkhianatan nya pada kerajaan, Shein terus saja menangis," ucap peri Gee merasa bingung dengan cara apa lagi dia harus menenangkan bayi Shein.
"Lebih baik kau bawa dia ke sekitar pohon suci, mungkin dia bisa lebih tenang di sana," ucap peri Hill memberi ide pada istri nya.
Peri Gee segera pergi menuju tempat pohon suci sesuai saran dari sang suami.
Benar saja, saat ia sampai di sana, bayi Shein langsung terdiam dan berhenti menangis.
Di bawah pohon suci, peri Gee juga tak sengaja bertemu dengan peri Priya dan peri Gigo.
"Salam untuk kalian," sapa peri Gee sembari merasa tertarik dengan bayi cantik di pelukan peri Priya.
"Salam juga untuk mu," sahut peri Priya dan peri Gigo secara bersamaan.
"Jika aku tak salah, kau peri ramuan di ujung desa sana bukan?," tanya peri Gee ternyata mengenali sosok peri Priya.
"Benar, aku Priya peri ramuan, dan ini suami ku Vis, jika kau juga terusik dengan kehadiran ku dan suami ku, kami akan segera pergi, tapi izinkan kami disini sebentar saja, sampai bayi ku benar benar tenang dan tertidur," sahut peri Priya mencoba menidurkan bayi Shenna.
"Aku tak keberatan dengan itu, terlebih lagi aku juga tidak memperdulikan omongan para peri tentang mu, jadi jangan samakan aku dengan mereka semua, aku kesini juga hanya untuk menenangkan putra ku," seru peri Gee memulai pembicaraan akrab dengan peri Priya.
"Kalau boleh tahu, kenapa putra mu menangis?," tanya peri Priya merasa damai saat ia menatap bayi Shein yang nampak tersenyum pada nya.
"Sama seperti bayi mu, putra ku juga terus saja menangis terus, padahal dia bayi yang pintar dan tenang, tapi setelah mendengar kabar kematian peri Gigo dan kabar pengkhianatan nya pada kerajaan peri, putra ku terus saja menangis setelah nya," seru peri Gee membuat peri Priya dan peri Gigo terkejut dan langsung saling berpandangan.
Mungkin itu juga alasan di balik tangisan Shenna putri ku, batin peri Priya.
Mungkin Shenna tahu kalau itu kabar bohong, sungguh aku semakin penasaran dengan dia, kenapa dia begitu nampak spesial di mata ku, batin peri Gigo menatap lekat lekat sang putri.
"Kalau boleh tahu, siapa yang menyebarkan berita itu pertama kali nya?," tanya peri Gigo penasaran.
"Peri Max, salah satu kaki tangan Raja Zio, kabar nya peri Max dan Bin terpaksa membunuh peri Gigo karna ia mencoba berkhianat pada kerajaan peri," ujar peri Gee membuat peri Gigo geram.
Sebelum amarah nya meluap, peri Priya mencoba memegang tangan peri Gigo untuk meredam emosi nya.
Rentang bagi peri Gigo di saat saat seperti itu.
Kemarahan nya yang tak terkendali mungkin akan membuka jati diri nya yang asli terungkap.