Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
BC musim pertama³



"Jeng Krystal. Coba deh suruh putrimu datang ke makam Viona, mungkin dia masih kesal dan mengutuk buruk putri dari perebut suaminya, ini bukan apa-apa, bukan maksud mau menghakimi mu, tapi, ..."


"Iya, nanti aku suruh Queen datang ke makam Viona, mungkin dengan begitu, mulut mu bisa lebih tenang lagi."


Krystal termenung mengingat kembali percakapan sengitnya bersama besan perempuannya, beberapa hari yang lalu.


Dhyrga sangat mencintai Queen, tapi lihatlah hidup tiada yang sempurna, rupanya ibu mertua Queen berubah menjadi getir setelah dua tahun tak mendapat cucu.


Hal yang Viona dapatkan saat menjadi istri Raka Rain, yaitu tuntutan pewaris tahta.


Di bawah atap mobil limousine, Raka dan Krystal duduk berdampingan, mereka masih dalam perjalanan menuju rumah Raka yang ditinggali Queen dan Dhyrga.


Kali ini, Raka dan Krystal sengaja menjemput langsung putrinya untuk kembali ke Indonesia. Sekalian menyempatkan waktu untuk berbulan madu yang ke sekian kalinya.


"Mammi kenapa?" Raka memiringkan kepalanya memandangi wajah sendu istrinya.


"Kenapa Queen belum juga hamil?" Sahutan Krystal yang menyentil kening Raka Rain.


"Masalahnya di mana?"


Krystal genggam tangan suaminya. "Gimana kalo Queen tidak bisa hamil seperti Viona?"


"Jangan mengucapkan hal yang tidak boleh terjadi!" Ketua Raka spontan.


"Aku gelisah Raka Sayang, Rania mencemooh status istri kedua ku." Sambung Krystal lirih yang penuh tekanan.


"Sejak kapan Krystal jadi cengeng begini?"


"Mungkin karena aku sudah lelah berpura-pura menjadi wanita kuat. Karena semua khalikah seorang perempuan sama, lemah dan rapuh Raka!"


Raka bergeming menatap istrinya. Kekhawatiran Krystal cukup mampu membuatnya flashback ke dua puluh satu tahun lalu.


"Maaf." Setelah cukup lama terdiam Raka menarik kepala istrinya untuk di tempatkan pada kenyamanan dada bidangnya.


Aroma damai yang tak pernah lekang dari seorang Raka Rain masih kuat menguar dan menentramkan Krystal. "Aku jahat dan akan seperti itu, pelakor doktrin yang mereka kaji saat menilai ku, iya kan Ka?"


"Sssttt." Kecup lembut Raka labuh kan pada pucuk kepala wanita itu. Semua punya masa lalu, dan itu ada untuk hari ini.


...🎀🎀🎀...


Dhyrga baru saja keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk di pinggang ramping nan berotot miliknya.


Bulir air masih memenuhi wajahnya yang segar. Wangi maskulin telah musnah, hanya menyisakan aroma sabun yang dia temukan di kamar mandinya.


Napas wangi, barusan ia menggosoknya sampai kehilangan gigi. Ralat, sampai bersih maksudnya.


"Sayang." Belum mengenakan apa pun, Dhyrga naik pada ranjang bahkan menindih sebelah paha istrinya yang terbaring malas.


"Apa sih." Queen merengut, terkadang rindu, terkadang risih, suasana hatinya tiada menentu.


Dhyrga tak mau mengalah, ia harus mendapatkan istrinya sekarang juga. "Kita baru ketemu, terakhir sebulan yang lalu." Rengek nya.


Queen amati raut memelas suaminya, tak pernah jemu ia memandang. Semakin banyak usia, semakin Dhyrga Miller menjelma menjadi sesosok hot Daddy yang super seksi.


Dari wibawanya, machonya, kuasanya, Dhyrga sangat husbandable. "Jangan selingkuh."


"Aku punya sugar Baby secantik ini, masih mikir selingkuh, potong saja burungku!" Cetus Dhyrga.


Queen tergelak renyah, merengkuh tengkuk leher suaminya manja. "Jangan, nanti nggak bisa bikin enak lagi dong, kasian anunya." Ujarnya.


"Si anu mau?" Dhyrga menempelkan ujung hidungnya pada ujung hidung istrinya. Napas bertabrakan, silih menghirup aroma damai yang candu.


"Mau sih, tapi lagi ada tamunya."


"Main atas?" Queen mengangguk, meraba dada bidang pria itu, keras, berotot. "Kasihan suamiku, tiap hari cuma lewat daring."


Dhyrga menyengir. "Fantasi ku hanya bisa tersalurkan pada mu. Wajah mu, suara mu, apa lagi video mu."


"Mesum!"


"Itu bagian dari alur hidup manusia, mau gimana lagi, asal hanya satu dan cuma dirimu itu sah saja kan?"


"Syah." Queen tarik tengkuk suaminya agar terdorong pada bibirnya. Memejamkan mata ia menikmati setiap pagutan laki-laki berjambang tipis itu.


Biasanya kalau sedang tidak bisa memasukkan miliknya, Dhyrga hanya bermain di atas saja, bergumul, bersentuhan tanpa memasukkan. Asal hasrat terpenuhi mereka cukup puas.


