
"Enak?" Kimmy mengusap peluh yang mengembun di dahi suaminya. Naik turun ia di atas mercusuar pemuda tampan itu.
"Enak sih, tapi hentikan kegilaan mu Yank, please. Pakai dulu pengamannya, sumpah deh Raja nggak mau liat kamu menderita karena hamil di masa muda." Raja berujar dengan napas yang tersendat -sendat.
Matanya menatap lawa buah kenyal yang bergoyang di depannya. Harusnya ia bisa meremas tapi karena kedua tangannya di belenggu, ia tak mampu melakukan itu.
"Sial."
"Tapi Kimmy mau punya dedek bayi yang lucu. Satu cewek cantik kayak Kimmy terus satunya lagi cowok ganteng kayak Raja." Desah Kimmy.
Melihat kondisi Kimmy yang mulai melemah Raja mengutarakan aspirasi. "Sayang capek pasti kan? Berhenti dulu, biar aku yang gantian. Pake baju begini tuh enaknya dari belakang." Bujuknya memanipulasi.
"Raja mau?" Tawar Kimmy.
Menyengir, Raja mengangguk dengan sangat cepat. "Mau sayang. Tapi lepasin dulu borgolnya! Raja nggak suka jadi pasif begini!" Rengek nya.
"Enggak!" Tolak Kimmy, kekeuh.
Kriiiiiing....
Suara gaduh yang membuyarkan lamunan ekstrim Raja. Gawai dengan akronim ponsel itu berdering.
Tak mau lepas dari ingatan, bagaimana Kimmy menguasainya malam tadi.
Membayangkan posisinya saja, Raja sudah ingin mengulanginya lagi. Mungkin lebih enak jika kedua tangannya tidak terpasung.
Segera Raja meraih telepon seluler miliknya lalu menekan tombol terima. Lirih saat ia menyapa iparnya. "Ya. Ada apa Bang?"
📞 "Nuna mau rujak cingur yang di jual di jalan Anggrek itu, katanya kamu tahu tempatnya." Suara berat Dhyrga Miller yang terdengar.
Raja mengangguk. "Iya."
📞 "Nah, Bang Dhyrga kan lagi meeting, jadi sekarang, Raja yang belikan ya, Nuna maunya nggak pedes."
"Cingur? Raja yang beli?" Raja memastikan bahwa pendengarannya tidak bermasalah.
📞 "Iya. Tolongin Bang Dhyrga. Kamu nggak mau kan keponakannya ileran? "
"Nggak sih, tapi, ..."
📞 "Ok kalo gitu, Bang Dhyrga mau mulai meeting." Tuuuut.... Sambungan terputus.
"Ya Tuhan!" Raja menghentak punggung pada sandaran kursi putarnya. "Aku masih hidup tapi sudah kau siksa begini Tuhan!" Rutuk nya memelas.
"Kenapa lagi?" Doni mengalihkan pandangan dari laptop ke Raja.
"Bang Dhyrga bilang Nuna mau rujak cingur. Gue suruh beli," Lirih Raja.
Aldo terkikik. "Tunggu apa lagi. Ya udah, gih pergi Bos! Daripada keponakan Bos ileran!"
Raja mengernyit. "Terus, gunanya Lo di sini buat apa?" Tukasnya.
"Jadi Bos nyuruh Gue?"
"Ya iya lah. Emang Lo pernah liat CEO beli rujak cingur?" Sambar Raja ketus.
Aldo terkikik geli. "Enggak pernah sih, ya makanya sekarang mau liat." Candaan nya.
Raja mengibaskan tangannya. "Gih cepetan, keburu Nuna marah-marah lagi!" Titahnya.
"Wokehh Shihab!" Aldo siaga.
Jangan sampai Queen mengamuk lagi seperti yang sudah-sudah. Terakhir, Dhyrga diamuk hanya karena istrinya itu ngidam nyolong mangga Pak Mamat, tapi ternyata mangga Pak Mamat sudah di tebang sama Buk Devi istrinya Pak Sulam selingkuhannya Pak Ratno.
Itulah salah satu penyulut trauma Raja. Melihat ngidam aneh-aneh nya Queen, membuat Raja tidak ingin Kimmy mengalami hal itu.
...🎀🎀🎀...
Taman bunga di belakang rumah Raka Rain cukup indah, di lengkapi ayunan gantung, sofa dan meja yang serba putih.
Minggu ini cuaca cukup terik. Di saat begini, biasanya manusia lebih mengerikan daripada setan. Peluh yang mengucur deras menjadi alasan meluapnya emosi para pengais rezeki.
