Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Bonus chapter



Raja berjalan bolak-balik di depan pintu ruang bersalin. Bukan Kimmy, melainkan Queen yang sedang berjuang untuk melahirkan kedua bayi kembar laki-laki.


Rania pun sama, segala doa telah dia lantunkan teruntuk menantu cantik nan baik hatinya.


Queen masih menganggap Rania ibu mertua, meski sempat mendendam pada wanita itu tapi kemudian Krystal bertutur. Bahwasanya, sebaik-baiknya anak adalah yang mampu memaafkan segala kesalahan orang tuanya.


Jika terjadi berulang, disarankan anak berbalik mendoakan agar kekeliruan itu tidak lagi menjadi jarak di antara mereka.


"Nuna!" Saking tak mampu ia menahan rasa khawatirnya, Raja masuk ke dalam ruangan bersalin.


Queen telah berhasil melahirkan dua bayi kembarnya. "Terima kasih Tuhan." Ujarnya.


Dhyrga berada di sisi Queen, lelaki tampan itu mengecup kening istrinya berulang kali. "Terima kasih perjuangan mu Baby."


Queen tersenyum lemas, untung lah dua bayi laki-lakinya terlahir normal dengan selamat, fisiknya baik, terlebih keduanya sangat mirip ayahnya.


...🎀🎀🎀...


Selang beberapa jam, Queen di pindahkan ke ruangan presidential suite. Kedua bayi itu diberi nama Axel prince Miller Dan Alex prince Miller.


"Ya Tuhan, adik Cheryl ganteng banget." Krystal menunjukkan wajah mungil cucunya pada Cheryl. Kedua bayi itu mengenakan bedong berwarna biru muda.


"Iya, lucu." Kata Cheryl sambil menoel pipi mulus nan mungil adiknya. Wangi candunya membuat Cheryl betah berdekatan dengan bocah kecil itu.


"Alex, lebih banyak bergerak di banding Axel." Harlan mengelakar saat menggendong cucunya, kemudian Raka bergantian menggendongnya.


"Mungkin Alex meniru ibunya yang aktif sedari kecil." Sahut Raka.


"Dan pendiam nya Dhyrga menurun pada Axel." Harlan tergelak. Keduanya bahagia.


"Nenek juga mau gendong." Rania berdiri di sisi Krystal untuk meminta Axel darinya.


"Hati-hati." Baru saja Krystal memberikan cucunya pada Rania, bayi itu menangis tantrum.


"Kok nangis sih?"


"Ma, biarkan saja Axel, mungkin Axel belum mau Mama gendong." Dhyrga menegur.


Sedari tadi, semua bayinya tak ada yang mau di gendong oleh Rania. Mungkin kah bayi polos itu tahu bagaimana ibunya menangisi kata-kata pedas sang mertua? Entahlah.


"Tapi Mama pengen gendong cucu Mama." Rania merengut, pilu.


Queen terenyuh, tapi jika mengingat kembali bagaimana Rania tak pernah mau berdamai dengan takdirnya.


Queen cukup mengerti, rupanya tidak pun kita yang membalas perlakuan buruk seseorang, maka akan ada pembalasan lain yang mewakilinya. Sekarang, Axel dan Alex tak mau Rania sentuh.


"Sudah dari sebelum lahir loh, Mama pengen banget gendong Axel dan Alex. Kenapa mereka nggak mau Mama gendong?" Rutuk Rania.


"Sabar, mungkin besok-besok mau, jangan dulu pesimis. Coba lebih manis sedikit, supaya aura mu tidak menakuti cucu kita." Tutur Harlan.


"Iya." Lirih Rania.


"Apa Cheryl juga pernah di gendong sama Nenek?" Gadis itu seolah protes.


"Cheryl." Queen menegur. Seharusnya Cheryl tak boleh mengungkit ungkit hal itu, bagaimana pun Rania Neneknya.


"Cheryl penasaran, kalo Cheryl ingat-ingat lagi, Cheryl belum pernah di gendong Nenek. Pasti karena Cheryl ini cewek, iya kan?" Kata gadis itu.


Rania meredup ekspresi. "Kan Cheryl udah gede, Nek Rania nggak kuat sekarang, jadi mendingan gendong Axel dan Alex yang masih ringan, dulu waktu Cheryl bayi juga Nek Rania gendong Cheryl kok." Ujarnya berkilah.


