
Xiao Jin mengangkat kakinya pelan lalu melangkah mundur. Matanya tidak beralih menatap Lu Qin Chen yang bergerak maju ke arahnya. Saat ini, Xiao Jin belum bisa menerima keadaan Lu Qin Chen yang tiba-tiba muncul dan menghampirinya.
Meskipun Xiao Jin sangat peduli padanya, tetapi dia tidak suka dengan caranya yang mendatanginya tanpa pemberitahuan. Secara tidak langsung, dia telah mencuri tahu semua rahasia tentangnya.
"Xiao Jin, kumohon jangan diamkan aku. Kita perlu untuk bicara." Lu Qin Chen tidak berhenti hingga punggung Xiao Jin menabrak dinding.
Kedua mata mereka beradu. Hati Xiao Jin berkecamuk ketika berada dalam jarak yang begitu dekat dengan Lu Qin Chen.
"Apa yang kamu inginkan dariku? Kamu sudah memiliki segalanya," ketus Xiao Jin sambil memalingkan wajahnya.
Sebenarnya bukan karena dia membenci Lu Qin Chen dia bersikap seperti itu. Xiao Jin tidak bisa bernapas dengan bebas karena merasa gugup. Suhu tubuhnya seketika menurun hingga membuat keadaannya menjadi sulit.
"Aku rela kehilangan semuanya asal kamu bersedia bersamaku," ucap Lu Qin Chen serius. Tatapan elangnya sedikitpun tidak berpaling dari wajah Xiao Jin.
Xiao Jin terkesiap. Dia memutar kepalanya menghadap Lu Qin Chen dan mencari kejujuran di dalam bola matanya. Pria itu benar-benar jujur.
'Andai semua ini aku rasakan di dunia nyata. Seumur hidupku akan aku serahkan padamu.' Xiao Jin terdiam menyelam ke dalam hayalannya. Matanya terlihat berkaca-kaca.
"Kamu bisa tidak sedikit menjauh. Kita tidak bisa berduaan di tempat yang sepi seperti ini." Xiao Jin mendorong tubuh Lu Qin Chen.
Ucapannya yang panjang diartikan sebagai ungkapan jika dia sudah tidak marah lagi oleh Lu Qin Chen. Bukannya menjauh, Lu Qin Chen malah menggenggam erat tangan Xiao Jin dan menekannya ke dinding.
Tubuh Xiao Jin gemetar. Dia terlihat sangat kaku ketika Lu Qin Chen mendekatkan wajahnya untuk menciumnya. Kepasrahannya membuat Lu Qin Chen semakin bersemangat. Darinya dia tahu jika gadis di depannya ini belum pernah tersentuh oleh siapapun.
Setelah beberapa saat, Xiao Jin mulai menikmati ciuman Lu Qin Chen. Dia tidak menyangkal jika sebenarnya dia juga merindukannya. Apa yang dialaminya saat ini terasa begitu nyata. Jika ini sebuah mimpi, Xiao Jin tidak ingin bangun lagi menjadi Amelia Tan.
Wajah Xiao Jin terlihat malu ketika Lu Qin Chen mengakhiri ciumannya. Dia menunduk dan menghindari tatapan pria yang memberinya pengalaman baru.
'Dia terlihat begitu berpengalaman. Pasti dia terbiasa melakukan ini pada selir-selirnya.' Tiba-tiba muncul pikiran yang menggugah rasa cemburu. Roman muka Xiao Jin mendadak berubah.
"Anggap saja ini sebagai kenangan. Kamu bisa melakukannya pada selir-selirmu."
Kali ini Lu Qin Chen diam saja ketika Xiao Jin mendorong tubuhnya. Kedua sudut bibirnya terangkat hingga membentuk sebuah lengkungan manis. Hatinya semakin berbunga-bunga ketika melihat wanitanya sedang cemburu.
"Aku tidak pernah menyentuh mereka."
Ucapan Lu Qin Chen membuat langkah Xiao Jin terhenti. Kata-kata itu cukup memberi bukti jika cinta itu benar adanya. Jika sampai dia mengabaikannya, yang tersisa hanyalah penyesalan tak bertepi di kemudian hari.
