
"Golongan darah O- dimiliki sekitar dua koma lima puluh lima persen populasi dunia. Meski dapat melakukan transfusi ke semua jenis golongan darah, tapi pemilik golongan darah O- hanya bisa menerima transfusi dari golongan darah yang sama. Golongan darah ini, donor universal sehingga menjadi darah yang paling berharga di dunia. Tuan muda Ansel masih membutuhkan banyak lagi darah. Sementara stok persediaan O- di Bank darah kami sedang tidak banyak, tapi jangan khawatir, kami akan mencarinya sesegera mungkin."
Penjelasan satu orang dokter perempuan pada Rinda dan Killa.
Mendengar itu, Rinda kalang kabut. Setelah Ansel mendapat penanganan, Rinda keluar dari kamar presidential suite milik anak asuhnya.
Killa duduk menunduk pada kursi tunggu. Rinda pun menghampiri. Kedua perempuan cantik itu sama-sama panik.
Kepala Ansel cedera serius hingga anak kecil itu membutuhkan darah pengganti dengan cara transfusi.
"Siapa Nona, siapa ayah biologis Ansel?" Dengan segala keberanian, Rinda memaksa Nona nya mengakui.
Killa berdiri menatap nyalang gadis itu. "Lo berusaha kurang ajar sama Gue?" Tukasnya.
Rinda menggeleng. "Bukan, bukan begitu, tapi Ansel butuh banyak darah. Nona dengar sendiri, golongan darah Ansel terbilang langka. Meskipun jenis ini bisa mendonorkan untuk segala macam golongan tapi Darah jenis ini hanya bisa menerima donor dari golongan yang sama. Lalu bagaimana kalo sampai persediaan di semua Bank darah benar-benar habis?"
"Gue stress! Gue nggak mungkin kasih tahu dia tiba-tiba!" Killa ketus.
"Tapi ini soal nyawa Nona!"
Kerut keningnya menunjukkan betapa Rinda khawatir pada balita yang sedang terbaring di dalam kamar pasien.
"Gue udah janji, nggak akan pernah kasih tahu orang-orang siapa ayah biologis Ansel!" Lirih Killa.
"Apa masih penting janji Nona? Sementara Ansel dalam kondisi darurat!" Ketus Rinda kembali.
Derap langkah terdengar mendekat. Seorang pemuda tampan berdiri di tengah-tengah keduanya. Killa menoleh begitu pula dengan Rinda.
Arnoldus Reynolds, nama lengkap direktur perusahaan H-food itu. Sudah sekitar lima tahun Arnold menjabat sebagai direktur keuangan di perusahaan ayahnya.
"Ansel kenapa?" Menatap Rinda dan Killa bergantian, pemuda berusia 27 tahun itu bertanya cemas.
Killa memeluk Abang kandungnya. "Ansel Bang, Ansel butuh banyak donor darah." Isak nya.
"Lalu?" Arnold melerai pelukan. Mengernyit, ia menatap adik satu-satunya.
"Lalu apa lagi? Tentu saja kita perlu kasih tahu Radit kan?" Kata Killa.
Tegas rahang Arnold seketika. "Sudah Abang bilang, keluarga dia tidak perlu tahu tentang Ansel! Abang benci keluarga mereka!" Hardik nya.
"Radit?" Rinda seperti mendapat jawaban yang sedari tadi ingin ia ketahui.
Raditya Miller, jadi ini alasan Killa tidak diperbolehkan mengakui Ansel di muka umum?
Arnold meraih lengan Rinda sesaat setelah gadis itu beringsut. "Lo mau ngapain?" Tanyanya menyudutkan.
Opak mata Rinda yang memerah kini melenggang tatapan pada pemuda itu. "Aku harus cari dia Tuan muda!"
"Lo nggak berhak lakuin itu!" Sentak Arnold.
"Tapi nyawa Ansel taruhannya Tuan muda!" Rinda lebih memekik dari sebelumnya.
"Oh, ..." Menepis tangan Arnold, Rinda tertawa samar. "Sekarang aku tahu kenapa Tuan muda menyuruh Nona Killa menutupi rahasia ini. Jadi hanya karena persaingan kecil saja?"
"Lo!" Arnold melotot. Anak dari pembantu rumah tangganya mulai lupa posisi hanya karena bekerja di perusahaan bonafit.
Rinda tersenyum getir. "Gimana ekspresi Nona Queen, kalau dia tahu, orang yang menyukainya, cukup egois. Nona Queen pasti merasa bersyukur tidak ditakdir kan berjodoh dengan Tuan muda Arnold."
"Rinda!" Teriakan Arnold menjadi pekikan terakhir sebelum gadis menangis itu berlari keluar dari lorong suite room.
"Hiks!" Killa terduduk lunglai, hanya karena Raditya Miller adik sepupu Dhyrga Miller, Ansel harus lahir tanpa mengenal ayahnya.
Sebenarnya tidak hanya satu faktor yang membuat keluarga Hendra Kenz menutupi kehamilan Killa.
Banyak alasan-alasan yang mengakari itu semua. Salah satunya, Killa masih SMA saat mengandung Ansel.
Rinda yang sekolah di luar negeri, menjadi solusi Hendra Kenz untuk menutupi kehamilan putri semata nya.
"Setelah Radit tahu, aku yakin dia sangat membenci ku!" Gumam Killa lirih.
...🎀🎀🎀...
^^^Malam berikutnya.^^^
Pesta Raja dan Kimmy pun terpenuhi. Hari yang diiringi gegap gempita telah sampai pada puncaknya.
