
" tuan Ryoshi bisa kah kita bicara sebentar ? "
" duduklah dulu ada yang ingin ku sampaikan " lanjut Jullian karena Ryoshi tidak menjawabn dan hanya menatanya saja.
" ada apa ? " tanya Ryoshi lalu duduk di hadapan Jullian dengan gaya angkuhnya .
" anda sepertinya tahu kalau Alesia tidak menyukai anda " ujar Jullian
" lalu ?" jawab Ryoshi dengan nada sinis.
" yah, setidaknya anda harus tahu anda tidak bisa merebut hatinya apalagi dengan sifat anda itu " provokasi Jullian.
" itu bukan urusanmu "
" asal anda tahu Alesia tidak suka pria dingin dan kasar seperti anda "
" saya sangat mengkhawatirkan Alesia sebagai kakak saya memperingatkan anda untuk bersikap baik padanya dan jangan melukai hatinya "
" pfftt " Ryoshi tak bisa untuk tidak tertawa mendengar celotehan Jullian. Jullian tidak mengerti apa hal yang membuat perkataannya terdengar lucu di telinga Ryoshi.
" jangan menipu diri kau pikir aku tidak tahu apa yang terjadi dua tahun yang lalu " perkataan Ryoshi sontak membuat Jullian kaget.
" sesuai dugaan anda pasti telah mencari info tentang keluarga Foyard, namun tidak disangka tuan muda keluarga Ackerley juga memiliki hobi menguntit gadis SMA " penuh penekanan saat Jullian menyebut kata SMA. Mimik wajah Ryoshi berubah mendengar perkataan Jullian. Ingin rasanya Ryoshi mendaratkan pukulan di wajah Jullian.
" yah memang tidak bisa disalahkan sih kalau anda tertarik tapi menguntit itu bukankah sedikit memalukan " dengan tampang serius Jullian menatap Ryoshi tajam.
" itu bukan hal memalukan selama dia bukanlah adik kandung " balas Ryoshi . Jullian tertampar perkataan Ryoshi kemudian ia terdiam.
flashback
" JULLIAN !!!" bentak Astof Foyard yang tak lain ayah dari Jullian dan Alesia.
" kamu benar-benar keterlaluan " Jullian membisu melihat amarah ayahnya yang memuncak. Namun tak sedikitpun ia merasa takut pada amarah ayahnya.
" bisa-bisanya kamu memiliki perasaan pada adikmu sendiri " bukan hanya amarah yang tertuang di wajah sang ayah tapi juga kekecewaan terlihat jelas di sana.
" dia bukan adik kandungku " tanpa ragu Jullian menjawab sang ayah.
" tidak habis pikir , benar-benar keterlaluan " Astof terlihat frustasi menghadapi situasi yang di hadapinya kini. Beth pun menangis melihat perselisihan antara suami dan anaknya apalagi melihat Jullian , luka tamparan yang di berikan ayahnya terlihat cukup jelas membuat hatinya semakin sakit.
" ayah aku bukan anakmu" Astof yang melihat kearah Jullian tak bisa menutupi kekecewaan dan rasa bersalah karena telah memukulnya. Selama ia mengurus kedua anaknya tak pernah sekali pun ia memukul atau melakukan tindakan keras lainnya. Jullian memang bukan anak kandungnya. Tapi ia membesarkan Jullian seperti anak kandungnya sendiri bahkan ia lupa bahwa Jullian bukan lah anaknya. Karena itu ia benar-benar tidak terima saat Jullian mengatakan ia mencintai Alesia sebagai perempuan bukan adiknya. Dia juga tidak suka saat Jullian mengatakan bahwa ia bukan anaknya.
" nak kamu adalah anak kami , apapun yang terjadi kamu adalah putra kami kakaknya Alesia " ucap beth sang ibu.
