
"Daddy, ..."
"Kalo Daddy nggak setuju, mendingan Queen nggak usah nikah ajah!" Queen menyela ucapan ayahnya.
"Jangan bercanda Sayang!"
"Apa Daddy liat candaan di muka Queen? Queen sangat serius!"
"Dulu Daddy jodohin kalian lalu kalian menolak dan membatalkan gitu ajah, kenapa sekarang Daddy yang seolah-olah jadi tersangka nya?" Raka menggeleng menukas putrinya.
"Karena Daddy yang muter-muter dari tadi, coba putusin secara cepat! Dhyrga di terima atau tidak!" Krystal kembali menyeletuk. Wanita itu tak suka bertele-tele, setuju-setuju tidak pun bilang saja.
Setelah beberapa saat terdiam, Raka kembali bersuara. "Ok ok, Daddy beri restu!" Ujarnya.
Queen, Dhyrga, dan Krystal tersenyum.
"Tapi, ada tapinya," Tambahnya.
"Apa lagi?" Queen mengernyit, pemikiran ayahnya ini memang sulit sekali di sinkron kan dengan kebanyakan orang.
"Kalian harus mau di pingit di rumah masing-masing, kalian nggak boleh ciuman sebelum menikah, nggak boleh gandeng tangan apa lagi ketemu sebelum acara pernikahan!"
"Gimana bisa gitu Om!" Dhyrga berseru dengan gurat protesnya. Sehari tak bersua saja serasa sewindu, apa lagi lebih dari seminggu.
"Bisa saja! Raka Rain selalu bisa!" Raka kekeuh.
"Tapi Daddy, menikah juga butuh kegiatan yang harus di lakukan sama-sama kayak fitting baju pengantin, foto prewed, pilih disain undangan, souvernir, dan lainnya."
Raka mengangkat bahunya. "Nanti boleh kalian ketemu, tapi di dampingi yang lain, ada Ryan dan lainnya juga yang menjaga kalian!"
"Jadi Om merestui?" Dhyrga tak peduli dengan aturan dan syarat yang Raka ajukan kali ini, asal di setujui Dhyrga maju.
"Yah Om merestui, nanti biar Om yang bicara baik-baik sama keluarga Arnold, tapi ingat syarat nya tadi." Kata Raka.
"Iya-iya, lagian Dhyrga kalem, Om tahu sendiri kan Dhyrga Miller laki-laki baik, alim, rajin menabung dan tidak sombong."
"Hieleh!" Ujung bibir Raka naik sebelah.
"Jadi kapan Papa Mama boleh datang ke sini?" Sambung Dhyrga.
"Malam ini Hyun dan Mbak Yuni perlu mediasi, jadi mungkin kita atur lagi setelah mereka sudah mendapatkan hasil dari mediasi nya." Ujar Raka.
Dhyrga manggut-manggut paham. "Ok."
"Apa syarat yang Om minta selain tidak bertemu sebelum menikah?" Dhyrga kembali bertanya dan Raka menggeleng.
"Tidak ada." Jawabnya.
Raka tahu sekali Dhyrga Miller bukan lelaki yang salah, Raka yakin Dhyrga Miller akan menjadi suami yang baik bagi putrinya. Biar saja mereka bersatu, lagi pun usia Queen sudah memenuhi syarat menikah.
Justru semakin Queen mempercepat pernikahan, Raka akan semakin cepat mendapatkan cucu bukan? Cucu yang lahir dari putra putri crazy rich.
...🎀🎀🎀...
Malam harinya, tepatnya pada sofa ruang keluarga berwarna putih. Semua orang duduk melingkar di sana.
Tegang, dingin, mencekam, meski tujuan dari mediasi ini adalah demi mendapatkan kehangatan keluarga seperti sedia kala.
Raka dan Hyun Ki duduk mengapit Joon, sementara Krystal dan Yuni duduk mengapit Murni.
Queen dan Raja tak berani ikut serta, ini bukan urusan mereka. Queen sungkan jika harus bertatap muka dengan Joon.
Queen sakit hati, membayangkan Joon melakukan hal itu pada Murni, sementara Queen lah objek fantasinya.
Kalaupun memang bukan Murni yang menjadi korban, itu berarti besar kemungkinan Queen yang akan Joon tiduri. Sedang mereka, sudah kakak beradik sedari masih bayi.
"Sekarang Joon tahu dan melihat bukti kehamilan Murni bukan? Hal yang harus Joon lakukan adalah bertanggung jawab." Setelah cukup lama membicarakan kejadian kelam dua bulan lalu Raka menuturkan pendapat.
"Why?"
"Karena Murni tahu, Tuan muda tidak menyukai ku, apa lagi mencintai ku." Jawabnya.
"Dulu Mammi Daddy tidak saling cinta saat menikah, lihatlah, sekarang kami saling setia dan saling melengkapi satu sama lain." Tampik Raka.