"Pulanglah bersamaku. Aku jamin tidak akan ada yang berani menyakitimu. Banyak hal yang kamu lewatkan di istana. Ayahmu sering mendapatkan ancaman dari anggota pemberontak."
Xiao Jin memutar tubuhnya dengan cepat menghadap Lu Qin Chen. Dia terkesiap mendengar berita yang dia sampaikan.
'Jadi kisah Xiao Jin sudah sampai di sini. Akan banyak kekacauan yang terjadi di istana. Nyawa Perdana Menteri Xiao Long akan menjadi incaran para kultivator pendukung pemberontak. Sudah saatnya aku kembali ke istana dan merubah semuanya.' Xiao Jin berpikir untuk merubah cerita di bagian ini.
Dalam cerita sebelumnya dia akan mati sesaat setelah pemberontakan berakhir. Dia tidak tahu apakah kematiannya akan tetap terjadi atau tidak, dengan cerita yang berbeda. Semua bayangan itu membuatnya terdiam dan terlihat sedih.
Lu Qin Chen mengartikan sikap diam dan sedih Xiao Jin karena dia memikirkan ayahnya. Dia tidak tahu jika Xiao Jin adalah orang yang berasal dari dunia yang berbeda.
"Kamu tidak perlu bersedih. Aku akan selalu ada untukmu. Jika perlu aku akan melamarmu hari ini juga," ucap Lu Qin Chen sambil mengelus pipi Xiao Jin.
"Tidak Pangeran. Jika kita menikah maka aku akan terikat dengan peraturan istana yang membuatku terkekang. Setelah pernikahan aku tidak bisa membantumu lagi untuk melawan pemberontakan. Aku memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh siapapun di mana aku bisa mengendalikan spiritual beast yang tinggal di hutan misteri."
Lu Qin Chen sangat tertarik dengan cerita Xiao Jin. Dia sudah melihat dengan kedua matanya akan kehebatan spiritual beast. Meskipun mereka memiliki wujud yang menyeramkan, tetapi tidak mengancam manusia yang menjadi sekutunya.
"Apakah pria tadi adalah pemilik spiritual beast yang tadi muncul dalam pertarungan?" tanya Xiao Jin penasaran.
"Dia adalah spiritual beast yang berwujud sebagai manusia. Aku menyerahkan kepemimpinan spiritual beast padanya selama aku tidak berada di tengah-tengah mereka. Bisa dikatakan, dia adalah tangan kananku."
Xiao Jin juga mengatakan jika semua kemampuannya itu berasal dari tanda kipas langit yang ada di tengkuknya. Beberapa waktu lalu, dengan susah payah dia melepaskan segel yang membatasi kekuatannya. Para tetua dan spiritualis istana sengaja menutupi kemampuan ini dengan memberinya segel pengunci.
Setelah mendengar cerita Xiao Jin, Lu Qin Chen semakin yakin jika konspirasi melawan pemerintahan sudah direncanakan sejak lama. Mereka mengunci kemampuan Xiao Jin karena takut menjadi ancaman di kemudian hari. Dan kini ancaman yang mereka takutkan benar-benar datang
"Pantas saja mereka segera menangkapmu ketika kamu datang. Aku telah membaca beberapa kisah tentang spiritual beast. Binatang roh berbahaya itu memiliki tingkatan yang sulit untuk dipahami. Tidak semuanya bisa ditaklukkan dengan mudah." Lu Qin Chen begitu tertarik dengan kisah tentang spiritual beast.
"Mereka juga memiliki perasaan seperti manusia. Hanya saja mereka memiliki wujud yang tidak sempurna. Beberapa manusia serakah membunuh mereka dan mengekstraksi kekuatan mereka untuk meningkatkan tingkat kultivasi. Mungkin ke depannya manusia akan sulit untuk menemukannya karena aku melarang mereka untuk keluar dari hutan misteri tanpa perintah dariku. Di sana mereka memiliki kemampuan tidak terbatas. Manusia yang masuk ke sana akan sulit untuk mengatasi mereka."
Xiao Jin merasa lega telah mengatakan semua rahasianya, walaupun sebelumnya dia keberatan saat Lu Qin Chen mengetahuinya. Kini keduanya tidak memiliki jarak yang menjadi jurang pemisah di antara mereka.
****
Bersambung ....