Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 34.



Saat mendengar seruan itu, Raja Zio begitu murka hingga kembali mencoba menyerang Troll Rot dengan brutal nya.


Melihat kemarahan Raja Zio, ibu Shenna malah semakin kesal dengan sang Raja.


"Cukup Raja!, kenapa kau baru marah saat ini?, kemana kau selama ini?, hah!. Bahkan jika di pikirkan dengan baik, semua ini juga terjadi karna diri mu!," sentak ibu Shenna menghadang Raja Zio hingga tubuh Raja Zio tersungkur ke tanah.


Mendengar semua itu, Raja Zio hanya menatap bisu ke arah ibu Shenna.


Ia memikirkan semua perkataan yang tengah di lontarkan pada nya saat itu.


Jika ia tak terhasut akan ucapan ucapan prajurit Max, dan ia tidak memberikan kebebasan penuh kepada prajurit Max, mungkin semua itu dan bahkan kebangkitan Troll Rot masih bisa di hindari.


"Kini kau adalah urusan kami, menyerah lah dan ikut kami kembali ke alam kita," ucap bapa Shein mencoba masih bersikap lembut kepada Troll Rot.


Bagaimana pun juga, bapa Shein tak bisa melupakan bahwa ia dan Troll Rot terlahir dari satu kaum yang sama.


"Enyahlah dari hadapan ku!, kenapa kalian selalu mengganggu kesenangan ku!," sentak Troll Rot sembari menyerang ibu Shenna dan bapa Shein dengan brutal nya.


Pertarungan di antara mereka pun kini terjadi dengan sengit nya.


Di tengah tengah pertarungan, bapa Shein sesekali menatap ke arah wanita yang paling ia cintai.


Ia mengingat pertarungan nya yang dahulu dengan Troll Rot.


Sama sama menegangkan dan penuh akan rasa sakit karna mereka tak segan segan nya saling melukai satu sama lain.


Namun pertarungan kali ini berbeda.


Wanita yang ia cintai kini tengah berjuang bersama dengan nya.


Wanita yang dulu pernah ia perjuangkan, wanita yang dulu tak pernah terlintas dalam benak nya akan bersama nya sampai ajal memanggil mereka.


---##----


Bersamaan dengan itu, peri Hill dan peri Gee nampak tergesa gesa menuju ke pondok tempat tinggal peri Priya.


Suara gemuruh pertarungan yang tengah terjadi nyata nya sampai terdengar ke tempat tingga mereka dan membuat mereka begitu khawatir akan keselamatan putra semata wayang mereka.


"Ada apa dengan putra ku Priya!," seru peri Hill saat melihat sang putra tak sadarkan diri di dekapan peri Priya sesaat setelah mereka berhasil tiba di sana.


"Aku mempercayakan putra ku pada kalian, tapi apa ini!," seru peri Gee begitu histeris saat melihat putra nya bahkan tak bereaksi sedikitpun.


"Tenanglah dulu Gee, bukan hanya putra mu yang tak sadarkan diri saat ini, kami juga risau akan keadaan mereka," seru peri Priya mencoba menyadarkan jiwa asli dari anak anak mereka.


"Anak anak kita sedang dalam masa penyesuaian akan jiwa mereka saat ini," ucap peri Gigo membuat peri Hill dan peri Gee begitu tercengang di buat nya.


"Seakan kau berkata selama ini mereka hidup tanpa jiwa Gigo," sahut peri Hill tak mengerti tentang apa yang coba peri Gigo jelaskan pada mereka.


"Kali ini aku ingin mengungkap sesuatu. Aku mengandung Shenna tanpa benih dari seorang lelaki, aku membuat ramuan dengan tujuan agar bisa hamil dan memanggil roh ibu Shenna agar memberkati kandungan ku," ucap peri Priya membuat peri Hill dan Gee begitu tak percaya saat mendengar nya.


"Dan pasti nya kalian juga menyembunyikan sesuatu akan Shein dari kami bukan?," ucap peri Gigo membuat peri Hill dan Gee saling berpandangan.


"Bisa kau jelaskan apa yang tengah kau bicarakan?, jangan buat kami semakin bingung?," seru peri Hill tak sabar mengetahui apa yang sebenar nya tengah terjadi.


"Lihatlah rambut putra kalian!, apa itu tak bisa mengartikan dan menjelaskan apapun pada kalian saat ini?," seru peri Priya membuat peri Hill dan Gee begitu tak sadar kalau rambut putra mereka kini telah berubah menjadi pirang selayak nya kaum peri murni.


"Apa itu berarti?," ucap peri Gee begitu lemas tak berdaya.


"Ibu Shenna dan bapa Shein telah keluar dari raga anak anak kita, dan kini mereka tengah berjuang memulihkan keadaan yang telah kacau sejak Raja Zio berkuasa," ucap peri Priya sembari memeluk putri nya dengan begitu erat nya.


Dengan harapan, ia segera sadar dan kembali tersenyum di tengah tengah mereka.