Second Chance

Second Chance
Bab 34. Penangkapan Gerald



"Hai, Nyonya! Kami menemukan kamera mata-mata disini. Seharusnya ada izin khusus untuk memiliki ini. Ini milik siapa?" tanya Petugas 4 sambil menghampiri Beth yang sedang memeluk anak-anaknya.


"Bisakah anak-anak saya dibawa ke tempat yang aman? Mereka ketakutan dan trauma melihat kalian," ujar Beth memohon.


Para petugas itu pun saling pandang. Mereka baru menyadari perbuatan mereka malah menakuti anak-anak itu.


"Panggil petugas wanita kemari," perintah Petugas 1.


"Tetapi kita tidak membawa Petugas wanita. Hanya ada Petugas Medis wanita saja,"


"Kalau begitu panggil Petugas Medis itu kemari,"


"Baik,"


Anak-anak Beth dibawa para petugas medis dan dibawa ke mobil para petugas itu.


"Silahkan, Nyonya. Jawab pertanyaan kami,"


"Saya yang memasang itu. Saya kira tidak perlu izin untuk memasangnya jika itu di rumah saya sendiri," sahut Beth dengan gugup.


"Untuk apa kamu memasangnya?"


"Demi keamanan keluarga saya. Saya hanya ingin melindungi keluarga saya dari Gerald. Saya takut dia berbuat sesuatu pada kami," Beth menahan tangisnya. Mike memberinya segelas air untuk diminumnya agar Beth merasa lebih tenang.


"Tenang, Nyonya. Anda harus tenang saat memberikan keterangan," kata Mike mencoba menghibur.


"Anda juga tidak akan kami tuntut asal anda jujur, Nyonya," Ujar Charlie menambahkan.


"Benar, saya memasang itu hanya untuk berjaga saja. Kamera itu bisa sebagai saksi perbuatan Gerald dan pengakuannya. Karena kamera pengawas kami hanya terpasang di depan rumah. Jadi, tidak bisa memantau kejadian di dalam rumah ini, dan Gerald  tahu itu," kata Beth sedikit lebih tenang meskipun dia masih berhati-hati saat mengatakannya.


"Suami saya tidak mengetahui kalau saya memasang kamera itu," Beth menambahkan.


Petugas 1 dan 2 memandang ke arah Mike.


"Kenapa kalian memandangku seperti itu?" kata Mike pura-pura tidak mengerti.


Mereka mendengus dengan kesal karena merasa dibohongi oleh Mike tentang kamera pengawas itu.


"Kalian periksa! Dan kamu Mike, tetapi sini temani Nyonya Beth!" perintah Petugas 1.


Charlie memandang ke arah Mike. Dia mengangkat kedua bahunya dan mengangkat alisnya.


"Aku tidak bisa menghubungi mereka," ujar Charlie menyerah.


"Semoga mereka tidak menemukan kamera itu," ujar Mike berbisik.


"Memangnya apa  yang kamu perbuat?" tanya Charlie heran dan cemas.


"Aku mematahkannya dan membuangnya. Andai Ernest segera sadar, pasti semuanya akan beres," keluh Mike.


Charlie tertawa mendengar penuturan Mike. Kemudian Mike langsung segera membekap mulut Charlie agar tidak ditegur oleh para petugas penyerbu TKP.


"Kami menemukannya, Pak!" Petugas 2 berseru pada Komandan pasukannya.


Charlie dan Mike langsung saling bertukar pandang.


***


Donny mengangkat dagu Gerald. Dia melihat wajah Gerald yang sudah penuh dengan luka pukul dan lebam.


Donny sangat kesal melihat wajahnya, apalagi dia menganggap Gerald tidak mau diajak bekerja sama.


"Wajahmu hampir tidak bisa dikenali lagi, ini pasti sakit sekali. Apakah kamu masih tetap mau diam dan tidak mengatakan apapun?" tanya Donny sambil melepaskan dagu Gerald.


"Untung saja kakak iparmu mengadukan keberadaanmu. Jadi, kami bisa segera menemukan persembunyian kamu kali ini," ujar Donny lagi sambil menendang kaki Gerald.


Gerald sudah tidak mampu menjawab pertanyaan yang Donny ajukan. Dia hanya melenguh seperti sapi dan menggumam tidak jelas terdengar.


"Itu balasan ketika kamu menyerang aku dan Tuan Thomas malam itu, belum balasan lainnya. Tunggu saja!" Donny memberi peringatan kepadanya.


"Donny, biarkan urusan Gerald ditangani oleh Andre saja. Kita akan melakukan sesuatu padanya nanti," ujar Thomas.


Donny mengikuti langkah Thomas dan seorang tamu yang direkomendasikan oleh Donny pada Thomas. Donny mengikuti sampai ke ruang kerja Thomas.


"Mengapa kamu merekomendasikan dia?  Apa yang bisa dia lakukan untuk saya?" tanya Thomas pada Donny ketika mereka sudah sampai ke ruangan kerja Thomas.


"Dia Kepala Sipir, Tuan. Seperti rencana kita sebelumnya, kita butuh bantuan dia untuk melancarkan rencana ini," sahut Donny.


"Benar, Tuan," sahut Donny dan Kepala Sipir bersamaan. Thomas tersenyum tipis.


Thomas mengetahui bahwa  rencananya kali ini memang tak biasa, tapi dia sudah bisa membayangkan bahwa ini akan luar biasa. Dia benar-benar merasa Gerald adalah ancaman jika harus dilepaskan.


"Kalau begitu, kamu laksanakan tugasmu sekarang," kata Thomas pada Donny.