Telah terdengar kata SAH! Yang menggema di antero ruangan megah luas nan penuh kelap-kelip lampu kristal dan bunga-bunga ini.
Semua mata tertuju pada sang ratu dari acara, siapa lagi jika bukan Kimmy Zoya.
Tersenyum menawan, pipi lesung Kimmy tertampil, gigi putihnya terbingkai cantik oleh bibir merona nya.
Berdiri dengan tuxedo putih. Raja menatap mendekatnya Kimmy yang berjalan di iringi Gea dan Krystal. Kini, gadis cengeng itu telah resmi menjadi istrinya.
Sudah lama berlebel kekasih. Jantung Raja masih perlu berdebar kencang melihat kecantikan Kimmy.
Setiap manusia mungkin pernah mengalami, di mana efek dari stimulasi adrenalin dan norepinephrin membuat jantung berdetak lebih cepat bahkan telapak tangan ikut berkeringat.
Hal yang akan menyebabkan sensasi fisik dan hasrat agar memfokuskan perhatian manusia kepada orang yang membuatnya jatuh cinta.
"Ya ampun, senyum Kimmy. Berasa pengen nikung temen!"
Plakk... "Aw!" Aldo mengelus kepalanya memelas.
Barusan Raja memukul kepala Aldo tanpa melepaskan tatapannya dari Kimmy. Semakin mendekat gadis itu, debar jantung Raja kian meningkat.
"Lo yakin bisa tahan duduk di sini Bos?"
"Ya elah, kalo Gue udahan ajah acaranya, langsung tancap gas ke kamar!"
Suara berisik Doni dan Aldo yang membuat Raja semakin geram. "Bisa diem nggak Lo pada!" Seketika, kedua makhluk rese itu menutup mulutnya.
Aldo dan Doni melipir ke bawah saat Krystal tersenyum, menyerahkan pengantin wanita pada mempelai pria.
"Semoga kalian bahagia selalu." Itu saja yang mampu Krystal ucap, sementara Gea tak sepatah pun kata.
Sesak, haru, bahagia, bersyukur, akhirnya putri semata Ameer nya telah menikah dengan pemuda yang selama ini menjaga gadis itu.
Ketus memang Raja pada Kimmy, namun bungsu Raka ini tak pernah membiarkan gadis cengeng itu mengalami kesulitan.
"Cantik, sangat cantik." Raja mengecup lembut kening istrinya lalu membisikkan kata-kata pujian itu.
Kimmy hanya mengulum senyum. Setelah menyerahkan Kimmy pada Raja. Krystal dan Gea turun dari pelaminan estetika tersebut.
Tinggal lah Raja dan Kimmy yang berdiri tersenyum di atas sana. Kang poto mulai repot mengatur pose kedua mempelai.
Pose mesra yang mengharuskan Raja dan Kimmy saling menyentuh bahkan saling mengecup.
Tersenyum manis pada kamera, Kimmy berada di depan tubuh Raja yang memeluknya dari belakang.
Di sela kegiatan itu, Raja dan Kimmy saling mengobrol. Melepaskan rindu yang terpendam selama beberapa hari ini.
"Raja rindu Kimmy." Berbisik Raja mengatakan itu. Sepertinya sebutan nama mereka tak mau lepas dari kebiasaannya sedari kecil.
"Kimmy juga, hehe," Kimmy menyengir.
"Tapi sekarang Kimmy udah jadi istri Raja, jadi siapkan mental, karena siang, malem, pagi, sore, Kimmy bakal ganggu tidur Raja terus."
"No problem, dari pada harus tidak bisa tidur karena sepi tanpa mu, lebih baik tidak bisa tidur karena bersama mu."
Raja membisik mesra di telinga gadis itu, sedang tangannya menautkan sedikit anak rambut ke belakang telinga Kimmy.
"Setidaknya, ada hal yang asyik untuk dilakukan sama-sama." Tambah Raja.
"Dih, mulai deh museum nya!" Raja terkikik mendengar jawaban ketus Kimmy.
Tanpa di aba-aba, Raja kecup pipi Kimmy gemas. Dan ade-gan itu menjadi abadi setelah Kang poto mengambil gambarnya.
Usai dengan kegiatan pemotretan. Satu persatu tamu undangan menyatroni untuk memberikan ucapan selamat.
Di lain sisi, Aldo mengamati Doni yang tak henti-hentinya mengedarkan pandangan ke segala penjuru arah.
"Lo celingukan gitu nyari apaan?" Aldo menuang minuman berwarna merah ke dalam gelas tingginya.
Doni menyahut. "Rinda, dia nggak dateng yah? Dari tadi Gue nggak liat." Ujarnya celingukan.
"Mungkin masih patah heart kali dia, makanya nggak mau dateng." Cetus Aldo, lalu menyesap pelan minumannya.
Doni mendengus. "Dia cinta banget sama Raja kayaknya."
"Ya iya lah, kenal sama Raja bertahun-tahun, gila ajah kalo gadis normal sampai nggak suka sama ketampanan paripurna seorang Raja Kryska Rain."
"Itulah makanya. Makin nggak ada kesempatan buat Gue kan!"
"Jodoh nggak ke mana, nanti kalo udah jodoh juga dateng ndiri! Mending sekarang kita cari cewek yang ada di sini ajah!" Ajak Aldo.
"Ogah, Lo ajah sana!" Tolak Doni.
...😠Harusnyaaaa Pasha yang di sanaaaa, dampingi muuuu, dan bukan diaaaa. Harusnya, yang kau pilih bukan Kimmy ðŸ˜...
...Update nya besok lagi deh, mau nangis dulu di pojokan liat ayang di gaet orang.🤧...