Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Bonus chapter



"Sayang, Kimmy mana?" Sekuat tenaga Raja beranjak dari rasa lemas yang menggelayuti raganya. Ia tatap dua asisten personal yang sigap di hadapannya.


"Sekarang Nona Kimmy di ruangannya, kan Nona Kimmy udah melahirkan!" Kata-kata Aldo yang justru membuat laki-laki gagah perkasa itu melemah kembali.


"Melahirkan?" Raja tak sadarkan diri kembali, ini sudah kali ke lima Raja pingsan.


"Ya elah, ini orang badan doang keker, urusan binik nye mah hello Kitty banget!" Doni merutuki sang Tuan.


"Bucin kronis si Bos." Aldo berdecak, ia mendengus mulai bosan. "Eh Don. Daripada bosen nunggu si Bos siuman. Mending kita tebak-tebakan dulu." Usul Aldo.


"Ogah! Main aja sama khodam Lo!"


...🎀🎀🎀...


Dalam ruang presidential suite. Tangisan bayi terdengar melengking dan bergetar membuat semua orang tersenyum gembira.


Kata-kata syukur terucapkan dari seluruh keluarga besar dan kerabat Raka Rain. Syukurlah, malam ini Kimmy melahirkan putra pertamanya. Namanya Rega putra Rain, bayi laki-laki dengan berat 3,2 kg milik Raja itu bermata biru.


Kebetulan, hari ini minus Dhyrga dan Queen yang sudah satu bulan terakhir tinggal di London Inggris. Mereka sedang menikmati musim salju bersama ke tiga anak rupawan nya.


Cheryl bahagia mendapat dua adik kembar yang sangat tampan. Sore sebelum Kimmy ke rumah sakit, gadis mungil itu menelepon dan mendoakan persalinan Kimmy.


Kimmy baru saja melahirkan secara operasi. Banyak faktor yang mengharuskan Kimmy melahirkan dengan cara seperti ini. Tapi syukurlah Kimmy mampu melewatinya dengan berani. Sembako dan uang dalam amplop telah tersebar ke ribuan kartu keluarga.


Raka Rain bersyukur memiliki banyak cucu tampan. Kemarin Queen melahirkan anak kembar laki-laki lalu sekarang Kimmy melahirkan satu bayi laki-laki.


"Selamat Kimmy Sayang, Lo sekarang udah jadi Ibu." Ashley mengecup kening sahabatnya.


"Raja mana?" Semua tamu justru mempertanyakan keberadaan ayah dari bayi tampan calon pewaris perusahaan X-meria itu.


"Raja masih semaput." Kata Krystal. Semua orang tergelak renyah. Tak terkecuali Gea yang tengah asyik menggendong cucunya.


"Semaput? Kenapa Tante?" Rinda menyeletuk, wanita itu menggendong Ansel. Ada Radit juga di sisinya yang bersiap tertawa.


"Dia pingsan pas liat perut Kimmy di gunting sama dokter." Tawa semakin pecah begitu Raka menimpali kembali.


"Terus di mana sekarang tuh CEO cemen?" Sahut Radit.


"Masih di ruangan dokter, lagi di infus." Jelas Kimmy kemudian.


"Ya Tuhan, dia berani melawan banyak penjahat, tapi ngeliat Kimmy SC malah semaput." Ashley terkikik geli.


"Kamu berani Yank?" Rinda melirik sinis suaminya. Beberapa bulan yang lalu, Raditya dibuat terkejut dengan sempitnya gadis perawan yang kini ia jadikan wanita.


"Heh, ..." Radit menggaruk tengkuk. "Makanya jangan hamil dulu, belum siap liatnya." Radit menyengir.


"Terus, Lo cuma mau enaknya doang?" Kimmy ketus saat menyahuti kata-kata Raditya.


"Ya kan udah ada Ansel." Raditya menyengir kembali. "Iya kan Yank?" Tanyanya pada Rinda.


"Enggak juga." Jutek Rinda. "Ansel juga butuh adek biar ada temennya." Tambahnya.


"Tuh kan." Semua orang serempak.


Radit hanya menyengir, jujur saja, Radit masih belum memikirkan bayi baru, cukup Ansel yang menjadi buntut dan pengganggu saat makan malam romantis bersama istrinya.


"Sudah-sudah, sekarang biar Kimmy istirahat sama Baby nya, kalian boleh main lagi setelah sampai di rumah saja." Ameer mengusir halus semua teman-teman putrinya.


Malam sudah semakin larut. Kimmy memang melahirkan pukul delapan malam tadi dan semua temannya segera datang begitu tahu informasi ini.


"Iya Om, makasih dah ngizinin kami dateng." Ashley berpamitan sembari menciumi punggung tangan Raka, Ameer, Krystal dan Gea satu persatu.


"Istirahat yang cukup ya Kim." Ucap Rinda.


"Ansel tidur? Uh, lucunya Sayang." Kimmy mengusap kepala bocah tampan yang pulas dalam gendongan Rinda. "Makasih ya Rind."


"Sama-sama." Semua teman Kimmy keluar dari ruangan.


Ashley dan lainnya pulang dengan motor, sementara Raditya menggunakan mobil. Inilah hal yang cukup membuat Raditya uring-uringan. Rinda dan Ansel tak cukup pantas untuk dijadikan teman bersenang-senang di jalanan.


Acap kali Rinda geram, dengan perlakuan Radit yang masih seperti remaja 17 tahun.


Rinda tahu, Radit anak manja, anak jalanan, anak yang tidak punya aturan sebelumnya, Rinda paham saat memilih untuk menerima Raditya, ia juga harus menerima segala kekurangan pria tampan nan kaya raya itu. Termasuk saat Raditya pulang dengan mulut bau minuman keras.


