Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 17. Aku mencintai mu !.



Semakin lama, Shenna semakin dekat dan tak canggung lagi hanya untuk sekedar bersandar di tubuh Shein.


"Apa kamu tak jijik dengan tubuh ku ini putri Shenna ?", tanya Shein mencoba menyingkir dari tubuh Shenna.


"Kau bicara apa Shein !, jangan selalu merendahkan diri mu !", keluh Shenna mencoba kembali bersandar di tubuh Shein yang tinggi besar itu.


Tak di sangka, Saat itu Shenna juga mulai memberanikan diri untuk mengutarakan cinta nya pada Shein.


"Shein !", seru Shenna.


"Iya putri ", sahut Shein.


"Aku mencintai mu !", seru Shenna.


Seruan Shenna seketika membuat Shein gelagapan dan beranjak dari tempat duduk nya.


"Kau kenapa ?, aku berkata jujur pada mu, aku mencintai mu !", seru Shenna mengulang ucapan nya tanpa merasa malu sedikit pun.


Bahkan Shenna nampak amat berharap Shein memberikan jawaban yang ingin ia dengar.


Tapi tak ada sahutan dari Shein sama sekali.


Shein bahkan tak berani menatap mata dan memandang wajah Shenna.


"A, apa kau tak suka mendengar nya ?", tanya Shenna bingung dengan sikap Shein.


Shenna berusaha mendekat ke arah Shein.


Tapi Shein seakan menolak nya dan berusaha menghindari nya lebih jauh lagi.


Shein merasa malu akan paras nya dan perbedaan ras mereka yang amat jauh berbeda.


Sesekali ia pandang telapak tangan nya yang buruk, bahkan ukuran nya yang berkali kali lipat dari telapak tangan milik Shenna.


Itu salah satu bukti yang menunjukkan bahwa harus nya tak ada kata cinta di antara mereka.


"Bicaralah Shein !", ucap Shenna semakin merasa tak karuan.


Shenna merasa sesak di dada nya saat Shein berpaling dari hadapan nya.


Bahkan untuk menatap nya saja, Shein seakan tak mau.


Perasaan Shein yang ber kecambuk membuat nya terus membisu dan meninggalkan Shenna seorang diri, ia lebih memilih duduk di pinggiran sungai dan merenung di sana.


"A, apa kau tak menyukai ku Shein ?", ucap lirih Shenna lalu meringkuk dan menangis sendiri di tengah gelap nya hutan malam itu.


Kenapa aku merasa tak berdaya ?, aku peri yang tegar !, aku sudah jujur tentang perasaan ku walaupun jika memang ia tak memiliki perasaan yang sama pada ku, apa yang salah dengan itu !, aku harus kuat !, gumam Shenna dalam hati masih tak bisa mengontrol tangis nya.


Sementara di pinggir sungai.


Shein terus menatap pantulan wajah nya di air sungai yang terang akan sinar bulan.


Wajah nya yang buruk rupa dan mengerikan itu semakin membuat nya tak ingin larut dalam perasaan nya, meskipun memang ada cinta di hati nya untuk Shenna.


"Dunia hanya akan menjadikan ini lelucon !", keluh Shein mengusap air mata nya yang tak sengaja menetes.


"Apa yang di pikirkan putri Shenna ?, kenapa dia bisa berkata seperti itu ?, apakah dia tidak sadar dengan status nya dan status ku !", seru Shein meluapkan emosi nya, antara kesal, sakit, dan tak berdaya.


Shein terus merenung di depan aliran sungai yang memantulkan seluruh rupa nya.


"Bahkan orang tua mu saja tak menginginkan mu Shein !", sentak Shein merasa kesal menatap pantulan wajah nya sendiri.


Hingga isak tangis Shenna membuat nya kembali menoleh ke belakang.


Tiba tiba sebuah usapan hangat mendarat di pipi Shenna.


Perlahan Shenna mengangkat kepala nya dan melihat Shein yang hanya tertunduk dan masih tak mau menatap nya.


"Jangan menangis putri, untuk apa menangis untuk sesuatu yang harus nya tidak terjadi", ucap Shein mencoba membuat Shenna melupakan cinta nya itu.


Mendengar itu, Shenna hanya terdiam dan kembali membenam kan wajah nya di kedua tangan nya.


Shein lalu duduk di samping Shenna sembari memandang langit malam.


"Lihatlah putri !, banyak kunang kunang di sekeliling kita, itu favorit mu bukan ?", seru Shein mencoba mengalihkan suasana serta mencoba menghibur Shenna.


Namun Shenna tetap tak bergeming sedikit pun.


Ia memilih memandang ke arah lain tanpa memandang Shein sedikit pun.


Shein pun menghela nafas panjang sembari tersenyum kecil.


"Itulah sikap yang pantas untuk ku putri !, sikap acuh dan marah seperti yang kau tunjukkan sekarang dan saat pertama kita bertemu, tetap lah seperti itu maka kamu akan cepat melupakan hal yang tak seharusnya di antara kita", ucap Shein mencoba menyelimuti tubuh Shenna.


Saat Shein ingin berjalan pergi dari sisi Shenna, tangan Shenna segera memegang jari jemari Shein.


Ia menatap nya dengan sayu, mencoba tegar dengan semua nya.


Dan cukup lama mereka saling berpandangan.


Ku kira kau juga mencintai ku Shein, keluh Shenna dalam hati.


"Tetaplah di sini, itu saja, aku mohon", pinta Shenna membuat Shein kembali duduk di samping Shenna dan bersandar di sebuah pohon.


Sementara Shenna juga merebahkan diri nya dan bersiap untuk tidur.


Saat Shein menatap langit kembali.


Ia begitu terkejut saat tiba tiba Shenna melantunkan sebuah lagu kesukaan nya.


Bahkan dengan tambahan syair yang membuat dunia mengingat cerita singkat kebersamaan mereka.


🎶Hemm....


🎶Rusa besar hidup di keras nya dunia


🎶Ku berdoa agar dunia memberi dia bahagia


🎶Lelah letih nya menjadi suka cita


🎶Yang mengajarkan dunia suatu hal istimewa.


🎶Kelinci kecil masuk dalam hidup nya.


🎶Merajut cerita, hari hari bersama.


🎶Namun dunia lah yang mengatur alur nya.


🎶Bagaimana akhir cerita mereka ?.


🎶Bagaimana akhir cerita mereka ?.