
"Dasar peri tak punya moral!, kemarin tiba tiba punya bayi tanpa suami, sekarang bawa pulang seorang lelaki," cela seorang peri musim gugur sembari melintas di depan pondok peri ramuan.
Bersamaan dengan itu, suara cela an dari yang lain nya pun ikut ramai terdengar di depan pondok sang peri.
"Heh Priya!, keluar kamu!, masih punya muka kamu di sini!," seru seorang peri melempari pondok peri Priya dengan batu dan buah busuk.
Seketika, buah dan batu yang telah di lempar kembali berbalik arah dan mengenai sang pelempar nya sendiri.
Membuat mereka marah dan mulai mencoba menyerang pondok sang peri ramuan Priya dengan kekuatan peri mereka.
Namun sekeras apapun mereka menyerang, pondok itu tak bisa di sentuh oleh kekuatan bahkan tangan mereka.
"Teruslah berusaha, pondok ku sudah ku lindungi dengan sihir dan ramuan ku," ucap lirih peri Priya mengintip dari balik jendela rumah sembari tersenyum menatap tingkah semua peri yang sibuk mencela nya.
Di gendongan nya, tengah tertidur pulas bayi Shenna yang semakin hari kian menggemaskan saja.
Lalu pandangan nya tertuju ke sebuah kamar di dalam pondok nya.
Siapa sebenar nya lelaki itu?, batin peri Priya sembari berjalan ke arah kamar.
Ia menatap lekat lekat seorang lelaki yang kini masih terbaring lemah tak sadarkan diri di atas ranjang.
"Seperti nya aku pernah melihat nya?," ucap peri Priya saat diri nya telah berdiri di samping lelaki itu yang tak lain adalah peri Gigo.
Ah sudahlah, aku bisa bertanya pada nya saat ia siuman nanti, semoga aku tak terlambat menetralkan racun ganas di tubuh nya itu, batin peri Priya memilih menunggu di luar kamar sampai lelaki itu benar benar siuman nanti nya.
🎶Hemm....
🎶Rusa besar hidup di keras nya dunia
🎶Ku berdoa agar dunia memberi dia bahagia
🎶Lelah letih nya menjadi suka cita
🎶Yang mengajarkan dunia suatu hal istimewa.
🎶Kelinci kecil masuk dalam hidup nya.
🎶Merajut cerita, hari hari bersama.
🎶Namun dunia lah yang mengatur alur nya.
🎶Bagaimana akhir cerita mereka ?.
🎶Bagaimana akhir cerita mereka ?.
🎶Dewa telah mengulurkan tangan nya.
🎶Tuk kedua makhluk nya yang saling mencinta.
Suara merdu nyanyian legenda peri Shein dan Shenna perlahan menyeruak di telinga peri Gigo.
Perlahan ia mencoba membuka mata nya dan menggerak kan tangan nya yang terluka, yang telah di perban rapi oleh peri Priya sebelum nya.
Dengan terhuyung huyung dan mencoba menstabilkan kekuatan tubuh nya, ia mencoba berjalan keluar dari kamar dan mencari sumber suara.
🎶Entah sihir apa yang dewa turunkan ?
🎶Hingga Rusa dan kelinci bisa bersama.
🎶Entah sihir apa yang dewa turunkan ?
🎶Hingga Rusa dan kelinci bisa bersama.
Membuat peri Priya terkejut ketakutan sembari mendekap bayi Shenna dengan erat nya.
"Maaf, aku hanya larut dalam lagu itu," ucap peri Gigo mencoba tak menakuti peri Priya.
Perlahan, peri Priya mencoba mendekat ke arah peri Gigo yang mencoba duduk dan meluruskan tangan nya yang masih berbalut perban.
"Sungguh aku merasa berdosa pada ibu Shenna dan bapa Shein," ucap peri Gigo tersedu sedu.
"Memang nya apa masalah mu?," tanya peri Priya mulai bersimpati pada peri Gigo.
