Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Random



Semalaman kemarin Raja mencari informasi tentang Radit.


Rupanya ada banyak penggemar berat pemuda tampan keturunan London blasteran Indonesia itu.


Geng motor yang pro banyak, tapi yang kontra pun ada beberapa.


Lama sudah Radit bermusuhan dengan BYF motorcycle.


Dalam satu bulan kurang-kurangnya dua sampai tiga kali mereka bertemu untuk mengadu kekuatan pasukan mereka.


Permusuhan yang dimulai dari tiga tahun lalu saat Radit membawa pulang satu koper uang sebagai piala balap liar dan lawan lainnya tak terima kekalahan.


Terlebih, saat Killa gadis incaran Andrews ketua BYF motorcycle jatuh cinta pada ketampanan Radit, mereka semakin gencar berseteru.


Dari situ Raja justru mencari informasi terkait musuh-musuh Radit. Kebetulan, Kimmy sasaran empuk mereka.


Lama, Radit tak terlihat berboncengan dengan perempuan, lalu setelah berapa waktu terakhir Kimmy menjadi dekat dengan pemuda itu. Kimmy masuk ke daftar kelemahan Raditya Miller yang perlu dijadikan bulan-bulanan.


Mau melepaskannya, tapi Raja belum sanggup melihat Kimmy berada diposisi paling berbahaya.


Ingin acuh dan mempercayakan Kimmy pada Radit, tapi enggan Raja lakukan setelah melihat sendiri bagaimana musuh-musuh Radit mencoba menyakiti mantan kekasihnya.


Sirine polisi membubarkan aksi tawuran tersebut. Mereka pun berakhir pada cafe perpustakaan yang sedari awal akan mereka singgahi.


Pada sofa cafe perpustakaan dekat danau semua geng Radit mengobati luka masing-masing.


Anton meringis di sudut tempat dan Ashley membalut luka di tangannya. Karan tak punya kekasih maka hanya barter pengobatan dengan teman laki-laki nya.


Di sisi Raja, Kimmy menangisi luka Radit yang terdapat di kening sebelah kanan pemuda itu. Kimmy paling rapuh, cengeng, lemah dengan urusan seperti ini.


Sedari tadi Raja menyimak baik-baik bagaimana Kimmy membalut satu persatu luka berdarah Radit dengan perban.


"Makasih Kimmy." Radit menatap Kimmy sebelum iris birunya berpindah ke arah Raja.


"Makasih banyak bantuan Lo. Tapi jangan lagi gunain kecerdasan Lo buat tahu semua tentang Gue."


Seperti biasa Raja irit kata, ia hanya diam tak mau menjawab sepatah pun pada pemuda yang membuat gadisnya dalam bahaya.


"Lo pulang gih sama Raja, Gue udah nggak apa-apa." Radit kembali menatap Kimmy.


Hari sudah malam. Gadis itu pasti shock melihat secara langsung pertarungan sengit geng motornya.


Ia belai rambut pirang gadis itu dengan wajah sedu sedan. "Maaf, gara-gara Gue Lo berada di posisi ini." Katanya lirih.


"Emmh." Kimmy meraih tas miliknya, lalu berpamitan pada semua temannya, lantas melangkah keluar dari cafe estetika itu diiringi oleh Raja.


Sampai di parkiran Kimmy menoleh pada mantan kekasih yang tak banyak bicara sedari masih ada pertempuran.


Dingin, beku, hawa mencekik yang lebih menusuk dari sebelumnya Kimmy dapati.


"Jadi Pak Jono ke bengkel kan?"


Raja melangkah pada motor gede miliknya, ini pertama kalinya ia membawa gadis itu menggunakan kendaraan beroda dua.


Tak menjawab pertanyaan Kimmy. Sebelah tangan Raja menarik kaos longgar gadis itu agar mendekat padanya. Ia membuka jaket hitamnya kemudian memakaikannya pada gadis cantik itu.


Tak ada yang Raja bicarakan, namun perhatian posesifnya masih terasa. Kimmy lekat menatap wajah dinginnya. "Makasih Raja." Ucapnya.


"Hmm." Sedikit respon dari balik rasa sakitnya. Hikmah dari kejadian ini adalah, Raja menjadi tahu bahwasanya Kimmy sudah benar-benar menyukai Raditya.


Mata sembab gadis itu buktinya, ternyata bukan hanya dirinya saja yang di khawatirkan tapi Raditya pun mendapatkan kekhawatiran gadis cengeng itu.


"Maaf tadi sore Kimmy nggak mau denger saran Raja." Kimmy menunduk, menyesal.


