Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Motor....



📤Yank, 📤Sayang, 📤Kimmy, 📤Kim, 📤Lagi ngapain? 📤Udah makan? 📤Pulang jam berapa?


Seharian Raja gelisah mengirimkan pesan yang tak terbalas. Duduk, tiduran, duduk lagi, pindah ke balkon, ke kamar, ke balkon lagi.


Berapa banyak dia turun dan menaiki anak tangga hanya untuk mencari sebuah rasa yaitu 'tenang'. Kemarahan Kimmy masih menjadi materi yang cukup menguras pikir.


Kimmy lebih sulit di pecahkan dari pada angka-angka yang berbaris di buku-buku fisikanya.



Sampai sore ini, Raja duduk malas di atas sofa singgel berwarna merah muda, sofa kepunyaan Queen yang super sibuk.


"Handsome uncle kenapa?" Bocah kecil berusia enam tahun itu duduk di pangkuan Raja.


Raja tersenyum manis, merangkul gadis cantik kesayangan yang ke empat setelah Krystal, Queen dan Kimmy. "Boring."


"Mau main sama Cheryl?" Gadis dengan piyama pendek bergambar hello Kitty itu menawarkan. Mata birunya gemas mirip Dhyrga.


"Boleh." Raja tersenyum mengangguk. Setidaknya ada Cheryl yang mencairkan suasana hatinya.


"Kalo gitu, Cheryl ambil mainannya yah." Cheryl merosot turun dari pangkuan Om nya sebelum kemudian ia berlari ke arah rumah boneka miliknya.


Raja terkekeh. "Ok."


"Kalian berantem lagi?" Melihat kegundahan putranya dari meja dapur Krystal bertanya, sementara Raka hanya diam di atas sofa menikmati bacaan juga secangkir teh hangat buatan sang istri.


"Kimmy belum angkat telepon Raja." Jawab pemuda itu, lemah.


"Apa masalah kalian kali ini? Mammi liatin dari Raja pulang Kimmy nggak dateng ke sini."


"Biasa."


Raja tak mungkin membicarakan soal Rinda. Jika itu terjadi, sudah pasti Raka murka. Kimmy bahkan lebih di sayang dari pada dirinya yang putra kandung.


"Minta maaf, kalo Raja punya salah, jangan gengsi minta maaf, kata maaf memang sepele, tapi pengaruhnya besar bagi pemberi dan penerima nya." Saran Krystal.


"Hmm." Sahutan kecil Raja yang mengundang tolehan Raka. Putra satu-satunya itu dingin dan menyebalkan seperti Krystal.


Yah, setidaknya itu menurut Raka. Karena seorang Raka Rain selalu hangat pada siapapun yang dia cinta. Tapi Krystal munafik, pandai menutupi perasaannya rapat-rapat dan menurun pada Raja.


"Kita main boneka yah Uncle!" Cheryl membawa banyak boneka yang di masukkan ke dalam troli. Di jawab dengan gelak tawa Raja. "Masa Uncle main boneka sih?"


"Nggak apa-apa, lebih baik main boneka dari pada main perempuan." Cheryl menyengir. Gigi ompong nya tertampil.


"Cheryl kok ngomong gitu sih?" Krystal menegur. Omongan anak itu memang sering aneh-aneh.


"Daddy Dhyrga gitu jawabnya kalo di tegur Mammi Queen."


Raka terkekeh, "Jangan suka nguping pembicaraan orang tua. Nanti Cheryl dewasa sebelum waktunya."


Raja acak kecil puncak kepala putri semata Dhyrga yang tersenyum menyengir.


...🎀🎀🎀...


^^^Di dalam mobil milik Kimmy.^^^


"Wah, kayaknya ban mobilnya kempes Non."


Kimmy cemberut saat Jono berkata seperti itu. "Yah, pasti lama deh gantinya."


Seperti biasa Jono menjemput Nona mudanya, naasnya, masih setengah perjalanan ban mobil milik Kimmy bocor.


"Sebentar Non," Jono keluar kemudian Kimmy menyusul keluar memeriksa satu ban yang kempis. Sudah sore, hari juga mendung, Kimmy berdiri merengut menatap Jono mengambil peralatan ganti ban.


Tin tin.... Brumm...


Suara raungan motor terdengar riyuh, Kimmy menoleh pada segerombolan anak motor, ia mendengus sebal, sudah pasti itu tim Radit dan kawan-kawan.


Visual Raditya Miller.



