
...Welcome to musim ke dua, hokay, nggak banyak cing cong, kita lanjutkan ceritanya,...
...🎀 Kata pengantar musim ke dua 🎀...
Delapan tahun setelah pernikahan Queen dan Dhyrga. Putri cantik perdana Dhyrga Miller dan Queen Kirana Rain berusia enam tahun.
Namanya Cheryl Arsya Kiehl Miller. Cantik, ceriwis dan pintar seperti ibunya. Mertua Queen masih mempermasalahkan gender Cheryl yang bukan laki-laki.
Sejauh ini Queen belum hamil lagi, sedikit sulit jika mengingat Queen dan Dhyrga yang sama-sama sibuk.
Yah, semenjak Queen menggeluti kembali dunia perfilman sebagai seseorang yang duduk di belakang layar, keluarga itu menjadi jarang menemukan waktu berkualitas.
Soal cinta mereka tetap sama kadar kronis nya.
Raka dan Krystal menua dengan elegan. Dua tahun lalu Ray telah kembali ke Rahmatullah, tinggal Elevy satu-satunya orang tua yang Raka dan Krystal miliki.
Raja dan Kimmy sudah sama-sama dewasa, seiring berjalannya waktu, cinta itu semakin tak bisa mengabur.
...🎀Ok, musim ke dua di mulai 🎀...
Raja masuk ke dalam apartemen miliknya, ia melangkah menuju gadis bertubuh sintal berpakaian musim dingin yang berdiri di sisi jendela.
Bibirnya tersenyum tipis saat mendaratkan kecupan manis untuk yang pertama kalinya Raja lakukan pada kekasih sekaligus calon istrinya.
Raja pejamkan mata menikmati setiap kecapan yang dia berikan teruntuk Kimmy seorang.
"Emmh." Aroma napas Kimmy, manisnya saliva Kimmy, Raja menyesapnya dalam-dalam hingga terhisap unjung dari indera perasa gadis itu.
Sebelah tangan Raja menekan tengkuk tunangannya, sebelahnya lagi merengkuh pinggang gemoy yang selalu Raja rindukan.
Tahun ini Kimmy sengaja datang ke Kanada hanya untuk menyusul kekasihnya. Setelah lulus S2 Raja akan ikut mengurus perusahaan raksasa ayahnya.
Pulang dan tenang menjadi warga negara Indonesia. Hanya tinggal menunggu Kimmy lulus kuliah, mereka akan menikah.
Plak....
Sebuah ingatan pahit yang membuyarkan lamunan manis Raja. "Sial!" Menampilkan gamang di wajahnya Raja berjalan mondar-mandir.
Suara langkah cepat memasuki ruangan, Raja menoleh pada dua asisten personalnya. Dengusan pelan membuat Raja yakin bahwa mereka tak membawa kabar baik.
"Tunangan Bos sudah pulang pakai penerbangan komersial." Aldo nama pemuda berusia 22 tahun itu. Awalnya mereka hanya teman biasa tapi karena suatu alasan Aldo menjadi pekerja Raja.
"Kimmy pasti sangat marah." Raja bergumam lirih. Menyesal, sudah membuat gadisnya marah hingga kabur lagi ke Indonesia tanpanya.
"Cuma karena sebuah ciuman?" Aldo berasumsi.
"Gue yakin bukan cuma itu alasannya." Doni asisten kedua Raja beropini. "Siapa sih cewek yang nolak di cium cowok ganteng?" Dia terkekeh.
"Masalahnya Kimmy beda, dia bukan cewek murahan." Tegas Raja, meski menyangkal dia sendiri bingung kenapa Kimmy sampai semarah itu padanya.
"Tapi tetep nggak masuk akal Bos!"
"Sudahlah, kita pulang!" Raja melangkah keluar dari ruangan. Wajahnya bermuram durja.
Hari ini harusnya ia pulang ke Indonesia bersama tunangannya. Tapi entah salah apa yang membuat Kimmy melarikan diri darinya.
Penebangan dengan jet pribadi Raja nikmati tanpa Kimmy. Seharusnya perjalanan kali ini seru bersama gadis lucunya, tapi Raja harus terdiam tanpa sedikitpun kata di atas jok mewahnya.
Dua puluh jam kurang lebih waktu kotor untuk perjalanan dari Kanada ke Indonesia. Tak ada yang menarik selama perjalanan, waktu terasa hambar, tamparan Kimmy masih terngiang di otak geniusnya.
Pagi pukul lima Raja tiba, ia keluar dari mobil mewahnya berjalan menapaki satu persatu anak tangga teras lalu mendorong pintu masuk utama rumah tinggi ini.
