
Sikap baik Goblin ternyata menyimpan petaka bagi Shenna dan Shein.
Firasat Shenna yang tidak langsung percaya begitu saja dengan sikap baik goblin ternyata tak salah.
Goblin identik dengan penukaran yang bernilai tinggi, walaupun harus menjual kaum mereka sendiri pada manusia yang membutuhkan seorang pelayan.
Terlebih sifat goblin yang terbilang labil.
Mereka akan mudah baik dengan seseorang, tetapi mereka juga cepat tergiur dengan apapun yang menarik perhatian mereka.
"Zee goblin ku yang tampan, ada seorang peri dan seorang Troll di tempat kita ini, apakah menurut mu akan ada yang tertarik jika kita tawarkan mereka ?", ucap Ree yang tak lain adalah pasangan dari Zee.
"Tapi Shein teman kita", ucap Zee ragu dengan rencana Ree.
"Bayangkan apa yang akan kita dapat nanti Zee !, seluruh goblin pasti juga akan merasakan keuntungan nya", seru Ree semakin keras menghasut Zee.
"Semua goblin ?", ucap Zee sambil membayangkan kelompok mereka tak kekurangan apapun dalam jangka waktu cukup lama.
Melihat Zee semakin terpengaruh dengan ucapan nya.
Ree terus saja merayu Zee sampai ia mau menukarkan kedua tamu mereka dengan barang yang bernilai tinggi.
"Aku juga ingin memakai kalung dan anting seperti para putri manusia Zee, apa kau suka melihat ku dengan pakaian lusuh dan tanpa perhiasan satu pun seperti ini ?", keluh Ree mencoba mendapat simpati dari Zee.
"Kau benar !, kita juga berhak untuk bersenang senang", seru Zee membuat sebuah senyum merekah di bibir Ree.
"Baiklah, kalau kamu setuju, besok kita cari penawar tertinggi", seru Ree bersemangat.
__
Pagi pagi sekali, Shein sudah terbangun dan langsung mencari keberadaan Zee.
Tapi nihil, tidak ada tanda tanda keberadaan Zee dan pasangan nya di sepanjang Shein berkeliling tempat itu.
"Bagaimana Shein ?", tanya Shenna penasaran.
"Aku tak menemukan mereka di mana pun", keluh Shein.
Sementara itu, Zee dan Ree membaca mantra dan bersama sama melewati portal untuk keluar dari wilayah mereka.
"Kita ke perkebunan saja, di sana ada banyak pekerjaan, pasti sang tuan tanah mau membeli mereka sebagai budak", usul Ree.
"Baiklah", timpal Zee terus terhasut oleh ide ide busuk Ree.
Tiba tiba, langkah mereka di hadang oleh dua Troll yang tak lain ialah Rot dan Ken.
Goblin yang bertubuh jauh lebih kecil dari Troll seketika meringkuk ketakutan.
"Troll !", seru Ree seakan hampir pingsan karna takut saat itu.
Melihat lemas nya kedua goblin itu melihat mereka, Rot dan Ken seketika tertawa dengan kencang nya.
"Lihatlah Ken !, kedua Goblin itu ketakutan melihat kita !", seru Rot tak bisa menahan tawa nya.
"Ampun !, kami mohon ampun !, mereka bukan siapa siapa !, bukan kami yang menyembunyikan mereka !", seru Zee berfikir bahwa Rot dan Ken adalah teman baik Shein yang berusaha mencari keberadaan mereka.
Mendengar ucapan goblin di depan mereka, membuat Rot berhenti tertawa.
"Mereka ?", seru Rot menatap tajam ke arah kedua goblin di hadapan nya.
"Iya !, seorang Troll dan seorang peri bukan ?, kalian bisa bawa pergi mereka dengan harga rendah", seru Ree masih menginginkan sebuah keuntungan di tengah suasana mencengangkan itu.
"Pasti mereka berniat menjual Shein dan peri itu Rot", bisik Ken.
"Dengan kata lain, Shein sudah kita temukan", timpal Rot.
"Benar !, dan menurut ku mereka berada di wilayah kedua goblin ini", ucap Ken.
Saat Rot sedang berbincang dengan Ken.
Rot tak sengaja menyandarkan gada nya di sebuah pohon.
