Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Le da kan



Menoleh ke kanan dan kiri, Raja tarik tangan Kimmy pelan, mereka bersembunyi di balik pilar besar.


Setelah cukup aman, Raja menyudutkan punggung Kimmy, sebelah lengannya berpangku pada permukaan dinding, wajahnya menunduk, mencubit dagu Kimmy, mengincar bibir dengan balutan lipstik nude itu.


Duk!


"Aw!" Kimmy menginjak kaki Raja dengan ujung heels miliknya, Raja meringis sambil mengibaskan kaki. "Sakit Yank!"


"Baru kakinya yang sakit udah ngeluh! Gimana sama Kimmy yang hatinya di sakiti Raja!" Tukas Kimmy.


"Kan udah minta maaf, udah kasih kado anniversary juga, masa kiss dikit aja nggak boleh?"


"Emang maaf ada jaminan Raja nggak selingkuh dari Kimmy?"


Raja tersenyum. Setidaknya tidak ada Lo gue lagi seperti kemarin, sekarang Kimmy sudah kembali menjadi Kimmy yang manis.


"Sumpah. Raja cuma punya satu hati, dari kecil, hati itu sudah penuh terisi oleh mu, sumpah ketabrak Janda, Raja cuma punya Kimmy." Pemuda itu tersenyum sembari menunjukkan dua jari.


Kimmy merengut, memajukan bibir merah merona miliknya, lucu. "Jangan ngode gitu!"


Cup....


Raja tersentak, sementara Kimmy berlari setelah memberikan ciuman singkat di bibir Raja.


Sekilas Raja menjilat bibirnya sendiri, mencoba merasai manisnya bibir Kimmy yang tertinggal di sana.


Tersenyum manis, Raja berjalan sambil mengusap-usap bibirnya. Meski hanya sebentar, lain rasanya tatkala tiada paksaan dari pihak manapun.


Pukul 20.00 Acara di mulai, semua orang memadati lokasi, Raka dengan bangga memamerkan putra tercintanya yang sudah menjadi bagian dari perusahaan raksasanya.


Tepuk tangan menggema di seluruh sudut ruangan pesta. Ucapan selamat pun Raja petik setelah serangkaian pendidikan kilat yang ia jalankan.


Krystal mengusap buliran bangga dari sudut netra nya. "Selamat Sayang." Ucapnya. Raja membalasnya dengan pelukan hangat.


Semua keluarganya memberikan pelukan hangat pada Raja, bergantian, termasuk Dhyrga Miller dan Queen Kirana Rain.


...🎀🎀🎀...


"Selamat yah Raja." Setelah peresmian jabatan wakil Presdir Raja, Rinda tersenyum sangat manis pada calon pemimpin Xmeria.


Raja mengangguk. "Terima kasih Rin." Tangannya merangkul tunangannya.


"Sayang, kenalin, ini Rinda." Raja beralih menatap Rinda. "Rin, ini Kimmy calon istriku."


"Oh, ..." Rinda tersenyum setelah kata itu. Tapi Kimmy hanya jutek saja. Mungkin, siapa pun yang berada di posisi Kimmy pasti melakukan hal yang sama.


"Hay." Kimmy tersenyum pada Ashley yang melambaikan tangan kearahnya. Kimmy beralih pada Raja. "Raja, Kimmy mau temui Ashley dulu." Pamitnya.


"Kamu marah lagi?"


"Enggak. Kimmy bosen di sini, Kimmy mau ketemu temen-temen."


"Ok." Raja mengusap lengan mulus Kimmy sebelum gadis itu pergi dari sisinya.


Kembali Raja menemui tamu-tamu lainnya, membiarkan Kimmy berkumpul dengan teman-teman dari kalangan elitnya.


Tiba di kolam renang, Kimmy memeluk satu persatu teman perempuannya, Ashley, Ariani, Nadia, Ervina dan lainnya.


"Selamat calon istri CEO." Semua mengucapkan itu kecuali Radit dan kawan-kawan.


Ashley menarik Kimmy menjauh dari teman-teman lainnya. "Sini bentar. Gue mau ngomong!" Bisiknya.


"Apaan?" Kimmy mengernyit. Seserius itu ekspresi Ashley dan Ariani, membuatnya penasaran.


"Lo yakin Raja jujur?"


