Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Pesta...



..."Orang yang Lo cemburui itu cuma temen, nggak lebih, di dunia ini setelah Nuna dan Mammi, Lo wanita yang Gue kasihi, cintai, sayangi. Dulu mungkin Gue belum punya rasa seperti sekarang ini, tapi dulu, Raja sibuk dengan pencapaian di luar sana. Apa sesulit itu mengerti Gue Kimmy?"...


Di atas ranjang miliknya Kimmy merengut lucu sembari mengingat kembali penjelasan Raja pagi tadi.


Di sisinya Gea sibuk memilihkan sepatu yang cocok untuk gaun pesta Kimmy malam ini.


Sesekali Gea melempar dan membuang sembarangan sepatu-sepatu yang di rasa tidak senada.


"Kimmy nggak mau dateng, Kimmy mau putus ajah! Bilang sama Papa, Kimmy mau putus sama Raja! Dia terlalu tinggi IQ nya, Kimmy nggak nangkep jalan pikiran tuh anak!"


Lebih tepatnya, Kimmy telah lelah terus berhubungan dengan laki-laki super dingin dan datar. Ada saat-saat kita jenuh pada seseorang, apa lagi di usia yang masih terbilang labil.


"Terus kalo putus, Kimmy mau jalan sama Radit?" Gea menimpali sambil membuka kotak-kotak sepatu baru Kimmy.


"Kimmy mau sekolah di luar negeri, ke Amerika, atau kemana kek!" Sambung Kimmy.


"Di sini saja Kimmy lulus di bantu Raja. Terus ke luar negeri? Di sana mau jadi apa? Sendiri, tanpa Mama, Papa, Kimmy bisa mandiri kayak Nuna? Kimmy bisa jaga diri tanpa Mama Papa?" Gea menatap serius putri semata wayangnya. Tiada pernah terpikirkan untuk melepas gadis cengeng itu.


"Kimmy bosen sama hidup Kimmy yang kayak gini, Kimmy mau pergi yang jauh, Kimmy nggak suka sama Raja, dia terlalu dingin."


"Semua orang punya kekurangan, menuntut sempurna seperti apa lagi? Raja sayang Kimmy, Raja perhatian sama Kimmy, kurangnya cuma dingin dan nggak banyak omong, itu ajah kan?"


"Pokoknya Kimmy nggak suka di jodohin sama dia, Kimmy mau putus!" Kekeuh Kimmy.


Kimmy ingin mencoba hal baru tanpa Raja, meskipun tidak begitu yakin bisa sukses tapi setidaknya sudah pernah mencoba.


"Ma, ..." Dari luar Ameer berteriak. "Acaranya di mulai satu jam lagi, cepat keluar!"


Gea meraih satu sepatu yang paling cantik di antara lainnya. "Kimmy pakai sepatu yang ini, pakai gaunnya, Mama tunggu di luar, jangan sampai Papa marah."


"Iya." Kalau sudah mendengar kata Papa marah, Kimmy menciut, gadis itu paling takut dengan kemarahan ayahnya.


...🎀🎀🎀...


Di lain tempat, seperti biasanya Radit bersama teman-teman motor nongkrong di depan komplek perumahan elit. Anak-anak horkay yang Radit pilih sebagai personilnya.


Ada Ashley dan Ariani juga ikut kumpul di sana, sejatinya mereka sama-sama ingin menghadiri acara pengangkatan Raja.


"Wah, acaranya bentar lagi nih, Gue mau dandan dulu." Setelah menilik arlojinya Ashley memutar kaca spion milik Radit, demi membetulkan tatanan rambutnya.


Mereka berbusana malam ala anak muda.


"No Mama." Suara lucu yang terdengar dari sisi kanan, turun dari taksi seorang wanita bersama anak kecil menarik perhatian.


Anton, nama kekasih Ashley, ia menepuk paha Radit yang duduk di atas jok motornya.


"Eh, Rinda! Itu bukannya Rinda yang genius itu yah? Anak miskin yang dulu dapet beasiswa sekolah ke luar negeri sama Raja! Inget nggak Lo!"


Radit melenggangkan pandangan ke arah wanita itu. "Punya anak sekarang?" Celetuknya.


Anton mengangkat kedua bahu. "Ya mana Gue tahu!"


Ashley menoleh, memindai Rinda dan anak kecil itu berjalan memasuki super market.


Ashley dan Rinda tak pernah satu sekolah, tapi Kimmy sering menceritakan tentang gadis itu. "Tapi denger-denger Rinda deket sama Raja di Kanada."


"Oya?" Radit menimpali penasaran.


"Serius Lo nggak tahu soal itu?" Ariani mengernyit heran. Katanya keluarga Miller dan keluarga Rain menjadi besan, tapi minim informasi.


"Ya kali Gue ngikutin berita dapur begitu!" Sanggah Radit.


Karan, pemuda berwajah India itu ujuk-ujuk nimbrung. "Kalian tahu nggak, Rinda kan hamil nggak ada husband nya!"


"Yang bener Lo!" Anton kepo, Ashley apa lagi.


"Gue tahu dari bokap Gue! Gue rasa si Rinda jadi istri simpanan deh!" Cetus Karan yang mengundang rasa penasaran semua orang.


"Kok bokap Lo ngurusin Rinda, jangan-jangan tuh anak simpanan bokap Lo lagi!" Tuduh Ariani.