"Tidak perlu memaksa Daddy. Murni bisa merawat bayi Murni sendiri." Sanggah Murni kekeuh. Melihat bagaimana tatapan tidak suka Joon saja Murni menciut.
"Bagaimana bisa begitu?" Krystal menimpali sedang Yuni hanya diam, Yuni sudah setuju dengan apa pun yang akan Murni putuskan.
"Murni tidak mau hidup dengan orang yang tidak menginginkan Murni, Murni masih bisa melanjutkan kuliah dalam keadaan hamil. Murni bisa hidup seperti biasanya. Itu lebih baik dari pada hidup bersama suami yang tidak pernah menginginkan Murni."
Hyun Ki menggeleng. "Tapi anak yang akan kamu rawat sendiri itu cucu ku, ..."
"Cucu kami!" Imbuh Raka.
"Kalau Daddy dan Tuan Hyun Ki mau, kalian bisa memfasilitasi bayi Murni sesuai dengan yang semestinya, karena bertanggung jawab tidak harus dengan cara menikahkan Murni."
"Kamu mau memeras keluarga ku Murni?" Joon memotong kata-kata Murni dengan sarkas nya.
"Joon!" Krystal mendelik penuh.
Secara bergantian Murni menatap semua orang. "Sekarang Daddy, Mammi, Tuan Hyun, dan Ibu tahu kan bagaimana hasil dari mediasi ini? Sepertinya tidak usah lagi ada perdebatan, Murni yakin Murni bisa merawat sendiri bayi Murni tanpa suami." Cetusnya.
Joon tertohok, ternyata Murni benar-benar tidak menganggap Joon baik untuknya.
"Permisi." Murni bangkit dari duduk, berlari keluar dari ruangan itu meninggalkan wajah kecewa para orang tua.
Di depan sana, Queen merentangkan kedua tangannya, menawarkan pelukan hangat padanya. Murni masuk ke dalam dekapan sang Nona muda. "Hiks."
"Maaf Murni, ini semua gara-gara pertemuan kita dulu, ini semua karena pertukaran identitas kita dulu, kalo ajah dulu Gue nggak maksa Lo bertukar identitas, Lo nggak akan pernah ternodai seperti sekarang ini." Queen menyesal dan itu tiada gunanya.
Queen mengangguk cepat. "Keputusan Lo udah bener, hidup berdampingan sama cowok yang nggak nganggap kita ada, cuma bisa buat Lo sakit." Tambahnya.
"Aku kuat Queen." Kata Murni. Lamat-lamat terdengar suara isakan sesaknya.
"Yah, tentu saja, ada Gue yang akan selalu jadi penguat Lo Murni." Sambung Queen.
...🎀🎀🎀...
Dalam ruangan keluarga Hyun Ki mendengus kasar. Tiba-tiba saja frustasi menggelayuti kembali. Harapan masalah selesai dengan mediasi, justru memperkeruh suasana malam ini.
Hyun menatap kecewa putranya yang hanya datar terdiam tanpa rasa bersalah. "Kenapa aku harus punya anak seperti mu Joon? Kamu sudah menghamilinya dan sekarang kau bilang dia mau memeras keluarga kita? Ucapan mu keterlaluan!"
"Mammi kecewa, apa seperti ini yang Mammi ajarkan selama ini Joon?" Timpal Krystal.
"Sudah-sudah, Joon juga tidak menginginkan hal seperti ini terjadi!" Bela Raka. Siapa yang mau terjebak one night stand bersama gadis yang tidak di cintai?
"Tapi setidaknya berani bertanggung jawab kalau sudah berbuat! Ini perbuatan tidak terpuji Raka!" Ketus Krystal.
Joon bangkit dari duduk. "Sudah selesai kan? Murni hanya mau uang dan fasilitas dari kita saja, barusan Murni bilang, Murni nggak mau Joon nikahi, jadi selesai masalahnya sekarang!" Pemuda tampan itu melangkah keluar dari ruangan dan semua orang tercengang.
Di sela langkah. Sejenak Joon mengingat kembali bagaimana dia menarik paksa Murni saat pulang dari klub malam jam satu pagi.
Kala itu Murni baru pulang dari magang. Joon keluar dari mobil dan memaksa Murni masuk ke dalam mobilnya, di sanalah kegiatan haram itu di lakukan.
CCTV sempat Joon periksa kembali kemarin, di sana terlihat jelas Murni meronta tapi Joon tak mendengarkan penolakan gadis itu.
Masa depan Murni juga masih bisa cerah meskipun bukan seorang Nona muda. Tapi dengan durjana nya Joon merampas masa depan itu dari seorang gadis sahaya tak berdaya.
Joon iba, tapi entah kenapa sulit sekali bibirnya hanya untuk mengutarakan kata maaf saja.
Dukung Pasha Ayu dengan like vote komen dan hadiah nya.... ❤️