"Apa sih maksudnya?" Kimmy melirik sekilas ke arah Raja yang masih berdiri di dalam ruangan. Terlihat, Rinda berjalan ke arah lain.


"Lo udah tahu belum, kalo Rinda punya Baby?"


"Hah?" Kimmy tersentak hingga menoleh pada Ariani. "Baby?"


"Barusan Gue sama anak-anak liat sendiri, bocah nya ganteng banget, matanya biru, kulitnya putih, Di Indonesia masih jarang yang punya mata biru begitu kan?"


"Heh! Lo jangan gitu dong! Maksud Lo apa coba, Lo nuduh Raja gitu?" Tukas Kimmy.


"Bukan, bukan gitu, Gue cuma pengen Lo cari tahu kebenaran bapak dari anaknya Rinda, Gue liat sendiri tadi. Muka tuh bocah ganteng banget!" Kata Ashley.


"Mirip Raja?"


"Ya nggak juga sih, tapi masa Rinda anaknya bule? Kalo keluarga Raja kan udah jelas keturunan London!"


"Tapi tadi Raja bilang cinta banget ke Gue! Dia tuh nggak mungkin bohong! Ngomong aja jarang-jarang, masa bohong sih!" Kimmy cemas.


"Bisa ajah Raja cinta Lo tapi juga ada hubungan sama Rinda! Kayak, ..." Ariani menyengir tak nyaman.


"Maaf nih, kayak Om Raka yang punya dua istri, kan Raja keturunannya. Hari gini orang ganteng setia, kayaknya nggak deh, apa lagi tinggal mereka di Kanada yang kita tahu sendiri gimana budayanya."


Mendengar itu Kimmy gemetar, dahi mulusnya mengkilap oleh buliran keringat. Kimmy merasa yang dikatakan Ariani masuk akal. "Gue harap Lo semua salah." Lirihnya.


"Daripada pusing mikirin, mending kita tanya langsung ajah sama orangnya, mumpung ada di sini!"


Ashley menarik paksa Kimmy, langkahnya menuju wanita cantik nan ramping bergaun merah hati, Rinda tengah mengambil minum dari meja bundar.


"Cewek!" Ashley menjadi garda terdepan teman-temannya. Tatapan congkak dia arahkan pada Rinda.


"Kimmy." Rinda hanya mengenal Kimmy saja, selainnya tak pernah satu sekolah. Sementara Kimmy hanya diam di sisi Ashley.


"Kenalin Gue Ashley, denger-denger Lo yang dapet beasiswa di sekolah Raja? Gue kesini cuma mau tanya, Lo beneran punya anak di luar negeri?" Ashley langsung pada poinnya.


Rinda berkerut kening. "Maaf, tapi kita tidak saling mengenal, jadi apa urusannya?" Wanita itu mendengus. Rupanya secepat kilat gosip menyerbu dirinya yang baru saja tiba di Indonesia.


"Lo berani jawab pertanyaan Gue dengan kata-kata nyebelin kayak gitu?" Ashley tak terima. Anak miskin seperti Rinda berani menyahut ketus, tentu saja mengundang kepalan tangannya.


"Karena memang kita tidak ada urusan sama sekali!" Rinda baru akan melangkah pergi, tapi Ariani menahannya.


"Jadi Lo beneran jadi istri simpanan?"


"Bukan urusan mu!" Rinda berteriak hingga semua orang menatap ke arahnya.


Kimmy geram dengan teka-teki yang tiada kunjung usai dia pecahkan. Raja tertutup, sekarang Rinda pun sama.


"Kenapa buat jawab ajah susah banget, Lo ini muka apa sih! Timbang jawab doang ke kita! Lo punya hubungan sama Raja?" Teriak Kimmy.


Rinda terkekeh kesal. "Kasihan yah Raja, punya calon istri yang nggak percaya sama ketulusannya."


Byurr....


Ashley yang murka menyiram wajah cantik wanita itu dengan air berwarna merah.


Rinda memejamkan mata bersamaan dengan mendaratnya air itu. Semua orang menatap ke arah mereka.


Kacau acaranya.


Gemetar Kimmy mengedarkan pandangan, di dalam sana para pria berjas melenggangkan pandangan penasaran.


Ada Raka, Ameer terutama Dhyrga pemilik dari kampus tempat Kimmy menuntut ilmu.


