Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 8. Jarak itu semakin dekat.



Byur..


Shenna terbangun pagi itu saat mendengar suara air di samping nya.


Sesekali ia mengeryitkan mata nya, mencoba menfokuskan cahaya pertama yang nampak silau di mata nya saat ia bangun pagi itu.


"Shein ?, kamu sedang apa ?", tanya Shenna setelah ia rasa diri nya telah sepenuh nya sadar.


"Shein menghilangkan jejak", seru Shein terus membersihkan bekas api unggun dan menyiram alas gua dengan air.


"Apa kita akan pindah lagi ?, secepat itu ?", tanya Shenna mencoba membantu Shein.


"Kaum ku pemburu yang hebat, mereka tak akan istirahat sampai menemukan kita", ucap Shein membuat Shenna tahu akan satu hal.


Bahwa salah satu dari ras Troll lah yang telah berusaha menculik nya.


Shein tak sadar ucapan nya itu membuat Shenna mengerti akan fakta yang sebenar nya.


Mungkin dia menyembunyikan kenyataan itu karna ia tak mau ras nya dipersalahkan hanya karna kesalahan satu Troll saja.


"Terima kasih telah melindungi ku", ucap Shenna memegang tangan Shein.


Seketika Shein terdiam dan nampak kebingungan.


Seumur hidup, tak pernah diri nya di tatap dan di perlakukan dengan lembut oleh seorang kaum perempuan.


Perundungan dan olok olok lah yang sering ia dapatkan dari mereka, bahkan dari ibu nya sendiri.


"Terima kasih", ucap lirih Shein menundukkan pandangan nya, seakan wajah nya menyimpan kesedihan yang teramat dalam.


Shenna berfikir, pasti ada sesuatu yang Shein alami selama ini, sehingga ia menjadi seorang yang kesepian, penakut serta sedikit bicara.


"Baiklah Shein !, ke arah mana kita selanjut nya ?, bisa kau tunjukkan arah nya", seru Shenna menarik tangan Shein keluar dari gua dengan semangat nya.


Tapi karna Shenna jauh lebih kecil dari Shein, membuat tarikan nya tak membuat tubuh Shein bergeser sedikit pun.


Hal itu membuat Shein tersenyum.


Akhirnya ia tersenyum juga, gumam Shenna dalam hati.


"Kali ini aku akan berjalan yah !, sudah bosan aku kamu gendong dan panggul setiap waktu", ketus Shenna meledek Shein.


"Sesuai keinginan putri", seru Shein membuat Shenna merasa istimewa.


Dalam perjalanan mencari tempat persembunyian nya yang kesekian kali, Shein dan Shenna mulai merasa tak canggung satu sama lain.


Bahkan di sepanjang perjalanan mencari tempat persembunyian yang baru Shein mengajari Shenna bagaimana cara hidup nya selama ini, begitu pun juga Shenna.


Awal mula Shenna membiarkan Shein menjelaskan cara hidup nya yang serba memakai tenaga dan otot nya.


Dari mulai memanjat pohon untuk mendapatkan buah buahan dan biji bijian, dan memetik kelapa untuk mereka minum.


Shein juga mengajari Shenna membuat berbagai kapak dan gada khas senjata kaum Troll.


Semua serba di kerjakan dengan tangan.


Membuat Shenna yang berasal dari ras peri sangat takjub melihat kekuatan tangan seorang Troll.


Hal itu juga akhir nya membuat Shenna tahu, kenapa tangan seorang Troll begitu kasar, besar, keras dan kotor.


"Bagaimana kehidupan ras peri putri Shenna ?, kenapa tangan mereka begitu halus dan tubuh mereka sangat terawat dan rupawan ?", tanya Shein membuat Shenna tertawa.


"Lihatlah ini Shein !, kita akan mendapat buah segar dari pohon ini", seru Shenna menyihir pohon yang belum waktu nya berbuah.


"Pohon itu masih terlalu muda dan belum waktu nya berbuah", seru Shein terheran heran.


Pandangan Shein langsung tak berpaling dari pohon itu.


Saat sihir Shenna bekerja, itu berhasil membuat Shein kebingungan dan terkejut.


Sebuah pohon yang masih muda, berangsur angsur menumbuhkan banyak buah dalam waktu sekejap.


