
Bulan berganti, Kimmy dan Raja menikmati masa-masa manis bersama. Kini gadis cengeng itu telah berubah menjadi wanita super kuat.
Kimmy bahkan berani naik ojek dan menaiki transportasi umum seperti kereta, bersama teman-temannya.
Bukannya senang, Ameer, Raka terlebih Raja justru terus khawatir. Kimmy yang selalu manja dan meminta perlindungan, kini menjadi wanita yang bisa dikatakan mandiri.
Kimmy memang bukan ahlinya jika untuk urusan mata pelajaran. Tapi manusia selalu Tuhan ciptakan lengkap dengan kelebihannya.
Kimmy pandai memasak, akhir akhir ini Kimmy memanfaatkan kepandaiannya itu untuk mengisi waktu luang. Berat badannya telah kembali seperti semula, yaitu 58 dengan tinggi yang tidak seberapa.
Pagi ini burung-burung bernyanyi, di atas ayunan gantung yang terletak di lantai balkon sepasang makhluk bersayap itu saling mematuk lawannya.
Dari kamarnya Raja tersenyum menatap mereka, di sisinya Kimmy masih terlelap tidur. Akhir-akhir ini Kimmy sering tidur lagi setelah melakukan kegiatan subuh hari.
Raja beranjak dari selimut tebalnya, ia hanya memakai celana jeans pendek, kaos putih ketat, juga selop untuk alas kakinya.
Satu nampan berisi sarapan pagi Raja ambil dari tangan pelayan. Lalu meletakkannya di atas nakas.
Ia wangi dengan parfum baru yang Kimmy belikan. Selera Kimmy sedikit berubah, Kimmy lebih menyukai aroma maskulin yang lebih lembut.
Dari sisi ranjang Raja kecup bibir Kimmy, lalu menatapnya lekat, "Sayang." Panggilnya.
"Hmm?" Kimmy mengernyitkan dahi. Wajah tampan suaminya yang pertama kali ia lihat setiap kali membuka mata.
"Pagi Sayang." Ucap Raja.
"Pagi." Kimmy menampilkan lesung pipinya. Lalu Raja memberikan kecupan manis di bibirnya.
"Bangun, sebentar lagi dokter datang." Ucapan Raja yang membuat Kimmy berkerut kening lebih kuat.
"Hah? ... Dokter? ... Mau apa dia?"
Raja tersenyum. "Periksa isi perut mu."
"Hah?" Lagi-lagi Kimmy menautkan alisnya. "Perut?"
"Sayang nggak ngerasa udah telat datang bulan?" Raja usap perut Kimmy yang sudah sedikit menyembul.
"Kimmy lupa kapan terakhir." Kata Kimmy. Ia punya kalender berjalan jadi sedikit lalai untuk urusan menstruasi.
"Terakhir Kimmy datang bulan, dua bulan yang lalu." Jelas Raja.
"Oya?"
"Hmm." Raja mengangguk. Meski awalnya ia menolak tapi melihat kekuatan Kimmy, kekhawatiran Raja berkurang sedikit. "Sayang hamil kayaknya."
"Beneran?" Kimmy mendadak merinding, jika benar begitu, Kimmy akan menjadi wanita paling bahagia di dunia.
Pernah Kimmy merengek pada Queen dan Dhyrga, untuk memberikan satu bayi padanya tapi Queen dan Dhyrga kekeuh tidak memberikannya.
Sulit mereka mencetak dua garis di tespack, lalu setelah berhasil mereka menganggap kehamilan ini sesuatu yang tak rela di bagi-bagi.
"Makanya kita pastiin hari ini. Sekarang bangun, sarapan dulu. Aku suapi."
"Raja nggak ngantor?" Tanya Kimmy.
"Hari ini enggak."
"Kenapa?"
"Aku mau menemani istriku libur kuliah, semoga dedek bayi di perut sudah ada."
"Sweet." Kedua bibir itu beradu kembali.
Kimmy bangkit lalu bersandar pada kepala ranjang. Raja meraih nasi goreng spesial dari atas nakas, sengaja ia menyuruh pelayan membuatkannya dan mengantar ke kamar supaya Kimmy tak perlu keluar.
Sedikit demi sedikit, Raja menyuapi Kimmy penuh kasih sayang. Hal yang dahulu Kimmy lakukan, kini berbalik Raja yang melakukan.
Dinginnya sikap Raja kini seolah hilang setelah Kimmy berunjukrasa. Mereka pasangan yang sebenarnya. Sedari kecil hati mereka saling bertaut, kian bertambahnya usia, cinta itu tak mau memudar.
...πππ...
"Hamil?" Detik ini, saat ini, Kimmy ternganga menyentuh perut berisi nya. Ia duduk bersandar pada kepala ranjang.
Dokter baru saja keluar dari kamar setelah menyampaikan informasi itu, seluruh anggota keluarga berkumpul di ruangan berwarna merah muda tersebut, tidak terkecuali Elevy.
Krystal dan Gea bergantian memeluk putri cengengnya. Tak dinyana, gadis kecil yang dulu merengek meminta sesuatu telah menjadi seorang bumil.
