Sexy Little Partner

Sexy Little Partner
Siyah....



Visual Garaga anaknya Andre, inget Andre kan? hehe... baru muncul lagi dia...



Pesta pertunangan bubar barisan, kini keluarga Dhyrga dan Queen berkumpul untuk merembuk kan acara selanjutnya.


Well, ini acara dadakan yang tiba-tiba Raka cetuskan beberapa saat lalu. Yaitu, ijab siyah dulu.


Dhyrga dan Queen masih tak nyaman, kendati mau menikahkannya, Raka terus menerus menorehkan semburat kekesalan.


Semua orang tidak terkecuali Raja dan Kimi duduk melingkar di atas permukaan sofa klasik milik Raka Rain.


"Panggil penghulu!" Titah Raka untuk yang ke sekian kalinya menggaung.


"Malam begini, masa nyari penghulu." Andre menyatakan protesnya.


"Daddy marah?" Bocah tampan berusia sebelas tahun bertanya pada Raka.


"Tidak, hanya kesal sama Nuna kalian." Ketus Raka menyanggah.


Garaga nama bocah tampan itu, Gara panggilan dari putra semata wayang Andre dan Amanda.


Seperti Andre, Gara tampan dan cerdas. Hanya sesekali Gara terlihat di lingkungan istana ini, sebab Gara tinggal di Singapura bersama keluarganya.


Yah, Andre harus mengurus mandiri perusahaan Raka di negara itu setelah Raka mengangkatnya menjadi direktur utama di sana.


"Ini saja sudah jam sepuluh malam, kantor urusan agama tutup, penghulu juga pasti sudah pada tidur." Kata Andre lagi.


"Tidak perlu di paksakan Daddy." Queen angkat bicara.


"Om Raka tenang, kami tadi hanya khilaf saja, setelah ini kami janji, kami nggak akan melakukannya lagi sampai di sah kan bulan depan." Sambung Dhyrga. "Tapi kalo mau nomor penghulu, Dhyrga ada." Tambahnya menyengir.


"Sialan!" Raja yang dingin saja terkikik geli apa lagi yang lainnya. Rupanya Dhyrga sudah terkena virus bucin akut.


"Telepon sekarang!" Raka menitahkan kata itu pada calon mantunya, bibirnya cemberut, merengut, pokoknya suram seperti masa depan cinta yang ada pelakor'nya.


"Biar Rachel yang telepon!" Rachel ambil bagian. Gadis itu menjauh dari tempat tersebut kemudian mencoba melayangkan panggilan pada pak penghulu.


Cukup lama di jawab, tak lantas membuat Rachel menyerah, Dhyrga harus menikah malam ini juga.


Tuuuut.....


Sampai tibalah saatnya Rachel mendapat jawaban, meskipun dengan suara parau yang tersenggal-senggal, laki-laki itu berseru.


📞 "Ada apa Chel?"


Rachel menutup mulutnya agar orang-orang tak mendengar pembicaraannya. "Emergency, pak Hulu, ..." Bisiknya.


📞 "Ada yang ke ciduk?"


"Iya!"


📞 "Siapa?"


"Anaknya Tuan Raka sama Tuan Harlan, jadi sekarang nikahkan mereka secepatnya, Rachel tunggu di rumah Tuan Raka."


📞 "Tapi ini bapak lagi nanggung, lagian kenapa malem-malem gini sih? Mau enak tapi mengorbankan keenakan orang lain! Dasar orang kaya!" Bahkan desah wanita terdengar lamat-lamat dari seberang sana.


Rachel mendengus. "Sudahi dulu mainnya, mandi yang bener, terus dateng dah, lagian bayarannya pasti bakalan uwow, percaya deh sama Rachel. Bayaran nikahin anak Raka Rain setara sama nikahin seribu pengantin biasa. Jadi jangan laga-laga'an nolak deh."


"Bayangin nih. Gila ajah kan kalo Pak Hulu nikahin seribu pengantin dalam satu hari, Rachel yakin itu mulut Pak Hulu bakalan gempor, belum lagi tangannya kapalan salaman mulu."


📞 "Iya juga yak?"


"Jadi gimana?"


📞 "Ok deh, Bapak siap-siap, tapi nunggu sedikit lama nggak apa-apa yah."


"Penghulu OTW." Rachel mengacungkan jempol ke atas setelah menutup teleponnya.


...🎀🎀🎀...


Sah, Syah, Siyah!


Setelah dengan tegas Dhyrga menjawab qobul sembari menyalami Raka si pemberi ijab dan di lanjutkan kata sah oleh seluruh saksinya.


Pada akhirnya, Queen Kirana Rain resmi menjadi istri Dhyrga Miller. Mas kawin yang tersebut bukan main nilainya.


Semua tersenyum bahagia terkecuali Raka yang merengut. "Daddy kenapa sih?" Krystal bertanya penasaran.


"Daddy takut kalo Dhyrga nyakitin Queen." Jawab laki-laki itu lirih tak bersemangat.


Krystal berkerut kening. "Bukannya Dhyrga pilihan Daddy sendiri?" Tukasnya.


