
"Queen harus ke Korea sekarang, maaf Yank kita telepon lagi nanti." Kata terakhir yang membuat Dhyrga berdesir.
Mungkin Arnold bukan ancaman, tapi Jee Yeon memiliki dua tahun kenangan indah bersama kekasihnya.
Jee Yeon lelaki tampan satu-satunya yang paling berpotensi menjadi hama dalam hubungan mereka.
"Siapkan keberangkatan ke Korea!" Dhyrga menelepon orang-orangnya sebelum meraih segala sesuatu yang perlu di bawa.
Dompet, ponsel, dan lainnya Dhyrga selipkan pada saku celana.
Ada penerbangan jet pribadi milik Queen, tapi kemudian Dhyrga menyusulnya diam-diam dengan jet berikutnya.
...Ingat, orang kaya bebas....
Hanya cemas yang mengiringi perjalanan mendadak Dhyrga hingga tiba di negara bersalju ini.
Dhyrga Miller bertekad. Bilamana Queen menemui Jee Yeon, di saat itu pula akan Dhyrga pastikan Queen memilihnya kali ini.
Seperti biasa, 7 jam saja pesawat sudah mendarat, selisih waktu Seoul Korea lebih cepat dua jam dari Jakarta Indonesia.
Di bawah atap mobil Lykan Hypersport kekinian, Dhyrga masih duduk pada jok penumpang bagian depan menyertakan harap-harap cemas.
Mobil hitamnya mengikuti mobil berwarna merah muda milik kekasihnya. Bersama Rachel Dhyrga berangkat ke negara ini.
Tak ada terik mentari seolah pagi belum menghilang dari peraduannya. Siang, tapi udara cukup dingin sampai keluar asap halus dari mulut orang-orang ketika mengalami proses kondensasi.
"Apartemen King residence? Jadi bukan Alorra residence yang Queen datangi?" Rachel berdecak.
"Memang kenapa?" Sahut Dhyrga. Ia menoleh pada wanita yang mengemudi mobilnya.
"Allora residence tempat Joon adik Queen tinggal, tapi di King residence tempat tinggal Lee Jee Yeon, Bos." Info Rachel.
"Kamu serius?" Dhyrga mengerutkan kening kuat-kuat.
Gadis itu mengangguk. "Serius. Rachel sudah cari informasi itu sebelum mendarat."
"Untuk apa Queen menemui Jee Yeon? Dia baru saja mengirim pesan merindukanku!" Tampik Dhyrga.
Rachel menoleh sesekali. "Tapi bukan berarti juga Queen mau selingkuh kan Bos? Bisa saja memang mereka sedang ada masalah terkait dunia keartisan. Kita kan belum tahu. Coba buka pikiran Bos lebih luas lagi, di saat begini, justru harusnya Bos menjadi super Hero dalam permasalahannya."
"Kamu mengajari ku?" Sela Dhyrga.
Rachel menghela pelan. "Bukan, tapi Rachel wanita, Rachel lebih tahu posisi ini." Ketusnya.
Dhyrga setuju, yah benar, setidaknya ia tak salah pilih asisten personal. Rachel setia dan tidak pernah mencoba merayunya. Rachel gadis tomboi yang cerdas, Rachel bahkan menjadi teman curhat yang baik baginya.
...🎀🎀🎀...
Sementara di sisi lainnya, Queen turun dari mobil dan berlari memasuki gedung megah, tempat di mana Hyun Ki menetap.
Sebelum datang ke sini, Queen memastikan keberadaan Joon. Dan King residence lah tempat Joon tidur malam tadi.
Joon memang sudah tinggal sendiri di Penthouse lainnya, hanya sesekali pulang ke Penthouse ayahnya saat merindukan Ae Rin adiknya.
Queen menaiki lift transparan, pemandangan kota Seoul tersuguh dari sana, lantai paling atas gedung ini tujuannya. Tempat di mana Hyun Ki pernah menyembunyikan ibunya belasan tahun lalu.
Ting....
Lamunan Queen membuyar setelah pintu lift terbuka. Cukup lama perjalanannya, geming membuat gadis itu tak merasai kejenuhan.
Berwajah pongah Queen masuk ke dalam hunian mewah milik Hyun Ki. Di meja makan sana Ae Rin, Hyun Ki dan Hwa Young telah duduk melingkar.
Hyun Ki berdiri tersenyum, merentangkan kedua tangannya menyambut. "Sampai juga Baby?" Katanya.
"Joon mana Om ganteng?" Sergah Queen bertanya. Sebutan itu sudah dari kecil sampai sekarang.
"Ada di kamar." Hyun mengerut kening, wajah cantik Queen yang ramah menjadi marah bahkan setelah sekian lama tak berjumpa. "Ada apa ini?"
Queen tak menjawab, ia melangkah menuju pintu kamar milik Joon, mengetuknya kasar.
"Joon! Keluar kamu!"