"Kimmy nggak nyangka Kimmy hamil." Buliran bening mengucur deras dari sudut-sudut netra Kimmy.
Terharu, bahagia, Kimmy akhirnya bisa memiliki kesempatan menjadi wanita tangguh.
"Sekarang, Kimmy harus lebih hati-hati lagi. Kurangi kegiatan jalan-jalannya. Kasihan dedek bayinya. Udah delapan Minggu loh." Krystal bertutur lembut.
"Iya Mamm."
"Nggak usah bantu Mama Papa di kantin. Kimmy istirahat saja di rumah. Selain kepentingan kuliah, Kimmy tidak perlu repot-repot bergerak ke sana kemari." Ameer menimpali.
"Iya Pa."
"I love you." Memeluk dan mengecup kening Kimmy, Raja berujar kata itu.
Semampunya ia berusaha tidak khawatir. Toh nyatanya, Kimmy terlihat baik-baik saja selama proses kehamilan yang sudah berlangsung dua bulan.
"I love you too, Raja."
"Nggak boleh berantem, kalian harus kasih contoh ke anak-anak kalian nanti. Hilangin kebiasaan ngambek kalian." Queen menegur.
Raja dan Kimmy hanya menyengir bersamaan. Sepertinya, jika untuk urusan berantem dan ngambek, hal itu akan sulit dihilangkan. Justru, setelah proses ngambek, kadar cinta keduanya semakin tinggi.
"Kimmy nggak minta apa-apa gitu?" Raka merasa aneh juga, padahal selama Queen dalam masa ngidam putrinya itu selalu membuat menantunya pusing.
"Enggak." Geleng Kimmy.
"Lihat, bayinya mirip Raja kan? Nggak aneh-aneh permintaannya." Raja berucap dengan percaya diri tingkat dewa.
"Hieleh." Merasa tersinggung Queen mencebik bibirnya.
Kriiiiiing....
Ponsel Krystal berdering. Ia sedikit berjalan menjauh lalu mengangkat panggilan telepon dari Joon putranya.
"Sayang."
π "Murni melahirkan Eomma."
π "Besuk kami di sini, please." Pinta Joon.
Krystal mengangguk antusias. "Iya, tentu saja. Mammi Daddy ke sana setelah acara syukuran kehamilan Kimmy." Ujarnya.
π "Kimmy hamil?"
"Iya, sudah dua bulan."
π "Joon ikut senang dengernya, akhirnya anak manja itu jadi ibu." Terdengar gelak tawa juga dari seberang sana.
"Murni baik-baik saja kan?" Krystal beralih pembahasan.
π "Baik, sekarang dia lagi menyusui putrinya."
Krystal tersenyum. "Syukurlah, Joon. Jaga baik-baik istrimu. Ingat, Joon hilangkan kebiasaan mengekang dan cemburu buta Joon, sekarang kalian punya dua penerus, jangan sampai kalian bercerai." Tuturnya.
π "Hmm." Sahutan dingin Joon yang mulai terasa. Entah lah, Krystal masih merasa ada apa-apanya dengan rumah tangga Joon dan Murni.
π "Joon tutup ya, Murni harus makan."
"Iya Sayang, salam kecup untuk cucu Eomma." Pungkas Krystal.
Panggilan terputus. Wanita itu menatap semua orang bergantian. "Murni melahirkan, dan bayinya perempuan."
"Terima kasih Tuhan." Kata yang terucap dari bibir mereka semua. Setelah sekian drama, pada akhirnya berita bahagia bertubi-tubi terdengar.
Tuk, tuk, tuk,
Langkah kaki besar terdengar memasuki ruangan. "Siang semuanya." Dhyrga tersenyum. Semua orang beralih pada CEO tampan itu.
"Ada apa?" Raka menyahut. Raut wajah Dhyrga terlihat bahagia.
"Kita semua diundang di acara pertunangan, Rinda dan Raditya." Jelas Dhyrga.
"What?" Doni yang sedari tadi hanya diam menyempil di sudut tempat, tiba-tiba berseru kaget. "Tunangan Bang CEO?" Tanyanya memastikan.
Dhyrga mengangguk. "Iya, sudah lama Radit melamar Rinda. Dan kemarin malam Rinda menerima lamarannya." Jelasnya.
Aldo terkikik. "Sudah di sikat, orang!" Bisiknya.
"Diem Lo!" Ketus Doni pelan.
"Gimana sama Ansel dan Killa?" Krystal penasaran pada kasus-kasus mereka baru-baru ini.
"Sekarang, Killa sedang dalam proses hukum, berapa kali saja dia mencoba menyakiti Rinda dan anaknya sendiri. Tentu saja ini tidak bisa dibiarkan." Kata Dhyrga kembali.
"Syukurlah. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari semua yang terjadi. Semoga Rinda dan Raditya langgeng, bahagia selalu." Doa Gea.
"Aamiin." Sahut semua orang.
...πππ...
Hujan turun tipis-tipis. Dari balik jendela kamarnya, wanita berkursi roda itu menatap seksama terjatuhnya tetesan air-air itu.
