
Plak!
"Dasar Playboy!" Gadis bernama Liana pergi setelah menampar pipi mulus Axel.
Plak!
"Dasar cowok nggak ada akhlak! Gue sumpahin Lo nggak laku lagi!" Diana pergi setelah mendaratkan tamparan kedua pada pipi Axel.
Pluk!
"Kamu pembohong Alex! Hiks!" Gadis lembut bernama Sima masih merasa tak tega hingga ia berlari menangis setelah menampar kecil pipi Axel.
Axel termangu memandangi punggung ketiga gadis cantik yang asing di matanya. Sungguh, tak secuil pun ia mengenal, tiba-tiba para gadis itu menamparnya secara bergantian.
Seperti biasa, Minggu sore Axel dan Rega berlatih sepak bola, kemudian mereka harus menghabiskan waktu bersama keluarga di salah satu restoran milik Kimmy yang terletak di tengah-tengah mall milik Dhyrga.
Seharusnya Axel dan Rega sudah sampai di restoran, tapi karena pacar-pacar Alex yang tiba-tiba menyerang wajah Axel membuat keduanya terlambat sampai.
"Buset, pipi Lo aman Bang?" Rega mengusap pipi Axel.
"Sialan emang Alex!" Kata Axel.
Keduanya melanjutkan langkah menuju lantai atas dengan eskalator.
Rega tergelak renyah. "Sabar Abang, punya kembaran Playboy cap kadrun emang begitu resikonya." Sejatinya, Rega lebih tidak punya akhlak, ia terkikik melihat nasib sial Abangnya.
"Sayang." Kimmy menyambut hangat kedatangan putra pertamanya. Rega kini berusia sepuluh tahun. Itu berarti, Axel dan Alex sudah sebelas tahun.
Rega yang menuruni kepribadian ayahnya itu dikaruniai adik yang super cantik tapi super cengeng seperti Kimmy ibunya, namanya Chika putri Rain berusia delapan tahun.
"Pipi anak Mami kenapa ini? Kok merah?" Queen meraih dagu putra tampannya. Axel duduk dengan raut dingin.
"Sayang kenapa?" Dhyrga menimpali ucapan Queen. Ia bertanya penasaran dengan pipi merah putranya.
"Pacar Bang Alex nampar muka Bang Axel, mereka salah orang." Rega tak mampu menahan gelak tawanya.
"Sstt, Rega." Kimmy menegur. "Abang kamu di tampar bukannya bantu jelasin ke mereka juga, malah ngetawain, nggak sopan!"
"Ya kan tahu sendiri, cewek mana ada yang mau dengerin dulu penjelasan cowok sih!" Sanggah Rega.
"Iya, setuju. Cewek emang begitu, maunya bener sendiri." Sahut Raja.
Kimmy menoleh sinis pada suaminya. "Oh, jadi Mami juga gitu?" Tukasnya.
"Tepat!" Rega dan Raja mengangguk bersamaan, sementara Chika hanya terkikik kecil.
"Ekm Ekm." Alex duduk di sisi Axel dengan percaya dirinya.
Plak, Plak, Plak...
Axel membalas dendam dengan memukuli kepala saudara kembarnya. Mereka identik dan sama-sama menyukai pakaian kasual hingga sulit sekali dibedakan.
"Apaan si Lo!" Alex menghunus tatapan menyayat pada Axel.
"Impas!" Dingin Axel.
"Apaan?" Kernyit Alex.
"Cewek-cewek Lo salah sasaran lagi! Gila Lo ya, berapa kali Lo bikin Gue di tampar cewek!" Tukas Axel, sekali lagi ia tampol kepala Alex yang isinya hanya perempuan.
"Bukan salah Gue dong, mereka aja yang nggak bisa bedain mana Lo mana Gue!" Sanggah Alex.
"Sudah-sudah." Lerai Dhyrga. "Lagian Alex, sudah Daddy bilang, jangan suka mainin perasaan perempuan." Tegur nya.
"Iya, nanti kualat loh." Tambah Queen.