Hua Young mengernyit. "What is she doing in our house Oppa!" Apa yang dia lakukan di rumah kita Oppa! Protesnya pada Hyun.
Ssssshhh.... Pintu geser kamar Joon terbuka, terlihat Joon masih nyaman menelungkup pada kasur empuknya.
Queen melangkah maju. "Bangun Joon!" Teriaknya.
Joon beranjak terperanjat, ia pikir yang mengetuk barusan Hyun Ki hingga dengan entengnya Joon menekan tombol untuk membuka pintu.
Pemuda itu duduk. Dari atas ranjang Joon amati wajah cantik alami Noona Nya, rindu telah lama menggelayuti, dan kini gadis itu tampak di depan retinanya. "Nuna."
"Bangun, kita pulang ke Indonesia, nikahi Murni, Joon!" Tanpa basa-basi Queen menyeletuk sembari menyingkap selimut tebal Joon.
"Murni?" Hyun Ki menggeleng tak paham. Hwa Young dan Ae Rin apa lagi. Mereka tidak tahu bahasa Indonesia.
"Hah?" Joon lebih tak mengerti lagi.
"Masih pura-pura terkejut kamu Joon?" Tambah Queen menukas. "Dengar, Murni yang kamu tiduri dua bulan lalu, dia hamil!"
"Hah?"
"Jangan melewati batas Baby!" Hyun Ki menyentak.
Queen menoleh pada laki-laki berparas tampan itu. "Sungguh, Queen berkata jujur Om ganteng! Dia, ..." Tunjuk nya pada Joon yang ternganga tak percaya. "Dia putra Om ganteng sudah meniduri kembaran ku!"
"Chh?" Hyun Ki tersenyum samar. "Meniduri?" Omong kosong macam apa ini? Shin Hye bahkan masih ingin ia jodohkan dengan putranya.
"Yah, sekarang Murni hamil anak Joon, yang berarti cucu pertama Om ganteng!" Cetus Queen.
Joon meremas rambutnya. "Ini nggak mungkin, ..."
"Bagaimana bisa? Kamu harus bertanggung jawab Joon!" Toleh Queen marah.
Joon menggeleng. "Ini semua karena Nuna! Dia korban dari keadaan menyakitkan ini, Murni hanya korban!"
"Apa maksudmu hah?" Queen memotong racauan pemuda itu. Aneh dan sulit di pahami.
"Joon sayang Nuna, Joon mencintai Nuna, setelah pulang dari klub malam Joon khilaf menidurinya karena Joon pikir dia Nuna!"
"Joon!" Hyun Ki menyentak. "Apa apaan kau ini?" Teriaknya. Tidak masuk akal kelakuan putranya ini.
Mendengar pengakuan Joon, Queen menutup mulut terbuka nya. Ini benar-benar di luar nalarnya.
"Ini salah Appa, salah Eomma Krys, juga salah Eomma Hwa. Mereka yang membuat Joon dalam posisi menjadi satu ASI dengan mu!"
"Hentikan kegilaan mu Joon!" Hyun Ki mendelik penuh dengan pekikan kerasnya.
"Joon juga mau menghentikan rasa ini, tapi Nuna membuat Joon gila." Pemuda itu menunduk menyesali.
Bertahun-tahun lamanya Joon mendapati perhatian dari Queen dan itu membuatnya begitu menggilainya.
Queen melangkah mundur, bukannya bahagia ia justru ketakutan setelah Joon mengutarakan isi hatinya.
Jadi rupanya, saat Joon menggauli Murni, sejatinya dia lah yang Joon fantasi kan.
Apa setega itu Joon melakukannya padahal Queen kakak yang sangat menyayangi dirinya.
"Kamu gila Joon!" Queen berlari keluar dari kamar, meninggalkan Hyun Ki dan putranya dalam keadaan kacau.
"Nuna!" Joon bangkit berniat mengejar. Namun sayangnya tangan besar Hyun Ki mencegahnya.
Sampai kapanpun mereka kakak beradik, takkan pernah bisa di biarkan memiliki rasa yang lebih dari seorang saudara. "Hentikan kegilaan mu, atau aku coret namamu dari daftar ahli waris!"
...🎀🎀🎀...
Di lain tempat, tergesa-gesa Jee Yeon keluar dari mobilnya, ada yang memberikan informasi padanya.
Bahwasanya Queen artis yang beberapa tahun terakhir hiatus dari dunia perfilman mendatangi tempat tinggalnya.
Jee Yeon berlari dengan senyum yang teramat manis. Meski terlambat, menemui Queen adalah cita-citanya.
Di tengah-tengah lobby bangunan, Jee Yeon memberhentikan langkah, ia mendongak, berdiri gagah menatap senyum sosok mungil yang berdiri seorang diri dalam lift transparan.
"Queen." Tidak salah lagi, mantan kekasih yang memutuskan dirinya dua tahun lalu kini terdapat di retinanya.