Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Kesekian kalinya



"Don satu lagi nih, Gue belum selesai!" Aldo menepuk Doni yang menyetir.


Dalam kendaraan beroda empat full hitam mengkilap. Aldo Doni dan Raja masih menerabas jalanan kota Jakarta.


Suka duka mereka arungi di dalam mobil mewah tersebut. Doni sempat menjumpai cewek bohay yang ternyata siluman alias bisa wanita bisa pria.


Mereka baru datang dari luar kota. Sekarang Raja bertambah sibuk setelah menggantikan posisi ayahnya.


Sedari tadi Raja mual mendengar tebak-tebakan Aldo yang di dapat dari tutup botol minuman soda.


Pemain bola yang beratnya hanya 3kg. Rupanya bukan Daus mini melainkan Bambang tabung gas.


"Gue males dengernya. Tebakan gaje!" Doni menimpali ketus. Dia bilang receh, tapi tak pernah bisa menjawab dengan benar.


"Ada lagi nih, beneran, kalo ini berhubungan sama Raja. Lo tahu nggak nama sayur yang persis banget sama Raja?"


"Terong?"


"Jiah, mlehoy dong!" Aldo tergelak.


"Apaan sih nggak penting!" Raja ketus, kesal.


Maklum, hari ini Kimmy tak memberinya kabar, semua CCTV di kamarnya pun dimatikan.


Entah apa yang Kimmy lakukan. Raja berjanji tidak akan mengawasinya hari ini. Katanya, sebuah kejutan akan menyambut malam ini.


"Kalian nggak seru!" Aldo berdecak, manyun-manyun nggak jelas. "Masa nama sayur yang persis sama Raja aja nggak tahu!"


"Nyerah!" Doni berusaha keras untuk sabar, temannya ini harus selalu diladeni jika tidak dia akan terus uring-uringan sampai kebawa mimpi.


"Gitu aja nyerah, padahal cuma kembang Cold doang jawabannya, tapi kalian pada nggak bisa nebak! Payah!"


Raja menggeleng ringan. Capek juga meladeni Aldo yang super rewel, mirip anak gadis tetangga.


...🎀🎀🎀...


Malam kian melarung. Dingin, berangin, rembulan di atas hanya separuh, kendati demikian pijarnya tak pernah lelah memberikan harapan bagi setiap insan.


Di kamarnya, Cheryl nyaman dalam pelukan Krystal dan Raka yang membacakan cerita. Cheryl tidak kesepian meskipun Queen dan Dhyrga masih berada di luar negeri.


Kita beralih pada kamar Raja dan Kimmy kembali. Pemuda tampan itu bengong, linglung, di atas ranjang bundar berdiameter besar berwarna merah muda.


Rupanya kejutan Kimmy benar-benar berhasil membuatnya shock. Kamar klasik miliknya berubah total menjadi pink gemas.


Di mana-mana penuh boneka, ada banyak merek catokan, banyaknya jenis skin care, koleksi make up, rak bukunya juga di isi oleh novel-novel bucin.


Meja kerjanya bersisian dengan meja belajar istrinya. Dan itu semua berwarna merah muda.


Raja seperti berada di pengasingan planet Kimmy Kimmy. Hanya senyum nyengir Kimmy satu-satunya hal yang membuatnya bertahan untuk tidak lari dari kamar ini.


"Raja suka kan warna baru kamar kita?" Kimmy mengaitkan kancing piyama Raja yang juga merah muda.


"Suka." Raja berucap lirih tanpa ekspresi. Ke mana Raja yang cool, selalu memiliki selera klasik seperti ayahnya, kini seolah hilang di telan bumi.


Kimmy berdecak. "Kok ekspresi Raja gitu sih? Raja nggak suka?"


Hal yang paling menakutkan bagi laki-laki adalah, kepekaan istrinya. Raja terpaksa tersenyum meskipun di coba manis tapi hanya getir yang tertampil.


"Sukaaaaaa banget. Sangat suka sekali Sayang. Aku malah pengen ngantor dengan jas warna pink."


Kimmy ternganga. "Ide yang sangat bagus. Pasti deh Raja jadi tambah ganteng pake jas pink." Gembiranya. Ia peluk Raja penuh kasih sayang. "Kimmy sayang Raja."


"Hehe." Raja menyengir. "Raja sedang dalam mode gila pasti." Batinnya.


