
A- apa mata ku ini salah?.
Mustahil!.
Dia sudah mati saat itu!.
Sembari batin yang terus bergemuruh tak percaya.
Pandangan nya beralih kepada Raja Zio yang juga ikut tercengang di buat nya.
"Gigo?," seru Raja Zio membuat suasana pecah seketika.
Pasal nya para peri dan prajurit yang ada di sana tidak pernah menduga kalau peri Vis yang di kenal sebagai suami peri Priya nyata nya ialah peri Gigo, salah satu prajurit tangguh kerajaan hutan Maxim yang beberapa tahun yang lalu telah di kabarkan meninggal dengan meninggalkan sebuah pengkhianatan besar pada kerajaan.
"Salam Raja, terima kasih karna Raja masih mengenali ku," ucap peri Gigo memberi hormat di hadapan Raja Zio sembari melewati peri Max yang masih tak percaya dengan semua yang ia lihat.
Aku harus lakukan sesuatu, batin peri Max merasa posisi nya begitu terancam saat itu.
"Pengkhianat!, jangan biarkan dia mendekati Raja!," seru peri Max seketika membuat para prajurit segera membuat tameng untuk melindungi Raja mereka.
"Ayo suami ku!, jangan berani ditindas oleh nya lagi!," seru peri Priya membuat peri Max geram.
"Tutup mulut mu!, apa kau tak takut jika aku ambil nyawa mu sekarang juga!," sentak peri Max seketika membuat peri Gigo marah dan langsung menodongkan pedang ke arah peri Max.
"Seharusnya kau yang tutup mulut, sekali lagi ku peringatkan!, dia itu istri ku, sekali lagi kau membentak nya pedang ini tak akan ragu menebas leher pengkhianat seperti mu", ancam peri Gigo semakin membuat Raja Zio kebingungan.
"Gigo, kau sudah berkhianat pada ku, dan kau juga sudah berani bersembunyi di balik kematian mu, cih!, harus nya kau di hukum saat ini juga Gigo, bukan malah berbicara omong kosong kepada Max!," ucap Raja Zio masih belum bisa mengerti akan semua yang telah terjadi.
"Raja!, dengarkan dulu pembelaan peri Gigo, dia itu...," seru peri Priya mencoba membantu membersihkan nama baik sang suami.
Tapi belum sempat ia berbicara banyak, Raja sudah menghentikan ucapan nya.
"Hentikan!, aku tak butuh penjelasan dari mu," seru Raja Zio membuat beberapa prajurit lain dengan sigap memegangi peri Priya dan membungkam nya agar tak bisa lagi ikut campur.
Entah kenapa dendam Raja pada peri Priya tidak pernah berakhir.
Raja begitu tak suka hanya dengan melihat nya saja.
Peri Max segera menepis pedang di tangan peri Gigo dan berbalik menodong peri Gigo dengan pedang nya.
"Berani kau melawan ku hah!," bisik peri Max merasa di tantang.
Sementara Raja segera turun dari kuda nya dan perlahan mulai mendekati peri Max dan Gigo yang tengah bersitegang.
"Raja, dialah yang berkhianat!," seru peri Gigo membuat sebuah tamparan langsung mendarat di wajah nya.
Membuat peri Max begitu senang karna Raja masih berpihak pada nya.
"Kebohongan apa lagi yang akan kau buat untuk menutupi semua kebusukan mu itu!," sentak Raja Zio masih mengingat ucapan peri Max saat mengatakan bahwa peri Gigo berusaha melengserkan nya dari tahta dan mencoba bersekutu dengan ras Troll untuk membantai kerajaan mereka.
"Pasti semua itu Raja dengar dari mulut Max bukan!, dia itu pembohong Raja!, akulah yang telah memergoki nya di saat dia tengah berkhianat pada Raja!," seru peri Gigo masih terus membela diri nya sembari terus memberontak agar lepas dari belenggu peri Max.
"Dia itu prajurit ku paling setia, mana mungkin dia melakukan hal bodoh yang kau tuduhkan itu!," ucap Raja Zio masih membanggakan peri Max di hadapan semua peri yang menyaksikan mereka saat itu.
"Lebih baik kita bunuh saja pengkhianat ini Raja," ucap peri Max memukul kaki peri Gigo hingga tubuh nya kini tertunduk di atas tanah.
Sementara di istana, Shenna begitu gelisah akan nasib kedua orang tua nya.
"Shein, ayo kita pulang!, mereka butuh bantuan kita," seru Shenna begitu tak tenang.
"Tenanglah dulu Shenna, akan ada seseorang yang akan membantu paman dan ibu Priya sebentar lagi," sahut Shein mencoba menenangkan kegelisahan Shenna.
"Siapa yang bisa kita andalkan Shein?, katakan pada ku!, apa ini lelucon untuk mu!," seru Shenna semakin gelisah sembari terus berjalan menuju gerbang keluar dari istana megah itu.
Untuk saat itu, bagi nya kedua orang tua nya lah yang lebih penting dari apapun juga.
"Percayalah pada ku!, dia tak akan berubah menjadi berani jika kita ikut campur dalam masalah ini," seru Shein mencoba menenangkan Shenna kembali.
Sementara di lain tempat, peri Max sudah bersiap mengeksekusi peri Gigo atas izin Raja Zio.
Tidak ada seorang pun yang berani menolong peri Gigo untuk lepas dari maut.
Bahkan sekuat tenaga peri Priya memberontak, ia tak bisa lepas dari kekangan para prajurit Raja Zio.