
Di kediaman Vino setelah beberapa hari kondisi Laura mulai membaik. Ia tak henti menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi namun tak ada titik terang sama sekali. Anna pun sudah beberapa hari tidak bisa di hubungi, entah apa yang sedang di lakukan wanita licik itu pikirnya. Saat ini ia ingin merawat Laura terlebih dahulu. Sebenarnya Vino sudah lelah dengan balas dendam ini apalagi ia tidak tahu apa yang akan ia capai setelah dirinya selesai mengganggu Alesia.
*vin* panggil Laura memecahkan lamunannya.
* iya kenapa, ada yang kamu butuhkan * jawab Vino cepat.
* aku tidak Anna beberapa hari ini apa ia mengubungimu atau tidak?*
* tidak ada samasekali , sudah lah jangan memikirkan dia fokus dulu ke kesehatanmu* jawab vino. Laura tidak menanggapi dan hanya diam.
Di tempat lain Anna sedang bersama seorang pria dengan perawakan tinggi dengan bahu yang lebar di sebuah vila agak terpencil.
*apa-apaan si lo balik kesini dan muncul di depan Laura ?* Anna dengan kesal sambil mendorong bahu lebar pria tersebut dan memukulnya.
*tenang Anna* tangan pria tersebut menghentikan pukulan Anna walaupun pukulan itu tidak berarti apa pun baginya.
*kenapa lo balik ? kenapa ? jawab pertanyaan gue ?* cecar Anna tak berhenti.
* gue bosan di luar negri, makanya gue balik*
*tapi kenapa lo nemuin Laura ? lo sengajakan mau buat gue kena masalah* Anna dengan penuh emosi melepaskan genggaman tangan pria tersebut.
* ah si cantik itu ya,, gue gak sengaja ketemu terus gue ikutin dia karena sekarang dia kelihatan lebih cantik dan seksi walaupun tidak secantik sepupu mu sih * jawabnya enteng.
* MICHEL !!* bentak Anna geram. Pria bernama Michel tidak peduli hanya berlalu dan duduk dengan nyaman nya.
* sudahlah Laura kenapa kau berlebihan sekali sih * ucapnya sambil memasukan sebatang rokok ke mulutnya kemudian menghembuskan asap rokoknya dengan gaya angkuh.
* berlebihan apanya , jika Vino tau lo disini dan jika dia tau lo ada hubungan nya dengan gue. Bukan hanya rencana gue yang hancur tapi dia bakal berbalik nyerang gue* Tutur Anna sambil duduk di samping Michel.
* kenapa lo takut disini ada gue , Lo tinggal minta seperti terakhir kali lo tau kan apa yang gue suka* Michel melihat Anna penuh arti.
* brengsek lo* maki Anna yang paham maksud Michel.
*haha.. Anna ternyata lo gak berubah sama sekali* tawa Michel memenuhi seisi ruangan.
*diam lo gue peringatin ya jangan muncul di sekitar gue* Anna memberikan peringatan.
*itu tergantung gimana lo bikin gue senang, mungkin dengan cara yang sama seperti dulu* wajah Michel mendekat tangannya merangkul pinggang Anna.
* dasar cabul* gerutu Anna tapi tanpa mencegah tangan Michel yang menggerayangi tubuhnya.
* gue pergi , inget lo harus tepatin janji lo jangan deketin Laura ataupun orang yang gue kenal lannya* ucap Anna sambil merapihkan pakaian yang berantakan.
* hmmm* jawab Michel singkat yang masih tiduran dikasur.
Anna pun berlalu dan pergi meninggal kan villa tersebut. Michel merupakan pria br*ngsek yang gak mungkin memenuhi janjinya pada wanita. Apalagi jika ia melihat kesenangan didepan matanya tidak mungkin dia melewatkannya begitu saja.
Alesia sedang bercengkrama di rumahnya melihat langit malam di balkon kamarnya sambil sesekali melihat ponselnya yang sedang memutar vidio lucu. Sudah beberapa hari ia merasa santai karena Ryoshi sedang keluar kota mengurus bisnisnya jadi Alesia merasa bebas.
*hhaahaha lucu sekali* tawa Alesia pecah melihat salah satu Vidio di ponelnya.
*tapi keren juga , tampan dan menggemaskan* ucapnya lagi.
*siapa yang tampan ?* Suara Ryoshi membuat Alesia terkejut. Astaga dari mana dia muncul, seperti hantu saja muncull tiba-tiba begitu batin Alesia menggerutu.
* ah ini...* Alesia menyodorkan ponselnya memperlihatkan apa yang sedang ia lihat sebelum sang dewa pencemburu ini marah tidak karuan. Ryoshi hanya melihat vidio keseharian kucing di ponsel Alesia. Apanya yang bagus dari ini batin ryoshi.
*kamu suka tipe seperti kucing ?* ucapnya, tanpa sadar perkataannya dengan pikirnya terbalik.
*hah* alesia bingung dengan maksud dari pertanyaan Ryoshi. Ryoshi berbalik meninggalkan Alesia dalam kebingungan. Namun Alesia mengikuti Ryoshi di belakang .