
"Pipi Mimi?" Raja tersentak dengan sebutan aneh itu. Kimmy menyengir saat mencetuskan panggilan sayang anaknya pada mereka berdua.
Keduanya duduk menyandar pada kepala ranjang berukuran super king itu secara bersisian. Ada Rega juga yang tertidur pulas setelah cukup lama ditidurkan Grandma nya.
"Iya, Pipi Mimi, lucu kan?" Kata Kimmy lagi.
Raja kekeuh. "Enggak, nggak ada lucu-lucu nya!" Sergahnya tak setuju. Panggilan itu terlalu norak baginya.
"Kok Raja gitu sih?" Kimmy mengerut kening kuat.
"Kemarin boleh lah Sayang minta ini minta itu yang aneh-aneh. Tapi untuk kali ini, aku menolak keras panggilan aneh itu!" Tolak Raja kemudian.
"Kok aneh sih? Kan itu mesra!" Sanggah Kimmy. Bibirnya mulai meleyot demi membuat suaminya mengalah seperti yang sudah-sudah.
"Papi Mami lebih bagus daripada Pipi Mimi." Cetus Raja.
"Tapi kan, ..." Belum selesai protesnya Kimmy, Raja lebih dulu menimpali.
"Terserah saja lah kalo gitu. Lagi pula, apa pun yang Kimmy mau harus terlaksana kan?"
Kimmy mengernyit. "Kok Raja ngambek gitu sih?" Tukasnya.
"Mana bisa aku ngambek!" Meski berpaling, Raja masih sanggup menyahut seruan istrinya.
"Itu ketus gitu ngomong nya!"
Raja masih berpaling. "Enggak. Mungkin cuma perasaan kamu saja." Lirihnya.
"Beneran?" Kimmy mulai merasa bersalah, jika dipikir lagi, sudah berapa juta kali Raja mengalah, dan dirinya masih menjadi Kimmy yang manja.
"Iya maaf deh." Kimmy menarik-narik kaos hitam suaminya. "Mami Papi juga bagus kok, Kimmy suka." Ngalah nya menyengir.
Raja masih belum sanggup tersenyum, lalu Kimmy meraih pipi berjambang tipis suaminya hingga keduanya saling menatap.
"Cium." Pintanya. Tipis sekali Raja mengulas senyum. Bibirnya menerima serangan manis dari istrinya.
Lama sudah Raja merindukan sentuhan ini. Semenjak Rega lahir, ia harus menahan diri untuk tidak menyentuh istri seksinya.
Kecupan kian meliar. Tengkuk Kimmy Raja tekan agar semakin dalam pagutan bibirnya.
Tangan Raja menuntun tangan lembut Kimmy agar meremas miliknya yang keras namun dalam mode perasingan.
Kimmy baru saja melahirkan, tentu saja tidak mungkin mengatasi keluhan sang junior dengan memasukkan benda itu. Cukup di remas saja, Raja bahagia.
"Agh!"
Perlahan Kimmy memainkan tangannya di bawah sana, Raja menikmati setiap detik yang terasa hangat ini. "Lebih cepat Sayang." Bisiknya.
Gigitan kecil Raja arahkan pada leher mulus istrinya. Tujuannya satu, ia ingin mendengar desah merdu nan manja istri tercintanya.
"Ahh, Raja."
"Ehek!" Tangis bayi mungil terdengar. Raja sudah hampir sampai pada puncaknya, ia berharap Kimmy tak melepaskan miliknya.
"Sstt." Sekuat tenaga Kimmy menoleh pada bayi mungil yang sangat tampan itu, lalu dengan segara Raja menarik kembali pipi Kimmy agar tak beringsut. "Sebentar lagi, please!"
"Ehek!"
"Papi, biar Mami urus Rega dulu." Nanar, Kimmy membujuk suaminya.
"Hayys!" Raja mendengus. Terpaksa ia lepas pagutan bibir yang masih tertancap pada leher Kimmy.
"Lihat, sekarang dunia mu di ambil oleh musuh kecil ini!" Sinis, Raja menuding bayi laki-laki itu.
"Dia anakmu Raja!" Kimmy tak habis pikir. Raja berkata seperti itu, astaga.
"Dia musuh ku! Dia bahkan merebut mu dariku." Raja menyibak selimut tebalnya, ia bangkit arogan lalu melangkah pelan menuju kamar mandi.
Kimmy terkekeh kecil. Satu ponsel khusus Raja bawa ke dalam sana, ia harus menyelesaikan misinya dengan menonton film yang dibintangi oleh istrinya bersama dirinya sendiri.
Kimmy tahu kebiasaan Raja memang seperti itu. Asal yang ditonton dan didengar suara desahnya sendiri, ia tidak keberatan. Perkara dosa, biar urusan Raja dengan sang pencipta.
...🎀🎀🎀...
Waktu bergulir. Tiga bulan sudah Baby Rega berada di dunia fana. Kian hari Rega semakin mirip dengan Raja. Anak mungil itu mulai mengoceh, menyembur saliva beningnya, juga tertawa terkekeh-kekeh.
Rega menjadi mood booster bagi semua orang. Tapi Raja justru menjadikan malaikat kecil keluarga Rain itu musuh bebuyutan.
Malam ini Kimmy berbaring memberikan makanan ekslusif untuk Rega tercinta. Hal inilah yang membuat Raja sebal. Dari semenjak Rega lahir, bulatan kecil kesukaannya menjadi milik utuh Rega.