"Terus?"


"Dulu Daddy langsung bisa bikin enak Mammi pas malam pertama, karena Daddy udah pengalaman sama Vio, nah kan sekarang Dhyrga amatir, gimana kalo Queen di sakiti malam ini?"


"Ya Tuhan Raka, kamu ini!" Krystal mendelik tak percaya. "Apa harus memikirkan hal seperti ini hah?" Berang nya.


"Daddy wajar kan? Daddy seorang ayah!" Sanggahnya.


"Sudah- sudah cukup Raka, kamu tuh pikirannya emang paling aneh, nggak ada wajar-wajar nya kalo kata-kata itu dari mulut kamu!" Sergah Krystal.


"Anehnya di mana?" Dengan acuhnya Raka menaikan kedua bahu.


"Queen sudah cukup umur, Dhyrga apa lagi, mereka bisa menjaga diri, urusan seperti ini, tidak hanya kamu saja yang pintar." Kata Krystal.


"Tapi barusan Daddy liat sendiri gimana Dhyrga memakan gadis kecil yang Daddy rawat dari masih merah Yank, Daddy sayang-sayang Queen seperti Malika sampai sebesar itu di ambil Dhyrga."


"Daddy mau putrinya menjadi perawan tua?"


"Enggak."


"Ya sudah, kasih restu ke mereka, sekarang senyum, jangan buat mereka nggak nyaman sama raut wajah mu yang suram!"


Huff.... Bahu turun, Raka mendengus pelan lalu melangkah menuju Queen dan Dhyrga yang masih sibuk menerima ucapan selamat dari keluarga lainnya.


"Sayang, ..." Raka peluk Queen dengan penuh kasih sayang. "Selamat yah, Daddy doakan yang terbaik untuk mu. Daddy love you Baby." Ucapnya tulus.


"Makasih Daddy." Queen tersenyum sangat manis. Ayahnya ini, memang arogan tapi penuh cinta kasih yang tulus.


Raka beralih pada mantunya. "Dhyrga, hati-hati, ..."


"Daddy!" Krystal mencubit pinggang suaminya dengan harapan laki-laki itu tak jadi mengatakan hal yang diluar ranah nya. "Jangan ikut campur!" Bisiknya melotot.


"Iya-iya." Raka menyengir.


"Pokoknya Daddy harap kalian bahagia selalu, Daddy menyayangi kalian." Raka rangkul Dhyrga dan Queen bersamaan.


Dhyrga tersenyum memeluk mertua posesifnya. "Terimakasih Daddy." Ucapnya.


"Bahagia lah kalian semua."


Raka mengecup lembut puncak kepala Queen lantas menatapnya. Rasanya baru kemarin gadis itu mengoceh dan melucu di tangan Viona lalu sekarang Queen disunting pria mapan.


Beruntung Raka memiliki Raja yang sudah pasti akan tinggal menetap bersamanya. Maka tak perlu lagi Raka takut kesepian di masa tuanya.


"Kita resmi jadi besan Ka!" Harlan memeluk besannya yang lantas membalas pelukan.


"Selamat buat kita semua. Akhirnya, Dhyrga sama Queen bersatu. Sekarang tinggal kita nunggu cucu." Kata Raka seraya tergelak.


"Selamat Krystal." Rania memeluk wanita cantik itu. "Terima kasih sudah mau merestui mereka sampai sejauh ini, padahal kita tahu hubungan keduanya sempat renggang." Tambahnya.


"Jodoh nggak ke mana Jeng." Krystal tersenyum mengurai pelukan. "Doa terbaik untuk anak-anak kita."


"Aamiin."


...🎀🎀🎀...


Dalam mobil mewah berjenis SUV, Rachel duduk di jok penumpang bagian depan sementara Ryan mengemudikan kendaraan.


Setelah acara sakral di lakukan sang Tuan dan Nyonya muda. Keduanya harus rela mengawal mobil sport merah tanpa atap yang melaju di depan sana.


Harlan Rania pulang ke rumah utama, dan rencananya membiarkan Dhyrga membawa istrinya ke Penthouse untuk malam ini saja.


Besok, pengantin baru itu masih harus sama-sama mengurus persiapan pernikahan mereka. Souvernir, undangan, fitting baju, bahkan foto prewed pun akan segera di buat.


"Ini mau ke mana sih kita? Kenapa jalannya jadi jauh begini?" Rachel menggerutu, jalan yang di tuju bukan jalan menuju Penthouse milik Dhyrga.


"Kayaknya mau ke pantai." Jawab Ryan.


Rachel berdecak. "Sialan emang si Bos!"


"Mereka pengantin baru, mungkin mau honey moon." Ryan selalu bertutur datar, yah begitulah perangainya.


"Mentang-mentang malam per-tama." Rachel mengerucutkan bibirnya merutuk.


"Ini sudah pagi." Kata Ryan.


"Ck, lagian ngapain coba di sini? Bukannya malam per-tama lebih enak di lakukan di rumah?"


Ryan menggeleng. "Mana ku tahu, aku belum pernah."


"Sialan!"