Tak terpikirkan bagi Dhyrga untuk mencari hiburan di tempat lain, satu istri sudah cukup membahagiakan. Queen seksi, memiliki desah merdu, mempunyai ekspresi seksualitas tinggi.


Dhyrga cukup puas hanya dengan satu istri yang multitalenta, bisa manja, dewasa, setia, terpenting menggairahkan.


"Aw!" Sontak Queen mendorong pundak suaminya, meringis menahan nyeri melilit di bagian perut yang dia remas.


"Baby kenapa lagi?" Dhyrga panik mendapati hal itu.


"Sakit, keram." Jawab Queen.


"Panggil dokter?" Queen hanya mengangguk.


Dhyrga membetulkan posisi istrinya, supaya nyaman berbaring pada bantal empuk, sebelum kemudian ia meraih telepon kabel dari atas nakas.


Panggilan tersambung pada pegawai yang berjaga di pos depan rumah. "Johan."


📞 "Iya Tuan muda." Suara sigap laki-laki dengan bahasa Indonesia.


"Panggil dokter ke sini, istriku keram perut."


📞 "Baik Tuan muda." Dhyrga menutup telepon setelah itu.


Kembali Dhyrga menatap wajah cantik Queen yang meringis, bahkan meringkuk. "Sakit banget kah?"


"Emmh." Wanita berbusana hitam tipis itu mengangguk.


"Sabar." Dhyrga ambil minyak kayu putih dari laci nakas lalu duduk di ujung ranjang, demi memijat telapak kaki mungil Queen.


Cukup membuat Queen tenang saat memejamkan matanya. "Baby hamil mungkin."


"Apa begitu?" Queen membuka mata menatap serius suaminya, ia menjadi berpikir ulang dengan keanehan dirinya akhir- akhir ini.


"Sejauh kita kenal, Baby belum pernah gemuk seperti ini." Sambung Dhyrga yang di setujui oleh Queen.


Queen memang merasakan hal yang berbeda dalam dirinya. Ada makanan yang tak pernah Queen doyan sekarang justru gemar.


Tak terasa bibir Queen tersenyum. "Kalau iya Queen hamil, apa yang akan Hubby lakukan?"


Dhyrga berbinar. "Syukuran, mau apa lagi selain itu? Aku sudah sangat bersyukur walau hanya memiliki mu, apa lagi jika ada si kecil hasil dari buah cinta kita, aku sangat amat bersyukur." Ujarnya.


"Menikahi mu mencegah tumpukan dosa syahwat ku, menikahi mu musnah ketidak jelasan status ku, menikahi mu nyaris membuang segala kegelisahan dalam hidup ku. Aku bersyukur." Imbuhnya lagi.


Queen tersenyum, rupanya laki-laki matang pilihan Raka sangat ideal untuknya. Jika tahu indah begini, kenapa harus melarikan diri?


Apa pun prosesnya. Queen bahagia pada akhirnya. Queen bersyukur dan memuji ayahnya yang tak pernah memberikan hal buruk padanya.


Terlebih kepada illahi Rabbi yang menciptakan cinta dan segala bentuk keindahan di bumi fana ini.


Tak lama dari itu, suara bel berbunyi, Dhyrga membukanya, rupanya Krystal dan Raka beserta dokter perempuan juga datang.


Krystal cemas mengetahui dokter datang ke tempat tinggal putrinya. "Ada apa Ga? Kenapa ada dokter?"


"Queen sakit perut."


"Sakit?" Raka melancong lebih dulu, pria itu masuk ke dalam kamar milik putrinya di susul semua orang.


Segera dokter memeriksa dengan alat-alat medisnya seperti tensimeter dan fetal doppler miliknya.


Fetal doppler - (alat yang digunakan untuk mendeteksi detak jantung janin dalam kandungan secara digital).


Lalu, tak lama dari itu. Bibir senyum dokter tersebut membuat semua orang bingung.


"Kenapa Dok?" Dhyrga bertanya mendahului Raka yang juga akan menanyakan hal itu.


Dokter tersenyum. "Sudah sebesar ini, kenapa Anda tidak menyadarinya? Nyonya hamil, bahkan detak jantungnya sudah sangat bagus."


"Hamil?" Krystal dan Raka ternganga. Baru saja mereka pesimis lalu di berikan kejutan membahagiakan ini.


"Tapi istri ku datang bulan, ..."


"Yah, ini juga bisa terjadi. Kebanyakan orang mengira bahwa darah yang keluar adalah darah haid. Bukan, tapi kemungkinan letak ari-ari terlalu rendah atau menutupi pintu mulut rahim. Darah itulah yang salah dikira sebagai darah haid. Pada kasus ini biasanya pasien mengalami perdarahan, juga disertai kontraksi pada rahim." Menggunakan bahasa LA, dokter itu menerangkan.


Tak bisa di jelaskan bagaimana wajah tampan Dhyrga berbinar. Dia kecup kening istrinya lalu memeluknya. "Terima kasih Tuhan." Ucapnya.


Queen tak mampu menyahut, semua kata syukur yang ingin ia ucap telah tercetus di dalam hatinya.


...🎀 Berakhir yaaa 🎀...


...Mulai malam ini, aku Up musim ke dua....