
Di meja makan panjang keluarga Harlan Chakra Miller, semua anggota keluarga Miller duduk melingkar.
Keluarga besar mereka terdiri dari tiga orang bapak, dua orang anak laki-laki, dan dua perempuan.
Dhyrga dari Harlan anak pertama, Raditya dari Alfaro anak kedua, Freya dan Rara dari Austin anak bungsu. Ada Rania, Sashi, Indah istri-istri Harlan, Alfaro dan Austin. Mereka keluarga yang cukup rupawan.
Hanya Dhyrga yang sudah menikah, dan terpisah tempat tinggal, Dhyrga sesekali saja menyatroni rumah ini, itu pun tanpa Queen.
Acap kali Queen menangis di pojokan setiap datang ke sini. Rania selalu menghujam nya dengan sindiran menyakitkan.
Beruntung, Dhyrga dan Harlan sangat lah berbeda dari Rania, maka Raka dan Krystal masih sangat menghormati besannya.
"Queen kenapa jarang ke sini?" Harlan bertanya pada putranya. Rindu juga pada Cheryl yang lucu dan cerdas.
Dhyrga menoleh. "Queen sibuk ngurusin persiapan pernikahan Raja, maklum, kan mendadak Pa, seharusnya acara peresmian jabatan, tapi di satukan dengan pernikahan mendadak, jadi sedikit rumit acaranya."
Dhyrga lebih memilih menjawabnya dengan itu. Bagaimana pun, Rania masih menjadi kehormatannya.
"Gitu." Harlan manggut-manggut.
"Lihat tuh Dit, Raja saja sudah mau diresmikan jadi CEO, dia menikah dan sukses di usia muda, tapi kamu masih suka motor motoran nggak jelas! Kapan bantu Abang mu di perusahaan? Kan Bang Dhyrga mu juga butuh kamu sebagai penerus Papa mu." Dari Radit Rania beralih pada Dhyrga.
"Dhyrga lagi. Kamu kapan punya anak cowok nya? Queen juga jarang datang ke sini, seperti tidak mau gabung dengan keluarga kita, ini lah susahnya punya mantu anak milyuner. Sombong." Wanita rewel itu merutuk setiap kali ada kesempatan.
Raditya mendengus. "Please! Radit lagi males makan, dan Tante mulai ngoceh!" Anak itu menjatuhkan sendok miliknya lalu bangkit dan pergi.
"Radit." Harlan memanggil keponakannya.
"Biar saja dia sendiri." Sela Alfaro, ia tahu putranya sedang dalam masa kesakitan.
Kemarin Radit bilang mau melamar Kimmy, tapi kemudian beberapa hari ini berita Kimmy menikah dengan Raja terdengar kembali.
"Anak jaman sekarang begitu, di singgung sedikit lari, kapan suksesnya kalo gitu." Rania menggerutu pelan. Harlan dan Dhyrga hanya menggeleng ringan.
...🎀🎀🎀...
Malam harinya, Dhyrga sengaja pulang ke rumah mertuanya, ada beberapa persiapan yang perlu melibatkan dirinya.
Seperti fitting baju yang wajib dilakukan di rumah utama Raka Rain.
Mendorong pintu kamar, matanya dimanjakan oleh sosok seksi istrinya. Queen tampak berputar-putar di depan cermin besar dengan gaun pesta barunya.
Dhyrga tersenyum sembari menutup pintu. Lelaki itu melangkah maju sampai pada akhirnya, ceruk leher istrinya menjadi tempat ternyaman untuk melepas kesah.
"I Love you."
"Too." Jawab Queen.
"Hmm?" Dhyrga berkerut kening, ia memutar raga ramping Queen mengarah padanya. "Too?" Protesnya.
"Lalu?" Queen menatap kedua bola mata Dhyrga bergantian.
"Dulu jawaban Baby, i love you too so much, dua tahun pernikahan jadi i love you too saja, empat tahun pernikahan jadi love too doang, lalu sekarang too jawabnya?"
"Hehe, ..." Queen tergelak, ia mengalungkan tangan pada tengkuk suaminya. "Apa pun jawabannya, rasa cinta Queen tetap sama membara nya, bahkan lebih panas dari sebelumnya."
Dhyrga tersenyum menautkan kening keduanya. "Yakin?"
Queen mengangguk. "Sangat yakin."
Menghirup aroma napas Queen, Dhyrga tersengat gairah. "Kamu cantik, sementara Cheryl semakin besar, kamu masih sangat manis."
Dhyrga sapu pipi mulus Queen dengan ujung hidungnya. Senyum kecil pun terulas dibibir Queen. Jika sudah begini, pastilah ada yang meronta memintanya berubah menjadi siluman ular.
"Makanya lepas. Suami mu terlalu ganas, kamu paham itu." Dhyrga mundur, ia tanggalkan seluruh pakaiannya, begitupun Queen yang melakukan hal serupa.