"Ambil lah !", seru Shenna.


Ia langsung memetik nya dan memakan nya.


"Enak ", seru Shein melahap dengan nikmat buah yang ada di tangan nya.


Membuat Shenna kembali tertawa di buat nya.


"Itulah salah satu perbedaan ras peri dan ras Troll Shein, kami memiliki kekuatan alam yang bisa menyihir pepohonan menjadi subur, kami juga bertugas menjaga alam tetap hijau dan lestari", ucap Shenna membuat Shein takjub.


Sangat berbeda dengan ras kami, yang hanya bisa merusak dan merusak, gumam Shein dalam hati.


"Dan, lihatlah ini !", seru Shenna lagi.


Shenna berusaha menunjukkan cara peri membuat berbagai senjata dan cara mereka menyimpan nya.


Shein lagi lagi di buat terbelalak tak percaya.


Pasal nya, hanya dengan mengerakkan kedua tangan, Shenna bisa memahat dan membuat sebuah kayu menjadi tombak.


Shein segera bertepuk tangan dan mencoba tombak buatan Shenna.


"Ras peri sungguh luar biasa !", seru Shein melihat sesuatu yang akan di tunjukkan lagi oleh Shenna pada nya.


"Kosong !", ucap Shenna memperlihatkan kedua telapak tangan nya.


"Ada !", seru Shenna lagi sembari mengeluarkan pedang besi nya dari telapak tangan nya.


Membuat Shein amat terkejut, bahkan badan nya tersungkur ke belakang saat itu juga.


"Kamu tak apa ?", seru Shenna mencoba menolong Shein yang masih nampak syok.


Saat Shein bangkit, dia segera memeriksa telapak tangan Shenna.


"Kenapa Shein ?", tanya Shenna saat melihat Shein meneliti setiap bagian tangan dan lengan nya.


"Apakah sakit ?", tanya Shein dengan polos nya.


"Sakit ?", tanya balik Shenna.


"Pedang itu menembus tangan mu", seru Shein seketika membuat Shenna kembali tertawa.


"Ini maksud mu !", seru Shenna mengeluarkan pedang nya lagi.


"Hah !, lagi !", seru Shein terkejut kembali.


"Inilah sihir Shein, seorang peri bisa menyimpan salah satu senjata nya di dalam tubuh nya dan mengeluarkan nya saat keadaan mendesak", seru Shenna lagi lagi membuat Shein takjub.


"Apakah Shein bisa memasukkan gada Shein ke tangan seperti itu ?", ucap Shein dengan polos nya.


"Mungkin !, tapi maaf, aku tak mengerti cara nya bagi ras lain menguasai sihir ini", seru Shenna merasa menyesal.


"Tak apa !, bisa kau tunjukkan lagi aku yang lain ", seru Shein merasa bersemangat.


"Baiklah, baiklah, aku akan perlihatkan semua nya di sepanjang perjalanan nanti", ucap Shenna membuat senyum Shein mengembang.


Mungkin baru kali ini ia merasakan bahagia, gumam Shenna dalam hati menebak jalan hidup Shein yang mungkin agak sulit.


"Maafkan aku belum bisa mengembalikan mu ke ayah mu", ucap Shein merasa bersalah.


"Tapi kamu janji kan, akan mengantarku pulang saat semua nya sudah baik baik saja", ucap Shenna mulai memberikan kepercayaan nya pada Shein.


"Tentu !, aku janji, walau aku harus kehilangan semua nya termasuk nyawa ku", ucap Shein membuat hati Shenna tersentuh.


Baru kali ini ada makhluk yang setulus dia, gumam Shenna dalam hati memegang tangan besar Shein.


"Alam dan dewa pun akan memberikan keadilan nya Shein, percayalah itu, jika dewa tak memberikan keadilan nya pada mu yang telah menolong ku, aku akan buat perhitungan dengan nya, jika perlu aku akan tuntut dia !", seru Shenna membuat Shein menatap Shenna cukup lama dan akhir nya kembali memandang ke jalan di depan nya.


"Baiklah teman", ucap Shein dengan mata berbinar.


Bagi Shein, hari hari nya bersama Shenna menunjukkan bahwa diri nya itu hidup dan layak di hargai.