
Pengawal khusus yang pergi ke tempat lawan telah kembali. Mereka mengabarkan jumlah pasukan lawan yang cukup banyak. Sekutu para pemberontak terus bertambah dan membuat jalan mereka semakin mulus.
Pasukan pemberontak yang menduduki kota itu berjumlah sekitar tiga ratus orang. Ini berarti jumlah pasukan Pangeran Lu Qin Chen hanya sepertiganya saja.
Setelah mengatur strategi penyerangan untuk besok, Lu Qin Chen mengijinkan pasukannya untuk beristirahat. Mereka butuh pemulihan setelah melakukan perjalanan jauh.
Xiao Jin tidak bisa memejamkan matanya. Dia berjalan mengendap-endap untuk pergi melihat lokasi pertempuran setelah Lu Qin Chen dan pasukannya terlelap.
Lu Qin Chen duduk dalam posisi lotus untuk berkultivasi. Dalam keadaannya sekarang dia tidak akan terpengaruh dengan keberadaan Xiao Jin. Di kedua ujung barisan, empat orang prajurit berjaga bergantian.
Keadaan yang aman membuat para prajurit yang berjaga menurunkan kewaspadaannya. Mereka tidak melihat Xiao Jin yang melintas di dekat mereka saat lengah.
Kota Qiong berada tidak jauh dari tempat peristirahatan mereka. Pasukan Lu Qin Chen berhenti sekitar satu kilometer dari kota itu. Mereka akan melakukan penyerangan sebelum matahari terbit.
Xiao Jin melompat dari satu pohon ke pohon yang lain menuju ke kota Qiong. Bendera milik kaum pemberontak berkibar di atas menara tertinggi di kota itu. Penduduk kota telah ditundukkan oleh kaum pemberontak, bagi siapapun yang melawan akan berakhir dengan kematian.
Pandangan mata Xiao Jin mengedar ke sekelilingnya. Pasukan pemberontak masih banyak yang terjaga. Melompat ke atap rumah warga akan terlihat oleh mereka. Untuk mempermudah penyusunannya, dia memilih untuk turun dan menyelinap dalam gelap.
Malam sudah melewati pertengahan, sebentar lagi waktu penyerangan akan segera dilakukan oleh Pangeran Lu Qin Chen. Waktu pagi adalah waktu yang tepat karena musuh belum siap untuk menghadapi peperangan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika mereka telah waspada.
'Aku merasa aneh dengan para prajurit ini. Mereka terlihat waspada. Apakah mereka sudah mengetahui jika Pangeran Lu Qin Chen akan menyerang?' Xiao Jin merasa curiga.
Meskipun Xiao Jin telah menyembunyikan hawa kehadirannya, tetapi dia terlihat waspada. Kakinya berjingkat dan melangkah pelan menuju ke sebuah bangunan kosong yang diperkirakan rusak akibat pertempuran.
Meskipun tidak utuh lagi, bangunan itu masih aman untuk ditempati untuk sementara waktu. Xiao Jin ingin mengatur siasatnya di sana. Pangeran Lu Qin Chen akan mengalami kesulitan tanpa campuran tangan darinya.
'Aku bisa saja membantu Pangeran Lu Qin Chen dengan kedua tanganku. Namun, pasukan ini terlalu banyak untuk kuhadapi. Aku membutuhkan bantuan Yong dan pasukan spiritual beastnya. Kenapa aku bisa lupa jika aku memiliki pasukan spiritual beast yang sangat kuat.' Xiao Jin tersenyum senang.
Dari tempat persembunyiannya, Xiao Jin bisa mendengar suara percakapan di antara para prajurit dengan jelas. Bangunan itu terletak di tengah-tengah jalur lalulintas kota. Di kedua sisinya merupakan jalanan ramai yang dilalui untuk aktifitas utama.
Beberapa bagian bangunan yang rusak menghalangi Xiao Jin untuk melangkah ke bagian paling dalam dari tempat itu. Sedikit saja dia menyenggol bagian yang rusak maka akan timbul suara yang mengundang kecurigaan prajurit musuh yang berada disekelilingnya.
Setelah menemukan tempat yang cukup aman dan tersembunyi, Xiao Jin berhenti. Sisi-sisi ruangan itu masih utuh, hanya saja lantainya sangat berdebu. Tidak ada lentera yang meneranginya sehingga sejauh mata memandang yang terlihat hanya kegelapan.