"Yank, ..." Radit meraih tangan mulus istrinya yang duduk di kursi penumpang bagian depan, sesekali ia kecup punggung tangan itu.


"Besok ada pertandingan balap. Dan di tahun-tahun sebelumnya, aku ikut meramaikan." Pelan-pelan sekali Raditya berbicara, ia tahu Rinda tak menyukai dunia balapan.


"Lalu?" Rinda menemukan gelagat aneh dari laki-laki yang telah bergelar suami ini.


"Aku boleh, ..." Rinda menyela dengan senyuman. "Jawabannya ada pada dirimu sendiri, Mas." Katanya.


Radit berkerut kening. "Maksudmu?"


"Anggap saja begini. Rinda sedang membalikkan situasinya." Kata wanita muda bergelar magister itu. "Seandainya Rinda yang meminta izin meminum racun, apakah Mas mengizinkan?"


"Pertanyaan macam apa ini?" Raditya sontak memberhentikan mobilnya.


"Jangan rem mendadak, Mas! Ansel bisa terbangun." Tegur Rinda.


"Maaf." Raditya khilaf. Lalu, kembali fokus pada pertanyaan istrinya. "Aku hanya meminta izin bermotor Sayang, dan kau?" Raditya terkekeh sinis.


"Karena sama saja bukan? Dua-duanya berbahaya bagiku!"


"Bermotor tidak semenakutkan itu Baby." Tekan Raditya. "Bermotor itu kebahagiaan bagiku." Ungkapnya lirih.


"Mas sudah merasa bosan kan, menjalani pernikahan di usia muda?" Rinda kembali menyeletuk kan asumsinya.


"Tidak!"


"But, itu sangat terlihat jelas di mataku saat ini." Sela Rinda pasti. "Hanya satu yang membuat Mas tidak merasa bosan, yaitu saat bermalam panas dengan ku, selebihnya Mas sendiri merasa Ansel menjadi pengganggu bagi hubungan kita.” Cetusnya kemudian.


Jelas latar belakang dan cara hidup mereka berbeda sedari awal. Tapi Rinda cukup lama mencoba mencocokkan diri pada laki-laki itu.


"Come on. Raditya tidak seburuk pandangan mu Sayang." Radit berkata lirih sebelum ia kembali mengemudikan mobilnya.


Perjalanan menjadi hening, mereka berpikir benar dengan caranya masing-masing.


...🎀🎀🎀...


Subuh hari, Raja baru bisa mendatangi kamar Kimmy dan bayinya. Krystal, Raka, Ameer dan Gea sudah tertidur di sofa.


Baby Rega juga sudah lelap di tempat tidur mungilnya setelah mendapat ASI eksklusif.


"Sayang." Kimmy membuka mata sesaat setelah mendengar dahaman dan sentuhan lembut di bibirnya.


"Raja." Bibirnya tersenyum melihat ketampanan suaminya yang tak pernah menyurut. "Raja masih pucat gitu mukanya."


"Fix, ini yang terakhir Sayang melahirkan, kita nggak perlu punya anak lagi." Raja langsung mencetuskan kata-kata itu.


"Kok gitu sih? Kan Kimmy mau punya tiga anak Yank." Sanggah Kimmy judes.


"Melahirkan sakit kan?" Tukas Raja, baru saja bertemu setelah berjam-jam pingsan, Raja mengajak istrinya berdebat. "Sakit kan!" Cecar nya.


"Enggak!"


"Bohong!" Sergah Raja.


Kimmy menunjukkan dua jarinya. "Enggak, sumpah deh, coba tanyain ke semua ibu-ibu yang udah pernah ngerasain." Ujarnya.


"Melahirkan tuh enggak sakit, ya iya sih sakit, tapi yang pasti nggak sesakit di sunat!" Imbuhnya lagi.


Raja terkekeh samar. "Ya Tuhan Sayang, sunat itu hal remeh, jangan disamakan sama melahirkan yang jelas-jelas bisa merenggut nyawa seorang ibu. Banyak ibu hamil yang meregang nyawa saat berjuang melahirkan, tapi Sunat, belum ada laporan yang menyatakan bahwasanya sunat bisa menewaskan anak laki-laki."


"Oya? Terus, ada nggak anak cowok yang ketagihan sunat sampai dua tiga kali kayak melahirkan? Itu menandakan bahwa sunat lebih sakit daripada melahirkan, paham!" Sanggah Kimmy.


Raja mengerut kening, ucapan Kimmy di luar ekspektasi. "Ini siapa yang genius sih sebenernya? Kenapa susah sekali aku mencerna?"


"Jelas Kimmy lah yang genius!" Kimmy menyeletuk jutek. "Pokoknya Kimmy mau punya tiga anak kayak Nuna, yang kedua nanti anak kita harus kembar cewek-cewek." Tambahnya menyungkur.


"Tuh kan!" Raja mengerut bibir saat Kimmy membelakangi dirinya. "Gimana bisa kembar cewek-cewek, Kimmy pikir bikin anak bisa di pastikan jenisnya begitu?"


"Katanya Raja genius, kan bisa di itung-itung supaya bisa kembar!" Kimmy menyela dengan entengnya. "Kapan sih Raja bisa bersikap dewasa?" Kimmy merengut.


Raja berkerut kening. "Selama ini yang manja siapa, kenapa Gue yang disuruh dewasa?"


"Pelajari rumus baru, cara membuat anak kembar cewek-cewek dan harus berhasil tanpa bayi tabung!" Ketus Kimmy.


"Rumus Raja masih kalah sama takdir Tuhan, Sayang." Meski dogol, Raja berusaha lebih sabar lagi. Mungkin istrinya sedang mengalami syndrome menyebalkan setelah melahirkan.