Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Sikap terbuka



"Ah!"


Raja meringis, melangkah masuk ke dalam rumah ia berjalan dengan sebelah kaki yang dijingkat, barusan Raja terpeleset saat turun dari balkon.


Namun, ...


Rasa sakit ini tak seberapa bila di bandingkan dengan kembalinya seorang Kimmy Zoya dalam hidupnya.


Wajah kesakitan tertutupi oleh senyum nyengir yang lebih mirip orang gila pasar malam. Aldo saja sampai bergidik ngeri melihatnya.


Doni melemparkan handuk kimono, di ruang tamu Raja membuka celana pendek, t-shirt, kemudian memakai handuk putihnya.


Sejenak calon CEO itu ingin meluruskan kaki dengan duduk di atas sofa.


Dhyrga yang baru datang dari luar kota mengerut kening ringan. "Kakimu kenapa Raj?"


"Hehe." Raja menyengir, pokoknya malam ini Raja persis orang gila baru kemarin, ngeri cengiran nya. Aldo masih suka bergidik.


"Ditanya malah nyengir, ngapa?" Dhyrga semakin penasaran, pemandangan langka saat kang es balok yang dijual serebuan itu menyengir.


"Kesurupan di mana adek ipar Gue."


"Biasa Bang, ini bagian dari perjuuuuuangan hah hah hah haaan!" Aldo menyanyi, menirukan gaya Wak haji Rhoma irama.


"Perjuangan?"


"Lompat dari lantai dua, gaya-gayaan si Bos, ngelamar Kimmy tengah malam begini."


"Untung nggak apa-apa." Dhyrga duduk di sisi Raja, CEO Millers-Corpora group ini pandai menyembuhkan kaki yang keseleo dengan kretek no abal-abal. "Biar Bang Dhyrga yang tarik."


"Bang Dhyrga bisa?"


"Bisa! Mana yang sakit?"


"Ini." Raja menunjuk bagian yang nyeri.


"Relaxe."


Krekkk...


"Agh!" Teriakan Raja menggema dalam ruangan itu. "Ya ampun Bang sakit!" Keluhnya.


Aldo dan Doni terkikik.


"Tapi sembuh kan?" Dhyrga beralih duduk pada sofa lainnya. Menanggalkan sepatu, lalu melepas dasi yang sudah kendor.


"Udah, udah bener kayaknya." Raja meringis menahan nyeri yang masih tertinggal. Sambil ia goyangkan pelan, rupanya benar-benar sudah tak terasa sakitnya.


"Raja kenapa?" Mendengar teriakan Raja, sang ayah berjalan cepat menghampiri putranya. Meski anak bungsunya sudah dua puluh satu tahun, CEO X-meria itu cemas.


"Kenapa?" Tanyanya mengulangi.


"Jatuh dari balkon Kimmy." Raja menjawab jujur.


"Ya Tuhan, kenapa bisa begitu? Raja datengin kamar Kimmy?" Raka duduk di sisi putranya. Mengusap rambut basah pemuda tampan itu.


"Hmm."


"Ngapain?"


"Ngelamar, ngapain lagi? Daddy bilang harus sungguh-sungguh." Jawab Raja. Dhyrga dan lainnnya hanya diam menyimak.


"Lalu?"


"Di terima." Raja menyengir.


Raka hapal dengan ulah anak muda saat jatuh cinta. Mendatangi kamar kekasihnya malam- malam, sudah pasti mendapat sebuah bibir.


"Raja apain Kimmy?"


Raja berdecak. "Kayak nggak paham anak muda ajah pertanyaan Daddy!"


"Bukan soal itu, kalau sampai Ameer tahu Raja datangi kamar Kimmy tengah malam begini, Daddy bisa kena semprot!"


"Enggak bakalan. Palingan yang di semprot disinfektan semut di belakang rumah, barusan alibi Kimmy itu soalnya." Raja terkikik.


"Ya Tuhan. Kalian belum menikah, apa nggak malu punya kelakuan begitu!"


Raja kembali berdecak. "Makanya sekarang juga nikahin Raja sama Kimmy. Kalo nggak, Raja bakal cetak dosa Daddy sampai Daddy bingung jawabnya pas di hisab!"


"Raja kira menikah itu nggak perlu persiapan?"


"Orang-orang Daddy kan banyak." Tak mau berdebat, Raja bangkit dari duduk, berjalan menuju lift miliknya.


"Ya Tuhan, dia ini!" Raka mendengus, menatap berlalunya punggung bidang putra tampannya.


"Tapi Dhyrga setuju sama Raja, lebih cepat lebih baik. Daddy kayak nggak pernah muda aja!" Timpal Dhyrga.


Raka menggeleng heran. "Kenapa Raja obsesi sekali menikah, meniru siapa dia ini!"


Dhyrga terkekeh. Ayah mertuanya ini suka aneh-aneh bicaranya. Padahal, like Raka like Raja. Begitu kira-kira menurut Dhyrga.


...🎀🎀🎀...


Pagi hari yang segar. Mengulum senyum, Raja berlari santai mengiringi sepeda kekasihnya.


Tak ada rencana janjian diantara keduanya, namun Raja khatam sekali kebiasaan gadis cantik nan gemoy itu.


"Sayang." Raja berbisik menggelitik.


Kimmy merasa ada perubahan signifikan setelah kang es itu di lelehkan. Sekarang Raja menjadi lebih romantis, tak kekurangan kata, bahkan tak segan mengutarakan perasaan.