Bersandar pada sofa, Kimmy asyik membaca buku kehamilan. Dari pantangan dan hal yang harus di ikuti, semuanya tak Kimmy lewati. Usaha Kimmy cukup gigih untuk bisa hamil.
Benar kata Raja, Kimmy serba harus dituruti, harus didengar dan itu lah yang selama ini Raja keluhkan, walau pada akhirnya cinta mengalahkan segalanya.
Tak peduli seperti apa perangai Kimmy, Raja telah jatuh sejatuh jatuhnya pada wanita yang berat badannya selalu bertambah itu. Pernah berat badan Kimmy turun enam kilogram, itupun karena lepas dari Raja.
"Ekm Ekm." Menggaruk tengkuk, Raja duduk di sisi istrinya. Segelas jus nanas Raja suguhkan pada meja. "Sayang perlu minum kan? Panas-panas gini asyiknya minum jus."
Mengikuti saran Aldo, Raja sengaja meracik minuman untuk melunturkan kecebong yang mungkin belum berhasil membuahi sel telur.
Kimmy menyengir, ketampanan Raja siang ini bertambah lima puluh ton setelah membuatkan dirinya segelas minuman segar.
"Makasih my perfect husband." Ia rangkum pipi Raja, mengecup sekilas bibir pria itu lalu meraih gelas tingginya sambil tersenyum.
Raja menyeringai. "Gini nih, enaknya punya istri yang Intelligence Quotients nya di bawah 95. Enak aja di atur nya." Batin iblis nya.
Angin menerpa, dan melayangkan aroma nanas itu sebelum benar-benar Kimmy pegang.
Kimmy mengendus-endus seksama, jika di simak, dari gelas itu ada raksi nanas yang cukup kental menusuk indera penciuman.
Raja menyengir getir. "Apa Sayang curiga?"
Benar, Kimmy melirik sipit hingga mampu mencekik dan menohok saluran pernapasan Raja bahkan tanpa sentuhan.
Lihatlah netra Raja yang membulat sempurna hanya karena kerlingan mata istrinya.
"Sayang ng-nggak haus hmm?" Berusaha kuat Raja tersenyum, tetap saja bohong bukanlah kepandaiannya.
"Enggak!"
"La-lalu?"
Kimmy meletakkan kembali gelasnya ke meja, barusan ia membaca bab tentang buah nanas muda, buah durian, buah delima, yang dipercaya bisa menjadi penyebab gugurnya kandungan.
"Raja kok gugup gitu, berarti Raja tahu Raja salah kan?" Tukas Kimmy.
Seketika Raja menggeleng. "Enggak."
Kimmy bangkit dari duduk, ia berkacak pinggang menatap tajam suaminya. Entah kenapa, semenjak berpredikat suami, Raja selalu saja membuat huru-hara.
"Raja mau bunuh bayi kita?" Tudingnya.
Raja mengernyit. "Ya Tuhan! Bunuh? Gimana bisa Kimmy menyimpulkan seperti itu?" Belum juga menjadi zigot, Kimmy sudah berasumsi seperti ini.
"Kenapa juga Raja suruh Kimmy minum jus nanas begitu?" Ketus Kimmy.
"Emangnya salahnya di mana?"
"Jangan pura-pura amnesia. Selain perasaan Kimmy, apa sih yang Raja nggak paham, pasti Raja sengaja kan kasih jus nanas buat gugurin kandungan Kimmy."
"Kandungan?" Raja tersentak dengan ucapan istrinya.
"Iya!"
Raja terkekeh. "Kimmy belum hamil Sayang, kegunaan jus ini mencegah kehamilan, bukan menggugurkannya. Mencegah dan menggugurkan berbeda definisi, jangan buat seolah-olah suami mu ini penjahat!"
"Ya tapi Raja emang jahat!" Kimmy mencebik lalu melipat tangan ke dadanya. Ia berpaling, bibirnya merengut. "Kimmy janji nggak akan lagi lemah, tapi Raja nggak pernah mau percaya."
Melihat itu, Raja terenyuh. "Maaf."
"Bisanya minta maaf doang. Kimmy males maafin nya! Raja nggak pernah anggap Kimmy wanita dewasa." Kimmy pergi setelah mengatakan itu.
Raja mendengus. "Ya Tuhan, tabah kan hamba mu!" Gerutunya.
Hal terseram dan paling horor di dalam hidup CEO muda itu adalah, ngambeknya seorang Kimmy Zoya.
...Masih ada orang sore-sore gini kah? 👀Kalian masih betah kan?👀...