
"Jelaskan apa masalah kalian kali ini? Daddy pusing, kalian ribut baik ribut baik, benar Raja selingkuh?"
Secara tajam Raka menatap putra kebanggaannya. Sidang di mulai. Raja duduk melingkar bersama dengan seluruh anggota keluarga.
Ameer, Gea, Krystal, Raka, bahkan Queen dan Dhyrga. Ini permasalahan yang cukup rumit sebab sejatinya Raja dan Kimmy sama-sama saling cinta tapi selalu berakhir berdebat.
"Kimmy minta putus, pasti ada alasannya! Dia gadis paling perasa, bukan hal main-main kalo keputusan Kimmy sudah segini jauhnya!" Queen menimpali, menuding adiknya yang beku seperti ibunya.
"Raja selingkuh?" Ameer bertanya langsung pada akhirnya. "Raja bela perempuan lain di depan Kimmy!"
"Sumpah demi apapun, Raja bukan membela Rinda, ekspresi kesal Raja cuma karena Raja kecewa sama kelakuan Kimmy yang akhir-akhir ini banyak berubah, itu saja Om." Sahut pemuda itu.
"Sebelumnya Raja tidak tahu sama sekali, kalo ternyata yang menyiram Rinda bukan Kimmy. Demi apa pun, Raja cuma sayang Kimmy, Raja cinta Kimmy, perasaan Raja ke Kimmy bukan main-main. Raja benar-benar tulus mencintai Kimmy. Tulus." Nada Raja berangsur lirih.
"Tapi kata-kata saja hanya akan membuat pasangan mu muak Raja, relationship itu harus saling berpasangan," Dhyrga menyela dengan menunjukkan kedua jari telunjuk yang ia satukan.
"Relationship, berjalan beriringan tanpa saling mendahului, ada rasa ketergantungan, rasa saling menyayangi dan loyalitas untuk menerima kekurangan juga kelebihan dari masing masing pasangan." Tambahnya.
"Relationship, interaksi yang kompleks antara dua manusia yang saling mencintai, menyayangi, menghargai, membutuhkan, membantu, bahkan bekerja sama untuk suatu hubungan yang baik. Apa Raja sudah mencoba melakukan itu dengan Kimmy?" Imbuh Dhyrga.
Queen manggut-manggut setuju, sejauh ia menjalin hubungan bersama Dhyrga, mereka langgeng karena Dhyrga tahu apa yang harus di lakukan sebagai seorang pasangan.
"Raja memang tidak pernah menceritakan apapun yang Raja lakukan di Canada, tapi bukan berarti Raja selingkuh, Raja memberikan fasilitas kartu kredit, apartemen, juga kartu-kartu VIP lainnya bukan cuma untuk Rinda saja, tapi banyak, dan kebetulan, Rinda satu-satunya wanita yang Raja tolong di sana."
"Intinya?" Gea menyahut, wanita itu juga kecewa pada perlakuan Raja yang ternyata sedekat itu dengan perempuan selain Kimmy.
"Intinya Kimmy salah paham. Dan Raja lebih salah paham lagi padanya, Raja minta maaf Tante, tapi sumpah Raja cuma sayang Kimmy." Yakin Raja pasti.
"Bantuan yang Raja berikan ke mereka, hanya karena hidup Raja berlebihan, itu saja, soal anak Rinda, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan ku. Raja berkomunikasi dengan dia, hanya saat dia dan anak-anak komunitas lainnya memerlukan tempat praktek ataupun kelas belajar." Imbuhnya.
"Cara Raja mungkin salah ke Kimmy, tapi bantuan ini hanya salah satu bentuk dari kontribusi Raja terhadap mereka yang punya otak genius tapi minim modal." Jelasnya lagi.
"Banyak dari mereka yang ingin lanjut mengembangkan potensi tapi terbentur biaya." Semua orang masih setia mendengar penerangan Raja.
"Ok. Yayasan mungkin menanggung biaya kuliah mereka, tapi tidak dengan biaya hidup dan kehidupan orang tua mereka yang minim penghasilan, akhirnya sebagian besar dari mereka memilih bekerja daripada menerima beasiswa, Raja cuma berniat menolong, membantu orang tua mereka dengan menyisihkan sebagian kecil dari uang jajan Raja yang menurut Raja sangat banyak, itu saja." Pungkasnya.
