Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 29.



"Ahh!, kepala ku," rintih pangeran Rot saat diri nya mulai membuka mata nya.


Perlahan ia memandang ke sekeliling dan mencoba mengingat semua nya.


"Keterlaluan!, siapa yang berani menghadang jalan ku!," sentak pangeran Rot berusaha bangkit dan kembali menunggang kuda nya untuk secepat nya menyusul sang ayah.


Apa ini semua ulah Shein dan Shenna?, cihh!, aku jadi semakin yakin kalau mereka ada hubungan nya dengan Shein dan Shenna yang aku kenal, batin pangeran Rot semakin mempercepat laju kuda nya.


Entah kenapa ia merasa, ada hal besar yang telah terjadi di tempat ayah nya berada kini.


-----###----


"Jadi pengkhianat selama ini adalah kau!," seru Raja Zio menatap penuh amarah ke arah peri Max.


Ia tak menyangka, pengkhianat terbesar ada di dekat nya selama ini.


"Jangan percaya ucapan mereka Raja!, apa selama ini aku kurang mengabdi pada mu?, apa yang tidak aku lakukan dan korban kan untuk mu?," seru peri Max mencoba membela diri nya.


"Lalu, kenapa kau datang pada ku dan menawari ku kerja sama Max?, bahkan kau merelakan pangeran mu untuk kau berikan pada ku," ucap Troll Sean membuat Raja Zio terbelalak tak percaya.


"Apa yang kau maksud anak ku?," ucap Raja Zio masih penasaran dengan apa yang coba di sampaikan ras Troll pada nya.


Terlebih, nama pangeran, penerus satu satu nya yang ia miliki di sangkut pautkan dengan pengkhianatan itu.


"Omong kosong Raja!, jangan dengarkan dia!," seru peri Max seketika langsung di hempas oleh kekuatan Raja Zio hingga jatuh tersungkur ke tanah.


"Diam lah!, ini bukan waktu mu bicara," sentak Raja Zio kembali mencoba menjadi pendengar yang baik di hadapan Troll Sean.


"Ayah ku, Troll Rot telah bangkit sejak beberapa tahun silam Raja Zio, dan itu berkat pengorbanan besar dari anak mu," seru Troll Sean membuat Raja Zio lemas seketika.


"Benar Raja!, dan itu berkat prajurit mu, Max," seru Troll Foz melengkapi cerita dari Troll Sean.


Sesaat Raja Zio terdiam dengan syok nya, tatapan nya kosong seketika.


Ia tak menyangka, semua masalah yang terjadi di kerajaan nya karna ulah seseorang yang begitu ia percayai.


Bahkan putra satu satu nya yang ia miliki, kini hidup dengan jiwa Troll di dalam nya.


Apakah jiwa pangeran yang asli masih hidup atau sudah mati pun tak ada yang bisa memastikan nya.


"Pengkhianat!, kau apakan putra ku!," teriak Raja Zio dengan cepat segera mengambil pedang nya dan berlari menuju peri Max.


Dengan brutal nya, Raja Zio terus menyerang peri Max tanpa henti.


Hingga luka sayatan begitu terlihat jelas di beberapa bagian tubuh peri Max.


"A- ampun Raja," seru peri Max saat berhasil menepis pedang Raja yang hampir menebas kepala nya.


"Ampun kau bilang!," sentak Raja Zio semakin geram mendengar nya.


"Tenanglah Raja ku!, aku mohon tenang lah, biarkan dia hidup, dia mungkin memiliki cara untuk membebaskan pangeran nanti nya, dan kami juga akan membantu," seru peri Gigo menghentikan niat Raja yang ingin kembali menyerang peri Max.


"Tunggu peri!, kami datang juga untuk mengambil pangeran, dialah milik kami yang kami inginkan sejal awal saat memutuskan datang kemari," seru Troll Yun membuat Raja Zio naik pitan.


"Dia itu putra ku!, kalian tidak berhak mengambil nya dari ku!," sentak Raja Zio bersiap mengambil busur nya dan mulai membidik para Troll di hadapan nya.


"Seperti yang ku ucapkan di awal, jika kau tak menyerahkan milik kami, kami akan binasakan ras kalian ini!," seru Troll Yun seketika membuat semua Troll serempak mengangkat gada nya.