" tapi bu,,"
" diam kau,, jika tidak ingin mengakui kita sebagai orang tua agar bisa membenarkan perasaanmu pada Alesia buktikan jika kau memang pantas,, karena kau bukan apa-apa saat tak memiliki marga Foyard keluar kau dari sini . Dan seperti ucapan mu kau bukanlah anakku jadi tidak ada alasan kau berada disini " Astof dengan cepat memotong perkataan dan menyuruhnya pergi dari kediamannya. Mendengar itu terkesiap ia tak menyangka ayahnya akan mengusir dirinya . Astof sebenarnya tidak berniat untuk benar-benar mengusir Jullian ia hanya emosi sesaat . Karena setelah itu ia menyesali perkataannya sebab Jullian benar-benar pergi meninggalkan keluarganya.
flashback off
Beth bersedih beberapa lama dan mulai membaik saat Alesia kembali dari luar negri setelah menyelesaikan pendidikannya . Alesia yang tidak mengetahui apa yang terjadi pada Jullian selalu menanyakan keberadaannya pada sang ibu . Dan setiap kali hal itu terjadi Beth menjadi sedih karena ia juga tidak tahu dimana keberadaan Jullian dan bagaimana keadaannya. Namun sekarang Jullian telah kembali , belum lama ini Beth menemukan keberadaan Jullian dan memberitahunya untuk segera kembali. Semula Jullian tak ingin kembali tapi mendengar ayahnya pun ingin ia kembali mak ia setuju untuk pulang. Namun mendengar kabar bahwa Alesia sudah menikah dan dijodohkan dengan keluarga konglomerat ia mempercepat kepulangannya. Pada awal kepergiaannya ia masih berhubungan dengan Alesia ia juga tahu bahwa Alesia memiliki kekasih bernama Vino. Jullian terlalu yakin bahwa Vino hanya cinta sesaat yang tidak akan terwujud. Tapi apa yang terjadi kini Alesia sudah menikah.
" dan juga sekarang dia adalah istriku" Jullian tidak terlalu mendengarkan perkataan Ryoshi karena sibuk memikirkan masa lalu.
" omong kosong ini lebih baik dihentikan sampai sini " ujar Ryoshi lalu beranjak pergi apalagi melihat Jullian yang malah termenung. Jullian bangun dari lamunannya saat melihat Ryoshi pergi. Tak bisa di pungkiri ia merasa sakit ketika melihat Alesia bersama Ryoshi.
Namun ia sekarang sadar apapun yang terjadi jika Alesia bahagia ia tak berhak untuk ikut campur dengan urusannya. Sekarang ia hanya bisa mendampingi dan mendukungnya sebagai kakak. Apalagi ia ingin membangun kembali hubungan dengan kedua orang tuanya.
_____
" sedang apa ?" tanya Ryoshi saat melihat Alesia berjongkok di samping kabinet .
" oh sedang membereskan beberapa barang yang jatuh tidak sengaja " Alesia menjawab tanpa menoleh malah dengan terburu-buru ia membereskan barang yang berserakan. Ryoshi pun berjongkok dan membantu Alesia yang sontak membuatnya gelisah.
" eh ti,, tidak usah biarkan saja "
" apa ini " wajahnya berubah serius saat memungut salah satu barang. ' oh my god , bencana ini bencana ' batin Alesia.
" bukan apa-apa ini hanya barang-barang yang tidak berguna aku sedang membereskannya untuk di buang" dengan segera ia merebut kotak kecil yang berada di tangan Ryoshi. Secepat kilat Ryoshi mengambil kembali kotak yang di rebut Alesia lalu membuka dan melihat isinya.
Sebuah jam tangan dan beberapa aksesoris didalam kotak tersebut menarik perhatian Ryoshi. Alesia pun mengambil kembali kotak tersebut . " ini barang lama yang sudah rusak jadi aku akan membuangnya sekarang "ia memasukan kotak kecil tersebut ke kotak ukuran besar lainnya sebelum Ryoshi penasaran dan melihat lagi barang-barang didalam nya ia segera pergi . Ryoshi sangat jeli sehingga ia tahu apa yang dibawa Alesia merupakan barang pemberian vino. Karena ada ukiran inisial diujung jam yang ia lihat dan juga barang-barang yang berserakan tadi menjadi bukti bahwa itu memang pemberian vino . Ryoshi ingin marah namun ia menahannya karena Alesia tidak akan suka. Dan juga toh barang itu akan dibuang begitu pikirnya.