"Sekarang selesaikan permasalahan kalian, Daddy mau Kimmy tahu semua yang tidak kamu ceritakan selama ini!" Raka menyeletuk setelah cukup lama terdiam.
"Terbuka Raja, terbuka!" Queen greget menatap adiknya. Selama ini Raja memang sulit berbicara, minim kata, menyebalkan.
"Lihat, Kimmy yang cengeng rela menjadi tameng temannya, sementara kekasihnya sendiri menuduhnya bahkan terkesan membela wanita lain. Terang saja Kimmy sakit hati." Timpal Krystal.
"Cukup Joon dan Murni yang mengalami masalah, Raja dan Kimmy Daddy harap tidak ada lagi masalah, jelaskan sekarang juga, tunjukkan Raja benar-benar tulus kalau memang Raja tulus." Kata Raka.
...🎀🎀🎀...
Kimmy sengaja meminta Jono mengantarnya ke rumah milik adik Gea. Kimmy ingin menenangkan diri, karena kalau masih di rumah sudah pasti Raja bebas bolak-balik ke kamarnya.
Kimmy bergeming menatap lampu-lampu kota Jakarta yang memburam seiring dengan berlalunya temaram cahaya itu. Silih berganti kelap kelip terlewati. Menemani hati Kimmy yang sepi.
"Nona Kimmy baik-baik saja kan?" Jono melirik sesekali pada kaca spion mobil.
"Gimana caranya Kimmy baik-baik saja Pak? Kimmy nggak tau." Sahut Kimmy.
"Berdoa, mengadu, meminta, merendah diri pada sang pencipta, insya Allah, tenang. Nona coba saja." Sambung Jono.
"Gitu yah Pak."
"Hu'uh." Jono menyengir, pak tua itu memang selalu menjadi teman curhat terbaik setelah Raja.
"Sebenarnya Kimmy pengen mati tapi kasian Pak Jono, nanti nggak ada kerjaan." Kata Kimmy merengut.
Jono terkikik. "Kalau sudah waktunya, percaya deh, maut itu pasti datang. Sekarang lebih baik Nona lakukan apa yang Nona bisa, Nona lakukan apa yang Nona mampu. Jangan menyerah meski hidup ini tidak sesuai ekspektasi." Ujarnya menasehati.
"Pak Jono kok ngomongnya kayak psikolog sih?" Kimmy sedikit terhibur, setidaknya Jono orang yang tidak pernah menghardiknya.
"Cita-cita Bapak jadi psikolog, tapi cuma bisa nyopir jadi ya nyopir ajah." Jono terkekeh Kimmy pun sama.
"Menurut Bapak, apa Kimmy terlalu manja?"
Senyum Jono terlihat dari kaca spion mobil milik Kimmy. "Semua orang di muka bumi ini dilahirkan ingin dimanja, hanya saja, ada yang bisa melakukan itu, ada pula yang tidak." Katanya.
"Nona Kimmy memiliki kesempatan untuk melakukan hal menyenangkan itu. Nona punya orang tua yang berlebihan dari materi juga kasih sayang, di tambah Nona punya keluarga Tuan muda Raja yang sangat perhatian. Kalo Pak Jono jadi Nona Kimmy, pasti Bapak juga akan manja seperti Nona."
"Tapi Kimmy terlalu bergantung, Kimmy jadi sering sakit hati karena terlalu bergantung."
"Itu wajar. Di dalam dada manusia ada segumpal kelembutan Non. Kalo kulit akan terluka di sambar parang. Sebilah hati juga akan meradang di pukul perbuatan buruk seseorang. __ Ngerasain sakit itu wajar, namanya juga manusia." Jono bicara santai.
Kimmy termenung, seiring berjalannya waktu, ia mendapat pelajaran hidup yang lebih luas dari pandangannya selama ini.
"Sudah sampai." Setelah melewati banyak kota, mobil berhasil terparkir pada halaman rumah minimalis.
"Akhirnya." Kimmy dan Jono keluar bersamaan.
Kimmy melangkah menuju teras rumah tersebut sementara Jono berlari menuju bagasi mobil, mengambil beberapa pakaian ganti Kimmy yang terkemas dalam koper warna pink.
Ting tong..... Kimmy pencet bel rumah itu, lalu menunggu sang empu keluar.