
Lu Qin Chen terlihat salah tingkah. Ibunya pasti berpikir jika dirinya telah berbuat macam-macam dengan seorang wanita. Padahal itu bukan masalah karena dia telah memiliki selir dan umum dilakukan. Namun, dia tetap ingin menjadi pria yang polos hingga dirinya benar-benar menemukan cinta sejatinya.
Permaisuri Lu tersenyum. Baginya ini adalah kabar yang baik. Dia yakin sebentar lagi akan menjadi seorang nenek.
"Ibu jangan salah paham dulu. Ini tidak seperti yang ibu pikirkan," ucap Lu Qin Chen sebelum ibunya berangan-angan terlalu jauh.
Lu Qin Chen sangat dekat dengan ibunya sehingga dia tahu bagaimana sifatnya. Setelah tahu dia berhubungan dengan selirnya, ibunya pasti akan bertindak konyol dengan mengirimkan barang-barang aneh yang katanya menunjang keperkasaan pria, entah itu ramuan, makanan tertentu dan semua hal yang tidak disukai oleh Lu Qin Chen.
"Kamu tidak perlu malu-malu lagi, Chen'er. Tidak masalah jika awalnya kamu menolak perjodohan itu. Tapi kurasa sudah sepantasnya kamu memperlakukan mereka sebagai seorang istri."
Lu Qin Chen bingung untuk menjelaskan kepada ibunya jika bukan kedua selirnya yang dia sukai. Xiao Jin memang sudah ada di sini tetapi hanya segelintir orang saja yang mengetahui keberadaannya. Status sebagai pengawal pribadinya tidak mudah diketahui oleh pihak luar.
"Sudahlah, ibu tidak mau tau. Kamu harus berusaha lebih keras lagi agar segera mendapatkan penerus," imbuh Permaisuri Lu.
Wajah Lu Qin Chen terlihat gusar. Dia berjalan meninggalkan ibunya lalu duduk di depan meja dan menjatuhkan tubuhnya dengan lemas.
"Aku menyukai orang yang berbeda dan akan menikahinya di waktu yang tepat, Ibu. Masih ada banyak hal yang harus aku selesaikan dan aku masih membutuhkannya untuk membantuku mengatasi semua masalahku," jelas Lu Qin Chen. Akhirnya dia jujur kepada ibunya tentang apa yang menghalanginya untuk menyentuh wanita-wanita itu.
Permaisuri Lu menatapnya serius. Putranya tidak pernah berbohong dan merahasiakan semua hal padanya. Kali ini dia juga merasakan jika semua yang diucapkan oleh Lu Qin Chen memang benar adanya.
"Siapa wanita itu?" tanya Permaisuri Lu dengan nada sedikit meninggi.
Melihat Lu Qin Chen begitu merahasiakannya, dia berpikir jika wanita itu adalah seorang gadis biasa. Bukan latar belakangnya yang menjadi masalah bagi Permaisuri Lu, tetapi bagaimana dengan budi pekerti dan kebaikan hatinya.
"Dia adalah salah seorang pengawal pribadiku," jujur Lu Qin Chen.
Mata Permaisuri Lu terbelalak. Dadanya terasa sesak setelah mendengar kenyataan yang sangat jauh dari harapannya. Dia berpikir jika putranya menyukai seorang pria.
Berita mengejutkan ini membuat Permaisuri sulit untuk menguasai dirinya. Tubuhnya terasa lemas dan terpaksa dia harus menyangga kepalanya dengan tangan kanan yang bertumpu di atas meja.
Lu Qin Chen menuangkan segelas air untuk ibunya. Sampai detik ini dia belum menyadari kesalahannya. Dia berpindah ke samping ibunya yang tiba-tiba terlihat seperti ingin pingsan. Di saat yang bersamaan, seorang pengawal datang dan mengatakan jika Xiao Jin ingin bertemu dengannya.
Tanpa berpikir lagi, Lu Qin Chen pun meminta pengawal itu untuk mengantarkan Xiao Jin masuk ke ruangannya. Ini kesempatan baginya untuk memperkenalkan wanita pujaannya itu pada ibunya.
"Dia orangnya, Ibu," bisik Lu Qin Chen pada ibunya saat melihat Xiao Jin telah sampai di depan pintu.
Permaisuri Lu tidak bergerak sedikitpun. Mendengar berita tentangnya saja membuatnya sesak nafas apalagi jika dia harus melihat wajahnya. Dia merasa jika putranya benar-benar keterlaluan kali ini.