"Apa pun untuk mu." Raja berusaha betah berada di kamar ini. Setidaknya Kimmy dunianya. Mungkin benar kata orang, bersatu dengan wanita perlu juga menyesuaikan diri.


Raja elus kepala Kimmy, mengecup sekilas pucuk ubun-ubun wanita itu. "Sekarang bobok." Lirihnya.


"Nggak bisa." Kimmy menggeleng cemberut.


"Kenapa?"


"Belum bisa, mungkin karena Kimmy masih suka liat kamar kita yang baru." Ujarnya.


Raja menyengir setan. "Kalo gitu kita olahraga sebelum tidur."


"Dih!" Kimmy mengernyit. Tiada hari tanpa begituan semenjak dia menjadi istri Raja.


Raja merubah posisi. Sekarang, Kimmy berada di bawahnya. "Raja baru tahu, warna pink menyenangkan." Tangannya menari-nari diantara tali kecil Kimmy.


Turun sedikit saja, buah kenyal kesukaannya terlihat jelas. Ujung merah muda yang masih ranum juga tersuguh di sana. Raja pelintir lalu remas.


"Emmh." Sesuatu yang sudah tak asing tapi masih selalu membuat Kimmy menahan napas.


"Kimmy tahu, saat kita mengalami orgas hormon oksitosin akan keluar. Meningkatnya Oksitosin dan menurunnya kortisol menjadi alasan datangnya kantuk itu sendiri. Makanya salah satu cara mengatasi insomnia, dengan melakukan ini." Jemari tengah Raja telah beralih pada bagian bawah Kimmy.


Mengingat sulitnya wanita mencapai orgas, Raja selalu mengutamakan istrinya terlebih dahulu. Ia tahan miliknya untuk tidak serakah.


Setelah berkali-kali Kimmy menggelinjang. Ia baru mengeluarkan senjata aslinya. Kimmy lagi-lagi protes, saat Raja menggigit kemasan pengaman.


"Nggak mau pake itu, Kimmy mau di dalam!" Berwajah merah padam, wanita itu protes.


Dua hari ini Raja tak mau mengeluarkan di dalam. Menurut Kimmy, ada perbedaan rasa. Meski masih sama-sama nikmatnya.


"Minggu-minggu ini, Sayang dalam masa subur. Jadi, bahaya kalo di dalam." Sanggah Raja.


"Kenapa? Raja nggak mau punya anak dari Kimmy?"


"Ayolah Sayang, bukan itu masalahnya."


"Terus apa? Ahh!" Raja selesai memakai pengaman lalu bergegas menusuk dan membuat suara desah kesukaannya. "Raja pasti nggak mau kerepotan ngurusin anak istri!" Tersenggal-senggal Kimmy berujar.


"No!" Raja menggeleng. Sementara tongkatnya telah dalam mode aktif, ia menjalankan tugasnya dengan cantik maju mundur di tengah kesempitan yang meremas.


Peluh mulai menyisih, menghiasi pori-pori. Mengembun buliran bening di dahinya juga seluruh bagian tubuh kekarnya.


"Hmm," Kimmy nanar, ini candu, Kimmy sadar perlakuan Raja saat ini membuatnya candu. Ia bahkan tak rela tidur sebelum benar-benar mendapatkannya.


"Nikmati masa remaja mu, masa remaja kita. Kalo sudah lulus kuliah, Kimmy boleh protes lagi. Ough!" Tak kuasa Raja menahan lennguh.


"Ahh!" Terlebih Kimmy yang tak pernah berhenti mengembus desah bertempo cepat, seiring dengan hujaman pinggul Raja.


Tanpa polos, mereka selalu melakukan tanpa polos. Bahkan, tak jarang Kimmy memakai heels saat mencoba gaya lain.


Cukup lama kegiatan romansa itu berlangsung. Kimmy sampai menyerah untuk disudahi sampai sini saja.


"Please, Raja." Permohonan Kimmy yang lalu di turuti suaminya. Sejurus kemudian, Raja mengakhiri permainan.


"I love you so much. Kimmy." Kecupan lembut mendarat tepat di kening wanita itu.


Raja peluk istrinya dari belakang, memejamkan mata lelah, tentunya setelah menarik selimut menutupi raga keduanya.


"Love you too." Kimmy juga terpejam setelah lelah mengerang nikmat.


... Boleh komen saat aku typo, tapi di paragraf nya langsung biar aku lihat hehe... Terima kasih kesayangan, sehat selalu yaaa 😘...