Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 11. Semakin dekat.



Cukup lama mereka bersembunyi di satu tempat tanpa berpindah pindah seperti biasa nya.


Shenna pada saat itu semakin akrab dengan Shein.


Ia sangat suka melihat Shein meracik masakan untuk makanan mereka.


Bahkan Shein memiliki kegemaran baru, yaitu mengamati Shenna yang sedang memainkan sihir nya.


"Putri Shenna memetik jamur ?", tanya Shein mengambil se wadah penuh bahan makanan yang telah di petik Shenna.


"Iya, memang kenapa ?", seru Shenna mempersiapkan kayu bakar.


"Ku kira putri Shenna tak makan tumbuhan seperti ini", seru Shein sambil meracik bahan masakan nya.


"Mentang mentang aku peri hutan, aku tak boleh makan tumbuhan ?, lalu apa yang boleh di makan peri hutan Shein ?, kami makan yang di hasilkan hutan untuk kami, berbeda cerita kalau kami membunuh hewan untuk kami makan Shein", keluh Shenna membuat Shein tertawa.


"Apa yang kamu tertawakan ?", seru Shenna berkacak pinggang.


"Tidak putri Shenna, kamu tak akan menyihir ku karna aku tertawa kan ?", seru Shein kembali meledek Shenna.


"Oh ya, kau semakin banyak bicara sekarang Shein !, awas kau ya !", seru Shenna berusaha mengejar Shein yang berusaha menghindar dari kejaran Shenna hingga tercebur ke sungai.


"Shein ?", seru Shenna saat melihat Shein tak kunjung muncul ke permukaan.


"Apa kau mendengar ku ?", seru Shenna mulai panik.


"Astaga ", seru Shenna mulai memakai ke kuatan nya untuk mencari Shein di dalam air.


"Arkkk !", teriak Shein seketika muncul dari dalam air dan mengejutkan Shenna, menimbulkan air sungai meluap dan mengguyur Shenna hingga basah seluruh badan.


"Ups !, hahahaha !", ucap Shein tertawa saat melihat Shenna yang basah kuyup dan masih mematung di tempat nya berdiri.


"Shein !", teriak Shenna bergegas masuk ke sungai dan kembali mengejar Shein yang berusaha kembali menghindar.


Mereka berkejaran ke sana kemari dengan melupakan sejenak permasalahan mereka.


Shenna berubah tertawa saat Shein berusaha berlari masuk hutan dan tersungkur ke area lumpur hingga tubuh nya seperti Troll tanah.


"Kau lebih tampan seperti itu Shein !", seru Shenna semakin kencang tertawa sembari berjalan kembali ke tempat gua persembunyian mereka.


"Benarkah ?, apa kau menyukai ku kalau aku seperti ini ?", tanya Shein dengan polos nya.


"Tentu !, pertahankan itu", seru Shenna kembali meneruskan pekerjaan nya membuat api unggun.


"Aku akan mencuci tangan ku", seru Shein berjalan kembali ke arah sungai.


___


Saat Shein kembali, hari mulai senja.


Shein mencuci dahulu tangan nya karna Shenna sudah sering tak makan karna Shein yang tak membersihkan tangan nya sebelum menyiapkan makanan.


Tapi saat Shenna melihat ke arah Shein, ia tercengang dan menatap Shein cukup lama.


"Apa lagi putri Shenna ?, aku tahu kamu tak mau makan kalau aku tak cuci tangan, aku sudah melakukan nya", seru Shein mulai meracik sup untuk makan malam mereka.


"Wajah mu masih berlumpur Shein !, bagaimana cara mu bersih bersih ?", seru Shenna mengelap wajah Shein.


"Hentikan !, putri Shenna suka wajah ku yang seperti ini bukan", cegah Shein menepis tangan Shenna.


Seketika Shenna tertegun.


Aku menyukai mu tanpa kamu berusaha menunjukkan nya Shein, gumam Shenna dalam hati.


"Karna aku bilang kamu tampan dengan wajah berlumpur, kamu langsung tak mau mencuci wajah mu ini ?", keluh Shenna kembali mencoba membersihkan wajah Shein.


"Jika itu yang membuat putri Shenna senang", ucap Shein lagi lagi membuat Shenna terenyuh.


Mungkin sangat sedikit lelaki seperti mu di dunia ini Shein, kenapa kita harus berbeda ras ?, kenapa ?, gumam Shenna dalam hati mencoba kembali menyibukkan diri dengan membantu Shein memasak sup agar tak hanyut dalam perasaan nya.


"Putri, apa aku boleh bertanya ?", seru Shein.


"Silahkan !", timpal Shein.


"Sejak kemarin, rasa nya jantung ku bergerak amat cepat, apakah aku sakit ?", tanya Shein membuat Shenna kembali terdiam.


Apakah dia juga mencintai ku ?, gumam Shenna dalam hati membuat pipi nya seketika memerah.


"Putri Shenna !, pipi mu memerah !, apa kau kedinginan, biar aku selesaikan sup ini segera, istirahatlah !", seru Shein mengambil semua bahan masakan di tangan Shenna dan dengan cekatan memasak untuk makan malam.


"Sejelas itukah ", ucap Shenna merasa malu.


Shenna terus memandang Shein saat memasak.


Itu pemandangan tersendiri yang ia sukai saat bersama dengan Shein.


"Makanlah !", seru Shein segera menghidangkan sup hangat di hadapan Shenna.


"Terima kasih", ucap Shenna segera mendinginkan sup nya dengan sihir nya.


Melihat itu, Shein segera duduk di samping Shenna dengan semangat.


"Lagi putri !, lagi !", seru Shein menyodorkan sisa sup yang ada.


"Kau suka sekali melihat sihir ku", ucap Shenna memainkan sihir warna kesukaan Shein.


Tepuk tangan dan tawa terus menggema di gua itu sampai larut.


Hingga mereka lelah tertawa dan berbaring bersama di dalam gua.


"Kita sudah lama berada di gua ini Shein, apakah benar ini tempat teraman yang kau pernah bilang ?", tanya Shenna.


"Itu yang ku tahu, jadi kita lebih baik bertahan di sini beberapa hari ke depan", ucap Shein mulai terpejam.


"Tapi ?", seru Shenna tak menyelesaikan ucapan nya saat melihat Shein yang sudah terlelap.


Shenna tersenyum sembari ikut memejamkan mata, beristirahat dari penat nya masa persembunyian mereka.