"Kita ke taman situ, mau?" Raja mengajak kekasihnya duduk di bangku taman.


"Mau." Kimmy mengangguk, ia mengarahkan sepedanya mengikuti langkah kekasihnya.



Raja memanggil seorang pelayan, memesan sesuatu. Ada food truck higenis yang beroperasi setiap pagi. Mereka sengaja menjual sarapan bagi para pengguna taman ini.


Berbagai macam jenis sarapan ada, dari bubur ayam, omelet, pancake, sandwich dan lainnya.


"Sandwich, varian beef. Coklat panas, air mineral." Seperti kesukaan Kimmy, Raja pesan makanan itu.


Setelah pesan, Raja tersenyum mendekati Kimmy yang masih bingung harus duduk di mana. Segera Raja buka jaket miliknya, lalu menggelarnya di atas permukaan rumput.


"Duduk di sini." Kimmy mengangguk, menurut. Rambut yang menutupi sebagian wajahnya, ditautkan ke telinga oleh Raja.


"Are you happy?"


"I'm happy." Tersenyum manis Kimmy menjawab pertanyaan kekasihnya.


Tak lama makanan pesanan Raja datang, Raja menerima sandwich yang dibungkus kertas roti.


"Apa ini? Raja mau sarapan?"


"Kimmy yang sarapan, sekarang Kimmy kurusan, Raja nggak tega liatnya." Raja menyodorkannya pada Kimmy.


"Makasih Tayong." Kimmy kecup pipi Raja sekilas. "Sama-sama."


Kimmy menyelesaikan makannya, sesekali menyodorkan bibir yang belepotan saos tomat untuk di seka oleh Raja. Acap kali Raja menyekanya dengan bibir.


Romantic.


"Kimmy boleh tanya?" Setelah meneguk minumannya Kimmy bersuara.


"Hmm. Of course." Raja mengangguk. Sesekali membetulkan rambut Kimmy yang beterbangan tertiup angin pagi.


"Kemarin Kimmy baca percakapan Raja sama Rinda, Kimmy tahu sih, Raja jarang merespon kecuali ada kegiatan belajar."


"Hmm."


"Tapi pertanyaan Kimmy adalah. Kenapa Rinda manis banget ngasih kotak merah muda gitu sama Raja? Kimmy yakin Rinda juga nggak akan pernah menolak kalo sampai Raja bilang suka."


Raja mengangguk. "Malam itu dia bilang mau jadi pacar ku, but hanya sampai di situ saja, lalu setelah itu selesai."


"Hah?" Ini bagian terlewat yang belum Kimmy dengar dari kekasihnya.


"Karena Kimmy Zoya, gadis cantik yang aku cintai, bukan Rinda." Tambah Raja kembali.


"Raja jawab gitu?"


"Hmm." Raja mengangguk mengiyakan.


"Dia kan punya anak, ngapain nembak Raja, aneh!" Kimmy menaikkan ujung bibirnya.


"Malam itu dia jujur sama Raja, dan tolong, informasi ini hanya di antara kita berdua."


"Iya! Emang Kimmy kang rumpi apa!" Sela Kimmy merengut.


Raja terkikik. "Ok, aku percaya." Katanya.


Raja berdehem kecil. "Sebenarnya Ansel bukan anak asli Rinda, Ansel yang pernah Kimmy temui di mall itu, sejatinya anak yang lahir tanpa pernikahan, Ansel anak Nona mudanya." Jelasnya.


"Hah?" Kimmy menganga lucu.


"Rinda dipaksa mengurus anak itu, bahkan dia harus rela mengakuinya, hanya karena ibunya punya banyak hutang untuk pengobatan ayah Rinda." Tambahnya.


"Kimmy tahu kenapa Raja nggak pernah menceritakan apa pun tentang anak itu, aku pernah berjanji, untuk tidak memberitahukan siapa-siapa perihal Ansel. But, Kimmy bagian dari jiwa ku. Kimmy dan Raja satu." Kata Raja.


Sejenak Kimmy terdiam, gadis cantik itu memikirkan status Rinda yang tak jelas.


"Kasihan Rinda. Nggak adil banget, Rinda masih gadis tapi sudah di cap punya anak di luar pernikahan. Tuh majikan nggak waras kali!" Kimmy ketus manyun-manyun.


Raja tak mau peduli urusan Rinda dan majikannya. Ia lega bisa terbuka pada gadis cerewet ini.


Raja elus kepala Kimmy lembut. "Semoga kedepannya, nggak akan ada lagi yang harus kita ributkan. Raja janji, Raja akan terbuka. Raja janji, Raja hanya untuk Kimmy saja."


Kimmy tersenyum. "Makasih Tayong." Ia cubit dua pipi kekasihnya. Mendaratkan kecup singkat di bibir. "Jangan selingkuh!"


...Terkadang manusia dipertemukan dengan orang yang tidak tepat sebelum benar-benar menjalin keseriusan bersama teman hidup sesungguhnya....


...Kimmy belahan jiwa Raja, meski pernah berpaling, pada akhirnya takdir mengarahkan cintanya pada Kimmy kembali....


...Detik-detik menuju diabetes, juga beberapa peristiwa yang lainnya. Stay tune everyday yah kesayangan. Sekali lagi, novel DSC ku akan aku up lagi tapi sabar yah, hehe....