"Nggak!" Kimmy berpaling mendapatkan tatapan aneh dari seluruh geng motor yang dipimpin oleh Radit.


"Bener? Nggak nyesel? Lo belum tahu kan, rasanya naik motor sore-sore gini hah? Paling banter Lo di ajakin naik helikopter sama Raja."


"Gih pergi, Gue empet liat muka Lo!" Kimmy menusukkan tatapan tidak suka. Kimmy risih berdiri di pandangi anak-anak motor yang terkenal seantero Jakarta ini.


"Gue mau ngajakin Lo pulang naik motor, dari pada nunggu lama di sini, sore, mau hujan lagi!" Paksa Radit.


Wiw, .....


Sirine polisi tiba dari arah belakang, seluruh pemilik motor gede itu bergegas menyalakan mesin. "Dit, Gue duluan!" Satu persatu dari mereka menancapkan gas. "Polisi Dit!"


"Ah sialan emang!" Radit tarik tangan Kimmy lalu memaksanya. "Naik, atau Lo yang di bawa bapak-bapak negara itu!" Modusnya.


Kimmy mengernyit. "Kok Gue! Kan Lo yang anak motor!"


"Mereka pasti dapet laporan soal tawuran kampus kita sama kampus sebelah, Lo kan anak kampus Gue!"


"Hah?" Kimmy membulatkan matanya. "Serius Lo?" Cemasnya.


"Cepetan naik makanya!" Radit memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


Rupanya polisi di Indonesia datang di waktu yang tepat, tidak seperti film India yang datang setelah tokoh utama di culik. Ubsurd memang!


"Pak Jono gimana?" Kimmy masih memikirkan sopir setianya.


"Ya kali polisi kurang kerjaan nangkep orang lagi ganti ban mobil ayang Munaroh ku yang gemoy, cepetan Lo naik!"


"Jadi Pak Jono Gue tinggal?" Ucapan Kimmy terjeda setelah Radit memakaikan helm padanya. "Naik!" Gadis itu menurut, ia mendudukkan dirinya dengan cepat.


Jono melongo di tempatnya. Menoleh pada segerombolan polisi lalu lintas kemudian ke arah motor Radit.


Jarak mereka sangat dekat. Tak perlu lelah menghindar karena jika di lihat dari posisi kedekatan mereka, sudah bisa dipastikan tertangkap.


Brumm....


"Aaaaa!" Kimmy berteriak seketika Radit membawa motornya seperti ingin terbang.


Sport jantung, itu yang di rasakan Kimmy saat ini. "Lo gila Dit!" Teriaknya. Pukulan keras Kimmy layangkan pada pundak pemuda itu.


"Sekali-kali gilanya barengan sama ayang Munaroh nggak apa-apa!" Balas Radit berteriak.


Kimmy sibuk menoleh ke belakang, mengamati polisi yang sudah sedikit lagi sampai. "Lo yakin hah? Mereka pasti nangkep kita!"


"Lo belum tahu Gue, jadi diem ajah! Peluk yang erat kalo nggak mau jatuh!" Seru Radit.


"Ogah!" Kimmy hanya mencubit kecil jaket jeans milik Radit. "Lo kira Gue pasien menular?"


"Gue punya cowok, Lo mah jomblo!"


"Kenapa jadi bahas status sih?"


"Bodo!" Meski demikian ketusnya, Kimmy menikmati setiap detik yang menyenangkan ini.


Naik motor adalah hal yang belum pernah Kimmy rasakan sama sekali. Sedari kecil, Kimmy sudah berfasilitas lengkap, mobil mewah dari keluarganya, terlebih dari keluarga tunangannya.


Mendapatkan pengalaman seru seperti ini, lumayan membuat Kimmy melupakan kesakitan yang Raja torehkan akhir-akhir ini.


Tanpa sadar, selama perjalanan Kimmy tersenyum, tertawa renyah, apa lagi saat mereka berhasil melewati mobil-mobil yang terjebak macet.


"Ini seru Dit! Lo tahu, Gue pengen banget bisa terbang kalo lagi macet gini, dan sekarang Lo bawa gue terbang!"


Radit tersenyum menatap sesekali wajah cantik Kimmy dari kaca spion miliknya.


Angin kencang yang melingkupi, menjadi saksi betapa seorang Raditya Miller mendapatkan kebahagiaan baru ketika mengendarai motor gedenya.


...Uaaahhh, kandidatnya cukup incredible😟...