Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Kampus..



Raja perhatian, pacarable, tapi ada hal yang mungkin membuat Raja terpaksa melakukan semua ini.


Bisa saja karena perjodohan yang tidak berani Raja tolak, sampai akhirnya Raja bermain di belakang tanpa sepengetahuannya.


Kemarin di Kanada, Kimmy mendapati sesuatu yang seharusnya Kimmy tahu sedari dulu.


Sepucuk surat Kimmy temukan pada laci nakas milik kekasihnya. Kedatangannya sangat bahagia, sampai di Kanada ia kecewa.


..."Terima kasih atas semuanya Raja, semoga perjalanan pulang mu menyenangkan, aku kembalikan kunci apartemen juga kartu-kartu ini. Terima kasih sekali lagi."...


Rinda nama yang tertulis di pojok kertasnya, terselip di atas kotak berpita merah muda berisikan beberapa kartu, seperti kartu kredit, member VIP praktek lapangan, member VIP perpustakaan bahkan kunci apartemen.


Cukup Kimmy mengingat hal menyakitkan itu, cukup Kimmy tahu apa yang bertahun-tahun lamanya tiada pernah dia tahu.


Lelah Kimmy bertahan dengan pemuda yang mungkin hanya terpaksa menjalani hubungan pertunangan ini.


Berbibir merengut Kimmy berjalan menaiki anak tangga. Kamar di lantai atas yang gadis itu tuju. Matanya melirik sesekali pada pemuda tampan yang mengiringi langkah kakinya.


Sampai sebuah sentuhan di tangan membuat Kimmy menepis. "Mau apa ikut ke sini? Pulang sana!" Tatapan tidak suka ia arahkan pada tunangannya.


"Lo masih marah?"


"Nah itu tahu!"


"Apa masalahnya?" Sedikitpun Raja tidak merasa bersalah, lalu tiba-tiba Kimmy ngambek.


"Katanya Raja genius, bisa lompat-lompat kelas, masa kesalahan sendiri nggak paham!" Kimmy kembali menaiki anak tangga sampai tiba di lantai atas disusul oleh Raja.


"Palingan cuma masalah kecil yang Lo gede-gedein."


Kata-kata enteng yang mengundang tolehan kepala Kimmy. "Oh, iya emang kebiasaan Kimmy kan gitu."


"Cuma masalah ciuman?"


"Pikir sendiri!" Baru saja Kimmy berpaling Raja sudah lebih cepat meraih lengannya.


"Bilang apa masalahnya. Gue pengen tahu! Diem tuh nggak ngelarin masalah Kimmy! Berapa lama kita hubungan, Lo nggak pernah berubah, masih suka ngeributin hal kecil. Di usia dua puluh tahun seharusnya Lo bertambah dewasa bukan malah sebaliknya. Lo tahu nggak sih, Lo terlalu manja, Lo terlalu kekanak-kanakan, Lo nggak bisa menghargai sekecil apa pun usaha orang lain ke Lo!"


"Usaha apa emang yang Lo lakuin ke Gue? Perasaan selama ini cuma Gue yang usaha bertahan." Sergah Kimmy.


"Bertahan?" Bibir Raja tersenyum getir. "Lo pikir buat apa Gue bela-belain booking tiket cuma buat boneka nggak penting ini?"


"Nggak penting?" Kimmy tertampar ucapan kekasihnya.


"Nggak penting, mahal, nggak ada faedahnya, but, nggak masalah cuma demi kamu aku bela-belain ketemu langsung sama pengrajinnya dan itu just for you. And then, kamu bilang aku nggak ada usahanya?"


Lagi-lagi terbit samar-samar senyum getir dari bibir pemuda tampan itu.


"Lo tahu Kimmy. Orang-orang di luar sana menggantungkan hidup hanya dengan upah minimum perbulan! Dan Lo, mengoleksi benda mahal yang nggak penting kayak gini!"


Raja merubah tampilan wajah menjadi sesal kala kaca-kaca tertampil di mata kekasihnya. Tangan Kimmy gemetar memegangi kotak transparan berisi boneka seharga motor gede itu.


"Maaf." Lirih Raja.


"Kamu di sini Raja?" Suara damai Gea terdengar dari arah kanan Raja. Pemuda itu menoleh pada calon mertuanya. "Ya Tante."


Brakkk....


Kimmy masuk ke dalam kamar tanpa permisi, menutup pintu dengan keras. Lalu Raja menghela napas, berusaha sabar.


"Kalian berantem lagi?" Gea bertanya. Sepasang kekasih itu memang sering berseteru tapi kemudian kembali manis.


"Biasa Tante." Raja menyengir kecil.


...🎀🎀🎀...


Setelah rapi dengan celana jeans hitam dan jaket jeans kasual, Raja keluar dari rumah, Gea bilang Kimmy ada kelas pagi.


Raja bersiap diri mengantar kekasihnya.