"Baik, sekarang saya akan membuat laporan ke kantor Kesatuan Pasukan Khusus bahwa ada Gerald disini," sahut Donny dengan mata berbinar.


"Benar, itu yang harus kamu lakukan sekarang. Mari kita bersiap!" sahut Thomas tersenyum tipis.


***


Seseorang menghadang Mike saat dia baru keluar lift di kantornya.


"Mike!" sapa orang itu.


"Ya?" Mike heran orang itu bisa mengenalnya, padahal Mike tidak mengenal atau bertemu dengan orang itu  sekalipun.


"Bisa bicara sebentar? Aku butuh waktumu sebentar," orang itu gelisah. Mike tidak ingin mencari masalah di akhir hari ini.


"Jam bertugasku sudah berakhir. Bisakah kita bicara besok saja?" tolak Mike.


"Tidak, ini darurat, Mike,” kata pria itu lagi.


"Kenapa anda memanggilku Mike? Apa kita pernah kenal dekat?" Mike merasa tersinggung dengan pria di hadapannya itu.


"Ceritanya panjang Mike, tapi kamu harus dengar ini sekarang," pria itu berusaha menjelaskan kepada Mike.


Namun, Mike terus berjalan menuju mobilnya dan mengabaikan pria itu, sedangkan pria itu terus mengikutinya sampai di tempat parkir sambil memohon agar Mike mau mendengarkannya.


"Dengar Mike, aku tidak tahu apakah ini membantumu. Aku adalah Ernest," kata pria itu setelah yakin tidak Ada orang lain di tempat itu yang mendengarnya.


Mike langsung berbalik badan dan menatap pria itu. Dia mengenali aksen bicaranya itu, namun saat melihat sosok di hadapannya dia tidak yakin kalau itu adalah Ernest. Seketika Mike tertawa, dia menertawakan pengakuan pria itu.


"Mereka menyerbu tempat Thomas malam ini karena kamera pengawas yang mereka temukan di tempat kakaknya Gerald itu," kata Ernest lagi.


"Darimana anda tahu tentang informasi itu? Apakah anda seorang pencuri informasi?" tegur Mike dengan penuh curiga. Dia masih belum bisa menerima sosok yang ada di hadapannya, dan dia merasa aneh karena pria yang mengaku dirinya Ernest mengetahui informasi rahasia milik Kesatuan Pasukan Khusus.


"Kalau kamu tidak percaya, segera hubungi Donny, Thomas atau Charlie. Beri peringatan kepada mereka karena informasi ini memang disembunyikan darimu dan Charlie," ujar Ernest lagi.


Mike menggelengkan kepalanya. Dia merasa informasi yang Ernest berikan sangat tidak masuk akal. Lalu dia meninggalkan pria dengan wajah putus asa itu.


“Semua tampak gila bagiku,” gumam Mike.


Mike memikirkannya sepanjang jalan saat mengemudi. Dia tidak percaya pada apa yang baru saja di alaminya. Kemudian di memutar balik arah mobilnya dengan mengendarai ke arah kediaman Thomas.


Mike mencoba menghubungi Charlie dan Donny secara bergantian. Dia tampak panik dan gelisah atas sesuatu. Tetapi di antara mereka tidak satu pun yang menjawab panggilannya.


Sesampainya dikediaman Thomas, dia melihat banyak mobil milik Kesatuan Pasukan Khusus. Mike mencari-cari sesuatu di antara kerumunan orang di luar kediaman Thomas.


‘Ternyata informasi yang disampaikan oleh pria itu adalah benar. Sungguh tidak masuk akal. Siapa pria itu? Dan mengapa aku dan Charlie tidak dikabari tentang penangkapan ini?’ pikir Mike.


Beberapa orang dimasukkan ke dalam mobil Pasukan Khusus, salah satu dari mereka adalah Gerald, sedangkan Thomas dan Donny mengendarai mobil milik Thomas. Penyergapan itu berakhir.


***


Mike dan Charlie menemui Thomas saat di penjara. Mereka bertemu di tempat khusus berkunjung. Mereka saling bertegur sapa dan melempar senyum.


"Saya tahu, kalian tidak mengetahui misi penangkapan atas diriku. Mungkin karena kalian sudah melakukan sesuatu yang dianggap melindungi diriku atau sesuatu yang dianggap sudah bekerja sama denganku. Terima kasih atas bantuan kalian," ujar Thomas.


"Tapi Tuan Thomas, harus ada yang perlu Anda ketahui. Ada hal yang aneh pada malam saat penangkapan dirimu. Aku didatangi oleh orang yang mengaku dirinya bernama Ernest, tetapi dia bukan Ernest. Aku tidak tahu ada apa dengan diriku, tapi aku merasa dia adalah Ernest, meskipun tubuhnya bukan dia. Dia juga yang memberitahukan aku bahwa ada penangkapan di tempat Anda, Tuan," Mike menjelaskan.


Thomas tersenyum saat mendengar penjelasan Mike.


"Aku sudah tahu kalau Anda akan menertawakan aku. Memang terdengar aneh. Tapi itu kenyataannya," ujar Mike lagi.


"Tidak, tidak aneh. Bukankah dulu dia pernah bercerita pada kalian bahwa dia meminjam tubuhku?"


Mike dan Charlie terdiam.


"Sekarang tugas kalian, mencari di mana Ernest berada. Kasusnya akan dimulai sekarang," kata Thomas sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Dan aku ingin minta tolong, bawakan pengacaraku kemari. Ada yang ingin aku lakukan dengannya," kata Thomas sebelum kembali ke sel tahanannya.