"Tadaaaa!" Sambutan lebay dari Raka, Krystal, Queen mengagetkan.
"Ya Tuhan, kalian apaan?" Raja mengulas kerut samar di keningnya.
"Surprise! Happy graduation Sayang." Ucapan dari mereka menyenangkan, tapi ada yang lain dari kondisi ini.
"Kimmy mana?"
"Bukannya nyusul Lo?" Queen terheran-heran begitu pula dengan yang lainnya.
"Enggak."
"Kok begitu?" Sahut Raka.
"Kalian berantem lagi?" Krystal menimpali.
"Enggak." Raja cium satu persatu pipi keluarganya sebelum ia menaiki anak tangga. "Raja lengket, mau mandi."
Yang lain hanya menggeleng ringan, Raja mirip Krystal yang datar tanpa ekspresi. Dingin, tapi penyayang. Jika urusan cinta tentu Raka juga mewariskan perangainya.
Hanya tiga puluh menit, Raja sudah keluar dari kamar kembali. Kaos navy berlengan panjang ia kenakan berpadu dengan celana jeans pendek dan sendal jepit.
Segar, Raja sudah mandi kilat. Langkah larinya menuruni anak tangga hingga berlanjut keluar dari rumah besar ayahnya.
Satu boneka limited edition karakter katak yang terbungkus kotak kaca transparan dia tenteng.
Boneka super mahal yang terjual secara khusus dan hanya di buat beberapa saja di dunia ini. Sudah lama Kimmy mengoleksinya. Setiap ada keluaran terbaru dari seri boneka itu Raja berhasil mendapatkannya.
Menggunakan smart balance wheel, Raja keluar dari halaman super luas rumah ini. Masih pagi, udara segar melingkupi.
"Pagi Tuan muda." Penjaga tersenyum sambil membukakan gerbang miliknya. Raja terus mengarahkan rodanya menuju rumah tetangga depan yang sudah terbuka pagarnya.
...🎀🎀🎀...
Di lain tempat, Kimmy Zoya mengayuh sepeda miliknya, keringat berbulir bulir membasahi tubuh berisi nya.
Setelah memutari komplek perumahan elit, Kimmy sampai di halaman rumah milik ayahnya. "Uuhh capek deh."
Kimmy memarkir sepedanya sembarangan lalu berjalan meringis menahan deru napas yang tersenggal-senggal, ia duduk di teras rumah, tampilan sederhana seorang Kimmy adalah celana dan kaos pendek di tambah sepatu sneaker putih. Leher mulus tertampil karena rambut dia ikat tinggi.
"Nona kenapa, capek?" Satu pria tua menghampiri dengan wajah cemas. Jono nama sopir pribadi Kimmy.
"Kayaknya Kimmy mau mati bentar lagi."
"Heh, jangan bilang gitu! Kalo Nona Kimmy mati, terus Bapak kerja apa, nggak ada yang di antar ke mana-mana, Bapak nganggur dong."
Kimmy menyengir. "Iya juga yak Pak. Ya udah Kimmy matinya nanti ajah deh, nggak jadi sekarang."
"Gitu dong." Mereka tertawa renyah bersamaan. Kimmy dan Jono memang sudah sangat akrab. Kimmy manja maka apa pun bergantung pada orang lain.
"Kim!" Gadis itu menoleh pada sumber seruan yang menyebutkan namanya. Jono segera pergi setelah mendapati sosok tinggi Raja berdiri di belakang sang Nona.
Raja berjongkok di sisi kiri Kimmy, meraih kaki kaki mulus gadis itu. "Setelah olahraga, usahakan kakinya di luruskan." Ujarnya.
Kimmy bersandar pada tiang bulat berdiameter besar rumah ayahnya, meluruskan kaki seperti yang Raja instruksikan.
Bibirnya cemberut seketika Raja datang. "Lo masih marah?" Kimmy diam saja.
Raja tahu Kimmy masih menyembunyikan sesuatu darinya, ia berusaha membujuk dengan karakter katak yang dibawanya.
"For you." Sodor nya tersenyum.
Kimmy menyengir tak sadar, sudah lama Kimmy menantikan boneka limited edition seri terbarunya. Dia ambil kotak transparan berisi karakter katak itu lalu memeluknya.
"Akhirnya, Gue punya keluaran terbarunya, ululu boneka ku Sayang."
Raja melihat wajah bahagia Kimmy hingga tanpa sadar bibirnya tersenyum sangat manis.