"Naik lah." Raja memakaikan helm Kimmy. Kemudian gadis itu naik dan memeluknya erat dari belakang.


"Raja marah?" Di tengah jalan Kimmy bertanya, dan Raja enggan untuk menjawab.


Memangnya siapa dia jika harus marah? Siapa dia jika harus sakit hati melihat kekhawatiran Kimmy pada Radit? Dahulu Kimmy saja tak dibolehkan cemburu.


Merasai kedinginan Raja, Kimmy melonggarkan pelukannya, namun sebuah tarikan dari tangan pemuda itu membuat Kimmy tetap diposisi yang sama.


Malam berselimut dingin menemani perjalanan keduanya yang hening. Tak ada percakapan, Raja tahu memarahi Kimmy bukan lagi ranah nya.


Sampai tibalah mereka di rumah milik Ameer, Raja hanya memberhentikan motornya tepat di tengah-tengah jalan, antara rumah ayah Kimmy dan rumah ayahnya.


Kimmy turun dengan hati-hati. Setelah itu Raja membantunya membukakan helm. "Untuk sementara waktu, jangan pergi sendiri." Ujarnya berpesan.


"Iya."


Raja diam ditempat membiarkan Kimmy masuk lebih dahulu. Ia pulang setelah Kimmy masuk rumahnya dengan aman.


Tak ada yang tahu kejadian ini, Jono ke bengkel untuk membetulkan kaca mobil Kimmy yang terpecah seribu.


Urusan anak muda sering membuat kepanikan tak berujung, Kimmy memilih tidak memberitahu Ameer dan Gea.


...🎀🎀🎀...


Di lain tempat. Andrews menyemburkan hawa mencekam dari raut kemurkaannya. Rencana yang dibuat matang-matang kenapa harus tercium oleh musuhnya.


Seharusnya Radit tak tahu percobaan penculikan Kimmy, tapi gagal bahkan berakhir fatal bagi sebagian anggotanya.


Ada yang berlumur darah di kepala karena sabetan dari tongkat besi milik pewaris tahta X-meria.


"Kenapa ada anak Om Raka juga di sana?" Andrews menatap Lucky yang duduk membalut luka di tangannya.


"Dulunya, cewek Radit itu tunangan Raja! Gue pernah dateng ke acara pertunangannya, Gue lupa, mungkin udah sepuluh tahun lalu, Gue pernah satu TK sama dia." Kata Lucky.


"Terus ngapain tuh cewek sering sama Radit sekarang?"


"Ya iyalah, kan keluarga Miller sama keluarga Daddy Raka besan." Dimas Bactiar Rain menyahut.


Pemuda tampan yang masih duduk di bangku SMA itu putra Darren Rain yang berarti keponakan Raka, sepupu Raja.


"Kenapa Lo nggak bilang sebelumnya Markonah!" Andrews mengalahkan junior somplak nya.


"Gue nggak tahu rencana Lo Bang, kan Gue baru pulang dari Singapure!" Sanggah Dimas.


"Sial! Musuh kita nambah lagi, sialnya lagi, perusahaan bokap Gue ada kerjasama sama perusahaan nyokap nya Raja!"


"Keluarga mereka terkenal kejam dan sadis, apa lagi bapaknya!" Timpal Lucky.


"Haha iya, dulu Om Darius ajah di penjara sama Daddy!" Dimas tergelak.


"Daripada kita di penjara, mending udah, nggak usah ngincar tuh cewek montok lagi!" Sambung Lucky lagi.


Andrews mengepal tangan. "Tapi dendam Gue belum selesai selama Radit belum kehilangan cewek yang dia sayang! Dia harus ngerasain apa yang Gue rasain pas dia ngembat cewek Gue!"


"Udahlah, sudahi permusuhan ini Bang! Cuma gara-gara Killa yang nggak tau rimba nya, kalian masih pada ribut!" Dimas menyeletuk kembali.


"Justru karena Killa ngilang gitu ajah, Gue jadi makin dendam sama tuh bocah! Kalian curiga nggak sih, Killa dibuat tewas sama geng mereka!" Andrews mengedarkan pandangan kepada semua anggotanya.


"Gue nggak sependapat, Gue tahu Radit bukan orang yang kayak gitu, selain brutal Radit masih waras." Sanggah Dimas membela.


"Saran Gue, kalian semua baik-baik sama Bang Raja, Abang sepupu Gue itu bisa retas Lo punya privasi. Mending baik-baik deh, serius." Peringat nya lagi.


"Ngapa urusannya jadi kacau balau gini sih, cuma perkara Killa doang, kita jadi berurusan sama Raja! Mana Raja masih satu keluarga sama Dimas lagi!" Lucky merutuk.