Di luar tempat persembunyiannya terdengar seorang prajurit sedang bercakap-cakap bersama temannya. Mereka membicarakan tentang penyerangan yang akan dilakukan oleh Pangeran Lu Qin Chen. Mata Xiao Jin membelalak setelah mendengar percakapan itu. Strategi penyerangan yang dipersiapkan telah diketahui oleh lawan.
Xiao Jin menggigit bibirnya. Hatinya merasa gusar melihat kepura-puraan prajurit lawan yang terlihat biasa saja.
"Oh, jadi kalian sudah tahu tentang rencana penyerangan ini. Hmm ... bagus ... bagus. Aku tetapi akan membuat kalian menyesal esok.' Sebuah senyum menghasilkan lengkungan manis di wajahnya.
Dengan ketajaman instingnya, dia mulai merasakan bumi yang bergetar akibat derap langkah kuda Pangeran Lu Qin Chen yang mendekat ke kota ini. Sebelum mereka memasuki kota, Yong harus sudah berada di hadapan dan menyiapkan pasukan spiritual beast untuk membantu.
Untuk mendatangkan spiritual beast yang banyak, perlu adanya sebuah portal. Xiao Jin harus tetap tinggal di tempat yang tersembunyi dan mengandalkan Yong untuk melakukannya.
Xiao Jin memejamkan matanya dan menyebut nama Yong dengan kedalaman hatinya. Kipas langit yang semula berada di tangannya bergerak dan melayang di hadapannya. Cahaya redup muncul dari kipas langit. Di ruang gelap dalam suasana malam cahaya itu tampak terang.
Mantra pengendali yang sudah menyatu di dalam tubuhnya membuatnya mampu memanggil Yong dengan kontak batinnya. Sebuah cahaya muncul dari sebuah sisi yang berada tepat di hadapan Xiao Jin. Cahaya itu adalah sebuah portal yang menghubungkan alam manusia dengan hutan misteri.
Yong keluar dari portal itu dan muncul dalam wujud manusia. Dia berlutut memberi hormat pada Xiao Jin sambil membungkuk hormat.
"Yong siap untuk menerima perintah, Yang Mulia."
Xiao Jin membuka matanya dan meminta Yong untuk mendekat.
"Jangan berbicara keras-keras! Kita sedang bersembunyi dari pasukan musuh. Aku membutuhkan pasukan untuk membantu pasukan dari Pangeran Lu Qin Chen dari Negeri Bulan Perak," bisik Xiao Jin.
Yong mengangguk tanda mengerti. Tangan kanannya menggaruk-garuk pipinya merasa salah dengan ucapannya.
Tidak ada waktu lagi untuk berbasa-basi. Pasukan Pangeran Lu Qin Chen sudah berangkat dan hampir mencapai kota Qiong. Xiao Jin meminta Yong untuk merasakan kehadiran pasukan itu dan menandai ciri-ciri tubuhnya.
Xiao Jin mewanti-wanti Yong agar tidak salah dalam mengambil tindakan. Dia harus tahu mana pasukan yang harus dia bantu dan mana pasukan yang harus dia lawan.
Yong mengangguk tanda mengerti. Portal yang menjadi gerbang bagi para spiritual beast harus dibuat di tempat yang luas di luar kota itu. Ukuran tubuh spiritual beast yang beraneka ragam dan rata-rata memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari manusia membutuhkan area yang luas.
"Hamba berangkat sekarang, Yang Mulia." Yong kembali berlutut memberi hormat di hadapan Xiao Jin lalu bangkit dan berlalu dari hadapan.
"Pergilah! Jangan asal memberikan perintah pada spiritual beast. Habisi lawan yang menduduki kota ini."
Perintah Xiao Jin yang banyak membuat Yong sedikit kebingungan. Dia tetap mengangguk meskipun harus mengingat-ingat semuanya.
Xiao Jin kembali memejamkan matanya dan berkonsentrasi. Dia bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh Yong dan pasukannya meskipun dia tidak melihatnya secara langsung dengan kedua matanya.
Melihat suara pasukan berkuda semakin mendekat, Yong segera membuat portal di belakang kota. Tempatnya cukup tersembunyi sehingga kemunculan mereka tidak mengejutkan orang-orang yang tinggal di dalam kota.
****
Bersambung ....