Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 71.



"Hentikan peri tak berguna!," teriak Troll Rot namun tak bisa mengelak dari tarikan jiwa peri Gigo.


"Kali ini kau yang harus menuruti ku Troll," ucap peri Gigo sesaat sebelum jiwa Troll Rot hampir sepenuh nya masuk ke dalam raga nya.


Sementara kaum Troll yang masih hidup hanya bisa memandang kejadian yang mereka anggap mustahil itu.


Kejadian yang belum pernah mereka saksikan selama hidup.


Cassssh..!!!


Cassssh..!!!


Dengan sekali kedipan mata, kedua anak panah milik ibu Shenna kini telah terlepas dari busur nya dan tepat mengenai dada peri Gigo.


Membuat semua yang ada di sana begitu terkejut tanpa terkecuali, terutama peri Priya dan bapa Shein.


"A- apa yang telah kau lakukan nak?," ucap lemas peri Priya di tempat nya berada.


Ia begitu tak menyangka penebusan macam itulah yang di maksud peri Gigo beberapa waktu lalu.


"Apa yang kau lakukan Shenna!," seru bapa Shein langsung menghempas busur panas dari tangan ibu Shenna dengan begitu marah nya.


Ia begitu tak menyangka, panah itu di keluarkan untuk memanah ayah mereka sendiri.


"Diam lah Shein!, diam!," sentak ibu Shenna dengan berderai air mata namun tetap berusaha kembali mengambil busur nya.


Cassh..!!


Anak panah ketiga kini berhasil menembus dada peri Gigo lagi tanpa bisa di hentikan oleh bapa Shein sekalipun.


Lenguhan dan erangan dari peri Gigo dengan jiwa Troll Rot di dalam raga nya kini begitu memekik di telinga siapapun juga yang ada di hutan Maxim saat itu.


Di saat itu, bapa Shein pun hanya bisa menatap dengan tangis sang ayah yang mulai kehilangan kesadaran nya.


"Inilah pelajaran terakhir dalam medan pertempuran yang di ajarkan ayah pada ku," ucap ibu Shenna sembari menatap sayu ke arah bapa Shein yang masih mencoba menetralkan amarah nya.


"Pelajaran kau bilang?," sahut bapa Shein tak habis pikir.


"Keburukan harus selalu di akhiri Shein, bagaimana pun cara nya," ucap ibu Shenna perlahan melepas busur nya hingga terjatuh begitu saja ke tanah.


"Bagaimana ini bisa terjadi?," ucap Troll Rot terbata bata sembari meraba dada nya yang telah tertembus akan ketiga panah milik ibu Shenna.


"Ayah ku sudah mengorbankan hidup nya, bahkan jiwa dan raga nya hanya untuk menjadi perangkap hidup untuk mu Rot!, jadi terima lah ajal mu!," seru ibu Shenna sembari menatap penuh amarah pada sosok jiwa yang kini terperangkap itu.


"Keterlaluan!," sentak Troll Rot masih berusaha meraih jiwa ibu Shenna di tengah tengah rasa sakit yang tengah ia rasakan.


"Arrrrgh!," teriak kesakitan Troll Rot sebelum sempat meraih jiwa ibu Shenna.


Perlahan, jiwa Troll Rot melebur ke udara dan lepas seutuh nya dari raga peri Gigo.


Semua itu juga menjadi bukti nyata bahwa Troll Rot telah benar benar binasa tuk kedua kali nya.


Raga tak berdaya peri Gigo kini telah tertangkap oleh dekapan ibu Shenna dan bapa Shein.


"Ayah sudah tenang di sana," ucap ibu Shenna sesenggukan, membuat bapa Shein hanya bisa menangis dalam diam.


Di saat yang bersamaan, saat mereka tahu bahwa peri Gigo sudah tiada, semua kaum peri dan kaum Troll yang menyaksikan kejadian itu langsung menunduk hormat kepada raga peri Gigo tanpa perlu di perintah.


"Kami begitu menghormati pengorbanan peri pemberani seperti dia, dan kami akan mengawal dia sampai peristirahatan yang terakhir, tidak hanya itu, kami akan menyingkir sejauh mungkin dari peradaban dan tak akan mengusik kaum manapun lagi, kami akan hidup sebagaimana mesti nya kaum Troll hidup tanpa meminta lebih lagi dari dunia," seru Troll Yun mengikrarkan janji suci kaum nya di hadapan jasad peri Gigo demi menghormati pengorbanan nya.