Second Chance

Second Chance
Chap 43



Seperti biasa sebelum berangkat ke kantor Bian akan mengantar Hana terlebih dahulu. Yang berbeda hari ini adalah , laki-laki itu kini menjalankan mobilnya menuju Apartemen Jhony, dia akan memastikan keadaan Jhony terlebih dulu. Baru saja dia keluar dari mobil, ia mendapati Jhiny yang baru saja akan menaiki mobilnya


“Jhony-ya” panggil Bian


Merasa namanya disebut laki-laki blasteran Korea-Amerika itu menoleh “Eoh, Hyung. Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Jhony


“Aku baru saja mengantar Hana, dan aku datang kemari untuk memastikan keadaanmu. Apa kau sudah lebih baik?” Tanya Bian


Jhony mengangguk “Ne, seperti yang kau lihat Hyung aku sudah baik-baik saja.em Gomawo semalam kau sudah mengatarku pulang Hyung”


Bian mengaggukan kepalanya beberpa kali “bagaimana kalau ktaberangkat bersama? Aku rasa sudah lama kita tidak berangkat bersama” tawar Bian


Jhony Nampak berpikir, sebelum mengiyakan ajakan Bian.  Suasana di dalam mobil begitu hening tidak seperti biasanya, jika biasanya Jhony akan menanyakan beberapa hal pada Bian, baik itu tentang pekerjaan ataupun urusan pribadi, kini laki-laki itu hanya diam sambil memainkan ponselnya. 


Bian benar-benar tidak tahan dengan suasan canggung tersebut, hingga akhirnya Ayah dari Hana itu memecahkan keheningan. Ia berdehem sebelum angakat bicara 


“Jhony-ya Minhae, sungguh aku benar-benar minta maaf”


Jhony terdiam sesaat “gweanchana Hyung aku yakin ini semua pastidi luar kendalimu. Aku yakin kau pasti jugatidak menginginkan hal ini terjadi” ujar Jhony. Ia yakin bahwa Bian pasti juga tidak menginginkan hal seperti ini terjadi, ia tahu betul bagaimana sifat Bian. 


Bian bukan tipe laki-laki yang akan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Apalagi, ia mejadai saksi bagaimana usaha Bian untuk mendapatkan cinta Karina, setelah mendapatkannya tentu saja Bian tidak akan berbuat bodoh dengan menduakan Karina


“Kau benar, aku sama sekali tidak menginginkan hal ini terjadi. Gomawo Jhony-ah atas pengertianmu” ujar Bian


Beberapa menit kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah sampai Kantor tempat mereka bekerja


“Hyung apa Nunna sudah mengetahuinya?” Tanya Jhony saat mereka menugrai langkah memasuki kantor


“Ani, aku belum mengatakannya. Aku hanya meminta dia untuk percaya padaku atas apapun yang akan dia lihta dan dia dengar nantinya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya, aku juga tidak tahu apa yang bisa Yerim lakukan pada Karina. Jadi aku meminta Karina untuk percaya padaku” ujar Bian


Jhony menganggukkan kepalanya “lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya Hyung?” Tanya Jhony


Bian menghela nafasnya “sepertinya aku akan keluar dari perusahaan ini”


Jhony menghentikan langkahnya “Yak Hyung! Mana bisa begitu eoh? Kalau kau keluar lalu bagaiman dengan Devisi kita?” sunggut Jhony tak terima dengan keputusan Bian


“Tentu saja bisa, kenapa tidak bisa eoh? Bukankah sudah aku katakana kalau aku rela kehilanan apapun asalkan itu untuk kebahagiaan keluargaku. Dan untuk masalah Devisi bukankah ada diri,u? kau sudah lebih dari mampu untuk menggantikanku Jhony-ya” ujar Bian


“tapi Hyung aku…” 


“Sudahlah Jhony-ya, kau hanya perlu percaya pada kemampuanmu. Dan kau sendiri apa yang akan kau lakukan pada hubunganmu dengan Yerim?” Tanya Bian


“Molla, aku juga belum bisa memutuskan untuk langkah selanjutnya Hyung” Jawab Jhony dengan wajah yang sendu


