Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Ha MiL



"Tunggu Sayang." Dhyrga meraih lengan istrinya, mereka baru saja tiba di teras rumah.


Tatapannya begitu lembut, akhir akhir ini Queen lumayan sensitif, bukan hanya pada Rania, melainkan padanya pun begitu.


"Apa lagi? Sekarang Hubby mau bela Mama? Hubby mau bilang aku berani, gitu? Sudah berapa lama aku diam?" Queen terisak.


"Bukan itu. Aku cuma heran, kenapa akhir-akhir ini kamu terus uring-uringan, datang dari bulan madu harusnya semakin mesra, tapi kita lebih sering berantem!"


"Terus kamu mau bilang aku selingkuh?"


"Queen!"


Air mata Queen luruh begitu saja seketika bentakan keras Dhyrga mengudara. Selain ayahnya seharusnya Dhyrga orang yang selalu membuatnya nyaman bukan?


"Maaf." Dhyrga tarik tubuh Queen lalu memeluknya. Kecupan bertubi-tubi ia labuh kan pada pucuk kepala wanita itu, menyesal.


"Aku minta maaf." Selain mengalah Dhyrga tak tahu harus berbuat apa. Kenyataannya, Queen telah lama menahan sakit di hatinya.


"Kita pulang?" Tawar Dhyrga yang dijawab dengan anggukan kepala wanita itu.


Ryan membukakan pintu bagian belakang. Lalu Queen masuk di susul suaminya.


Perjalanan berikutnya menuju rumah utama keluarga Raka. Cheryl masih berada di sana, mereka harus segera mengambil putrinya.


Sepanjang perjalanan Queen hanya terdiam menatap ke arah jendela. Dhyrga masih merasa serba salah.


Ada setitik saja ucapan Dhyrga yang tidak cocok dengan dirinya, Queen menangis bahkan mengomel.


Kendati demikian, genggaman tangan Dhyrga masih menjadi sesuatu yang menenangkan wanita itu.


Tiba di rumah utama milik Raka, Dhyrga dan Queen turun dari mobil. Ryan bergegas pamit pulang, maklum, Rachel istrinya tengah mengandung enam bulan, dan ini kehamilan ketiga yang diharapkan tidak gugur seperti kedua kehamilan sebelumnya.


Rachel benar-benar berhenti bekerja, merokok dan lainnya. Cewek tomboi itu sudah berubah menjadi ibu rumah tangga yang super manja pada Ryan.


...🎀🎀🎀...


Malam ini Queen tidur memeluk putrinya sementara Dhyrga hanya mendapat punggung istrinya.


Sedari tadi, Dhyrga hanya mengantongi cemberutnya wanita itu. Dhyrga stres, pulang dari honeymoon, mood Queen justru kacau balau.


"Baby mau bekerja lagi hmm?" Berbisik di telinga. Dhyrga mencoba mengobrol baik-baik.


Sempat Dhyrga menyuruh Queen berhenti, dan itu yang mengawali ketidak nyamanan Queen, mungkin, karena itu baru dugaan Dhyrga sendiri.


"Ok, kalo Baby masih mau bekerja, It's okay, tidak masalah, but, tolong, jangan diam seperti ini." Bujuknya lagi.


Queen berbalik menatap suaminya. Dia raih tangan penuh kasih sayang itu lalu mengecupnya. Tak ada pembicaraan lagi, Dhyrga letakkan kepala istrinya pada ketiaknya. Mereka tertidur setelah itu.


...🎀🎀🎀...


^^^Malam berlalu.^^^


"Daddy! Daddy!"


Pukul 03.15. Dhyrga terjaga saat suara mungil Cheryl terdengar cemas.


Dhyrga terkesiap, putri cantiknya menangis saat membangunkan dirinya. "Ada apa Sayang?" Parau nan seksi suara lelaki tampan itu.


Tak butuh waktu lama untuk Dhyrga bangkit dari selimutnya. Jantung berdetak lebih cepat, pikiran Dhyrga sudah kemana-mana sebelum tahu kebenaran yang terjadi.


"Mammi nangis di kamar mandi." Cheryl terisak. Barusan gadis itu mendatangi ibunya, lalu mendapati Queen menangis di toilet.


Setengah sadar, Dhyrga bergerak cepat menuju kamar mandi, di ikuti oleh putrinya yang menangis khawatir.


"Sayang."


Wajah cemas Dhyrga berangsur membaik ketika Queen terisak menatapnya lengkap dengan sodoran tespack bergaris dua. Ada senyum di balik isakan sesak Queen.


"Aku hamil, Hubby." Lirih, nada bahagianya. Tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, Queen cukup bahagia.


"Mammi kenapa?" Queen melepas pelukan hangat suaminya. Ia beralih memeluk putrinya yang kebingungan. "Cheryl mau punya adik. Cheryl seneng nggak?"