Padahal, sedari Cheryl bayi Rania tak pernah mau menggendong anak kecil ini. Alasannya, selalu sama, takut terjatuh atau apa pun itu.


Cheryl menyengir tipis. Gadis itu berusia tujuh tahun sekarang, ia pandai menilai mana yang menyukai dan tidak menyukainya.


"Ululuuu, Tayong." Kimmy tiba-tiba datang sembari mengusap usap perut besarnya, Raja pun di sisinya. Mereka sangat bahagia.


Axel dan Alex di letakkan kembali pada masing-masing ranjangnya. Keduanya sama-sama mirip Dhyrga.


"Axel lebih pendiam." Raja mengamati gerakan kedua bayi itu tidak sama. Alex lebih aktif sementara Axel terdiam tak bersuara bahkan tak bergerak sama sekali.


"Semoga Baby kita juga mirip ayahnya. Kayak Axel dan Alex. Terus nanti yang kedua cewek, mirip Kimmy" Kimmy berucap lalu sebuah kecupan manis dibibir mendarat.


"Anak kita, cukup satu."


Kimmy mencebik. "Kenapa? Kita kan masih muda!"


"Hamil mu bikin ketar-ketir. Aku cemas melalui itu semua. Naik ojek lah, makan siomay lah, sarapan di kantin laj, makan bakso di pinggir jalan lah!" Raja merutuk.


"Ya mending di pinggir jalan, daripada di tengah jalan ditabrak mobil dong!" Sambung Kimmy.


Raja terkekeh. "Beneran deh, satu aja udah cukup." Katanya.


"Coba aja kalo bisa nolak punya anak lagi, nanti Kimmy per,koskos lagi." Ancam Kimmy.


"Mau deh kalo yang itu." Terkikik geli, Raja peluk Kimmy dari belakang. Kecupan lembut selalu menemani hari-hari Kimmy. "Aku sangat mencintaimu."


"Terlebih aku."


...🎀🎀🎀...


Pernikahan Raditya dan Rinda dilangsungkan. Kimmy datang dengan perut besarnya. Raja mengenakan kemeja putih yang senada dengan warna gaun Kimmy malam ini.


Raditya tak pernah lepas dari cengiran giginya. Sepertinya pemuda beranak satu itu bahagia sekali.


"We eh, ternyata Rinda jodoh Lo kan?" Kimmy ikut bahagia. Terlihat dari senyum tulusnya yang mengembang.


"Ansel dan Papa nya emang jodoh Rinda." Kata Raja.


"Makasih kalian mau datang." Ucap Rinda. Gadis itu mantap memilih Raditya karena tak ada hal yang bisa membuatnya ingin terus menolak.


Radit tampan, pewaris Alfaro, sebab saham-saham yang berjibun itu sudah pasti turun pada Radit. Terlebih, Rinda yang handal mengolah keuangan akan menjadi pelengkap Raditya nantinya.


Belum lagi, ada Ansel yang mempersatukan mereka. Tak nyana, Rinda akan mendapatkan cinta Raditya.


Sebelumnya, tipe Raditya gadis kaya dan manja seperti Kimmy. Rinda jauh berbeda dari karakter Kimmy.


"Nyusul nih adiknya Ansel." Anton menyeletuk, di sisinya Ashley terkikik. "Bikin yang kembar yah." Kelakarnya.


"Gas keun!" Timpal Karan. Radit dan Rinda hanya menggeleng ringan. Teman-teman rese ini cukup ikut campur, tapi mereka setia dalam kondisi apa pun.


Pesta ini meriah. Semua orang terlihat bahagia, ada Hyun Ki juga datang bersama anak perempuannya.


Rara dan Dimas saling melempar senyum. Anak Austin dan Darren itu satu sekolah, hubungan mereka lucu dan menggemaskan.


Di sudut tempat, ada Queen yang duduk ditemani kedua putra kembar dan kedua pengasuh putranya. Dhyrga tak membolehkan Queen bergerak dahulu.


Kendati lahir normal, tetap saja Queen masih dalam masa perawatan.


...Terima kasih telah membaca bab tambahan ini. Semoga kalian nggak penasaran sama jenis kelamin anak Dhyrga lagi yah... See you......