Karan menjitak kepala gadis itu hingga meringis. "Sialan Lo, amit-amit amit-amit, jangan sampe Gue punya Mak tiri yang cantik begitu! Bukan apa-apa nih. Gue takut khilaf!"


"Dasar otak mushroom Lo." Kata Anton.


Radit mendekat, "Tapi dari mana bokap Lo tahu kalo Rinda punya anak nggak ada bapaknya?"


"Ya ya lah, bokap Gue kan direktur keuangan di perusahaan Raja, nah kebetulan, Rinda di tempatkan di divisi bokap Gue!" Jelas Karan.


"Wah jadi mereka barengan lagi dong! Pantesan Kimmy manyun mulu berapa hari ini." Ashley menggeleng ringan.


"Kesempatan Lo maju Dit!" Timpal Anton mengompori.


Raditya terdiam, memikirkan sesuatu yang mungkin masih asing untuk ia raba kelanjutan ceritanya.


...🎀🎀🎀...


^^^Dua puluh menit kemudian.^^^


Raja mengulum senyum, dengan sebelah tangan yang masuk ke dalam saku celana, ia mengikuti langkah kaki gadis cantik berpakaian seksi.


Kimmy tergesa-gesa berusaha menghindari pemuda menyebalkan itu. Gaun malam berwarna hitam melekat pada Kimmy.


Rambut Kimmy dicepol lucu hingga tengkuk leher miliknya terlihat jelas kemulusannya, ada satu poni yang menjuntai manis di sisi wajahnya.


Mata Raja seolah mendapat asupan nutrisi. Lekukan indah raga berisi Kimmy begitu mempesona.


Raja menoleh ke kanan dan kiri. Tiba di tempat yang sepi tangan Raja keluar dari saku celana, lantas meraih tangan mulus tunangannya.


"Apaan sih!" Kimmy menepis. Langkahnya sengaja ia hentikan di depan meja bundar berisi air minum.


Romance tema pestanya, ada kolam renang estetika menjadi tempat mereka menikmati hidangan.


Kimmy meraih capitan lalu memindahkan es batu dari mangkuk ke gelas kecilnya. Wajahnya masih sama, cemberut selalu.


Sentuhan menggelitik terasa di pinggang kanannya. Raja melingkarkan tangan sebelah kirinya ke depan dada Kimmy. Mendekap dan mengecup pipi kanan gadis itu dari belakang.


Sejenak Raja merasai aroma damai yang menguar dari tubuh gadis itu.


"Ini wangi yang lain, dulu Kimmy nya Raja lebih suka vanilla, kenapa malam ini ganti?" Raja memang paling hapal dengan semua yang Kimmy Zoya miliki dan sukai.


"Jangan kan parfum, cowok ajah mau Kimmy ganti!" Jawab Kimmy ketus. "Minggir!" Satu siku dia ayunkan mengenai perut kotak-kotak kekasihnya.


Raja mundur dengan bibir yang melebar. Seharusnya terlihat hangat, tapi karena seorang Raja maka lebih terkesan dingin.


"Kamu cantik, seksi, mempesona malam ini." Raja berbisik memuji di telinga Kimmy.


"Kamu?" Kimmy menarik sudut bibirnya. Rasanya aneh sekali panggilan kamu baginya.


"Kata Doni, usaha awal mesra dengan kekasih itu, merubah sebutan Lo jadi Sayang." Raja menyengir tipis.


Kimmy baru saja akan meneguk minuman dinginnya, Raja sudah lebih dulu merebut dan membuang isinya ke kolam.


"Lo apaan sih Raja!" Kimmy mendelik, menoleh pada pemuda tampan ber-tuxedo hitam, mereka terlihat sangat serasi.


"Minum air putih kan lebih baik." Raja ambil satu botol air mineral lalu membukakan tutupnya. "Minum ini saja Kimmy Sayang." Sodor nya.


Kimmy tak menerima. "Apa minum juga harus Lo yang atur gitu? Jangan mentang-mentang Gue yang cinta sama Lo, terus Gue bakal nurut semua aturan Lo!"


"Kamu inget lagi gimana sakitnya setelah minum es pas datang bulan di hari-hari pertama. Kamu lagi datang bulan kan?"


Kimmy terdiam, sampai hari ini Raja masih menjadi yang paling mengerti tentang kebiasaannya. Bahkan tanggal tamu bulanannya pun Raja hapal. Tapi kenapa Raja seolah sulit sekali menghindari apa yang tidak dia sukai.


Rinda...


Raja meraih tangan mulus Kimmy, di sisi kolam renang keduanya berdiri saling menatap. Ada dentingan piano yang mereka dengar dari ruangan lainnya.


"Maaf buat kamu cemburu, maaf buat kamu merasa tidak di hargai, maaf kalau aku terlalu datar dan tidak menyenangkan seperti Radit, maaf pergaulan dan lingkaran ku yang tidak kamu sukai." Kata Raja.


Raja memutari Kimmy, ia berdiri di belakang kekasihnya, meraih sesuatu dari saku celana.


Tak lama ia lingkarkan kalung berlian pada leher gadisnya.


"Happy anniversary." Bisik Raja. Disusul dengan kecupan lembut pada bagian ceruk leher wanita itu. "Sumpah, aku sangat mencintaimu." Ungkapnya.