"Adik?"


Queen mengangguk. "Iya, doakan adik bayi Cheryl sehat, bisa nemenin Cheryl main nanti." Ucapnya sambil terisak.


Cheryl tersenyum manis saat menyeka buliran bening di wajah ibunya. "Terima kasih Mamm." Ia peluk ibunya, sayang.


Dhyrga membawa anak istrinya ke ranjang untuk berbaring kembali. "Ini masih terlalu pagi, kalian bisa masuk angin lama-lama di kamar mandi." Selimut tebal Dhyrga tarik menutupi kedua kesayangannya.


"Mammi mau makan apa? Lapar? Mammi nggak mual sama parfum Daddy?" Dhyrga memberikan pertanyaan runtut.


Cheryl terkikik. "Memangnya hamil seberat itu yah? Kok kayaknya Daddy cemas banget sih?"


"Hmm, luar biasa pas Mammi hamil Cheryl, Daddy sampe kewalahan loh!" Queen menyahuti putrinya.


"Oya? Emang Cheryl dalam perut minta macam-macam?"


"Pokoknya, Cheryl spesial. Cheryl kesayangan Mommy Daddy. Cheryl gadis tangguh Mammi."


...🎀🎀🎀...


Di meja makan bundar klasik. Seluruh anggota keluarga Raka Rain berkumpul. Sedari tadi Kimmy terus mengusap perut kakak iparnya.


"Semoga kembar. Cewek cowok, pasti lucu." Dia terkikik setelah itu begitu pula dengan Queen dan semua orang yang mengamininya.


Raja melirik aneh pada istrinya. Sepertinya Kimmy sudah over ekspresi. Terlebih, ada kode-kode yang ia tangkap dari senyum manis Kimmy.


"Setelah Nuna, Kimmy mau juga hamil." Benar dugaan Raja, ini bagian yang paling tidak Raja sukai. Wanita cengeng itu terlalu berani.


"Tapi lebih baik, umur dua puluh tiga atau dua puluh empat Kimmy hamil. Kan Kimmy masih kuliah, Sayang." Krystal menimpali lembut.


Ia tahu Kimmy tak setangguh putrinya. Dilihat dari watak Kimmy, wanita manja itu akan lebih merasakan penderitaan daripada Queen.


Melihat cebikan di bibir Kimmy, Raka ikut menimpali. "Mammi mu benar. Kimmy kan masih kuliah. Nikmati saja masa-masa remaja kalian." Ujarnya.


Tanpa bersuara Raja tersenyum lebar. Ada yang membantu memberikan pengertian pada istri manjanya.


Melihat bagaimana perubahan sikap Queen saat hamil membuat trauma tersendiri bagi CEO muda nan tampan itu.


"Kok bisa di perkirakan sudah hampir delapan Minggu? Queen telat bulan kemarin?" Krystal pada akhirnya menanyakan hal ini.


Queen mengangguk. "Queen curiga ini dari satu bulan yang lalu, tapi Queen cek belum garis dua. Terus tadi pagi, Queen coba lagi, ternyata beneran garis dua." Jelasnya.


"Jadi dengan kata lain, Baby sudah hamil sebelum kita honeymoon?" Dhyrga menyahut sedikit menyesal. Untung saja kegiatan bulan madunya tak merusak janin.


"Iya, kayaknya begitu deh." Angguk Queen berasumsi. Hanya saja, kemarin-kemarin ia masih belum yakin karena tespack belum mengatakan positif.


"Sekarang Queen nggak boleh kerja dulu. Biar Queen fokus ngurus dedek bayinya, makan yang banyak, istirahat cukup." Pesan Krystal.


"Iya Mamm."


"Kalo Daddy boleh saran, lebih baik kalian tinggal di sini. Selama masa kehamilan Queen butuh Mammi nya, Cheryl juga perlu pengawasan lebih." Imbuh Raka.


"Dhyrga setuju-setuju saja." Daripada harus menghadapi masa ngidam Queen sendirian, Dhyrga lebih memilih tinggal di rumah mertuanya.


"Mama Papa mu sudah di kasih tahu belum Ga?" Tambah Krystal.


Dhyrga menggeleng. "Belum, mungkin siang ini Dhyrga ke sana." Jawabnya.


Yang pasti tanpa Queen, Dhyrga tak mau membuat istrinya semakin tertekan batin mendengar suara Rania lagi.


Kecuali, ada niat Rania untuk meminta maaf pada Queen soal tuntutan menyakitkannya itu. Walau Queen sendiri tak mungkin berharap Rania mengemis maaf padanya.


...Gimana ya, kalo ternyata baby mereka rese banget sama Rania? N Gimana ya, kalo ternyata Kimmy berusaha kuat buat hamil? Aku mau banget selesai kan ini, singkat. Bantu dukungan vote nya ya🥳😚...