Xiao Jin berdiri di belakang Permaisuri Lu. Dia merasa terkejut. Jika tahu Permaisuri Lu ada di sana, mungkin dia akan mencari waktu lain.
"Salam hormat, Putra mahkota. Salam hormat, Yang Mulia Permaisuri." Xiao Jin memberi hormat pada keduanya.
Mendadak Permaisuri Lu berbalik setelah mendengar suara seorang wanita. Dia merasa seperti sedang dipermainkan oleh keadaan. Ekspresi wajahnya berubah saay mendengar seorang wanita yang sangat cantik berdiri di hadapannya.
"Aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana, ya." Permaisuri Lu menatap Xiao Jin dengan seksama.
"Tentu saja ibu pernah melihatnya dan merasa familiar. Dia adalah Putri Ketiga Perdana Menteri Xiao Long dan calon menantumu." Lu Qin Chen mendekati Xiao Jin dan membawanya pergi ke hadapan ibunya.
Xiao Jin terkejut. Wajahnya terlihat sangat pucat, langkahnya terseok-seok mengikuti Lu Qin Chen yang sedikit memaksanya berjalan. Mereka berdua duduk di depan Permaisuri Lu lalu kembali memberi hormat.
"Hampir saja aku berpikir yang tidak-tidak tentangmu, Chen'er. Aku pikir kamu menyukai seorang pria."
Ucapan Permaisuri Lu membuat Lu Qin Chen tertawa. Dia sendiri bahkan tidak menyadari jika telah membuat ibunya salah sangka.
Suasana di ruangan itu mencair. Xiao Jin baru tahu jika Permaisuri Lu adalah pribadi yang sangat menyenangkan. Semula dia begitu tegang dan takut untuk berhadapan dengannya.
Banyak sekali hal yang ditanyakan pada Xiao Jin. Dan hampir seluruh kebiasaan mereka memiliki kesamaan. Permaisuri Lu merasa jika Xiao Jin adalah duplikat dirinya dalam versi yang berbeda.
Rencana awal dia hanya ingin menikmati sarapan bersama sang putra, tetapi dia tidak ingin melewatkan kebersamaannya dengan Xiao Jin juga. Ketiganya menikmati sarapan pagi itu dalam suasana yang hangat.
"Apa yang sudah aku lewatkan? Kalian terlihat begitu bahagia dan mengabaikan aku. Hebat sekali, ya!" Kaisar Lu datang dengan wajah kesalnya dan berbicara dengan nada merajuk.
Pemandangan yang jarang sekali terlihat oleh siapapun. Kaisar Lu yang biasanya terlihat berwibawa dan tegas ternyata memiliki sisi lain yang sangat manja di depan keluarganya.
Sekilas Kaisar Lu mendengar percakapan mereka bertiga. Dia tahu sejak awal mengenai kisah percintaan antara Lu Qin Chen dan Xiao Jin.
"Yang Mulia, ini adalah calon menantu kita." Permaisuri Lu memegang bahu Xiao Jin dengan wajah yang terlihat sangat gembira.
Kaisar Lu mengangguk. "Aku sudah tahu sejak beberapa waktu yang lalu. Putramu itu sangat patah hati dan hampir bunuh diri saat kehilangan jejak Putri Ketiga Perdana Menteri Xiao."
Lu Qin Chen terlihat tidak terima dengan ucapan ayahnya. Dia merasa dipermalukan di depan wanitanya.
"Ayah ...." Lu Qin Chen memonyongkan bibirnya kesal. "Jangan dengarkan ayah, Jin'er. Itu tidak benar. Aku memang sangat bersedih tapi aku tidak akan bunuh diri."
Kaisar Lu tertawa melihat wajah malu Lu Qin Chen.
"Jadi kalian merahasiakan semua ini dariku! Hebat sekali kalian!" Gantian Permaisuri Lu yang merajuk.
Xiao Jin tersenyum melihat tingkah mereka yang terlihat berbeda dari yang terlihat selama ini. Dia merasakan kehangatan sebuah keluarga saat berada di tengah-tengah mereka.
'Semakin ke sini, aku merasa semakin nyaman berada di dunia novel ciptaanku. Namun, aku tidak tahu apakah selamanya terjebak di sini atau akan segera kembali ke duniaku.' Amelia Tan merasa memiliki keluarga yang lengkap saat menjadi Xiao Jin.
Di luar ruangan Pangeran Lu Qin Chen, seseorang menatap kebahagiaan mereka dengan rasa iri. Hampir saja dia menjatuhkan benda yang dibawanya.
****
Bersambung ....