Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 33.



Umpatan demi umpatan, teriakan demi teriakan terus keluar dari mulut sang pangeran saat jiwa ibu Shenna dan bapa Shein terus menarik paksa jiwa Troll Rot tanpa henti.


"Ayolah Rot!, kita sudah tidak seharusnya berada di kehidupan ini," seru Shenna berusaha keras melindungi raga pangeran Rot saat Shein hampir berhasil menarik raga Troll Rot keluar dari raga pangeran.


"Tidak!, aku akan tuntaskan yang ingin ku kulakukan dahulu!. Mengangkat kedudukan Ras Troll di atas ras peri!," teriak Troll Rot walaupun kini jiwa nya hampir terlepas seluruh nya dari raga sang pangeran.


Mendengar semua itu, hasrat kaum Troll seakan naik kembali.


Di sisi lain, mereka begitu ingin hidup di hargai seperti layak nya keberadaan ras peri.


Mereka sudah muak bersembunyi seperti tikus di rawa rawa dan di tempat kumuh lain nya.


Namun di sisi lain, hasrat itu terus berbenturan dengan ketakutan mereka akan bayangan masa lalu yang akan terulang lagi, bahkan tidak menutup kemungkinan kejadian di masa lalu akan terulang lebih buruk dari sebelum nya.


Dimana ras Troll harus rela semakin di pandang rendah setelah kejadian kelicikan Troll Rot di masa lalu.


Mereka juga harus hidup lebih tersembunyi dari sebelum nya.


Hingga di masa kini, mereka bahkan sempat memilih meninggalkan wilayah Troll hutan Maxim karna semakin retak nya hubungan antara ras peri dan ras Troll kembali setelah pemersatu mereka yaitu ibu Shenna dan bapa Shein telah di nyatakan meninggal beratus ratus tahun lalu.


"Tutup mulut mu itu Rot!, jaga batasan mu!, kalau tidak!," sentak bapa Shein membuat Troll Rot tertawa di tengah tengah ketegangan antara mereka.


"Apa yang bisa kau lakukan?, hem!. Saat kau berubah menjadi bagian dari ras peri ku lihat kau mahir sekali berbicara dan menyela ucapan ku," seru Troll Rot membuat ibu Shenna geram.


"Jika bukan karna kebodohan mu di masa lalu, pertikaian ini tidak akan pernah terjadi," ucap ibu Shenna sembari mendorong jiwa Troll Rot dengan keras hingga kini jiwa Troll Rot benar benar keluar seluruh nya dari raga sang pangeran.


Teriakan dan erangan dari jiwa asli sang pangeran serta jiwa Troll Rot pun saling beradu terdengar di telinga semua yang menyaksikan kejadian itu.


"Putra ku!," seru Raja Zio dengan cepat menangkap raga sang pangeran yang hampir tersungkur lemas tak berdaya di tanah.


"Bangun nak!," seru Ratu Faya begitu histeris mendapati sang putra yang tak kunjung membuka mata nya.


"Tenanglah Ratu, kita tunggu sampai jiwa pangeran beradaptasi kembali dengan raga nya," ucap ibu Shenna membuat Ratu Faya berusaha bersikap setenang mungkin sembari memeluk sang putra dengan erat nya.


Sementara jiwa Troll Rot terus melayang layang bak asap dengan begitu brutal nya.


Namun saat pandangan nya menatap ke arah peri Max, dengan cepat jiwa Troll Rot segera melesat cepat mendekat ke arah peri Max.


"Tidak!," teriak ibu Shenna namun terlambat.


Kini jiwa Troll Rot telah mendapatkan inang nya yang baru.


Tubuh peri Max berangsur angsur pulih dari efek ramuan yang di tebarkan peri Priya kepada nya.


Badan nya sudah tak lagi lemas, dan mata nya sudah tak menatap kosong seperti beberapa saat lalu.


"Dia benar benar licik," ucap ibu Shenna sembari menatap ke arah bapa Shein.


Ia seakan bingung harus melakukan apa setelah semua itu terjadi.


Perlahan, peri Max mulai bangkit lengkap dengan senyum menyeringai nya.


Membuat semua prajurit yang telah bertahan melawan ketakutan nya sampai detik itu, kini akhir nya memilih untuk pergi dan berlari tunggang langgang di ikuti oleh para rakyat peri yang begitu ketakutan akan terulang nya peperangan di masa lalu.


"Ratu, apa kau suka wujud ku yang sekarang?," ucap peri Max dalam kuasa jiwa Troll Rot.


Di keadaan seperti itu, Troll Rot masih mencoba mendapatkan hati sang Ratu.


Namun saat itu juga, Ratu Faya langsung memalingkan muka nya tanda ia begitu muak akan sosok Troll Rot yang begitu licik itu.