Bian menepuk pundah anak buahmya itu “pikrkan baik-baik sebelum kau mengambil keputusan Jhony-ya,. Kalau kau memang masih mencintainya, maka pertahankan dia, ubah dia dengan cintamu. Kau tahu sendiri bukan bagaiaman aku mendapatkan hati Karina, aku yakin kalau kau benar-benar tulus  mencintainya kau pasti dapat merubahnya. Memerlukan waktu lama dan kesabaran tetunya, tapi percayalah disetiap kesulitan pasti aka nada kemudahan setelahnya” uajr Bian memberikan semangat pada Jhony


Jhony tersenyum “kau benar Hyung cinta bisah mengubah segalanya. Aku benar-benar mencintainya dengan tulus, maka aku akan memperjuangkannya apapun dan bagaimana pun keadaansya” ujar Jhony dengan begitu semangat


“Oppa” panggil gadis tersebut sembari menggandeng lengan Jhony


Mendapatti hal tersebut tentu saja Jhony merasa terkejut, laki-laki itu menoleh lalu saat mendapati siapa si pelaku, bukannya mara ia justru tersenyum dan merangkul pundak gadis itu


“Eoh Yerim-ah, kau baru datang?” Tanya Jhony


“Ne, apa Oppa juga baru berangkat?” Tanya Yerim 


“Ne, aku dan Bian Hyung baru saja berangkat” jawab Jhony


Yerim menatap Bian, ia hanya menganggukkan kepala sebagai sapaan. Jujur saja ia masih sakit hati dengan apa yang Bian lakukan padanya kemarin. Dan begituupun dengan Bian, lakilaki itu tidak ada niat sedikitpun untuk menyapa Yerim, entahlah rasanya ia sudah trlalu malas untuk berbicara pada gadis itu.


Beberapa saat terlewati, akhirnya lift terbuka. Saat akan memasuki lift, ponsel Jhony berdering dan seprtinya itu sesuatu yang penting yang mengahurskan dia untuk pergi keluar dan alhasil lift tersebt hanya ditumpangi oleh Bian dan Yerim, mereka sama-sama terdiam dan tidak ada satu pun yang berniat untuk memulai obrolan


“Apa benar Oppa akan mengudurkan diri?” Tanya Yerim setelah keheningan yang melanda


 “Ne” jawab Bian seadanya, laki-laki itu bahkan tidak menoleh sedikitpun pada Yerim


Yerim memutar tubuhnya untuk menghadap Bian “wae?” Tanya gadis itu


“Aku yain kau sudah tahu alasannya Yeriam-ssi” jawab Bian, kali ini laki-laki itu benghadap Yerim


“Tapi kenapa Oppa sampai melakukan hal sejauh ini? Apa karena istri Oppa yang memintanya? Apa dia meminta Oppa keluar dari perusahaan ini?” Tanya Yerim beruntut


“Ani, Karina tidak memintaku melakukannya. Akau mundur karena aku mencintai keluargaku, aku tidak ingin hanya karena karir rumah tangga yang selama ini aku bangun hancur begitu saja.” jelas Bian


“Oppa, tidakkah kau bisa merasakannya? Tidak kau bisa melihat seberapa besar cintaku padamu? Aku mencintamu Oppa, aku benar-benar mencintaimu, aku bahkan rela melakukan apapun asalkan aku bisa bersamaku. Oppa cobalah lihat aku sebentar saja, cobalah buka hatimu sedikit saja untukku” pinta Yerim


“kau tidak mencintaiku Yerim-ah, yang kau rasakan padaku itu adalah obsesi. Kalau kau memang mencintaiku, kau tidak akan pernah berbuat dan berkata seperti ini. Tidakkah kau mengerti arti dari cinta Yerim-ah? Ketika kau mencintai seseorang, maka kau tidak harus memilikinya untuk bahagia. Kalau kau mencintai seseorang, maka kau juga harus merelakannya bahagia meski itu bukan denganmu. Itulah yang dimanakan cinta” jelas Bian


Yerim kembli menangis,hatinya selalu merasa tercubit ketika ia berbicara dengan Bian, laki-laki itu selalu berhasil mengores luka di hatinya, tapi laki-laki itu juga yang selalu membuatnya merasa jatuh cinta


“Geurae. Kau bilang ini bukan perasaan cinta bukan, kau bilang kalau perasaanku ini adalah obsesi, maka kalauaku tidak bisa memilikimu, istrimu pun juga tak bileh memilikimu” ujar Yerim dengan kilatan emosi dimatanya


Bian mengeraskn rahangnya, emosi laki-laki itu terpancing setelah mengdengar penutran Yerim.


.


.


.


TBC


See you next chapture😊