"Mereka semua yang mau sama Alex, giliran di sembilan-cinta-kan mereka marah-marah." Lirih, Alex bergumam.
"Ya Tuhan, tiga-kan cinta aja sakit apa lagi sembilan?" Protes Chika.
"Dedek nggak usah ikut-ikutan deh, Dedek masih bocil!" Sergah Alex.
Krystal dan Raka hanya terkekeh di sisi Ameer dan Gea. Meja makan panjang ini sudah hampir penuh terisi. Meja ini dibuat khusus untuk reuni mingguan keluarga besar Raka Rain.
Sengaja mereka membuat ruangan ini untuk berkumpul melepas rindu setelah sibuk dengan masing-masing urusannya. Anak-anak sekolah membuang duit, orang tua bekerja mencarinya kembali.
"Cheryl mana?" Raka bertanya. Ada satu kursi yang belum terisi, itu milik putri pertama Dhyrga Miller.
Rega menyahut. "Palingan nonton basket, kan hari ini ada pertandingannya si, ..."
Jutt!
"Aw!" Alex menginjak kaki Rega hingga meringis. "Sakit Bang!" Melotot nya.
Alex menyengir. "Eh sorry, nggak sengaja Abangnya, hehe." Alex berkilah, sejujurnya Alex sedang menutupi informasi yang akan Rega utarakan.
"Emang Kakak Cheryl nonton siapa?" Dhyrga menimpali penasaran.
"Temennya, si Ciko itu." Kata Alex.
"Oh." Queen manggut-manggut. "Ya sudah, kalo gitu, sambil nunggu Kak Cheryl dateng, mending kalian duluan yang makan." Wanita itu mengelus kepala Rega, Alex dan Axel bergantian sebelum duduk kembali di kursinya.
Dhyrga mengusap bibir dengan tisu sebelum menjawabnya. "Betul Dadd, ada kerja sama yang mau kami mulai."
"Mammi dengar, Tomi punya anak perempuan yang sangat cantik." Sahut Krystal.
"Benar Mamm. Miley masih sepuluh tahun, dia model, juga bintang film." Jawab Dhyrga.
"Keluarga Tomi baik, mereka juga keturunan yang bermutu. Gimana kalo kita jodohkan putrinya dengan salah satu cucu kita?" Raka menoleh pada Krystal.
"Boleh juga."
"Hayys, Alex keberatan, lihat dulu situasinya, Grandpa dan cucu cucu Grandpa hidup di jaman apa ini? Mana ada yang mau mengikuti perjodohan konyol?" Potong Alex.
Raka beralih pada cucunya. "Dulu Mammi Daddy mu juga hasil dari perjodohan. Mammi mu sempat kabur menolak, tapi pilihan Grandpa tidak pernah meleset, lihat, sekarang mereka hidup bahagia." Katanya.
"Bukan hanya itu, Mami Papi Rega juga hasil dari perjodohan. Mereka hidup rukun dan bahagia." Imbuhnya.
"Saking bahagianya nih, Mami Papi ribut mulu. Di mana mereka bernapas, di situ mereka ribut." Rega menyeletuk.
Kimmy menyela. "Tapi Mami Papi saling sayang dong, ribut kami hanya sebatas percekcokan biasa, bukan perselingkuhan ataupun kekerasan dalam rumah tangga."
"Sama aja, Rega pusing dengernya." Rega bergumam lirih. Raja hanya tersenyum tipis mendengar suara protes putranya.
"Pokoknya perjodohan masih harus ada, Grandpa yakin jodoh yang dipilih dengan matang tidak akan meleset." Cetus Raka.
"Kalo gitu, biar anak Om Tomi sama Axel aja. Alex si ogah. Kayak nggak laku aja." Alex menolak keras.
"Axel gimana?" Raka bertanya pada cucu yang satunya.
"Axel masih kecil kan? Kenapa nggak saling kenal aja dulu. Myles seperti apa juga Axel belum tahu, gimana bisa memutuskan?" Sambung Axel.