"Ah, sudahlah!, lupakan saja, sekarang tolong jawab pertanyaan ku, kenapa aku masih bisa hidup sampai sekarang?," tanya peri Gigo merasa di beri kehidupan kedua oleh para dewa.
"Aku tak sengaja menemukan mu di hutan 3 hari yang lalu," seru peri Priya singkat.
Bersamaan dengan itu, peri Gigo masih menatap dan meraba luka nya yang berhari hari lalu sudah tercampur racun dan mustahil sekali nyawa nya bisa di selamatkan.
"Aku sudah menetralkan racun di luka mu dengan ramuan ku, jadi tenanglah," seru peri Priya menyodorkan secawan ramuan ke hadapan peri Gigo.
"Terima kasih," sahut peri Gigo langsung meneguk secawan ramuan dari peri Priya tanpa ragu sedikitpun.
"Itu akan membantu mu pulih lebih cepat," seru peri Priya.
"Kamu hebat, apakah kamu sebangsa peri ramuan?," tanya peri Gigo penasaran dengan sosok peri penolong nya.
"Benar, nama ku Priya sang peri ramuan," ucap peri Priya membuat peri Gigo mengingat akan sesuatu.
"Aku ingat kamu!, kamu peri ramuan yang dikucilkan dari pusat kerajaan peri karna di anggap menentang Raja Zio bukan?," seru peri Gigo membuat peri Priya juga langsung mengingat siapa sosok lelaki yang ada di hadapan nya.
Sontak peri Priya langsung menjaga jarak dari peri Gigo dengan raut wajah yang nampak ketakutan.
"Tenanglah Priya!, aku tak akan menyakiti mu, terlebih kamu telah menolong nyawa ku," seru peri Gigo mencoba mendekati peri Priya.
"Jangan dekati aku!, jika aku ingat siapa kamu, aku tak akan menolong mu waktu itu," sentak peri Priya mendekap bayi Shenna semakin erat.
"Kamu benar, tidak ada yang tidak takut dengan kaki tangan Raja seperti diri ku ini, terlebih dari Raja jahat seperti nya, bodoh nya aku telah mengikuti rencana mereka," ucap peri Gigo membuat peri Priya kebingungan.
"Apa maksud mu?, jelas jelas kamu andil besar dalam setiap perbuatan buruk nya, terutama akan musnah nya peri murni yang merupakan alasan kita bisa ada di dunia ini," seru peri Priya.
"Kamu pasti sudah mengerti betul kan bagaimana keadaan ku saat terkapar di hutan saat kamu menolong ku?, itu tak lain adalah perbuatan kedua sahabat ku, mereka juga lah alasan di balik Raja Zio yang semakin bersikap buruk," seru peri Gigo membuat peri Priya mulai percaya dengan ucapan nya.
"Dan kamu tak usah khawatir!, aku sekarang adalah peri Gigo yang bebas, aku tak mau lagi menjadi bagian dari kejahatan mereka," seru peri Gigo membuat peri Priya berangsur angsur kembali bersikap tenang.
"Aku akan mencoba percaya padamu," sahut peri Priya.
Lalu pandangan peri Gigo tertuju pada bayi Shenna yang tertidur dengan lelap nya di pelukan peri Priya.
"Apa dia anak mu?," tanya peri Gigo.
"Ya!, dia putri ku," sahut peri Priya dengan senyum menawan nya.
"Cantik sekali!, siapa nama nya?," tanya peri Gigo lagi.
"Shenna," ucap peri Priya membuat peri Gigo terkejut dan kemudian tersenyum.
"Pasti kamu memiliki harapan besar saat memutuskan menamai nya dengan nama dari ibu Shenna kita," seru peri Gigo.
"Kamu benar, aku sangat berharap lebih pada nya, saat ras peri mendapat goncangan dari segala sisi, ku harap dia akan menjadi penolong kita di masa depan," seru peri Priya memunculkan tanda tanya besar di benak peri Gigo.
Mungkinkah ada yang spesial dari bayi Shenna?, firasat ku mengatakan, ada rencana besar yang di buat oleh Priya saat ini, batin peri Gigo mencoba menebak isi pikiran dari peri Priya.