Ruangan klasik ini masih di penuhi foto-foto Ray, dari yang masih muda hingga berangsur menua.
Elevy sendiri menanti ajal menghampiri. Berharap, bisa bertemu Ray di surga nanti. Ray setia, meski hidup bergelimang harta.
Elevy bersyukur memiliki Raka sebagai buah cintanya bersama Ray.
Raka berjongkok di depan kursi roda ibunya. Doa-doa wanita itu lah, akar dari kebahagiaan Raka di mulai.
Elevy beralih menatap putranya. Terngiang kembali bagaimana Raka yang bugar, Raka yang masih sangat tampan dengan seragam SMP nya.
Raka yang masih menjadi pemain basket, pembully, Raka yang arogan beserta kemauan Raka yang harus selalu terpenuhi.
Putra tercinta semata Ray nya cukup banyak mengarungi lika-liku kehidupan.
"Selamat." Ucapan tak bersuara Elevy karena keterbatasan kesehatannya. Lama sudah Elevy tak mampu berbicara, kaku tangan dan kakinya saat di gerakan. Ia di rawat secara khusus oleh orang-orang medis Raka.
Meski demikian, Raka paham betul apa yang Elevy sampaikan. "Mammi lihat, Raka punya banyak penerus." Ujarnya, lalu terdengar isak kebahagiaan.
Hanya sebulir air mata yang tergelincir dari ekor mata Elevy, membasahi pipi keriput wanita tua itu. "Semoga selalu bahagia putra ku." Batinnya mendoakan.
Tak terkira bagaimana bahagianya Elevy. Meski saat ini nenek tua itu tak mampu berucap sepatah katapun. Ia bersyukur, cucu-cucunya telah memiliki pasangan.
Terlebih, Raja dan Queen memiliki kesempatan mendapatkan seorang anak, tidak seperti Viona yang harus meninggalkan dunia tanpa mampu merasakan sensasi kehamilan.
"Terima kasih atas doa-doa Mammi. Terima kasih, Raka bukan siapa-siapa tanpa doa tulus darimu." Raka genggam dan kecup tangan keriput ibunya.
Sebutir lagi air mata yang mengaliri pipi Elevy. Tanpa meminta, orang tua akan dengan otomatis memberikan doa-doa. Elevy sadar, ia pernah egois pada rumah tangga putranya.
Namun kembali lagi, semua harus terjadi sesuai dengan kehendaknya. Manusia ladangnya dosa. Di dunia ini, tak ada yang mampu menghindari kesalahan.
Entah sengaja ataupun tidaknya kesalahan itu sendiri, tapi manusia selalu tercipta lengkap dengan keserakahan. Dan berjuang memberantas ketamakan itu, juga bagian dari tugas manusia.
...π TAMAT π...
Sampai ketemu di cerita ku yang lain. Terima kasih telah membaca sampai akhir. Untuk bonus chapter, silahkan kalian request. Tapi sebelumnya, aku mau kalian mengisi kolom komentar, kesan-kesan kalian membaca cerita komedi romantis ku ini.
Oya, untuk yang bertanya cerita Joon mau lanjut apa enggak, jujur aku perlu persiapan mental untuk menulisnya, jadi aku skip dulu kisah mereka yang lumayan bikin geram juga.
Cerita Raditya dan Rinda juga masih panjang kalo mau dikupas mah, tapi di sini aku hanya menceritakan Queen dan Raja saja. So mohon paham yah.
Aku takut gantung kalo sampai cerita Joon aku up, sedangkan aku belum cukup mental dan bahan untuk alurnya.
Sekali lagi, terima kasih untuk kalian semua. Terutama bagi kalian yang mencetak poin banyak-banyak hingga hampir menyentuh angka seratus K hadiah.
Vote kalian juga terus banjir meskipun aku bukan othor terkenal yang biru lencana nya. Hehe.. Aku terharu banget punya kalian..
Selanjutnya, ada kok part melahirkan Kimmy yang akan bikin gemas juga, jadi jangan sampai lupa baca yah. Gimana cara Raja saat menghadapi kelahiran bayi perdananya.
Hanya Informasi saja, sebelumnya kisah Raja Kimmy ini aku kasih judul Cintai Aku Raja, tapi karena aku nggak mau bertele-tele, akhirnya aku gabungin aja sama novel ini.
Dan untuk sequel, dari cerita ini, sudah aku siapkan, tapi masih mengantri dulu sama cerita lainnya.
Akhirnya, cerita yang sempat di hapus, sekarang sudah berakhir bahagia. Dan semoga kalian terhibur dengan karya ku ini.
Kalian penasaran kan, gimana kehidupan anak-anak Raja Kimmy dan Dhyrga Queen? Tapi Aku siapkan matang-matang dulu yah. Biar tersuguh dengan apik. Aku perlu membuat outline yang rapi biar Nyambung keseluruhan episodenya.
...Ok, akhir kata di bab ini, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya. πππ₯³ Semoga kesehatan dan kebaikan menyertai setiap embusan napas kalian....