Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Lemah



Celana pendek putih, kaos longgar berwarna senada yang hampir menutupi celananya, di padukan dengan sepatu boot merah wine kekinian dan tas punggung kecil yang juga merah wine.


Surai bergelombang pirangnya di biarkan tergerai. Kimmy sudah lucu dengan penampilannya.


Sore ini Kimmy ada temu janji bersama teman-temannya, mereka akan bertemu di cafe perpustakaan estetika yang sedang viral.


Radit salah satu anggotanya, skripsi hal yang ingin mereka bahas, mereka sepakat untuk lulus hanya di tiga tahun setengah pendidikan saja.


Para penerus tahta ini sudah pasti buru-buru lulus, karena sebagian dari mereka ada yang ingin melanjutkan S2 ke luar negeri lalu S3.


Setelah mencium pipi Gea, Kimmy berlari keluar dari rumah. Harusnya Jono sudah bersiap diri untuk mengantar.


Namun bukan jono yang Kimmy lihat, melainkan Raja yang menyambut kedatangannya dengan tangan yang melipat.


"Sore Nona muda." Sebelah kaki Raja bertumpu pada pilar besar di teras rumah Kimmy.


"Pak Jono mana?" Kimmy menoleh ke kanan dan kiri. Jono menundukkan kepalanya saat Kimmy menemukan sosoknya.


Raja mendekat, meraih lengan mantan kekasihnya. "Hari ini Kimmy nggak perlu keluar, nggak aman." Tuturnya.


Kimmy berkerut kening. "Apaan sih? Kimmy mau ketemu temen-temen!"


"Biar Raja yang antar." Raja menarik lengan Kimmy lembut tapi di tepis kuat-kuat.


"Nggak usah, Kimmy mau sama pak Jono aja!" Sahutan ketus yang membuat Raja mengepal tangannya.


"Kamu nurut, biar aku yang antar."


Kimmy mulai merasa dikekang kembali, sama seperti saat masih pacaran. "Raja bilang mau menyerah demi kebahagiaan Kimmy, kenapa masih ngerecokin Kimmy sih?"


"Iyah, demi bahagia mu, apa pun untuk Kimmy. Tadinya Raja mau nyerah, tapi Radit terlalu banyak musuhnya! Lebih baik nggak usah hubungan lagi sama mereka!" Kekang Raja.


Kimmy terkekeh kesal. "Raja merasa tersaingi gitu?" Menatap remeh pemuda itu, Kimmy mencibir. "Raja tahu gimana Kimmy ngerasain itu pas ada Rinda dulu?"


Raja muak jika terus membahas hal yang sudah lama terlewati. "Itu sudah berlalu sekitar tujuh tahun lamanya Kim. Setelah itu aku sadar dia tidak lebih dari wanita biasa di hidupku, apa kamu lupa, kamu orang yang selama tujuh tahun ini menjajah ku! Kamu lupa, gimana kamu terus mengganggu ku bahkan di jam mata kuliah ku?" Ujarnya.


"Hanya karena aku mengaku pernah mengagumi gadis lain, kamu terus mengungkitnya?" Tambahnya. "Kamu bilang aku harus jujur, tapi setelah jujur, kamu bahkan tak mau memberiku kesempatan!"


"Kita sudah berakhir kan?" Kimmy mengingatkan kembali status mereka.


Raja tersenyum getir. Harusnya Raja move on, tapi sulit karena Kimmy sudah menjadi bagian dari jiwanya.


Ia akan merasa sakit jika Kimmy sakit dan akan khawatir jika gadis itu dalam keadaan tidak baik.


"Sekarang aku tanya sekali lagi, kamu serius suka sama Radit?" Pertanyaan yang sedari kemarin Raja sodorkan membuat Kimmy bosan.


"Iya! Harus bilang berapa kali sih?"


"Kalo begitu pergilah!"


Melangkah pergi, Raja berusaha menekan desir aneh dari dalam dirinya. Kimmy terlalu sakit hingga apa pun yang dia lakukan selalu dianggap salah.


Di sela langkah. Raja meraih ponsel dari dalam saku celana miliknya. Melayangkan panggilan telepon pada kontak bertuliskan Raditya. Tak lama, panggilan terhubung.


📞 "Yah, ada apa Raja?"


"Sorry, tanpa sepengetahuan Lo, Gue sempet cari tahu semua tentang Lo." Katanya datar.


📞 "Lo stalker hmm?" Radit terkekeh.


"Yah, bisa dibilang begitu. Anggap aja Gue pengen tahu gimana hidup calon pacar mantan Gue."


📞 "Lo udah kekurangan kerjaan hmm?"


"Lupakan semua itu. Sekarang Gue tahu semua tentang Lo, geng Lo, termasuk geng motor yang pro kontra sama Lo."


📞 "Maksudnya?"


"Gue retas group chat mereka."


📞 "Siapa?"


"BYF motorcycle." Raja menjawab lirih, matanya menatap mobil Kimmy yang melintas di depan tubuhnya.


...🎀🎀🎀...


Dalam mobil Kimmy terdiam pilu, otaknya berpikir keras, sebenarnya hubungan macam apa ini? Sudah putus tapi Raja terus menerus menghantui.


Memang paling benar adalah pergi yang jauh dari Indonesia, setelah lulus, Kimmy bertekad mengambil S2 di luar negeri. Kimmy yakin Kimmy bisa.