"Raja." Setelah selesai mengurus putranya, Kimmy nakal memeluk suaminya dari belakang.
Raja sedikit berjingkrak, tapi matanya masih fokus menuju layar. "Sayang, aku lagi serius." Gumamnya pelan.
"Serius apa?"
"Banyak sekali kerjaan yang perlu penanganan langsung."
"Beneran nggak mau?" Kimmy duduk di pangkuan laki-laki itu, Raja terpaksa beralih pada istrinya.
"Apa lagi?" Raja kesal selalu mendapat prank dari istri dan anaknya.
"Rega udah bobok loh." Kata Kimmy. Tangannya mengalungi tengkuk Raja, menggoda.
"Biasanya kalo denger kamu desah dia bangun." Raja tak mau berharap banyak.
Kimmy terkekeh. "Ya makanya di sini ajah, biar Rega nggak denger dong."
"Kapan kita main di kamar mandi lagi hmm?" Membelai lembut pipi Kimmy, Raja telisik wajah cantik yang tak pernah berkurang satu miligram pun.
"Dari kamar mandi kita nggak bisa denger kalo Rega bangun dong!"
"Kenapa Rega tidak kita titipkan saja ke Grandma? Kita kan perlu bulan madu lagi."
"Di sini saja, gas deh." Kimmy berdiri lalu membelakangi suaminya.
Raja terkekeh, kain pendek berenda hitam itu tak mampu menutupi gundukan tembam kesayangannya.
Tak mau membuang kesempatan, Raja bangkit dan menurunkan separuh celananya. Mungkin langsung tancap akan lebih lama dan puas.
Kemarin-kemarin Raja selalu gagal saat memulainya dengan banyak pemanasan, belum sempat masuk, pasti Rega sudah terbangun.
Kali ini Raja langsung bermula pada inti permainan. Kimmy mengulas kerut kuat saat Raja menularkan gelenyar aneh pada tubuh pusat nya. Dari belakang Raja memulainya.
"Rajah!" Sekuat tenaga Kimmy tahan celetukan desah dengan menggigit bibir bawah, tapi kemudian tak mampu saat Raja mempercepat tempo iramanya.
"Awas saja kalo sampai my little enemy bangun!" Tersengal, Raja menyuarakan ancaman pada bayi kecil yang tidak tahu apa-apa tentang kegelisahannya.
"Papi muda terlalu kejam." Bertumpu tangan pada meja kerja suaminya, Kimmy terkekeh bercampur lenguh. Suaminya ini benar-benar seperti anak kecil. Bahkan putranya sendiri dianggap musuh.
"Kamu milikku Sayang."
Setelah cukup lama mengerang, Raja menyudahi aksi pertama lalu membuat formasi baru. Raja duduk pada kursi putarnya. Kali ini Kimmy yang berada di atas.
Entah lah, Raja masih merasa milik Kimmy sempit, bahkan masih pandai membuatnya melayang.
"Jangan pernah selingkuh!" Ancam Raja posesif.
Kimmy mengernyit. "Raja kok gitu sih?"
"Setelah ini Kimmy ngelanjutin S2. Aku takut istriku bertemu pemuda tampan yang baru."
"Nggak perlu khawatir Raja!" Kimmy berteriak. Barusan tongkat suaminya mentok pada lorong surga dunia yang tak berujung.
Raja tersenyum, menikmati setiap detik penyatuan mereka yang dipenuhi bulir-bulir peluh. Sekarang, waktu romantis seperti ini jarang sekali mereka lalui. Tangis bayi selalu menjadi alarm yang memisah keduanya.
Berbagai gaya mereka coba, lalu kembali ke posisi semula, yaitu Kimmy di atas pangkuan suaminya.
"Aku mencintaimu. Tanpa bosan, aku masih sangat mencintaimu Kimmy." Raja menekan pundak Kimmy lalu memeluknya erat sambil terpejam.
Kimmy pun tersengal saat melabuhkan dagunya pada pundak suaminya. Semburan hangat telah ia rasakan begitu dalam. Keduanya sama-sama menggapai surga dunia yang sama.
"Gimana kalo setelah ini jadi lagi?" Lirih Kimmy berbisik.
Sontak Raja mendelik. "Ya Tuhan, aku lupa!" Dia bahkan melupakan pengaman.
Kimmy tergelak. "Tenang Raja, Kimmy minum pil pencegah kehamilan kok." Candanya.
Raja menghela. "Sayang mau aku punya berapa lagi musuh kecil hah?" Kimmy hanya terkekeh lalu mengecup bibir laki-laki itu.
"Happy birthday Papi muda dari anakku." Ucap Kimmy tiba-tiba. Raja terkejut, ia sendiri tak begitu menganggap hari ini penting.
Kimmy masih menjadi orang yang pertama mengucapkannya. "Terima kasih Baby." Sekali lagi pelukan hangat Raja berikan teruntuk istri seksinya.
...🎀🎀🎀...
...Mentemen kesayangan kooh, Joon Murni dan Radit Rinda fix aku pisah yah, sayang-sayang kalo di gabungkan, soalnya cerita-cerita mereka agak panjang, mungkin ada lah 50 episode. See you next bonus, itupun kalo kalian mau, hehe... Karena ada kelucuan anak-anak Queen dan Kimmy....