Tanpa ia sadari, mata kedua goblin itu berubah menjadi biru, air liur mereka menetes dan tangan mereka seakan ingin sekali meraih gada milik Rot.
"Apa yang kalian inginkan !", teriak Rot marah ketika melihat kedua goblin itu mencoba memegang gada nya.
"Sungguh indah !, boleh kami memiliki nya ?", seru Zee terus menatap ke arah gada milik Rot.
Lalu Rot dan Ken menyadari satu hal.
Hal itu lalu memunculkan sebuah ide di otak Rot.
"Kalian benar benar menginginkan nya ?", tanya Rot.
"Rot !", seru Ken tak mengerti arti tawaran Rot pada kedua goblin serakah itu.
"Sttt !", sentak Rot membuat Ken langsung bungkam.
"Mau !, mau !, kami menginginkan nya !", seru Ree seketika.
"Tapi kalian harus membawa kami ke tempat Shein dan peri itu", pinta Rot.
Karna sudah terlena dengan kemilau Gada milik Rot.
Zee dan Ree langsung mengangguk setuju akan permintaan Rot.
Mereka segera membawa Rot dan Ken memasuki portal wilayah mereka.
Bahkan mereka membaca mantra itu dengan kencang nya.
Membuat semua mendengar nya, baik Rot dan Ken, semua goblin dan bahkan Shein beserta Shenna pun mendengar seruan dari mantra Zee.
Melihat Zee dan Ree datang bersama kedua Troll yang terlihat bengis.
Para goblin lain segera bersembunyi di balik semak semak, batu dan pepohonan.
Sedangkan Shein dan Shenna masih syok di tempat nya berdiri melihat kedatangan Rot dan Ken tepat di hadapan mereka.
"Apa ini Zee ?", tanya Shein tak percaya, bahwa sahabat nya berani memberi tahu Rot di mana dia berada.
"Zee hanya menginginkan kemilau itu ", seru Zee tak bisa berpaling menatap gada milik Rot.
"Gawat Shein !, Zee sudah termakan keserakahan nya", seru Shenna.
"Itu tidak baik Zee !, sadarlah !", seru Shein tak di dengarkan oleh Zee.
"Kami sudah menepati janji kami, cepat berikan gada itu !", seru Zee dan Ree berusaha mengambil gada kemilau milik Rot.
Tapi ada satu hal yang mereka lupakan.
Gada milik Rot memang berkilau, tapi ukuran nya sangat besar dan tak mungkin bagi mereka memegang nya.
"Ambillah !", seru Rot segera melempar gada nya dan langsung tepat mengenai tubuh Zee dan Ree.
Membuat mereka berdua langsung mengerang kesakitan.
"Tolong !", seru Zee sebelum akhir nya meninggal bersamaan dengan Ree akhibat hantaman keras gada besar milik Rot.
Melihat itu, semua nya bersedih kecuali Rot dan Ken.
"Aku ambil gada ku lagi ", seru Rot sembari tertawa dengan Ken.
"Jahat kau !", ketus Shenna.
"Apa !, jahat !, mereka sendiri yang meminta nya, aku baik, jadi aku berikan !", seru Rot kembali tertawa.
"Sekarang tinggal urusan kita, ayo kalian ikut kami !", sentak Ken mencoba menarik paksa Shein dan Shenna.
Terjadi pertikaian yang cukup lama antara kubu Rot dan kubu Shein.
Hingga sebuah ide terbesit di otak Shenna.
"Terima ini !", teriak Shenna sembari melemparkan perhiasan yang ia sembunyikan ke arah Rot dan Ken.
"Apa ini lelucon !", seru Ken mencoba meraih sebuah kalung yang mendarat di atas rambut nya.
Bersamaan dengan itu, para goblin yang melihat kemilau perhiasan itu segera keluar dari tempat persembunyian mereka.
"Berkilau, aku menginginkan nya !", seru para goblin berlomba lomba menggapai perhiasan Shenna yang berada di tubuh Rot dan Ken.
"Apa apa an ini ?, menyingkir kalian !", teriak Rot mencoba menyerang para goblin yang mencoba mendekati nya.
"Kau jenius putri Shenna !", seru Shein.
"Ayo kita lari sebelum mereka kembali mengejar kita !", seru Shenna berlari sembari membaca mantra goblin untuk membuka portal sesuai dengan apa yang ia dengar dari mulut Zee.