Cuaca berangin kencang, pohon-pohon di sisi jalan bergoyang riyuh. Kimmy cukup menikmatinya tanpa bicara sepatah pun kata.


Kiick....


Sampai suara itu mengagetkan lamunan Kimmy. Jono mendadak mengerem laju mobilnya hingga mereka terhuyung ke depan.


"Pak!" Kimmy mendelik penuh, netra hazel miliknya mengarah ke depan, di mana segerombolan motor gede menyalip kendaraannya. "Pak, kenapa berhenti di sini?"


"Bukan sengaja Non. Tapi mereka sengaja menghadang!" Jono paham, ini percobaan pembegalan.


Ditaksir perkiraan, ada dua puluh motor hitam dan penunggang berpakaian serba hitam.


"Hah?" Kimmy gemetar kala satu persatu pria berhelm itu turun dan mendekati mobilnya. "Mereka mau apa Pak?"


Crack....


Terpukulnya kaca jendela di sisi kiri Kimmy membuat gadis itu reflek menyilang tangan melindungi wajahnya. "Aaaaaa!" Kimmy menjerit histeris.


Sampai sebuah tarikan kasar merenggut lengannya. "Turun Nona manis!"


"Lepas!" Setelah berhasil terlepas Kimmy menjauh ke sudut kanan mobil. Jono di paksa keluar oleh pria lainnya.


Kimmy mendelik saat pria itu mulai membuka pintu mobilnya. "Jangan mendekat! Kalian boleh minta uang Kimmy, tapi jangan sakiti Kimmy!"


Brakkk....


Pukulan dari pria berwajah tampan mendorong pemuda berhelm itu hingga terlentang di atas kap mobil.


"Radit!" Bag super Hero di sore hari, Raditya datang tepat pada waktunya. Kimmy bernapas lega. Ada Anton, Karan dan anak motor lainnya yang menyusul.


Radit cengkram kerah jaket lawannya, dengan siku kerasnya ia memberikan pukulan di pundak.


"Radit!"


Ketakutan Kimmy berangsur lenyap seketika Radit datang. Dia lihat sendiri bagaimana marahnya seorang Radit saat menghujani tubuh lelaki yang berusaha menyakitinya dengan tendangan keras.


"Dit!" Setelah jatuh berkali-kali, Radit meraih kembali lawannya. "Urusan Lo sama Gue, bukan sama cewek ini, Lo paham!" Teriaknya.


"Dit!" Kimmy ketakutan, Radit yang dia lihat tak sama seperti Radit yang manis dan selalu merayunya. "Brengsek! Bajingan!"


"Radit!" Kimmy keluar dari mobil, jika sampai terjadi pembunuhan, maka akan sia-sia masa muda Radit, musuhnya hanya pecundang tapi Radit calon pewaris perusahaan Miller.


Kimmy mencoba mengingatkan Radit untuk tidak kebablasan menyakiti lawannya. Meraih jaket kulit pemuda itu, Kimmy berteriak.


"Sudah Radit! Lo bisa bunuh dia!"


"Ah!" Satu orang lawan menarik lengan Kimmy kasar. Tapi tersungkur di bawah kakinya ketika seorang pemuda yang sangat Kimmy kenal menendangnya dari belakang.


Gemetar, Kimmy mendongak, wajah tampan yang dibalut murka tersuguh di hadapannya.


"Raja!"


Raja mengepal erat tangannya, setelah setengah mati mencoba untuk tidak ikut campur tapi tak tahan rasanya mendapati Kimmy di posisi paling berbahaya. Radit sibuk dengan lawan lainnya. Tak fokus menjaga Kimmy kesayangannya.


Raja injak tangan yang barusan menyentuh lengan Kimmy dengan tekanan kuat. Jangan lupakan darah Raka yang mengaliri tubuh Raja, dia benci memiliki rival.


"Aaaaaa! Lepas bangsat!" Pemuda berhelm itu berteriak, sementara Raja semakin menghentak kakinya kuat-kuat.


Dalam keadaan seperti ini saja, Raja tak berekspresi aneh, ketampanan masih mengiringi setiap langkahnya. Sorot mata dingin itu mencekam tapi bibir geramnya merona merah.


"Raja, dia kesakitan!" Kimmy peluk pemuda itu supaya melepaskan injakan kakinya. "Cukup. Tangannya bisa patah!" Kimmy menangis seperti biasanya. "Raja!"


Prank.... Suara dari tongkat besi Raja yang mengayun menghempas satu orang hingga bercucur darah di kepalanya.


Perhitungan langkah lawan terbaca dari telinga sensitif Raja. Ingat, Krystal mewarisi kegeniusan itu.


Sedikit saja gerakan lawan yang mencoba menyerang, Raja mampu membacanya bahkan dalam kondisi mata tertutup sekalipun.


"Raja!" Teriakan terakhir Kimmy yang mengudara, singkat saja sebelah tangan Raja memeluk gadis itu.


Sementara sebelahnya lagi mengatasi satu persatu lawan yang mencoba mendekat dengan ayunan tongkat besinya.


"Lihat Kimmy Zoya, kamu terlalu lemah, dan kamu butuh aku di sisimu! Gadis keras kepala!"


...Jiah, dalam sejarah Pasha buat novel, selain Bucin pasti ada action nya yak... Sorry yg enggak suka.. maklum... soalnya yang nulis psyko....🤧...