Raja menaiki mobil sport putih tanpa atap, kacamata hitam dia sematkan di wajah tampannya.


Mobil itu melintasi halaman luas hunian mewah Raka Rain dan berakhir pada halaman milik keluarga Kimmy.


Jono menyengir menghampiri dengan langkah setengah berlari. "Nona Kim nya sudah berangkat Tuan muda."


"Hah?" Raja terkejut, apa Kimmy semarah itu sampai-sampai tak mau menunggu dia mengantarnya. "Dengan?"


"Pakai sepeda, sendiri."


"Apa-apaan anak manja ini! Nanti kalo sakit hebohnya satu RT!" Gerutunya kecut.


Raja menyetir sembari mengecumik bibirnya. Rupanya sudah sedikit jauh Kimmy mengayuh sepeda, samar-samar terlihat punggung Kimmy dari kejauhan.


Kimmy menyandang celana pendek putih, kaos longgar merah muda, tas punggung putih kecil yang senada dengan warna sepatunya.


Gadis cantik, seksi, mulus, bersepeda, tentu saja mengambil alih perhatian semua orang yang menatapnya.


Kang cilok, kang siomay, bahkan pemuda SMA yang tengah magang di bengkel bersiul padanya. Raja geram melihatnya.


Segera Raja mempercepat laju mobilnya hingga sejajar dengan sepeda milik Kimmy.


"Ngapain naik sepeda, kampus Lo jauh!" Raja menegur, Kimmy menoleh sekilas lalu fokus pada jalanan.


"Biarin!"


Brakkk....


Tak mau lagi cekcok Raja menepikan mobilnya, sengaja menghalangi jalan Kimmy yang mendelik.


"Minggir Raja!"


Berwajah geram pemuda itu keluar dari mobil melangkah menuju sepeda Kimmy. "Masuk, Gue antar."


"Nggak!" Tolak Kimmy.


"Jangan ngada-ngada, berapa kilo meter lagi kampus Lo hah?"


"Biarin, Kimmy sekalian mau kurusin badan, biar Kimmy kurus terus bisa deh selingkuh!"


"Selingkuh?" Raja tersenyum kesal. Kimmy sudah benar-benar membuatnya naik pitam.


"Awas minggir!"


Jsshh....


Kimmy membulatkan mata penuh mendapati Raja mengempiskan ban sepedanya begitu saja.


"Lo apaan sih Raja!" Pukul nya, Raja sedikit terhuyung mendapatinya.


Hanya karena itu saja bibir Kimmy meleyot, tiba-tiba mendung dan hampir terjatuh hujan dari pelupuk matanya.


"Masuk!" Raja menarik paksa Kimmy turun dari sepeda lalu mendorong kekasihnya supaya duduk di jok penumpang bagian depan.


Kimmy menurut meski ingin sekali mencakar wajah tampan tunangannya. Gegas Raja melipat sepeda Kimmy, kemudian meletakkannya pada jok belakang.


Raja memutari mobil untuk mengambil alih kemudi. Hal yang sudah biasa Raja dapati adalah, melihat air mata Kimmy yang luruh dengan mudahnya.


Raja tarik sabuk pengaman Kimmy baru setelah itu memakai sabuk pengamannya sendiri.


Kimmy menyeka air mata, berpaling dari arah tunangannya yang menatap seksama kaki merahnya.


"Capek kan naik sepeda? Nggak usah kurusin badan, Lo udah cantik begini, lagian kenapa sih obsesi banget kurus!"


Merutuki Kimmy, Raja menyalakan mesin mobil lalu melajukan kendaraannya menuju kampus Kimmy. Salah satu kampus baru yang di bangun Millers-Corpora Group.


Tak ada percakapan, mereka diam dengan pemikiran benarnya masing-masing.


Empat puluh menit sampai, Kimmy membuka sendiri sabuk pengamannya bahkan keluar dari mobil tanpa menunggu Raja seperti biasanya.


"Kimmy." Raja bersuara sangat halus namun gadis itu tak mau mendengarkannya.


"Huaaa, Kimmy, di antar siapa Lo hah?" Berteriak antusias Ashley menyapa sahabatnya.


"Kenalin dong ke kita!" Ariani yang menimpali dengan bulatan mata kagumnya. "Ganteng banget sumpah!"


Raja menerbitkan senyum kecil sembari membuka kacamata hitamnya, menunggu respon dari Kimmy yang acuh. "Masuk deh mendingan." Ajaknya.


Ariani menarik. "Eh tapi tunggu dulu, Lo nggak bisa lari dari kita, kenalin dulu siapa cowok yang ngantar Lo!"


"Cuma sopir!"


"Sopir?" Ariani dan Ashley melongo sementara Raja mengernyit dahinya.


...Maaf, ya ampun, ini reviuw nya lama bgt, ini juga setelah ku revisi baru deh masuk, lagi OTW lanjutnya sabar....