"Lo mau dijodohin?" Alex terkekeh mencibir kembarannya.
"Apa nantinya aja deh, kalo cocok dan baik, kenapa enggak?" Cetus Axel kemudian.
"Ingat Grandpa, Rega ogah dijodohin! Rega bisa cari cewek yang bibit bebet bobotnya baik tanpa perlu dijodohin." Rega menyambar.
"Kalian ini, susah sekali diajak rundingannya." Krystal bergumam.
"Hay, semua." Cheryl baru saja tiba, ia duduk di sisi ayahnya.
"Gimana kabar putri cantik Daddy?" Dhyrga kecup kening putrinya. Satu Minggu sekali mereka memiliki waktu berkualitas seperti ini, Dhyrga rindu pada anak gadisnya.
Cheryl sudah SMA, Cheryl cantik dengan pakaian kasual. Rambut lurus, hidung mancung, kulit putih, wajahnya mirip ibunya, bahkan bisa dibilang Cheryl fotocopy'an Queen.
"Cheryl baik, Daddy gimana?" Gadis itu nyaman berada dalam dekapan ayahnya. Hanya Cheryl anak yang hangat dan paling dekat dengan Dhyrga.
"Daddy cukup baik." Jawab Dhyrga.
Cheryl mendongak. "Jadi, Cheryl boleh kan kuliah di London?" Tanyanya.
"Tentu saja, tapi ingat, Cheryl harus bisa jaga diri baik-baik." Pesan Dhyrga.
"Alex juga mau ke London." Sambung Alex lagi.
"Axel di Amerika saja deh." Axel menimpali.
"Rega juga, mau di Amerika saja." Kata Rega mengimbuhi.
"Kenapa tidak di Indonesia saja sih?" Krystal protes. "Kalo nanti semua cucu ku keluar negeri, Grandma sama siapa?"
"Ada Chika." Sambung Rega.
"Yeee, tapi Chika juga mau ke Arab BTW." Sergah Chika tak mau kalah.
"Ngapain? Jadi TKW?" Cibir Rega.
"Kuliah dong! Emang salahnya di mana kalo kuliah di Arab?"
"Nggak ada yang salah Dedek. Asal niatnya mencari ilmu, di mana pun tempatnya Papi dukung." Raja mengelus puncak kepala ana gadisnya.
"Enggak ding, kalo di Arab takutnya Dedek jadi tambah pinter agamanya, terus nggak mau jadi saudara pendosa kayak Bang Alex lagi."
"Dedek!" Alex menegur dengan melotot. Sementara semua orang tergelak renyah menertawakan anak gadis milik Raja itu.
"Dedek di Indonesia saja yah, temenin Grandma sama Grandpa." Pinta Krystal yang disetujui Gea, Raka dan Ameer.
"Beres pokoknya." Chika menyengir. "Tapi Dedek maunya Grandpa coret dari ahli waris, nama-nama cucu yang nggak nurut, terutama Bang Alex!"
"Ya Tuhan Dek, Lo ngajak perang?" Alex menimpali. Gadis itu hanya menyengir santai.
Sejauh ini, keluarga Dhyrga Miller dan Raja bahagia. Bahkan, Raka, Krystal, Ameer dan Gea masih terlihat muda karena kebahagiaan yang didapat dari cucu-cucunya.
..._SELESAI_...
...Terimakasih aku ucapkan untuk semua kesayangan kooh yah, berikutnya, bukan cerita Joon, tapi cerita Cheryl yang lebih dulu tayang. Ini covernya nanti....
...Untuk lanjutan Kaesang BTW, nopel itu belum juga dipulihkan, jadi aku udah sedikit lupa alur dan kata-katanya, so lain kali aku mungkin akan tulis dengan alur yang berbeda. Bismillah deh, moga dikit-dikit menjadi bukit, nopel kooh di sini. Itu pun, kalo kalian masih sudi mengikuti. See you next story'💋 Yuk rame-rame follow akun Pasha Ayu....