
Kini semua mata memandang ke arah Shein dan Shenna yang juga tak ada pilihan lain lagi saat itu.
Perlahan Shein dan Shenna menghampiri peri Priya serta peri Gigo.
Seakan itulah saat nya bagi mereka mengucapkan kata perpisahan antara anak dan orang tua.
"Bagaimana pun kalian adalah orang tua ku," ucap Shenna membuat tangisan peri Priya pecah.
"Aku tahu saat ini akan datang, aku cuma ingin minta maaf kalau aku telah lancang memanggil jiwa mu untuk terlahir sebagai anak ku, ibu Shenna," ucap peri Priya membuat semua orang terkejut, terutama peri Gigo.
Meskipun ia telah lama menjadi ayah sambung dari Shenna, tapi rahasia besar itu tak pernah ia tahu sebelum nya.
"Jangan katakan hal semacam itu, aku justru bangga sudah terlahir dari rahim mu, peri pemberani yang telah rela mengorbankan harga diri nya hanya untuk bisa mengandung dan melahirkan ku ke dunia," ucap Shenna sembari mengusap air mata di pipi peri Priya.
"Nanti jika orang tua ku datang, tolong sampaikan pada mereka, aku sangat menyayangi mereka, sampaikan maaf ku jika aku tidak bisa berpamitan langsung pada mereka. Dan pesan ku ibu, ayah, tetap sayangi pemilik raga ini sebagaimana kalian menyayangi kami," ucap Shein sembari duduk bersujud di hadapan peri Priya serta peri Gigo.
Membuat sang Ratu dan Raja pun ikut bersujud saat itu.
Secara perlahan, mereka mulai mengerti siapa sebenar nya wujud asli dari Shein dan Shenna.
Bahkan kini, Raja Zio hanya bisa tertunduk di hadapan mereka.
"Kenapa kalian begitu lemah!, kenapa kalian bersujud pada peri rendahan itu!, harus nya kalian bersujud di kaki ku!. Ratu!, tolong aku Ratu!, aku sangat mencintai mu, tolong aku agar lepas dari rasa sakit ini!," teriak pangeran Rot membuat Raja Zio semakin geram di buat nya.
"Berani nya kau melirik istri ku!," sentak Raja Zio naik pitan hingga tanpa sadar kembali mengangkat pedang nya ke arah pangeran Rot.
Shein dengan cepat segera menghadang jalan sang Raja.
"Dia tak akan diam sebelum binasa Raja, sifat dan perilaku nya tak akan berubah entah sudah hidup berulang ulang kali," ucap Shein menatap tajam ke arah Troll Rot yang terus memberontak tak mau keluar dari raga sang pangeran.
"Kami lah yang ia cari, urusan nya hanya dengan kami," ucap Shenna sembari bersiap membaca mantra pelepas jiwa.
Seketika Shein ikut merapal mantra yang telah di mulai oleh Shenna.
Perlahan rambut Shein mulai berubah warna menjadi pirang seperti selayak nya ras peri murni yang telah punah beberapa tahun silam.
"Bagaimana mungkin?," ucap peri Gigo sembari mengingat dosa nya di masa lalu yang dengan keji menyerang dan memusnahkan ras peri murni tanpa kenal ampun.
"Menurut mu bapa dan ibu Shenna akan tinggal diam melihat kaum peri murni musnah begitu saja Gigo?," ucap peri Priya membuat rasa penyesalan nya yang dahulu kembali menyeruak ke permukaan.
Dengan cepat, jiwa Shenna dan Shein segera lepas dari raga mereka dan melayang mengitari semua nya.
Membuat semua yang ada di sana, bahkan kaum Troll di buat tertunduk di hadapan kedua nya, kecuali Troll Rot.
Ia terus mengeluarkan kata kata kasar seperti tabiat dan kebiasaan nya di masa lalu.
"Semua sudah berakhir Rot!," seru Shenna sembari menarik paksa jiwa Troll Rot untuk keluar dari raga pangeran Rot.