Etika tidak patut ini, pasti akan membuat masalah bagi Ashley dan Ariani nantinya.


Kimmy pada akhirnya merebut gelas yang Ashley pegang saat Dhyrga melangkah ke arahnya.


"Ada apa ini?" Dhyrga bertanya, Raja baru saja tiba, ia menatap Kimmy yang memegangi gelas heels panjang.


"Kimmy." Raja mendekati tunangannya, menuntut penjelasan dari kejadian ini. Dia menoleh sekilas pada Rinda yang berpenampilan kacau bagai wanita tak terhormat.


"Mereka menuduh ku, mereka mempertanyakan status ku, mereka menuding hubungan kita Raja!" Rinda terisak.


"Kim!" Raja mencekal lengan kekasihnya, sedang tatapannya menohok. "Apa ini Kimmy ku? Ini Kimmy yang ku kenal kan?" Raja merasa asing dengan gadis itu.


Sulit, Kimmy meneguk saliva. Matanya berkaca-kaca. Entah kenapa, tatapan pembelaan Raja pada Rinda membuatnya sendu.


Tak mau menjawab, Kimmy meletakkan gelas heelsnya, ia berlari dari kerumunan orang. Dhyrga dan lainnnya hanya diam, bingung.


"Kim!" Raja mengikuti langkah kaki tunangannya. Bahkan berlari kecil mengejar gadis cengengnya melewati semua orang.


Sampai di taman yang sepi, Raja berhasil menarik lengan Kimmy. "Jangan lari-larian begini! Jelasin. Jadi kamu meragukan ku?"


"Iya! Kalo iya kenapa?" Kimmy berteriak. Sudah berbulir bulir air mata yang terjun bebas.


"Gue kecewa Kim! Apa begini Lo sekarang hah? Lo nyiram muka orang di depan teman-teman Lo, cuma karena kasta dia di bawah Lo, gitu? Lo merasa menjadi putri yang berhak mencaci rakyat jelata gitu?"


"Lo percaya seorang Kimmy ngelakuin itu hah?" Kimmy menukas ucapan kekasihnya.


"Selama ini Lo berasa paling ngerti Gue, padahal enggak! Lo minta penjelasan cuma karena Rinda sialan itu nangis depan Lo, tapi Lo sendiri, nggak ada penjelasan apa-apa meski Gue nangis kejer sekalipun, Lo cuma bilang Lo sayang Gue, tapi enggak bilang alasan Lo bantu Rinda itu apa!" Imbuhnya.


"Sumpah yah, Gue ngerasa jadi manusia paling bodoh, Gue ngerasa nggak nyampe sama jalan pikiran Lo yang terlalu tinggi IQ nya!" Tambahnya.


"Keputusan Gue bulet Raja, kita putus, Gue nggak pantes sama Lo! Mungkin Gue terlalu egois, anggap ajah begitu! Gue capek, Raja!" Timpalnya.


"Bukan masalah Rinda, tapi Lo sendiri yang bosen sama Gue! Lo kebanyakan bergaul sama anak-anak badung, pikiran Lo terkontaminasi sama mereka!" Sela Raja.


"Anggap aja begitu! Kita udah nggak cocok, Dari segi manapun Kimmy dan Raja nggak akan pernah cocok! Lo emang sayang Gue, Gue juga cinta sama Lo, tapi pikiran kita nggak bisa menyatu!" Teriak Kimmy.


"Kim!"


"Huaaaaa, Kimmy sakit banget Tuhan! Kimmy mau putus, kenapa juga Papa harus jodohin Kimmy sama Raja? Takdir ini nyakitin!" Kimmy berteriak keras, sebelum ia berlari pergi dari Rajanya.


Raja bergeming, ledakan ini mengalahkan nuklir terkuat di dunia. Bersabar, meminta penjelasan, sedari umur tiga belas tahun Kimmy cemburu pada Rinda, tapi Raja seolah menyalakan sendiri bom waktunya.


Kesakitan yang Kimmy rasakan terungkap semua lewat tangisan dan teriakan gadis itu barusan.


Raja tak sanggup mengejar, ia sendiri shock mendengar keluhan Kimmy yang berteriak seolah meminta dicabut nyawanya.


"Kimmy." Lirihnya.