Tak pernah jadi masalah, polosnya mereka sudah menjadi hal yang biasa, dimana pun tempatnya, asal mereka ingin pasti segera melakukannya.
Queen dihempas untuk duduk pasrah pada sofa bulat merah muda. Kecupan lembut Dhyrga mulai dari kening, lalu turun ke bawah dan terus ke bawah hingga berakhir pada bagian paling sensitif istrinya.
"Emmh." Tak ada lagi yang bisa Queen lakukan selain meremas rambut di puncak kepala suaminya.
Terbuka tertutup mata Queen, merasai indera perasa Dhyrga yang mengacaukan liang surganya. "Ough ya ampun!"
Senyum Dhyrga tenggelam di bawah sana. Hanya karena raungan Queen saja, Dhyrga bahagia.
...🎀🎀🎀...
Di lain ruangan. Kimmy ternganga menatap gaun pengantin cantik tersuguh di hadapannya.
Rancangan ini benar-benar sama persis dengan impian yang sering ia utarakan pada Raja.
"Raja kok bisa kasih gaun ini?" Matanya beralih menatap kekasihnya yang tersenyum tipis.
"Gaun ini sudah Raja pesan jauh-jauh hari, sebelumnya Raja mau bawa Kimmy ke butik setelah pulang dari Kanada. Tapi kemudian, kita punya banyak masalah setelah itu." Lirih Raja.
"Oya?" Jika dipikir lagi, membuat gaun serumit ini, tak mungkin dalam waktu singkat. Raja benar-benar sudah mempersiapkan ini jauh-jauh hari.
"Aku laki-laki yang paling tahu kesukaan dan kebiasaan mu, aku juga tahu kamu sangat menyayangi ku, sampai aku terlena dan mengabaikannya." Ungkap Raja.
"Aku menganggap cinta Kimmy takkan pernah berubah dan tidak akan pernah bisa meninggalkan ku, terkadang aku lelah menuruti Kimmy yang rewel, manja, banyak maunya, tapi, ..." Raja menunduk dan terjeda kata-katanya. Kimmy bisa melihat ketulusan hati kekasihnya.
"Ternyata melihat mu kuat tanpa ku, aku seperti orang gila Kimmy." Lanjutnya.
Raja raih tangan Kimmy, menggenggamnya erat, menatapnya lekat. "Tolong jadilah lemah dan aku akan menjadi pelindung mu, teruslah cengeng karena jemari-jemari ku selalu sedia menyeka air mata di pipi mu." Tambahnya.
"Tetaplah menjadi Kimmy ku. Sebab aku seperti hilang tujuan saat membuka mata dan mengingat Kimmy bukan lagi milikku. Percayalah, ada Raja di bumi ini hanya untuk Kimmy." Imbuhnya tulus.
Kimmy tak lagi mampu mengurai kata-kata, ungkapan rasa yang bertahun-tahun lamanya ingin sekali dia dengar, telah terjabarkan dari bibir kekasihnya.
Tak ada suara lagi, terpejam, Raja mengikis jarak hingga bibir keduanya silih bertaut. Rasa manis bibir Kimmy dan asin air mata Kimmy, Raja cecap.
Kimmy terdiam mengikuti alur. Raja berusaha menipiskan jarak keduanya dengan tangan kirinya. Detak jantung mulai mengencang.
Perlahan, satu jemari kanan Raja menyisir rahang, dagu, leher, dan berakhir pada belahan dada Kimmy.
"Ah." Dalam, sangat intens pagutan Raja.
Brakkk.... pintu terbuka. "OMG! Uncle! Jadi Uncle mau makan Auntie Kimmy!"
Pertautan mereka terputus. Suara Cheryl membuyarkan kegiatan romansa sepasang kekasih ini.
Canggung, Kimmy meraih tisu dari atas meja rias, ia mengelap bibirnya cepat-cepat. Sementara Raja berjalan menuju Cheryl dengan mengusap separuh wajahnya yang berlumur saliva.
"Cheryl kok di sini? Mammi Daddy mana?" Raja gendong keponakan cantiknya. Bibirnya tersenyum, setidaknya ia bersyukur, untung ada Cheryl, kalau tidak dia benar-benar memakan calon istrinya.
"Mungkin di kamar, semua orang sibuk, Cheryl kesepian." Gadis itu merengut.
"Ok, Uncle temani main." Raja menoleh pada Kimmy yang masih termenung di sisi meja rias. "Sayang coba dulu gaunnya, kita tunggu di luar."
"Iya." Kimmy mengangguk. Lalu Raja keluar memanggil desainer dan beberapa pelayan untuk membantunya mencoba gaun.
...Oya gais, ikuti akun NT ku yaah, biar nanti dapet pemberitahuan karya baru ku, pertama-tama aku mau tamatin DSC sama Raja dulu, baru nanti aku rilis karya baru....
...Banyak banget deh novel ku yang masih ku simpan😠Doakan lancar jaya yak😚...